Struktur dan Sistem Jaringan pada Tumbuhan

No ratings yet.
Struktur dan Sistem Jaringan pada Tumbuhan
Struktur dan Sistem Jaringan pada Tumbuhan

Sistem Jaringan pada Tumbuhan

Struktur dan Sistem Jaringan pada Tumbuhan – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang macam-macam jaringan pada tumbuhan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang sistem jaringan tumbuhan. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa, ketika jaringan meristem membentuk jaringan dewasa, secara tidak langsung jaringan meristem membentuk sistem jaringan/ organ.

Tahukah kalian mengapa tumbuhan kelapa dapat berdiri kokoh walaupun ukuran tubuhnya tinggi? Hal ini dikarenakan tumbuhan kelapa memiliki struktur akar serabut dan batangnya tersusun atas berkas pengangkut xilem dan floem yang tersebar merata di dalamnya. Berikut akan diuraikan secara singkat tentang sistem jaringan/ organ penyusun tubuh tumbuhan.

Akar

Berikut ini merupakan bagian-bagian akar.

❶ Struktur luar

Struktur luar terdiri dari rambut akar, ujung akar, batang akar, dan tudung akar.

❷ Struktur anatomi

  1. Epidermis
    Epidermis merupakan lapisan luar akar yang terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya tipis dan mudah dilalui air. Sel-sel epidermis akan termodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
  2. Korteks
    Korteks terdiri dari sel yang berdinding tipis dan memiliki ruang-ruang antarsel yang berperan dalam proses pertukaran gas. Bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  3. Endodermis
    Endodermis terdiri dari selapis sel yang tebal. Sel-sel endodermis memiliki pita kaspari dan berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah ke silinder pusat.
  4. Silinder pusat
    Silinder pusat meliputi perisikel (perikambium), yaitu lapisan terluar yang terdiri dari satu/ beberapa lapisan sel dan berfungsi dalam proses pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping, xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis).

❸ Fungsi akar

  1. Menyerap air dan mineral.
  2. Menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan.
  3. Sebagai alat pernapasan, misalnya pada tumbuhan bakau.
  4. Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

Batang

Berikut ini merupakan bagian-bagian batang.

❶ Struktur anatomi

  1. Epidermis
    Epidermis batang terdiri dari satu lapis sel yang berdinding tebal dan tersusun rapat. Bagian ini berfungsi sebagai pelindung.
  2. Korteks
    Korteks batang terdiri dari jaringan parenkim, selnya berdinding tipis, dan memiliki vakuola besar. Di dalamnya terdapat rongga-rongga antarsel untuk pertukaran udara. Bagian ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.
  3. Stele
    Terdapat berkas pembuluh angkut, yaitu kambium, xilem, dan floem.

❷ Fungsi batang

  1. Organ perlintasan air, mineral, dan zat makanan hasil fotosintesis.
  2. Penyangga daun.
  3. Penyimpanan makanan.
  4. Alat perkembangbiakan vegetatif.

Daun

❶ Struktur anatomi

  1. Epidermis
    Lapisan terluar daun taranspran, tidak berklorofil kecuali sel penjaga stomata.
  2. Jaringan tiang/ palisade
    Jaringan tiang terdiri dari jaringan parenkim/ mesofil, tegak, tersusun rapat, dan berkloroplas. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis.
  3. Jaringan jaringan spons
    Jaringan spons terdiri dari jaringan parenkim/ mesofil, bentuknya tidak teratur, memiliki ruang antarsel, dan sedikit kloroplas. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat penampungan karbondioksida untuk fotosintesis.

d. Berkas pembuluh angkut

❷ Fungsi daun

  1. Tempat fotosintesis.
  2. Tempat transpirasi/ penguapan pada tumbuhan.
  3. Alat pernapasan.
  4. Alat perkembangbiakan vegetatif, seperti pada daun cocor bebek.

Bunga

Bunga merupakan salah satu organ reproduksi bagi tumbuhan. Berikut ini bagian-bagian bunga.

❶ Perhiasan bunga

Perhiasan bunga meliputi kelopak (calyx/ sepal) dan mahkota (corolla/ petal).

❷ Alat kelamin

a. Benang sari (stamen), terdiri dari filamen, anther, dan polen.

b. Putik (pistillum), terdiri dari stigma, stilus, bakal buah, dan bakal biji.

Buah

Berdasarkan perkembangannya, buah dibagi dalam 3 macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Buah tunggal
    Buah tunggal adalah buah yang dibentuk oleh 1 bakal buah, contohnya mangga.
  2. Buah agregat
    Buah agregat adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari 1 bunga, contoh buah sirsak, arbei, dan srikaya.
  3. Buah majemuk/ ganda
    Buah majemuk adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga, contoh nenas, buah keluwih, dan buah nangka.

Biji

Biji merupakan alat perkembangbiakan generatif. Berikut ini merupakan bagian-bagian biji.

❶ Kulit biji (spermodermis)

Pada angiospermae, biji memiliki 2 lapisan, yaitu kulit luar (testa) yang tipis tetapi keras dan kulit dalam (tegmen/ kulit ari) seperti selaput. Pada gymnospermae (tumbuhan biji terbuka), biji memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan luar yang tebal berdaging, lapisan tengah yang kuat, keras dan berkayu, serta lapisan dalam yang tipis seperti selaput, contoh biji melinjo.

❷ Tali pusat (funiculus)

Tali pusat merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta).

❸ Inti biji (nucleus seminis)

Terdiri dari lembaga (embrio), yaitu calon tumbuhan/ individu baru dan putih lembaga (endosperm), yaitu tempat cadangan makanan.

Struktur Jaringan pada Akar Tumbuhan

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang sel tumbuhan beserta organelnya. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang jaringan pada akar tumbuhan. Apa itu jaringan? Di mana dan bagaimana bentuk jaringan pada akar tumbuhan? Berikut adalah analoginya.

Pernahkah kalian melihat sapu lidi? Satu ikat sapu lidi tersusun atas kumpulan helai lidi bukan? Helai demi helai lidi tersebut kemudian diikat menjadi satu agar dapat digunakan untuk menyapu. Begitu juga dengan jaringan. Jaringan tersusun atas sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Untuk mengenal lebih jauh jaringan pada akar tumbuhan, simak ulasan berikut.

Pada saat mengamati tumbuhan, bagian apa sajakah yang dapat kalian lihat? Batang, daun, bunga, buah, dan mungkin sebagian akar akan terlihat keluar dari dalam tanah bukan? Bagian tumbuhan yang kalian lihat itu disebut dengan organ tumbuhan. Taukah kalian, setiap organ tumbuhan tersusun atas jaringan. Jaringan terdapat di seluruh organ tubuh tumbuhan.

Jaringan dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan muda/ embrional (meristem) dan dewasa (permanen). Keduanya memiliki sifat yang berlawanan. Jaringan meristem tersusun atas sel-sel yang masih aktif membelah (embrionik) dan belum mengalami perubahan sifat (diferensiasi). Sementara pada jaringan permanen, sel-sel penyusunnya sudah tidak lagi membelah dan bersifat khusus. Nah, untuk jaringan meristem pada akar tumbuhan, dapat kalian temukan pada bagian ujung akar. Dimanakah itu? Perhatikan gambar berikut.


  1. Meristem apikal (ujung) adalah jaringan meristem yang terletak di ujung akar.
  2. Meristem lateral (samping) adalah meristem yang terletak di tepi atau samping akar, contoh kambium.

Jika kalian memotong akar secara membujur seperti pada gambar di atas, kemudian kalian amati sel-selnya menggunakan mikroskop, kalian dapat melihat tiga zona jaringan meristem akar.

  1. Zona pembelahan (meristematik), di zona ini banyak ditemukan sel-sel muda yang aktif membelah.
  2. Zona pemanjangan (elongasi), di zona ini banyak ditemukan sel-sel yang memanjang.
  3. Zona pendewasaan (maturasi), di zona ini sel-sel sudah mulai mengalami diferensiasi seperti membentuk rambut akar. Zona ini merupakan batas antara akar dan batang.

Berdasarkan jenis sel penyusunnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu meristem primer dan sekunder. Meristem primer adalah jaringan meristem yang terdiri dari sel-sel embrio (hasil pembelahan sel di awal). Pada akar, meristem primer terletak di bagian ujung akar. Ada tiga jenis jaringan meristem primer. Apa sajakah itu?

  1. Protoderma (derm = kulit) adalah jaringan yang membentuk kulit luar (epidermis).
  2. Prokambium adalah jaringan yang akan membentuk kambium dan jaringan ikat.
  3. Meristem dasar adalah jaringan yang akan membentuk jaringan dasar (parenkim).

Jaringan meristem primer merupakan jaringan pembentuk jaringan yang lain (bersifat totipoten). Lalu, bagaimana dengan jaringan meristem sekunder? Jaringan meristem sekunder merupakan jaringan meristem yang terdiri dari sekumpulan sel permanen yang kembali lagi menjadi sel embrio. Sebagian jaringan kambium—pembentuk xilem dan floem sekunder—, kambium gabus, dan parenkim dasar (korteks) pada Gymnospermae merupakan contoh jaringan meristem sekunder.

Fungsi jaringan meristem sekunder ini adalah untuk memperlebar organ tumbuhan (pertumbuhan sekunder). Kedua jenis jaringan meristem yang sudah dijelaskan di atas akan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan, hingga pada akhirnya akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan permanen. Pada bagian akar, terdapat tiga jenis jaringan permanen.

Jaringan pelindung

Jika ditinjau dari namanya, tentu saja jaringan ini berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari kerusakan, baik kerusakan fisik (perubahan kadar air, suhu, kelembaban) maupun biologi (serangan hama dan penyakit). Jaringan yang berfungsi sebagai pelindung ini disebut jaringan epidermis (epi: tepi/ luar; derm: kulit) dan gabus.

Jika ditinjau dari arti katanya, jaringan epidermis berarti jaringan kulit terluar yang melapisi tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis akar merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan tanah dan berwarna gelap. Apabila jaringan epidermis mati, maka fungsinya akan digantikan oleh jaringan gabus—yang mengandung suberin—yang dibentuk oleh sel perisikel. Ada tiga jenis jaringan gabus, yaitu eksodermis, endodermis, dan kulit gabus (peridermis). Eksodermis berfungsi untuk menggantikan epidermis yang rusak, sedangkan endodermis berfungsi sebagai pembatas antarjaringan.

Jaringan dasar (parenkim)

Semua organ tumbuhan memiliki jaringan parenkim. Jaringan ini berbentuk polihidral dan beberapa sel masih berupa sel hidup. Pada bagian akar, jaringan dasar/ parenkim juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.

Jaringan pengangkut

Jaringan pengangkut berfungsi sebagai alat angkut pada tubuh tumbuhan. Terdapat dua jenis jaringan pengangkut, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Keduanya akan mengangkut bahan yang berbeda. Xilem berfungsi untuk mengangkut bahan mentah, seperti unsur hara, air dan mineral tanah, dari akar menuju daun, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut bahan jadi (hasil fotosintesis) dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan yang terdapat pada akar ini akan berhubungan antara satu dan lainnya, serta bersambung dengan jaringan pada batang dan daun.

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang struktur jaringan pada akar tumbuhan, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *