Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia

No ratings yet.
Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia

Sistem Rangka Manusia

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang jaringan hewan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang sistem gerak pada manusia. Jaringan hewan terdiri dari 4 jenis, yaitu jaringan epitel, ikat, otot, dan saraf. Jaringan utama penyusun sistem gerak adalah jaringan ikat.

Gerak merupakan aktivitas yang melibatkan peran otot, sendi, dan rangka. Rangka bayi terdiri dari 300 tulang. Selama tumbuh kembang, beberapa tulang akan menyatu, sehingga menjadi 206 tulang saat dewasa. Tulang/ rangka disebut juga alat gerak pasif, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena otot dapat menggerakan rangka. Untuk memahami sistem gerak lebih lanjut, simak pembahasan berikut.

Sistem rangka manusia disusun oleh tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Manusia dewasa memiliki 206 tulang. Sistem rangka manusia berfungsi untuk:

  • Melindungi alat tubuh yang penting;
  • sebagai alat gerak pasif;
  • tempat melekatnya otot;
  • menegakkan dan memberi bentuk tubuh; dan
  • pembentukan sel darah.

Rangka tubuh manusia dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.

Skeleton Aksial

Macam-macam skeleton aksial, yaitu:

❯ Cranium/ tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:

  1. 1 bagian frontal/ tulang dahi;
  2. 2 bagian parietal/ tulang samping kiri dan kanan atas;
  3. 2 bagian temporal/ tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga;
  4. 1 bagian occipitalis/ daerah belakang dari tengkorak; dan
  5. 2 bagian spenoid/ berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji.

❯ Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:

mandibula/ rahang bawah, yaitu tulang yang menempel pada tulang tengkorak bagian temporal;

  • maxila/ rahang atas, yaitu tulang yang menyusun sebagian dari hidung dan langit-langit;
  • palatinum (tulang langit-langit);
  • zigomatik/ tulang pipi;
  • ethmoid/ tulang hidung; dan
  • tulang lakrimal/ sekat tulang hidung.

❯ Sternum/ tulang dada terdiri dari:

  • tulang hulu/ manubrium;
  • Tulang badan/ gladiolus; dan
  • Tulang taju pedang/ xiphoid process.

❯ Tulang rusuk/ Costae terdiri dari:

  1. Tujuh pasang tulang rusuk sejati
    Bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas vertebrae, sedangkan ujung depannya berhubungan dengan sternum dengan perantaraan tulang rawan.
  2. Tiga pasang tulang rusuk palsu
    Bagian belakang berhubungan dengan vertebrae, sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada rusuk sejati nomor tujuh.
  3. Dua pasang rusuk melayang
    Tulang rusuk ini terletak di ujung belakang yang berhubungan dengan vertebrae, sedangkan ujung depannya bebas.
  4. Ruas-ruas tulang belakang
    Tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian, yaitu:
  • tujuh ruas pertama disebut tulang leher/ cervical;
  • dua belas ruas membentuk tulang punggung/ thoracalis;
  • lima ruas merupakan tulang pinggang/ lumbalis;
  • lima ruas tulang kelangkangan (sacrum) dan menyatu; dan
  • bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu.

5. Gelang bahu terdiri dari:

  • 2 tulang selangka/ klavikula (kiri dan kanan); dan
  • 2 tulang belikat/ belikat (kiri dan kanan).

6. Gelang panggul terdiri dari:

  • 2 tulang usus/ illium (kiri dan kanan);
  • 2 tulang duduk iscium (kiri dan kanan); dan
  • 2 tulang kemaluan/pubis (kiri dan kanan).

Skeleton Apendikular

❯ Tulang anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:

  • Humerus/ tulang lengan atas
    Termasuk kelompok tulang panjang/ pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat.
  • Radius dan ulna/ pengumpil dan hasta
    Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius serta melekat dengan kuat pada humerus.
  • Karpal/ pergelangan
    Tangan tersusun atas delapan buah tulang yang saling terhubung melalui ligamen.
  • Metakarpal/ telapak tangan
    Bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palangens).
  • Palangens (tulang jari-jari)
    Tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.

❯ Tulang anggota gerak bawah (ekstremitas inferior)

  1. Femur/ tulang paha termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut.
  2. Tibia dan fibula/ tulang kering dan tulang betis merupakan bagian pangkal berhubungan dengan lutut, sedangkan bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki.
  3. Patela/ tempurung lutut terletak di antara femur dan tibia, bentuk segitiga. Patela berfungsi untuk melindungi sendi lutut dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut.
  4. Tarsal/ tulang pergelangan kaki termasuk tulang pendek dan tersusun atas 8 tulang, salah satunya adalah tulang tumit.
  5. Metatarsal/ tulang telapak kaki tersusun atas 5 buah tulang yang tersusun mendatar.
  6. Palangens/ tulang jari-jari tangan tersusun atas 3 tulang (setiap jari), kecuali tulang ibu jari yang tersusun atas 14 tulang.

Sistem Persendian Manusia

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang tulang pada sistem gerak. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang sistem persendian pada manusia. Tulang terdiri dari berbagai macam bentuk, yaitu pendek, panjang, pipih, dan tidak beraturan. Berdasarkan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang rawan dan tulang keras. Apakah kalian sudah ingat kembali?

Pernahkah kalian memperhatikan pintu rumah? Mengapa pintu rumah dapat dibuka dan ditutup dengan mudah? Hal itu karena pintu memiliki engsel. Engsel merupakan penghubung antara pintu dengan gawang. Nah, ternyata tidak hanya pintu yang memiliki engsel, tulang juga memiliki engsel dalam bentuk sendi.

Tahukah kalian bahwa tidak semua sendi/ hubungan antartulang di dalam tubuh dapat digerakkan dengan bebas? Contohnya sendi antartulang tengkorak. Sendi yang ada di tengkorak menjadi sendi mati atau tidak dapat digerakkan. Berikut akan diuraikan beberapa macam persendian yang ada dalam tubuh.

Sendi merupakan penghubung antartulang. Hubungan antartulang yang mampu digerakkan disebut persendian atau artikulasi. Komponen penunjang sendi berfungsi untuk memperkuat sendi dan memudahkan pergerakan. Komponen tersebut terdiri dari bagian-bagian berikut.

  1. Ligamen merupakan jaringan ikat yang berfungsi untuk mengikat bagian luar ujung tulang yang membentuk persendian dan mencegah berubahnya posisi tulang (diskolasi).
  2. Kapsul sendi merupakan lapisan serabut yang berfungsi untuk melapisi sendi dan menghubungkan dua tulang yang membentuk persendian.
  3. Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
    Sistem Rangka
  4. Cairan sinovial merupakan cairan pelumas pada ujung-ujung tulang yang terdapat pada bagian kapsul sendi. Bagian ini berfungsi untuk menahan gesekan antara kedua ujung tulang.
  5. Tulang rawan hialin merupakan jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang yang membentuk persendian. Perlindungan ini penting untuk menjaga benturan yang keras.
  6. Tendon merupakan jaringan ikat padat teratur yang menghubungkan tulang dengan otot, sehingga tulang bisa digerakkan pada persendian.

Tipe persendian

Tipe persendian terdiri dari diartrosis dan sinartrosis.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka

Diartrosis

Persendian yang memungkinkan terjadinya gerak bebas. Persendian ini memiliki komponen pendukung seperti kapsul sendi dan cairan sinovial. Berdasarkan arah pergerakannya, diartrosis terdiri dari lima sendi, yaitu sendi peluru, sendi putar, sendi pelana, sendi engsel luncur/ geser, dan kondiloyd.

a. Sendi putar merupakan persendian yang memungkinkan gerak berputar atau rotasi. Sendi putar terdapat di antara tulang tengkorak/ cranium dan tulang atlas, tulang radius dan ulna.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka

b. Sendi peluru merupakan persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Sendi peluru terdapat pada hubungan antara lengan atas dan gelang bahu/ scapula serta tulang paha/ femur dan tulang pinggul/ sacrum.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka

c. Sendi pelana merupakan persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke semua arah. Sendi pelana dapat ditemukan pada jari-jari tangan/ falang dan telapak tangan/ metacarpal atau jari-jari kaki/ falang dengan telapak kaki/ metatarsal.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka

d. Sendi engsel merupakan persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Sendi engsel dapat ditemukan pada siku dan lutut. Siku merupakan penghubung antara tulang humerus dan radius, sedangkan lutut merupakan penghubungan antara tulang femur dan tibia.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia
Sistem Rangka

e. Sendi luncur/ sendi geser merupakan persendian yang memungkinkan gerakan rotasi pada satu bidang datar saja. Sendi luncur dapat ditemukan pada tepak tangan/ metacarpal dan telapak kaki/ metatarsal, ruas ruas tulang belakang/ vertebrae dan clavikula.

Sistem Rangka, Persendian, dan Otot Pada Manusia

f. Sendi ovoid/ kondiloid terdapat pada hubungan antara tulang pergelangan/ carpal dan metacarpal, tulang-tulang pergelangan kaki/ tarsal dan metatarsal.

Sinartrosis

Sinartrosis merupakan persendian yang tidak memungkinkan adanya pergerakan. Persendian ini dekelompokkan menjadi dua, yaitu sinkondrosis dan sinfibrosis.

a. Sinartrosis sinkondrosis merupakan sinartrosis yang tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan, contohnya hubungan tulang rusuk/ costae dengan tulang dada/ sternum.

b. Sinartrosis sinfibrosis adalah tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut, contohnya hubungan antar sendi tulang tengkorak/ cranium. Hubungan antartulang tengkorak disebut sutura.

Sistem Otot Manusia

Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang sistem persendian pada manusia. Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang mampu digerakkan. Hubungan antara dua tulang atau lebih disebut persendian atau artikulasi. Apakah kalian sudah ingat kembali? Persendian ini menjadi daerah persambungan antartulang. Bergeraknya tulang karena kontraksi sel otot melalui tendon. Selanjutnya pada topik kali ini, kalian akan mempelajari sistem otot pada manusia.

Tahukah kalian bahwa kita memiliki lebih dari 600 otot yang tersebar di seluruh tubuh. Kita menggunakan 200 otot setiap kali menaiki tangga dan memakai lebih banyak lagi ketika melompat, wajah memiliki lebih dari 30 otot yang dapat berelaksasi dan berkontraksi untuk mengekspresikan keadaan emosional, otot dapat menyebabkan berkedip lebih dari lima kali perdetik. Untuk lebih memahami tentang sistem otot pada manusia, mari kita simak pembahasannya.

Sel-sel yang terspesialisasi untuk kontraksi mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang dan memungkinkan sel-sel untuk memendek. Sel-sel tersebut sering disebut serabut-serabut otot. Perhatikan gambar anatomi otot manusia berikut ini.

Kemampuan Khusus otot

  1. Kontraktibilitas, yaitu kemampuan untuk berkontraksi atau memendek.
  2. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan melakukan gerakan kebalikan akibat kontraksi.
  3. Elastisitas, yaitu kemampuan untuk kembali ke posisi semula setelah berkontraksi. Disebut pula sebagai relaksasi.
  4. Iritabilitas, yaitu peka terhadap rangsangan.

Kekuatan otot berkontraksi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  1. Banyaknya serabut di dalam otot
  2. Banyaknya serabut yang berkontraksi di dalam otot
  3. Ketebalan serabut otot
  4. Lamanya sel-sel otot berkontraksi

Otot vertebrata, misalnya manusia dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot rangka, otot polos, dan otot jantung.

Otot Rangka

  • Otot rangka merupakan otot yang melekat dan menggerakkan tulang rangka.
  • Mampu menggerakkan tulang karena otot rangka dapat memanjang dan memendek. Kedua ujung otot merekat pada dua tulang yang berbeda. Kedua tulang tersebut dihubungkan oleh sendi.
  • Jika dilihat menggunakan mikroskop terlihat seperti sel-sel otot berbentuk serabut-serabut halus panjang.
  • Mengandung banyak inti sel dan tampak garis-garis terang diselingi garis-garis gelap yang melintang. Otot ini juga disebut otot lurik atau otot serat lintang.
  • Sel-sel serabut otot bersatu dalam suatu kelompok membentuk berkas-berkas yang disebut fasikuli.
  • Berkas-berkas otot diliputi oleh selaput yang disebut fasiatropia.
  • Setiap otot dibungkus lagi oleh selaput yang disebut fasiasuperfisialis.
  • Gabungan otot membentuk kumparan yang disebut empal atau ventrikel otot.
  • Bagian ujung fentrikel otot mengecil, liat, dan keras disebut tendon.
  • Ujung tendon melekat pada ujung yang tidak bisa digerakkan disebut origo.
  • Otot yang melekat pada tulang yang dapat digerakkan disebut insersi.
  • Gerak otot rangka merupakan gerak yang disadari (volunteer) sehingga otot rangka disebut juga sebagai otot sadar.
  • Otot rangka dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan mioglobin pigmen otot penyusunnya, yaitu merah dan putih.
  • Otot merah memiliki lebih banyak mioglobin dibanding otot putih.
  • Mioglobin merupakan senyawa protein yang berfungsi mengikat molekul-molekul oksigen. Oksigen digunakan untuk respirasi sel otot rangka yang akan menghasilkan energi untuk bergerak.
  • Contoh gerakannya: otot spingter yang mengatur pengosongan kantung kemih dan otot spinter mengatur pengeluaran feses.

Otot Polos

  • Terdiri dari sel-sel otot yang berbentuk gelendong dengan satu inti sel yang terletak di tengah.
  • Pengamatan dengan menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa otot polos tidak memiliki garis-garis melintang seperti otot rangka.
  • Otot polos tidak melekat pada tulang rangka tubuh.
  • Aktivitasnya lambat, namun geraknya beruntun sehingga mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan.
  • Gerak otot polos dikontrol oleh saraf tak sadar, sehingga disebut gerak tidak sadar.
  • Otot polos dapat dijumpai pada dinding penyusun organ-organ bagian tubuh dalam.
  • Contoh gerakannya: kontraksi otot yang mendorong makanan dalam saluran pencernaan, gerakan darah dalam pembuluh darah, dan otot rambut yang berkontraksi waktu kedinginan.

Otot jantung (Miokardium)

  • Otot jantung merupakan otot yang hanya dijumpai pada dinding jantung dan vena cava yang memasuki jantung.
  • Pada setiap percabangan sel otot jantung terdapat jaringan ikat yang disebut diskus interkalaris.
  • Otot jantung mampu berkontraksi secara ritmis dan terus menerus sebagai akibat dari aktivitas sel otot jantung yang berpautan.
  • Gerak otot jantung dikendalikan oleh saraf tak sadar.
  • Kontraksi dan rileksasi otot jantung menyebabkan serambi dan bilik jantung menyempit dan melebar secara berirama yang menimbulkan denyut jantung.
  • Dengan adanya kontraksi dan rileksasi, darah kita dapat dipompa ke pembuluh-pembuluh darah dan dialirkan ke seluruh tubuh.
  • Dalam keadaan normal, kontraksi otot jantung dapat terjadi 72 kali setiap menit.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *