Proses Pembekuan Darah dan Golongan Darah

No ratings yet.
Proses Pembekuan Darah dan Golongan Darah
Proses Pembekuan Darah dan Golongan Darah

Proses Pembekuan Darah dan Golongan Darah

Proses Pembekuan Darah dan Golongan Darah – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang plasma darah dan zat yang terkandung di dalamnya yang salah satunya adalah protein seperti albumin, globulin, dan fibrinogen. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari tentang proses pembekuan darah dan golongan darah. Bagaimanakah proses pembekuan darah itu? Apakah ada hubungannya dengan pengelompokan golongan darah? Untuk memudahkan pemahaman kalian, sebelumnya mari lihat analoginya berikut ini.

Apakah kalian mengetahui cara membuat teh yang kita seduh? Tentu saja melalui beberapa proses, diantaranya memetik tunas baru dan mengeringkannya. Teh kering juga dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis yang berbeda yang dipengaruhi oleh bahan tehnya, seperti teh melati karena ditambah bunga melati atau teh merah karena bahannya berasal dari tanaman rosela yang berwarna merah.

Proses pemetikan dan pengeringan merupakan proses dalam mendapatkan teh kering. Teh juga memiliki beberapa jenis yang berbeda. Bukan hanya teh saja yang memiliki proses dan jenis atau golongan, ternyata darah pun memiliki proses pembekuan dan penggolongannya. Bagaimanakah proses dan penggolongannya? Mari kita simak penjelasannya berikut.

Proses pembekuan darah merupakan proses yang penting saat terjadi luka sehingga tubuh tercegah dari kehilangan banyak darah. Pembekuan darah terjadi secara bertahap yang melibatkan berbagai faktor, seperti trombosit, enzim trombokinase, faktor antihemofilia, ion kalsium, fibrinogen, dan faktor pembekuan darah yang lain.

Proses terjadinya pembekuan darah dimulai saat tubuh mengalami luka, mengakibatkan keluarnya darah dari pembuluh sehingga trombosit ikut keluar. Trombosit akan menyentuh permukaan luka yang kasar sehingga pecah mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim ini akan masuk dalam plasma darah mengubah enzim protrombin yang dibentuk vitamin K dalam hati menjadi bentuk aktifnya yaitu trombin yang dibantu juga oleh faktor pembeku darah dan ion kalsium. Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen dalam plasma darah menjadi benang-benang fibrin yang akan menahan sel-sel darah dan membentuk gumpalan sehingga darah membeku.

Pembekuan atau penggumpalan darah juga dapat digunakan dalam pemeriksaan penggolongan darah. Penggumpalan darah terjadi karena adanya interaksi antibodi dalam tubuh dengan antigen yang berasal dari luar tubuh. Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan ulasannya sebagai berikut.

Penggolongan darah muncul akibat dari perbedaan jenis karbohidrat, protein, glikoprotein, atau glikolipid pada permukaan membran sel darah merah dan menjadi ciri khusus dari suatu individu. Golongan darah bersifat menurun (herediter) dari orang tua kepada anaknya. Penggolongan darah penting karena berkaitan dengan proses transfusi darah dari manusia yang satu kepada manusia yang lain. Jika transfusi darah tidak sesuai maka akan terjadi kematian akibat terjadinya penggumpalan darah (aglutinasi).

Golongan darah khususnya pada manusia terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan jenis aglutinogen (antigen) pada eritrositnya dan aglutinin (antibodi) yang dikandung di dalam plasma darahnya. Aglutinogen dan aglutinin tersebut bila dicampur akan mengalami suatu reaksi tertentu seperti penggumpalan darah (aglutinasi). Sistem penggolongan darah ada tiga, yaitu sistem ABO, sistem Rh, dan sistem MN.

Pada penggolongan sistem ABO, aglutinogen dibedakan menjadi dua, yaitu aglutinogen A dan B, sedangkan aglutinin dibedakan menjadi α dan β. Terdapat beberapa golongan darah sistem ABO. Coba perhatikan tabel berikut ini.

Tabel di atas menunjukkan golongan darah yang berbeda pada sistem ABO yang tergantung dari ada atau tidaknya aglutinogen dan aglutininnya. Sementara itu, penggolongan darah sistem Rh disebut juga faktor Rhesus yang ditentukan oleh ada atau tidaknya antigen Rh (antigen D). Jika dalam darahnya tidak dijumpai antigen Rh dan terdapat antibodinya maka golongan darahnya Rh negatif (Rh-), sebaliknya jika ditemukan antigen Rh dan tidak terdapat antibodinya maka golongan darahnya Rh positif (Rh+). Jika darah Rh negatif bercampur dengan darah Rh positif maka akan terjadi penggumpalan.

Penggolongan darah sistem MN ditentukan oleh antigen M dan antigen N pada sel darah merah manusia. Pada sistem ini terdapat tiga jenis golongan darah, yaitu golongan darah M yang mengandung antigen M, golongan darah N yang mengandunng antigen N, serta golongan darah MN yang mengandung antigen M dan antigen N.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *