Jenis-Jenis dan Peranan Nilai Sosial

No ratings yet.
Jenis-Jenis dan Peranan Nilai Sosial
Jenis-Jenis dan Peranan Nilai Sosial

Jenis-Jenis Nilai Sosial

Jenis-Jenis dan Peranan Nilai Sosial – Kehidupan manusia berpola pada nilai sosial. Nilai sosial tersebut merupakan tolok ukur, patokan, anggapan, dan keyakinan yang dianut oleh banyak orang dalam suatu masyarakat tertentu mengenai yang benar, pantas, luhur, serta baik untuk diamalkan. Bagaimanakah jenis-jenis nilai sosial dalam masyarakat? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai jenis-jenis nilai sosial.

Jenis Nilai Sosial Berdasarkan Sumbernya

  1. Nilai Ekstrinsik
    Bersumber dari kebudayaan dan terletak di dalam masyarakat, sejauh masyarakat mengetahui dan mengalami kegunaan (daya guna fungsional) atau jasa-jasa dari seseorang atau suatu benda. Contohnya, keadilan dianggap berharga karena berguna untuk memastikan bahwa setiap individu akan memperoleh apa yang menjadi haknya. Keadilan juga menjamin adanya pengakuan serta perlakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban manusia.
  2. Nilai Intrinsik
    Melekat pada harkat kemanusiaan, yakni harkat dan martabat manusia. Misalnya, orang merawat penyandang cacat bukan disebabkan adanya daya guna fungsional yang dirasakan, melainkan karena mereka berharga sebagai manusia. Manusia tetaplah pribadi yang bernilai, bagaimanapun keadaannya. Bahkan pelaku tindak kejahatan sekalipun tetap harus dihargai dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki dirinya, sebab mereka tetap bernilai sebagai manusia.

Jenis Nilai Sosial Berdasarkan Karakteristiknya

  1. Nilai Dominan
    Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut.
    • Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contohnya, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum, dan sosial.
    • Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat.
    • Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contohnya, orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.
    • Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contohnya, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.
  2. Nilai Mendarah Daging (internalized)
    Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.

Jenis Nilai Sosial Menurut Para Ahli

Menurut Prof. Notonagoro, nilai dapat dibedakan atas:

  1. Nilai Material
    Yaitu segala benda yang berguna bagi manusia.
  2. Nilai Vital
    Yakni segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas.
  3. Nilai Kerohanian
    Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian mencakup sejumlah nilai berikut:
    • Nilai kebenaran, yaitu nilai yang bersumber pada unsur akal manusia (rasio, budi, dan cipta).
    • Nilai keindahan, yang bersumber pada unsur perasaan manusia (estetika).
    • Nilai moral (kebaikan), yakni nilai yang bersumber pada unsur kehendak dan kemauan (karsa dan etika).
    • Nilai religius, yaitu nilai ke-Tuhan-an yang tertinggi, sifatnya mutlak dan abadi.

Menurut Walter G. Everett, nilai terdiri dari:

  1. Nilai Ekonomi (economic values)
    Nilai-nilai yang berhubungan dengan ekonomi. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
  2. Nilai Rekreasi (recreation values)
    Nilai-nilai yang meliputi kegiatan permainan pada waktu senggang, sehingga memberikan sumbangan untuk mensejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
  3. Nilai Perserikatan (association values)
    Nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan, kehidupan keluarga.
  4. Nilai Kejasmanian (bodily values)
    Nilai-nilai yang meliputi pengetahuan dan pencarian kebenaran.
  5. Nilai Watak (character values)
    Nilai yang meliputi seluruh tantangan, serta kesalehan pribadi dan sosial, termasuk keadilan, kesediaan menolong, kecintaan pada kebenaran, dan kesediaan mengendalikan diri.

Rangkuman

  1. Berdasarkan sumbernya, nilai dapat dibedakan atas Nilai Ekstrinsik dan Nilai Intrinsik.
  2. Berdasarkan karakteristiknya, nilai dapat dibedakan atas Nilai Dominan dan Nilai Mendarah Daging.
  3. Prof. Notonagoro dan Walter G. Everett juga mengemukakan berbagai jenis nilai sosial.

Peranan Nilai Sosial

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *