Keseimbangan dan Penyebab Perubahan Lingkungan

No ratings yet.
Keseimbangan dan Penyebab Perubahan Lingkungan
Keseimbangan dan Penyebab Perubahan Lingkungan

Keseimbangan dan Penyebab Perubahan Lingkungan

Keseimbangan dan Penyebab Perubahan Lingkungan – Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang pencemaran udara, air, dan tanah. Pencemaran merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan. Masih ada faktor lain yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Kamu akan mengetahui jawabannya setelah mempelajari topik ini.

Keseimbangan Lingkungan

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan lingkungan? Lingkungan adalah semua faktor eksternal atau luar yang mempengaruhi satu organisme. Faktor-faktor ini mungkin saja organisme lain (faktor-faktor biotik) atau variabel tidak hidup (faktor-faktor abiotik), seperti suhu, cahaya matahari, curah hujan, panjangnya hari, angin, dan arus samudra.

Interaksi organisme dengan faktor-faktor biotik dan abiotik membentuk satu ekosistem. Ekosistem ini membentuk suatu rantai makanan, jaringan makanan, dan piramida ekologi yang seimbang.

Makhluk hidup yang terdapat dalam satu ekositem memiliki fungsi masing-masing. Tumbuhan berperan sebagai produsen yang membuat makanan dengan bantuan sinar matahari. Herbivora sebagai konsumen tingkat 1 menempati tropik kedua. Selanjutnya, kanivora sebagai konsumen tingkat 2 menempati tropik teratas. Jika hewan dan tumbuhan mati, akan diuraikan oleh dekomposer atau pengurai yang menempati tropik paling bawah. Semua komponen dalam ekosistem tersebut dalam keadaan seimbang. Jika terjadi polusi atau penebangan hutan akan menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu. Akibatnya, terjadi perubahan lingkungan.

Penyebab Perubahan Lingkungan

Kamu telah mengetahui bahwa komponen ekosistem dalam keadaan seimbang. Jika terdapat perubahan pada salah satu komponen dalam lingkungan akan menyebabkan komponen ekosistem lainnya terganggu. Contohnya penangkapan ular di sawah yang dilakukan oleh warga mengakibatkan melonjaknya populasi tikus sawah. Dampak selanjutnya adalah terjadinya gangguan semua organisme dalam ekosistem.

Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alami dan buatan.

  • Faktor alami, yaitu perubahan yang disebabkan oleh kejadian alam (proses alami). Misalnya gempa bumi, gunung meletus, gelombang tsunami, erosi, banjir, angin topan, dan sebagainya.
  • Faktor buatan (manusia), yaitu perubahan yang disebabkan karena pengaruh aktivitas manusia.

Beberapa contoh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan yaitu sebagai berikut.

  1. Penebangan hutan sembarangan
    Hutan merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang dapat diperbarui (renewable resource) dan sumber plasma nutfah (keanekaragaman hayati). Penebangan hutan secara liar mengakibatkan penurunan plasma nutfah (keanekaragaman hayati). Hal ini akan menyebabkan perubahan lingkungan. Banyak hewan dan tumbuhan yang punah. Usaha penanggulangannya adalah menerapkan sistem tebang pilih, penebangan pohon diikuti peremajaan kembali atau reboisasi.
  2. Pembukaan lahan
    Pembukaan lahan baru untuk pertanian atau pemukiman bagi petani yang berpindah-pindah sangat merugikan karena menyebabkan penurunan plasma nutfah, erosi, dan polusi udara. Usaha penanggulangannya adalah membuat aturan hukum yang melarang bagi petani untuk hidupnya berpindah-pindah.
  3. Kegiatan industri
    Kegiatan industri juga dapat mengubah lingkungan. Industri menyebabkan polusi udara, air, dan tanah. Hal ini akan mengubah keseimbangan ekosistem lingkungan. Cara menghindari polusi oleh industri adalah saat pendirian pabrik disertai dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), membuat filter cerobong asap, membuat saluran limbah, dan mendaur ulang limbah.
  4. Penggunaan insektisida
    Penggunaan pestisida seperti insektisida mengakibatkan banyak hewan selain serangga sasaran mati. Sebagian serangga ada yang kebal terhadap insektisida. Makin lama makin tinggi dosis yang digunakan. Hal ini menyebabkan insektisida terakumulasi di tanah pertanian. Kemudian terbawa aliran air ke sungai. Residu insektisida akan meracuni mikroorganisme dan hewan-hewan lain di dalam air. Contoh insektisida yang paling banyak digunakan adalah DDT.
  5. Perburuan liar
    Sebagian manusia suka melakukan perburuan liar terhadap hewan dan tumbuhan dengan tujuan tertentu. Perburuan tersebut dapat mengakibatkan kelangkaan hewan dan tumbuhan bahkan kepunahan. Akibatnya keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.
  6. Perusakan terumbu karang
    Siapa yang tidak suka menikmati pemandangan indah terumbu karang di pantai. Terumbu karang merupakan rumah bagi hewan-hewan laut. Warnanya yang indah membuat sebagian kalangan mengambilnya untuk dijadikan hiasan. Pengambilan ini mengancam keberadaan terumbu karang. Apalagi terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terbentuk kembali. Akibatnya ikan-ikan kehilangan tempat tinggal. Ekosistem laut menjadi terganggu. Jika dibiarkan, ikan-ikan akan punah.
  7. Perpindahan penduduk
    Perpindahan penduduk juga mengakibatkan perubahan lingkungan. Perpindahan penduduk mengakibatkan daerah yang didatangi menjadi sangat padat dan jumlah pemukiman terbatas. Kebutuhan air bersih meningkat, sedangkan pasokan air bersih terbatas. Penduduk yang bertambah akan memicu terbentuknya pemukiman kumuh yang mempengaruhi kualitas kesehatan manusia. Selain itu, meningkatkan pencemaran lingkungan sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem
  8. Eksploitasi sumber daya laut
    Laut merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun saat ini terjadi eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan. Contohnya, kegiatan pengeboran minyak di laut. Apabila terjadi kebocoran, kegiatan ini dapat menyebabkan minyak mencemari laut. Akibatnya, keseimbangan ekosistem laut menjadi terganggu.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *