Pengenalan Unsur dan Perbandingan Molekul dan Molekul Senyawa

No ratings yet.

Pengenalan Unsur dan Perbandingan Molekul dan Molekul Senyawa – Pada topik sebelumnya, kalian telah mengetahui jika benda atau materi dapat tersusun atas molekul-molekul. Kalian juga tahu bahwa molekul dapat berbentuk diatomik maupun poliatomik. Tahukah kalian ternyata molekul juga bisa dibedakan berdasarkan atom penyusunnya? Hal ini dikarenakan tidak semua molekul terbentuk dari ikatan antaratom yang sama. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut, ya.

Pengenalan Unsur dan Perbandingan Molekul dan Molekul Senyawa
Pengenalan Unsur dan Perbandingan Molekul dan Molekul Senyawa

Molekul adalah gabungan atom-atom yang terdiri dari sedikitnya dua atom dalam susunan tertentu yang terikat bersama oleh ikatan kimia. Suatu molekul dapat mengandung atom-atom dari unsur yang sama atau atom-atom dari dua atau lebih unsur yang bergabung dalam perbandingan tertentu. Jadi berdasarkan atom penyusunnya, molekul dibedakan menjadi molekul unsur dan molekul senyawa.

Perbandingan Molekul Unsur dan Molekul Senyawa

Molekul unsur adalah gabungan atom-atom baik dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama. Contoh molekul unsur diatomik adalah gas hidrogen (H₂) terbentuk dari dua atom H, gas klor (Cl₂) terbentuk dari dua atom Cl, sedangkan contoh molekul unsur poliatomik adalah ozon (O₃) terbentuk dari tiga atom O, belerang (S₈) terbentuk dari delapan atom S, dan lain-lain. Sementara molekul senyawa adalah gabungan atom-atom baik dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang berbeda. Contoh molekul senyawa diatomik adalah karbonmonoksida (CO) tersusun dari satu atom C dan satu atom O, gas nitrogen monoksida (NO) tersusun dari satu atom N dan satu atom O, sedangkan contoh molekul senyawa poliatomik adalah etanol (C₂H₅OH) tersusun dari dua atom C, enam atom H, satu atom O serta gas amoniak (NH₃) tersusun dari satu atom N dan tiga atom H.

Dalam kehidupan sehari-hari, molekul dapat kita temukan pada proses respirasi sel. Proses respirasi melibatkan molekul unsur dan juga molekul senyawa. Reaksi dari proses respirasi sel tersebut dapat kita tuliskan dengan persamaan reaksi berikut ini.

C₆H₁₂O₆ + 6O₂ → 6H₂O + 6CO₂ + Energi

Dari persamaan reaksi di atas, kita menemukan glukosa (C₆H₁₂O₆) yang merupakan molekul senyawa, yang tersusun atas enam atom C, dua belas atom H, dan enam atom O, yang berasal dari asupan makanan. Glukosa diuraikan dengan gas oksigen (O₂), yang merupakan molekul unsur yang berasal dari udara yang kita hirup. Reaksi tersebut mengasilkan air (H₂O) dan gas karbondioksida (CO₂) sebagai molekul senyawa. Selain itu, reaksi tersebut juga menghasilkan energi yang biasa kita gunakan untuk beraktivitas.

Pengenalan Unsur

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang zat. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang unsur. Pernahkah kalian belajar tentang susunan tubuh mahkluk hidup? Jika ya, dapatkah kalian menuliskan susunannya dari bagian terbsesar hingga terkecil? Tubuh mahkluk hidup terdiri dari sistem organ, organ, jaringan, dan sel. Sel merupakan komponen atau elemen terkecil penyusun tubuh manusia. Ternyata hal yang sama juga berlaku pada ilmu kimia. Dalam ilmu kimia juga terdapat elemen terkecil yang dinamakan unsur. Apakah unsur itu?

Unsur adalah terjemahan bebas dari kata elemen. Contoh unsur adalah karbon. Karbon biasa terdapat di dalam nasi, kertas, tissu, bunga, meja, kursi, dan sebagainya. Jadi apakah unsur itu? Unsur didefinisikan sebagai bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Oleh karena itu, unsur tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil meskipun melalui reaksi kimia. Contoh unsur adalah besi, oksigen, tembaga, emas, perak, timbal, magnesium, dan sebagainya. Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 112 unsur.

Sebagian unsur berhasil ditemukan dalam keadaan bebas seperti emas, namun kebanyakan unsur ditemukan dalam bentuk senyawa dengan unsur-unsur lainnya. Lalu bagaimana sejarah penemuan unsur? Mau tau? Berikut ini uraiannya.

🔢 Tahun 0 Masehi: berhasil diidentifikasi sembilan unsur, yaitu karbon, belerang, besi, tembaga, perak, seng, emas, raksa/ merkuri, dan timbal.

🔢 Abad ke-13: Berhasil ditemukan 40 unsur selain sembilan unsur di atas. Namun, masih terdapat kesulitan dalam mengenali dan membedakan antara beberapa unsur dan senyawa serta kesulitan dalam menentukan massa atomnya.

🔢 1817 – 1829: Berzelius memperkenalkan cara penulisan lambang unsur seperti yang kalian kenal sekarang, yaitu disimbolkan dengan satu atau dua huruf. Berzelius juga memperkenalkan massa atom dari 50 unsur yang telah dikenal saat itu. Penemuan unsur yang semakin banyak menuntut para ilmuwan untuk merumuskan penulisan lambang dan nama dari unsur yang ditemukan. Penulisan lambang dan nama unsur akan kalian pelajari pada topik selanjutnya.

Setiap unsur memiliki sifat yang berbeda-beda. Perbedaan sifat unsur-unsur yang menyusun suatu zat akan menyebabkan perbedaan zat-zat yang dibentuknya. Selain karena perbedaan sifat unsurnya, perbedaan sifat zat yang terbentuk juga disebabkan oleh proses pembentukan zat tersebut. Di alam, unsur-unsur tidak ditemukan dalam keadaan bebas, melainkan begabung dengan unsur lainnya membentuk senyawa, hanya beberapa unsur yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas, misalnya emas.

Gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia dinamakan senyawa. Air, gula, garam, bahkan oksigen ternyata merupakan gabungan dari beberapa unsur. Unsur di alam, pada suhu kamar (25o C), dapat berwujud padat, cair, maupun gas tergantung pada jenis unsurnya. Menurut sifat-sifatnya, unsur dapat dikategorigan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

a. Unsur logam contohnya besi, tembaga, kalium, dan sebagainya.
b. Unsur nonlogam contohnya belerang, karbon, oksigen, dan sebagainya.
c. Unsur semilogam atau disebut juga unsur metaloid, contohnya boron, silikon, dan sebagainya.

Di dalam tubuh manusia terdapat unsur karbon, hidrogen, nitrogen, kalsium, dan masih banyak lagi unsur lainnya. Nitrogen merupakan komponen utama penyusun protein. Telah kalian ketahui bersama bahwa protein memiliki peranan yang sangat penting untuk proses regenerasi sel.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *