Struktur, Pemanfaatan dan Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan

No ratings yet.
Struktur, Pemanfaatan dan Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan
Struktur, Pemanfaatan dan Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan

Struktur dan Pemanfaatan Litosfer

Struktur, Pemanfaatan dan Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan – Litosfer adalah lapisan kerak bumi, berasal dari bahasa latin litho yang berarti batuan dan sphaira yang berarti lingkungan atau bola.

Lapisan ini terdiri atas zat padat dinamakan batuan yang secara umum terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Lapisan atas adalah SiAl (Silikat dan Alumunium)
  2. Lapisan bawah adalah SiMa (Silikat dan Magnesium)

KLASIFIKASI BATUAN

Menurut proses terjadinya, batuan pembentuk litosfera dibagi atas 3 golongan:

Batuan beku

Terbentuk karena magma yang mengalami pendinginan, lalu membeku. Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan ini dibagai menjadi 3 :

a. Batuan beku dalam (batuan abyssis)

  • Pembekuan terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Oleh karena itu pembekuannya sangat lambat. Akibatnya terbentuklah hablur-hablur mineral besar-besar yang sempurna dan kompak. Struktur mineral seperti ini disebut struktur plutonik atau granites atau holokristalin
  • Contoh: batuan granit, diorit, sienit, gabro

b. Batuan beku gang atau korok atau batuan hypoabyssis (struktur forfirit)

  • terbentuk akibat sisa magma yang masih cair meresap ke lapisan yang paling atas, menyusup ke sela-sela pipa-pipa gunung api lalu menjadi dingin dan membeku dengan proses yang relatif cepat, sehingga hablur-hablur mineral yang terjadi tidak sekelompok batuan dalam.
  • Contoh: granit forfirit, diorit forfirit, sienit forfirit

c. Batuan beku luar atau batuan beku effusif

  • Terbentuk akibat magma yang mencapai permukaan bumi lalu mengalami proses pembekuan dengan waktu yang sangat cepat. Oleh karena itu tidak sempat membentuk kristal atau hablur. Strukturnya disebut amorf (tidak berbentuk)
  • Contoh: basalt, andesit, obsidian.

Batuan sedimen

Menurut Proses Terbentuknya batuan sedimen klastik (mekanik) batuan ini terdiri dari endapan pecahan atau hancuran berbeda yaitu:

a. breksi = berupa kerikil kecil dengan sudut-sudut tajam

b. konglomerat = berupa kerikil dengan sudut-sudut tumpul » pasir (batu pasir, tanah pasir, pasir)

c. tanah liat

d. batu lim

  • batuan sedimen kimiawi-anorganik atau batuan sedimen kimiawi.
  • Terjadi dari endapan hasil pelarutan secara kimia
  • Contoh: batu garam, gips

Batuan Metamorf

Batuan metamorf dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Batuan metamorf kontak, terjadi akibat adanya pengaruh suhu yang tinggi. Misal berdekatan dengan magma. Contoh: batuan kapur akibat pengaruh suhu yang tinggi menjadi cair, setelah itu mengalami proses pendinginan berubah menjadi batuan pualam.
  • Batuan metamorf dinamo, terjadi akibat tekanan yang tinggi dengan waktu yang lama. Batuan ini disebut juga batuan metamorf kinetis. Contoh: batu tulis (sabak) berasal dari tanah liat antrasit (batu bara muda).
  • Batuan metamorf pneumatolitis. Terbentuk akibat adanya penyusupan unsur-unsur lain dari proses pembentukan yang kedua diatas. Contoh: kuarsa yang dalam proses metamorfnya disusupi unsur borium, akan menghasilkan semacam batu permata yang disebut turmalin.
READ:  Pengertian, Proses, Jenis, Potensi, Penggolongan dan Pembentukan Barang Tambang
section-media

Pemanfaatan bentang alam pada lapisan kulit bumi oleh manusia

1. Pemanfaatan bentang alam daratan

a. Permukaan bumi yang rendah datar, biasanya merupakan hasil sedimentasi ( 0-200 m)

b. gunung dan pegunungan

2. Pemanfaatan bentang alam lautan

a. sumber penghidupan

Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan

Secara umum, litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 kilometer dan tersusun atas batuan. Litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang mengikuti bentuk muka bumi yang bulat serta tersusun atas batuan dan mineral.
Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama di muka bumi. Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. Berdasarkan tempat terjadinya pendinginan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni :

  • Batuan tubir/batu beku dalam
    Batuan tubir hanya terdiri dari kristal dan terbentuk jauh di dalam kulit bumi. Bongkahan kristal yang besar terjadi karena proses pendinginan yang berjalan lambat. Contoh batuan ini adalah granit.
  • Batuan leleran/batu beku luar
    Pembekuan batuan ini terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat. Pada pembentukannya, kadang-kadang sama sekali tidak menghasilkan kristal, tetapi ada juga yang membentuk kristal-kristal kecil, sehingga batuan leleran dapat berupa kristal kecil, kristal besar, dan bahan amorf seperti liparit. Namun, ada juga yang berupa bahan amorf saja seperti batu apung.
  • Batuan korok/batu beku gang
    Batuan korok merupakan batuan yang terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat karena berada di dekat permukaan, sehingga batuan ini dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, tetapi juga ada yang tidak mengkristal, seperti bahan amorf. Contohnya, granit fosfir.
READ:  Tenaga Endogen dan Eksogen

2. Batuan Sedimen

Pelapukan yang dialami oleh batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas. Bagian yang lepas akan mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian ini lantas akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap tadi lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan sedimen. Pengerasan batuan ini disebut dengan ‘pembaruan’.

Jika ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut :

  • Batuan sedimen kontinental, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut. Misalnya, tanah los dan tanah gurun pasir.
  • Batuan sedimen marine, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut. Misalnya, endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.
  • Batuan sedimen lakustre, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau. Misalnya, tanah liat danau.

Berdasarkan proses pembentukannya, batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Batuan sedimen klastik, yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik. Contoh umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).
  • Batuan sedimen kimiawi, yakni batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di gua-gua kapur.
  • Batuan sedimen organik, yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa rumah atau bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, dan terumbu karang.

3. Batuan Metamorf

Batuan malihan adalah batuan hasil perubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan dan/atau temperatur yang meningkat.

Pemanfaatan Litosfer Terhadap Kehidupan

Litosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup serta beraktivitas bagi manusia, hewan, dan tanaman. Adapun litosfer bagian bawah mengandung bahan-bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan mineral atau tambang tersebut, di antaranya, minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel, dan timah.

READ:  Pembangunan Berkelanjutan Kegiatan Pertanian, Pertambangan, Industri, dan Pariwisata

Beberapa manfaat litosfer bagi kehidupan, di antaranya :

  1. Industri elektronika, industri peralatan rumah tangga, industri bahan bangunan, maupun industri kendaraan bermotor dapat memanfaatkan unsur besi. Pada temperatur yang tinggi biji besi dicampur dengan kokas dan besi tua. Percampuran diatur dan dibakar secara merata. Kotoran dalam biji besi dihilangkan melalui proses reduksi, yaitu mengambil unsur oksigen dari biji besi. Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan cairan. Kemudian cairan tersebut dicetak dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan.
  2. Dalam lapisan litosfer banyak terkandung berbagai mineral berharga, seperti intan, emas, perak, dan lain-lain.
  3. Unsur uranium dalam jumlah yang sedikit dan terbatas dapat dimanfaatkan sebagai :
    • Bahan bakar utama pada reaktor nuklir untuk menghasilkan energi listrik yang sangat besar. Selain itu, juga digunakan untuk memanaskan uap yang dapat menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.
    • Girokompas dan alat pengontrol pada pesawat ruang angkasa. Uranium yang digunakan untuk keperluan ini memiliki tingkat radioaktif rendah.
    • Alat bantu untuk menentukan usia batuan dan lapisan tanah.
    • Bahan pembuatan dioksida uranium yang berguna dalam foto rontgen.
    Uranium memiliki sifat fisik yang khas, yakni :
    • Ditemukan di alam dengan warna hijau kekuning-kuningan atau coklat tua.
    • Bila disinari cahaya ultra ungu, uranium akan mengeluarkan cahaya fluoresensi yang sangat indah.
  4. Dalam kegiatan pertanian juga memanfaatkan unsur pada litosfer seperti pupuk buatan berupa NPK (nitrogen, phosphat, dan kalium). Pupuk NPK bermanfaat untuk :
    • Menjadikan tanaman lebih hijau dan segar.
    • Merangsang pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan kuat.
    • Menjadikan batang tanaman lebih kuat dan tegak sehingga tidak mudah rebah.
    • Menambah kandungan protein.
    • Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit.
    • Mempercepat masa panen.
    • Memperbesar ukuran buah, biji-bijian dan umbi.

Please rate this