Karakteristik dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Bakteri

No ratings yet.
Karakteristik dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Bakteri
Karakteristik dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Bakteri

Karakteristik dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Bakteri

Karakteristik dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Bakteri – Apel merupakan salah satu jenis buah yang baik untuk kesehatan. Pernahkah kalian berpikir mengapa warna kulit apel langsung berubah, sesaat setelah dikupas dan akan membusuk jika tidak segera dimakan? Beredar pula kabar yang menyatakan bahwa apel impor berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Bakteri Listeria monocytogenes bersifat resisten, tahan terhadap panas, asam, dan garam, serta tahan pembekuan, sehingga masih dapat tumbuh pada suhu 4o C, seperti pada makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bakteri Listeria monocytogenes dapat membentuk biofilm, yaitu lapisan lendir pada permukaan makanan. Untuk mengenal bakteri, simak ulasan berikut ini.

Bakteri merupakan organisme mikroskopik/ tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Hal ini menyebabkan bakteri sangat sulit untuk terdeteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Setelah abad ke-19 mulai berkembang ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi). Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri berhasil ditemukan. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari peran beberapa tokoh penting seperti Robert Hooke, Antony van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.

Istilah bacterium diperkenalkan oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Kata bakteri berasal dari bahasa Yunani, yaitu βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti “batang-batang kecil”. Pengetahuan tentang bakteri semakin berkembang, setelah Louis Pasteur berhasil melakukan serangkaian penelitian yang berkaitan dengan mikroorganisme. Penelitian Pasteur menjadi cikal bakal lahirnya cabang ilmu mikrobiologi. Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Meskipun tidak dapat dilihat oleh mata, namun keberadaan bakteri sangat dekat dengan manusia.

Karakteristik bakteri

  • Struktur tubuhnya disusun oleh 1 sel dan tidak mempunyai membran (selaput inti), sehingga bakteri biasa disebut organisme prokariotik.
  • Umumnya tidak berklorofil.
  • Bakteri memiliki ukuran dalam satuan mikron (1 μm = 0,001 mm ), yaitu panjangnya 0,5-3 μm, sedangkan lebarnya 0,1—0,2 μm.
  • Bakteri dapat berbentuk bulat, batang, dan spiral dengan berbagai variasinya.

Berdasarkan karakteristiknya dinding selnya, bakteri dapat dibedakan tiga, yaitu bakteri gram negatif, gram positif, dan tidak berdinding sel. Berdasarkan jumlah dan letak flagel, bakteri dapat dibedakan menjadi monotrik, amfitrik, lofotrik, dan peritrik. Berdasarkan cara hidupnya, bakteri dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri heterotrof (parasit, saprofit, patogen, apatogen) dan bakteri autotrof dan kemoautotrof). Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri

Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya. Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang bakteri, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *