Penemuan Virus, Ciri-Ciri dan Struktur Virus

No ratings yet.
Penemuan Virus, Ciri-Ciri dan Struktur Virus
Penemuan Virus, Ciri-Ciri dan Struktur Virus

Penemuan Virus

Penemuan Virus, Ciri-Ciri dan Struktur Virus – Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari berbagai tingkat organisasi kehidupan, yaitu organisasi tingkat molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, dan bioma. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang penemuan virus. Organisme seperti apa virus tersebut? Kapan ditemukannya virus? Jangan bingung, simak terlebih dahulu analoginya berikut ini.

Pernahkah komputer atau smartphone kalian mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh virus? Virus yang dimaksud disini adalah virus komputer, bukan virus biologi. Virus tersebut tidak terlihat oleh mata, bukan? Tetapi akibatnya? File-file kalian beserta segala aplikasi yang ada akan lenyap apabila sudah terkena virus. Ternyata virus pada komputer tersebut sama berbahayanya dengan virus biologi yang menyerang makhluk hidup.

Istilah virus berasal dari kata dalam bahasa Latin virrion yang berarti racun. Virus bukanlah suatu sel, melainkan hanya merupakan partikel yang mengandung asam nukleat (DNA atau RNA) dan protein yang dapat menginfeksi sel hidup. Virus bersifat parasit obligat. Hal ini dikarenakan virus hanya dapat bereproduksi pada sel hidup yang diinfeksinya dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Istilah virus pada umumnya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariotik, sedangkan istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis sel-sel prokariotik.

Virus ditemukan pertama kali pada tahun 1883 oleh Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, ketika sedang meneliti penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Penyakit mosaik tersebut menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan menyebabkan bercak-bercak pada daun tembakau. Mayer menemukan fakta bahwa penyakit tersebut dapat menular. Ketika dia berhasil memindahkan penyakit tersebut dari tanaman yang sakit ke tanaman lain yang masih sehat dengan menyemprotkan getah yang diekstraksi dari daun tanaman sakit ke tanaman sehat, tanaman sehat itupun menjadi sakit. Melalui pengamatan di mikroskop, Mayer tidak dapat melihat bentuk mikroba penyebab penyakit tersebut. Mayer menduga bahwa penyakit mosaik tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya, yang tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa.

Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky, seorang ilmuwan Rusia melakukan percobaan dengan menyaring getah tanaman tembakau berpenyakit dengan penyaring bakteri. Kemudian hasil saringan ditularkan pada tanaman sehat, ternyata filtrat masih dapat menimbulkan penyakit mosaik pada tembakau yang sehat. Dari penelitian tersebut, Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.

Kemudian kedua kemungkinan tersebut terbantahkan pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda melakukan eksperimen dan membuktikan bahwa agen penginfeksi yang terdapat di dalam getah tembakau dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman. Berbeda dengan bakteri, agen penginfeksi tersebut tidak dapat dikembangbiakan dalam medium nutrisi di dalam cawan petri dan tidak dapat dinonaktifkan dengan alkohol. Patogen mosaik tembakau disimpulkan bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.

Pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat membuktikan pendapat Beijerinck. Mereka berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman, G. A. KauscheE. Pfankuch, dan H. Ruska.

Pada tahun 1911, Peyton Rous menemukan jika ayam yang sehat diinduksi dengan sel tumor dari ayam yang sakit, maka pada ayam yang sehat tersebut juga akan terkena kanker. Selain itu, Rous juga mencoba melisis sel tumor dari ayam yang sakit lalu menyaring sari-sarinya dengan pori-pori yang tidak dapat dilalui oleh bakteri. Kemudian, sari-sari tersebut disuntikkan dalam sel ayam yang sehat. Ternyata hal tersebut juga dapat menyebabkan kanker. Rous menyimpulkan bahwa kanker disebabkan oleh sel virus pada sel tumor ayam yang sakit menginfeksi sel ayam yang sehat. Penemuan tersebut merupakan penemuan pertama virus onkogenik, yaitu virus yang dapat menyebabkan tumor. Virus yang ditemukan oleh Rous tersebut dinamakan Rous Sarcoma Virus (RSV).

Pada tahun 1933, Dr. Richard E. Shope menemukan Shope papilloma virus atau Cottontail Rabbit Papilloma Virus (CRPV). Dr. Shope menemukan model kanker pertama pada manusia yang disebabkan oleh virus. Ia melakukan percobaan dengan mengambil filtrat dari tumor pada hewan, lalu disuntikkan pada kelinci domestik yang sehat, dan ternyata timbul tumor pada kelinci tersebut.

Wendell Meredith Stanley sebagai orang pertama yang berhasil mengkristalkan Tobacco Mozaic Virus (TMV) menyatakan bahwa virus akan dapat tetap aktif meskipun setelah kristalisasi. Selanjutnya pada tahun 1952, Martha Chase dan Alfred Hershey berhasil menemukan bakteriofage. Bakterofage merupakan virus yang memiliki inang bakteri sehingga hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri.

Di Indonesia sendiri, virus juga sudah menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti demam berdarah, influenza, campak, cacar, rabies, herpes, polio, hepatitis, parotis (gondong), flu burung, kanker, AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), dan masih banyak lagi.

Ciri-Ciri Virus

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *