Molekul Penyusun Kehidupan

No ratings yet.
Molekul Penyusun Kehidupan
Molekul Penyusun Kehidupan

Molekul Kehidupan

Molekul Penyusun Kehidupan

ada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari struktur dan fungsi organel-organel yang terdapat dalam sel. Nah pada topik ini, kalian akan mempelajari tentang komponen kimiawi sel. Seperti apakah komponen yang menyusun sel itu? Berikut analoginya.

Coba perhatikan komputer yang ada di rumah kalian. Pernahkah kalian berpikir bagaimana komputer itu bekerja? Komponen apa saja yang ada di dalam komputer tersebut yang membuat komputer mampu bekerja? Tentunya ada beberapa komponen penyusun komputer yang membuat komputer tersebut dapat digunakan seperti sekarang. Sama halnya dengan sel. Kegiatan kehidupan di dalam sel juga akibat dari reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Senyawa kimia apa saja yang merupakan penyusun sel? Berikut ulasannya.

Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari struktur dan fungsi sel. Seluruh bagian sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan merupakan senyawa kimia. Dengan demikian, kegiatan kehidupan dalam sel merupakan akibat dari reaksi-reaksi kimia dari senyawa kimia penyusun sel. Senyawa kimia penyusun sel ini disebut protoplasma, yang merupakan substansi kompleks. Protoplasma terdiri dari unsur-unsur kimia, yang terbanyak hampir 99% dari berat sel adalah unsur karbon (C), Hidrogen (H), Nitrogen (N), dan Oksigen (O). Komponen kimia di dalam sel dapat berupa komponen anorganik seperti air dan ion-ion mineral, serta komponen organik seperti protein, karbohidrat, asam nukleat, dan lipida. Sel mengandung 75 – 85% air, 10 – 20% protein, dan 2 – 3% garam anorganik. Kecuali air, hampir semua molekul dalam sel merupakan senyawa organik.

Pada setiap sel—selain sel-sel pada biji dan tulang—, air merupakan komponen terbesar. Ada dua bentuk air di dalam sel, yaitu air bebas dan air terikat. Kandungan air bebas adalah ±95% dari air sel, yang berfungsi sebagai pelarut ion dan substansi yang lain. Air juga berfungsi untuk reaksi enzimatik serta dapat terbentuk dalam proses metabolisme. Sementara kandungan air terikat adalah ±4 – 5%, terikat pada protein dengan ikatan hidrogen.

Senyawa organik penyusun sel adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat tersusun dari karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O), yang merupakan sumber energi dan komponen penting untuk dinding sel. Pada tumbuhan, karbohidrat dibentuk oleh sel-sel hijau daun melalui proses fotosintesis. Rumus molekul karbohidrat adalah Cn(H2O)n. Karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida (Cn(H2O)n – 1), dan polisakarida (C6(H10O5)n).

Protein merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks dan merupakan komponen terbesar dari sel. Protein memiliki dua peran utama dalam sel hidup, yaitu peran katalitik yang ditunjukkan oleh enzim yang bertindak sebagai katalisator, dan peran mekanik yang ditunjukkan oleh protein otot. Berdasarkan komposisi kimianya, protein digolongkan menjadi dua, yaitu protein sederhana dan protein gabungan. Protein sederhana akan menghasilkan asam amino jika dihidrolisis, sedangkan protein gabungan akan menghasilkan asam amino dan senyawa lain jika dihidrolisis.

Lemak (lipid) disusun oleh gliserol dan asam lemak. Lipid merupakan senyawa yang bersifat hidrofobik yaitu tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut organik. Pada sel hidup, lemak memiliki fungsi sebagai komponen membran plasma, hormon, dan vitamin. Terdapat tiga bentuk lemak pada sel hidup, yaitu lemak sederhana, lemak gabungan, dan turunan lemak.

Lemak sederhana dibangun oleh satu gliserol dan tiga asam lemak (trigliserida). Lemak gabungan merupakan komponen struktural yang penting dalam membran sel. Lemak ini merupakan ester yang jika dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak, alkohol, dan zat-zat lain. Contoh lemak gabungan adalah fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dan karotenoid. Bentuk lemak yang terakhir adalah turunan lemak (steroid), yang merupakan turunan lemak dengan rantai hidrokarbon berbentuk siklik. Steroid terdapat pada protoplasma sel hewan, yaitu progesteron, testoteron, vitamin D, kolesterol, dan estradiol.

Asam nukleat merupakan makromolekul yang sangat penting untuk kelangsungan hidup sel. Semua organisme mengandung dua macam asam nukleat, yaitu DNA dan RNA, kecuali pada virus yang hanya mengandung salah satu asam nukleat, yaitu DNA atau RNA saja. DNA merupakan penyimpanan informasi genetis.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *