Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Mengenal Dunia Tumbuhan

No ratings yet.
Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Mengenal Dunia Tumbuhan
Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Mengenal Dunia Tumbuhan

Mengenal Dunia Tumbuhan

Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Mengenal Dunia Tumbuhan – Tumbuhan merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan. Semua makhluk hidup, baik secara langsung atau tidak langsung bergantung pada keberadaan tumbuhan. Tidak hanya sebagai penyedia makanan, tumbuhan juga berperan penting akan tersedianya oksigen di alam ini.

Tumbuhan mempunyai jenis yang sangat beragam. Kalian mungkin telah mampu membedakan antara tumbuhan yang satu dan yang lain. Namun, dapatkah kalian mengelompokkan tumbuhan tersebut berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya? Dapatkah pula kalian menyebutkan nama kelompoknya? Nah, pada topik ini kalian akan mempelajarinya. Mari simak dengan saksama.

Ciri-Ciri Dunia Tumbuhan

Dunia tumbuhan dikenal sebagai Kingdom Plantae. Kingdom Plantae memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.

  • Memiliki klorofil a dan b, sehingga dapat berfotosintesis.
  • Tersusun atas sel-sel eukariotik.
  • Merupakan organisme multiseluler.
  • Mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa.
  • Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk zat tepung (amilum).
  • Bersifat autotrof karena dapat menyintesis makanan sendiri.

Klasifikasi Dunia Tumbuhan

Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (Atracheophyta) dan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Tumbuhan tidak berpembuluh merupakan kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta), sedangkan tumbuhan berpembuluh merupakan kelompok tumbuhan paku (Pteridophyta) dan kelompok tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

Bryophyta berasal dari bahas Yunani, yaitu bryum dan phyta. Bryum berarti lumut dan phyta berarti tumbuhan. Bryophyta memiliki ciri-ciri, klasifikasi, dan manfaat sebagai berikut.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

  • Memiliki habitat di tanah, bebatuan, dan pohon yang lembap dan teduh.
  • Memiliki zat hijau daun atau klorofil.
  • Tidak memiliki berkas pembuluh dan akar sejati.
  • Memiliki daur hidup (metagenesis) antara gametofit dan sporofit. Metagenesis pada tumbuhan lumut dapat dituliskan sebagai berikut.

➽ gametofit : gamet jantan (anteridium), penghasil sel sperma dan gamet betina (arkegonium), penghasil sel telur.

➽ sporofit : menghasilkan spora dalam kotak spora (sporangium).

⑤ Bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan spora dan secara seksual dengan penyatuan gamet jantan (anteridium) dan gamet betina (arkegonium).

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut dibagi menjadi 3 kelas, yaitu:

Hepaticae (lumut hati)

Hepaticae merupakan lumut berumah dua yang berbentuk lembaran. Hepaticae dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemma cup (kumpulan lumut kecil seperti mangkuk) dan secara seksual dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contoh dari tumbuhan ini adalah Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae (lumut tanduk)

Lumut tanduk memiliki sporofit berupa kapsul memanjang seperti tanduk dari gametofit. Contohnya adalah Anthoceros laevis.

Musci (lumut daun)

Lumut daun terlihat seperti tumbuhan kecil yang memiliki akar (rizoid), batang, dan daun. Contohnya adalah Polytrichum juniperinum dan Sphagnum sp.

Manfaat Tumbuhan Lumut

➽ Sebagai tumbuhan perintis (pionir).

➽ Sphagnum sp. dapat digunakan sebagai pengganti kapas dan obat kulit.

➽ Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati.

. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

  • Memiliki habitat di darat dan di air.
  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Memiliki berkas pengangkut xilem dan floem, serta memiliki klorofil.
  • Bereproduksi secara aseksual dengan spora dan secara seksual dengan penyatuan gamet jantan dan betina.
  • Memiliki daur hidup (metagenesis), yaitu:

➽ sporofit: mempunyai akar, batang tegak, dan daun sejati. Daunnya dapat berupa daun kecil (mikrofil), daun besar (makrofil), daun steril (tropofil), dan daun fertil (sporofil).

➽ gametofit: tidak mempunyai akar sejati, penghasil gamet.

❻ Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibagi menjadi 3, yaitu paku homospora (isospora), paku heterospora (makrospora dan mikrospora), dan paku peralihan (bentuk dan ukuran spora sama).

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Berdasarkan ciri tubuhnya, tumbuhan paku dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

  • Paku purba (Psilopsida), contoh: Psilotum.
  • Paku kawat (Lycopsida), contoh: Selaginella dan Lycopodium.
  • Paku ekor kuda (Spenopsida), contoh: Equisetum.
  • Paku sejati (Pteriopsida), contoh: semanggi (Marsilea crenata).

Manfaat Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku dapat digunakan sebagai tanaman hias, sayur-sayuran, dan pupuk hijau.

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Spermatophyta berasal dari kata spermae yang berarti biji dan phyta yang berarti tumbuhan. Spermatophyta memiliki ciri-ciri, klasifikasi, dan manfaat sebagai berikut.

Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji

  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Berukuran makroskopik dan menghasilkan biji.
  • Bersifat fotoautotrof karena mampu mengolah makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.
  • Memiliki bentuk yang sangat bervariasi, yaitu: pohon (jati, kelapa), perdu (mawar, kembang sepatu), semak (arbei), dan herba (sayuran, bunga lili).
  • Bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan rhizoma/ akar tinggal, stolon/ geragih, umbi batang, umbi lapis, stek, okulasi dan secara seksual (generatif) dengan pembuahan (fertilisasi) melalui proses penyerbukan (persarian/polenasi).

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji dibagi menjadi 2 kelas, yaitu:

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)

Merupakan tumbuhan yang bijinya tidak tertutup oleh bakal buah dan mengalami pembuahan tunggal. Gymnospermae dibagi menjadi empat kelas, yaitu:

  • Cycadales, contoh: Cycas rumphii (pakis haji);
  • Ginkgoales, contoh: Ginkgo biloba;
  • Coniferales, contoh: Pinus merkusii (pinus); dan
  • Gnetale, contoh: Gnetum gnemon (melinjo).

Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)

Merupakan tumbuhan yang bijinya tertutup bakal buah dan mengalami pembuahan ganda. Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu:

  • Monokotil (berkeping satu); dan
  • Dikotil (berkeping dua).

Perbedaan antara monokotil dan dikotil dapat kalian amati pada tabel berikut.

Manfaat Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan obat-obatan, dan tanaman hias.

Nah, kalian telah selesai belajar tentang dunia tumbuhan. Sekarang, saatnya kalian mengasah kemampuan dengan mengerjakan sepuluh latihan soal berikut ini. Selamat belajar.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *