Manfaat dan Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia

No ratings yet.
Manfaat dan Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Manfaat dan Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Manfaat dan Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia – Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dengan mempelajari topik kali ini, diharapkan kalian dapat mengenal keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia dan dapat menyampaikannya pada orang terdekat. Pernahkah kalian memperhatikan lingkungan sekitar? Apa yang dapat kalian lihat? Jika diperhatikan dengan baik, di lingkungan sekitar kita terdapat banyak macam tumbuhan dan hewan yang memiliki keunikan tersendiri baik dari segi ukuran, bentuk, warna, dan sifat lainnya. Kumpulan makhluk hidup yang memiliki berbagai sifat yang berbeda biasa disebut keanekaragaman hayati. Keanekaragaman dari makhluk hidup terbentuk dari adanya persamaan dan perbedaan sifat dari berbagai makhluk hidup dalam suatu daerah.

Berdasarkan tingkatannya, keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok.

  1. Keanekaragaman tingkat gen
    Gen merupakan faktor pembawa sifat tertentu pada makhluk hidup. Keanekaragaman gen menunjukkan perbedaan sifat pada spesies yang sama. Contohnya:
    • bunga mawar: mawar merah dan mawar putih;
    • ayam: ayam kate, ayam pelung, dan ayam bekisar; serta
    • buah mangga: mangga manalagi, mangga madu, dan mangga golek.
  2. Keanekaragaman tingkat jenis
    Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan perbedaan sifat yang mencolok dalam satu famili yang sama. Contohnya:
    • famili Felidae: Kucing dan harimau; serta
    • famili Palmae: Kelapa dan pinang.
  3. Keanekaragaman tingkat ekosistem
    Keanekaragaman tingkat ekosistem menunjukkan perbedaan makhluk hidup yang dapat tinggal dan beradaptasi dalam habitat tertentu. Contohnya:
    • ekosistem laut: didominasi oleh hewan yang bisa beradaptasi dengan kadar garam tinggi; dan
    • ekosistem hutan hujan tropis: didominasi oleh tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan curah hujan dan cahaya matahari yang cukup.

Mari kita mengenal lebih dalam keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam hayati. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak di daerah tropis sehingga memiliki iklim yang baik untuk pertumbuhan berbagai macam hewan dan tumbuhan. Selain itu, terdapat beberapa tumbuhan dan hewan yang sifatnya endemik atau yang hanya bisa ditemui di Indonesia.

Keanekaragaman Tumbuhan Di Indonesia

Tumbuhan yang ada di Indonesia didominasi oleh tumbuhan yang hidup di hutan hujan tropis. Tumbuhan hutan hujan tropis umumnya merupakan pohon-pohon tinggi dengan daun yang lebat seperti pohon jati dan pohon meranti. Selain itu, terdapat berbagai tumbuhan liana seperti rotan. Tumbuhan tersebut banyak ditemui di hutan Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Di daerah tersebut juga dapat ditemui tumbuhan endemik Indonesia yaitu Rafflesia dan tumbuhan khas Indonesia seperti durian, mangga, dan sukun. Indonesia bagian timur memiliki tipe hutan yang agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan yang didominasi oleh pohon-pohon sedang seperti beringin. Di daerah timur dapat ditemui tumbuhan endemik Indonesia yaitu pohon matoa.

Keanekaragaman Hewan Di Indonesia

Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe oriental dan Australia serta peralihan. Hewan dengan tipe Oriental terdapat di bagian Barat Indonesia yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Hewan tipe oriental memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Banyak mamalia berukuran besar, contohnya: gajah, banteng, harimau, dan badak.
section-media
  • Banyak macam-macam kera, contohnya: bekantan, tarsius, dan orang utan.
  • Terdapat hewan endemik, contohnya: badak bercula satu, binturong, dan tarsius
  • Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, contohnya: jalak bali dan elang jawa

Hewan dengan tipe Australia terdapat di bagian Timur Indonesia yang meliputi Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Hewan tipe Australia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Banyak mamalia berukuran kecil, contohnya: beruang dan landak Irian
  • Banyak hewan berkantung, contohnya: kuskus
  • Terdapat hewan endemik, contohnya: komodo
  • Burung-burung memiliki warna bulu menarik dan beragam, contohnya: burung cendrawasih

Adapun daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku. Jenis hewannya antara lain tarsius, anoa, dan babi rusa.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dengan mempelajari topik ini, diharapkan kalian dapat mengetahui manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia dan dapat menyampaikannya pada orang terdekat. Keanekaragaman hayati di Indonesia tidak hanya kaya, tetapi juga memberikan manfaat yang sangat besar dalam keseharian masyarakat. Keanekaragaman hayati tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sebagai berikut.

  1. Kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan yang bersifat mutlak atau harus dipenuhi dalam keseharian masyarakat. Misalnya:
    • kebutuhan pangan dipenuhi dari: umbi-umbian, serealia/ biji-bijian, sayuran, buah-buahan, telur, daging, susu;
    • kebutuhan sandang dipenuhi dari: ulat sutra, kapas, bulu domba, kulit hewan tertentu;
    • kebutuhan papan dipenuhi dari: pohon jati, meranti, rotan; dan
    • kebutuhan biologis: oksigen yang dihasilkan dari hasil fotosintesis tumbuhan.
  2. Kebutuhan produktif, yaitu kebutuhan yang bersifat komersial. Kebutuhan produktif dipenuhi dengan mengolah berbagai macam keanekaragaman hayati menjadi produk tertentu dalam jumlah besar untuk dimanfaatkan masyarakat luas. Misalnya:
    • Bahan dasar pembuatan obat: kina (obat malaria) dan morfin (penghilang sakit);
    • Bahan dasar pembuatan kosmetik: madu dan lidah buaya; serta
    • Bahan dasar pembuatan mebel: rotan dan jati.
  3. Kebutuhan rekreatif, yaitu kebutuhan yang sifatnya sekunder. Keanekaragaman hayati dapat memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan rekreatif seperti kenyamanan mental-spiritual serta sarana pendidikan. Misalnya:
    • kenyamanan mental: keindahan ekosistem terumbu karang dan keindahan ekosistem hutan bakau;
    • sarana pendidikan: mempelajari keanekaragaman hayati di taman nasional bunaken, ujung kulon, atau taman nasional komodo. Sarana pendidikan melalui pendidikan kesadaran pelestarian alam atau pemuliaan tanaman.
  4. Kebutuhan ekonomis. Hewan dan tumbuhan merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan karena dapat diperbarui. Berbagai jenis kayu dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan devisa negara jika diekspor, misalnya kayu meranti, gaharu, dan jati. Indonesia memiliki laut yang lebih luas daripada daratan. Organisme laut yang beranekaragam dapat dijual dengan cara ekspor sehingga menghasilkan devisa negara yang besar misalnya ikan patin, ikan kerapu, ikan teri, dan ikan tuna.
  5. Sumber plasma nutfah. Plasma nutfah merupakan kumpulan keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan untuk pembaruan, perbaikan, dan pelestarian makhluk hidup tersebut. Hutan hujan tropis di Indonesia dikenal sebagai sumber plasma nutfah terbesar di dunia karena di dalamnya terkandung sumber keanekaragaman hayati yang sangat banyak. Plasma nutfah juga dapat menjadi sarana untuk pengembangan penelitian dan pendidikan untuk mencari bibit unggul.
  6. Kebutuhan ekologis. Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekologi (nilai lingkungan) yang penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan merupakan paru-paru bumi. Kegiatan fotosintesis hutan dapat menyerap karbon dioksida yang artinya dapat mengurangi pencemaran udara serta global warming.

Keberadaan keanekaragaman hayati di Indonesia sangat penting karena pemanfaatannya sangat luas. Oleh karena itu, mari kita bersama menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dengan memanfaatkannya secara bijak. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati akan disampaikan pada topik selanjutnya.

Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang upaya melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dengan mempelajari topik kali ini, diharapkan kalian dapat mengetahui cara menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati tersebut dan dapat menyampaikannya pada orang terdekat. Pada topik sebelumnya, kita sudah mengetahui tentang manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Jika kita menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan, maka keanekaragaman hayati akan senantiasa terjaga dan lestari. Akan tetapi, seringkali banyak pihak yang menggunakan atau mengeksploitasi keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan bahkan mengancam kelestariannya.

Berikut contoh perilaku yang dapat mengakibatkan kerusakan keanekaragaman hayati.

  1. Penebangan hutan liar untuk dijadikan ladang tempat bercocok tanam atau penjualan kayu.
  2. Perburuan liar hewan terutama hewan yang dilindungi atau hewan langka.
  3. Penangkapan ikan menggunakan pukat harimau sehingga ikan kecil ikut terjaring dan mati.
  4. Penemuan bibit unggul yang mengakibatkan plasma nutfah terpinggirkan.
  5. Penggunaan bom saat menangkap ikan sehingga merusak ekosistem terumbu karang.
section-media

Perilaku di atas jika dilakukan terus menerus akan sangat mengganggu keseimbangan ekosistem sehingga mengakibatkan keanekaragaman makhluk hidup yang tinggal di dalamnya terganggu bahkan punah. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya baik yang dilakukan oleh pribadi, kelompok, atau pemerintah untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan keanekaragaman hayati antara lain sebagai berikut.

  1. Pelestarian alam secara in situ: melakukan pemeliharaan serta perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan di habitat aslinya. Misalnya:
    a. pelestarian komodo di Pulau Komodo;
    b. pelestarian badak Jawa di Ujung Kulon;
    c. pelestarian bunga bangkai di Bengkulu; dan
    d. pelestarian orang utan di Tanjung Puting.
  2. Pelestarian alam secara ex situ: melakukan pemeliharaan serta perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya sebagai berikut.
    a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi macam-macam jenis tumbuhan dari berbagai daerah bahkan negara. Contohnya: kebun raya Bogor dan kebun raya bedugal di Bali.
    b. Kebun plasma nutfah, yaitu kebun yang mengumpulkan dan mengembangkan plasma nutfah yang unggul. Biasanya dilakukan oleh lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
    c. Penangkaran hewan, yaitu tempat mengembangbiakkan dan memelihara satu hewan tertentu. Misalnya penangkaran penyu di Ujung Genteng (Jawa Barat).
  3. Pembuatan tempat perlindungan. Misalnya:
    a. taman nasional merupakan daerah yang luas sebagai habitat hewan dan tumbuhan yang dilindungi tanpa mengubah ekosistem di dalamnya. Taman nasional biasanya dikelola untuk kepentingan pelestarian, pengembangan, dan penelitian. Contohnya: Taman Nasional Gunung Gede, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Tanjung Puting.
    b. Cagar alam adalah suatu daerah yang memiliki kekhasan tumbuhan atau hewan tertentu yang perlu dilindungi agar perkembangannya berlangsung secara alami. Contohnya: cagar alam gunung papandayan dan cagar alam tangkuban perahu.
    c. Suaka margasatwa adalah tempat hidup hewan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan bermanfaat untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan atau kebanggaan nasional sehingga perlu dilindungi. Contohnya: muara angke di Jakarta Utara dan Cikepuh di Jawa Barat.

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan upaya yang sifatnya besar dan dilakukan oleh kelompok tertentu atau pemerintah. Upaya pelestarian yang sifatnya kecil dan dapat dilakukan oleh kelompok kecil atau pribadi diantaranya sebagai berikut.

  • Tidak membeli barang yang terbuat dari hewan atau tumbuhan langka, misalnya tas dari kulit hewan langka.
  • Tidak memiliki hewan peliharaan yang langka atau dilindungi negara, misalnya memelihara burung kakatua.
  • Tidak mengambil tumbuhan atau hewan saat berkunjung ke taman nasional atau tempat perlindungan lainnya.

Setelah mengetahui betapa kaya dan berharganya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, marilah kita bersama-sama menjaga kelestariannya sesuai dengan kemampuan kita.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *