Peran dan Pemanfaatan Komponen Ekosistem

No ratings yet.
Peran dan Pemanfaatan Komponen Ekosistem
Peran dan Pemanfaatan Komponen Ekosistem

Peran dan Pemanfaatan Komponen Ekosistem

Peran dan Pemanfaatan Komponen Ekosistem – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari Daur Biogeokimia. Pada topik ini, kalian akan mempelajari tentang peranan ekosistem dalam kehidupan manusia.

Kandungan Nilai Pembelajaran Ekosistem

  1. Nilai Praktis
    Dengan menganalisis komponen-komponen ekosistem suatu daerah, kita dapat mengetahui bahwa ekosistem itu tergolong seimbang atau tidak seimbang, sehingga dapat diprediksi pertumbuhan dan perkembangan suatu populasi. Dengan melakukan inventarisasi sumber daya alam hayati (SDAH) di suatu daerah dapat diketahui keberadaan suatu populasi dari tahun ke tahun, populasi mana yang mengalami kelangkaan sehingga perlu dilakukan tindakan pelestariannya.
  2. Nilai Intelektual
    Dengan mengetahui perbandingan lahan pemukiman dengan lahan serapan airnya yang terjadi di suatu ekosistem, kita dapat melakukan upaya pencegahan dampak negatifnya dari suatu perkembangan pemukiman penduduk. Sebagai contoh bahaya banjir dan erosi di musim penghujan, serta bahaya kekeringan di musim kemarau.
  3. Nilai Sosial
    Keseimbangan ekosistem ditentukan oleh kelengkapan komponen-komponen pembentuknya secara proporsional, seperti komponen abiotik, produsen, konsumen, dekomposer, dan detritifornya. Hal ini mengajarkan kepada manusia bahwa kemantapan suatu pembangunan masyarakat terkandung kepada kelengkapan tenaga-tenaga profesionalnya. Kestabilan jaring-jaring kehidupan dalam ekosistem ditentukan oleh jumlah mata rantai jaring-jaring makanannya. Hal ini mengingatkan kepada manusia bahwa banyaknya lapangan kerja yang tersedia akan mengurangi masalah pengangguran dan mengurangi kegelisahan pada masyarakat.
  4. Nilai Religi
    Fenomena daur ulang materi dan siklus energi di alam, keajaiban daur hidup pada tumbuhan maupun hewan, dan berbagai bentuk keanekaragaman makhluk hidup dengan kemampuan adaptasinya, memberikan petunjuk adanya Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga manusia wajib taat kepada-Nya. Setelah kita membandingkan struktur berbagai jenis makhluk hidup yang ada dalam ekosistem, kita wajib mensyukuri atas penciptaan manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna dibandingkan organisme lainnya sehingga sepatutnya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
  5. Nilai Pendidikan
    Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari peranan komponen ekosistem, antara lain perilaku tumbuhan sebagai produsen dalam ekosistem yang hasil perjuangan hidupnya bermanfaat pula bagi makhluk hidup lainnya dan menyelesaikan berbagai masalah dalam masyarakat layaknya tumbuhan pengisap racun yang berguna mengurangi pencemaran lingkungan.
READ:  Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Pada Tumbuhan dan Hewan

Manfaat Ekosistem sebagai Sumber Kehidupan

Sebagai sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lain
Misalnya produsen menyediakan bahan makanan bagi konsumen primer. Konsumen primer menyediakan makanan bagi konsumen sekunder.

  1. Menjaga keseimbangan ekosistem yang dinamis
    Keberadaan harimau (karnivora) di suatu padang rumput untuk mencegah terjadinya ledakan populasi herbivora di wilayah tersebut agar ketersediaan rumput selalu terjaga. Kehadiran predator dan parasitoid ikut mengontrol populasi hama agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
  2. Menjamin berlangsungnya daur ulang sampah organik
    Jamur dan bakteri pengurai berperan menguraikan sampah organik menjadi zat-zat anorganik yang sangat diperlukan bagi kehidupan tumbuhan dan sekaligus dapat mengatasi masalah sampah organik.
  3. Sebagai sumber senyawa anorganik
    Tanah merupakan sumber air dan unsur hara penting bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Udara merupakan sumber CO₂ untuk fotosintesis tumbuhan, juga sebagai sumber O₂ bagi semua makhluk hidup.
  4. Membantu mengatasi permasalahan polusi
    Misalnya tumbuhan menyerap CO₂ udara untuk fotosintesis dan menyediakan O₂ bagi organisme lain.

Manfaat Simbiosis bagi Manusia

Bentuk simbiosis antarorganisme sangat berguna bagi manusia karena dapat meningkatkan kualitas hidup. Contohnya untuk meningkatkan produksi pangan.

  • Bentuk simbiosis bakteri Rhizobium dengan tumbuhan polong-polongan
    Tanaman kacang kedelai telah dimanfaatkan untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian. Tumbuhan berpolong ini bersimbiosis secara mutualisme dengan bakteri Rhizobium. Di dalam bintil akar tersebut, bakteri akan memperoleh bahan organik yang dibutuhkannya dan akan membantu tumbuhan dalam mengikat unsur nitrogen (N₂) bebas. Unsur N₂ dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan metabolisme (sintesis bahan makanan).
  • Bentuk simbiosis mutualisme yang bermanfaat lainnya adalah *mikoriza*
    Mikoriza merupakan simbiosis antara sel akar dan cendawan. Cendawan memperoleh bahan organik dari tumbuhan, tetapi ia akan memperbaiki kemampuan akar dalam menyerap air dan mineral.
READ:  Struktur Sel Eukariotik dan Prokariotik

Manfaat Hutan Mangrove dan Terumbu Karang

Manfaat hutan mangrove sebagai salah satu tipe ekosistem alami

  • Sebagai habitat satwa langka
  • Melindungi bangunan dan tanaman pertanian dari badai
  • Membantu proses pengendapan lumpur yang berkaitan dengan usaha untuk menghilangkan racun yang seringkali terikat pada partikel lumpur
  • Memperlambat aliran air sehingga terjadi pengendapan unsur hara yang berasal dari berbagai sumber
  • Mempertahankan kelembapan dan curah hujan sehingga dapat menjaga keseimbangan iklim

Manfaat ekosistem terumbu karang

  • Sebagai sumber makanan yang bermanfaat bagi manusia
  • Sebagai bahan obat-obatan
  • Bahan bangunan seperti untuk bahan produksi kapur
  • Melindungi pantai dari bahaya abrasi
  • Sebagai obyek wisata karena aspek keindahan dan kekhasannya yang memiliki nilai estetika yang sangat tinggi
  • Untuk hiasan dan akuarium

Komponen Ekosistem

Marilah kita berjalan-jalan di halaman sekolah. Lakukan observas  dan catatlah bagian-bagian yang menyusun ekosistem di halaman sekolahmu! Dari data yang kalian peroleh nanti kita kelompokkan bersama-sama. Komponen ekosistem terdiri dari dua komponen, yaitu:
  1. Komponen yang tak hidup disebut dengan komponen abiotik Komponen itu antara lain: tanah, air, udara, cahaya matahari.
  2. Komponen yang terdiri dari makhluk hidup disebut dengan komponen biotik. Dalam komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganime. Berdasarkan fungsi, komponen biotik dibedakan menjadi:

Produsen 

Produsen merupakan kelompok organisme yang dapat membuat makanan sendiri. Semua jenis tumbuhan hijau termasuk produsen. Mengapa tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri? Tumbuhan hijau dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Perhatikan proses fotosintesis di bawah ini!
Pemanfaatan Komponen Ekosistem
Zat makanan akan tersimpan pada daun, batang, akar dan buah. O2 dilepas ke udara dimanfaatkan oleh organisme lain untuk pernafasan. Organisme yang dapat membuat makanan sendiri seperti di atas disebut organisme autotrof. Ada tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil maka kebutuhan makanannya tergantung organisme lain karena tidak dapat berfotosintesis, misal : tali putri.

Konsumen 

Kelompok yang terdiri dari hewan dan manusia. Kelompok ini tidak dapat membuat makanan sendiri, untuk itu tergantung pada organisme lain. Organisme tersebut disebut organisme heterotrof , yang artinya organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga untuk memenuhi kebutuhannya tergantung pada organisme lain. Maka di sini terjadi peristiwa makan memakan.
Berdasarkan tingkat memakannya, terbagi menjadi:
  1. Konsumen I atau primer: organisme yang makan produsen (tumbuhan hijau)
  2. Konsumen II atau sekunder: organisme yang makan konsumen I atau primer.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen sebagai organisme heterotrof dibagi menjadi:
  1. Herbivora: hewan pemakan tumbuhan Contoh: kerbau, kambing, belalang.
  2. Karnivora: Hewan pemakan daging Contoh: anjing, elang, harimau.
  3. Omnivora: hewan pemakan segalanya Contoh: tikus, ayam, luwak.
READ:  Deskripsi, Transpor dan Fungsi Membran Sel

Pengurai atau dekompuser 

Merupakan mikroorganisme yang menguraikan senyawa organik atau bahan makanan yang ada pada sisa organisme menjadi senyawa an organik yang lebih kecil. Pengurai biasanya dari golongan jamur dan bakteri yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan mereka memperoleh makanan dengan cara menguraikan organisme yang telah mati. Hasil penguraian ini berupa zat mineral yang akan meresap ke dalam tanah. Zat mineral tersebut akan diambil tumbuhan.

Please rate this