Pengertian dan Karakteristik Nilai Sosial

No ratings yet.
Pengertian dan Karakteristik Nilai Sosial
Pengertian dan Karakteristik Nilai Sosial

Pengertian dan Karakteristik Nilai Sosial

Pengertian dan Karakteristik Nilai Sosial – Nilai merupakan produk dari interaksi sosial, produk masyarakat dan bukan individu. Nilai sosial, pada hakikatnya, mengarahkan perilaku maupun pertimbangan seseorang. Apakah yang dimaksud dengan nilai sosial? Bagaimanakah karakteristik nilai sosial? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pengertian dan karakteristik nilai sosial.

PENGERTIAN NILAI SOSIAL

Nilai sosial berhubungan erat dengan kebiasaan manusia melakukan penilaian. Menilai berarti mempertimbangkan, yakni kegiatan manusia menghubungkan suatu hal dengan sesuatu yang lain, untuk selanjutnya diambil suatu kesimpulan atau keputusan. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut suatu masyarakat. Karenanya, tak mengherankan apabila antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya mungkin saja terdapat perbedaan tata nilai.

Apakah sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai sosial? Berikut akan diuraikan definisi dari sejumlah ahli:

  • Arthur W. Comb
    Nilai sosial adalah kepercayaan-kepercayaan yang digeneralisir, berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai.
  • Charles R. Knikker
    Nilai sosial merupakan sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan untuk dengan sengaja menolak suatu tindakan.
  • Dardji Darmodihardjo
    Nilai sosial adalah segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia secara jasmani dan rohani.
  • Hendropuspito
    Nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.
  • Herbert Larry Winecoff
    Nilai sosial ialah seperangkat sikap yang menimbulkan penilaian tertentu, sehingga mengarahkan anggota masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Nilai juga menyediakan patokan atau prinsip-prinsip dalam berperilaku.
  • Jack R. Fraenkel
    Nilai sosial adalah gagasan atau konsep tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup.
  • Kimball Young
    Nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.

Kehidupan manusia berpola pada nilai sosial. Nilai sosial dapat dikatakan merupakan tolok ukur, patokan, anggapan, dan keyakinan yang dianut oleh sebagian besar anggota dalam suatu masyarakat tertentu mengenai yang benar, pantas, luhur, serta baik untuk diamalkan. Singkatnya, nilai menjadi orientasi bagi setiap tindakan melalui interaksi sosial.

KARAKTERISTIK NILAI SOSIAL

Nilai sosial memiliki sejumlah karakteristik atau ciri-ciri pokok yang dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Nilai merupakan konstruksi (bentukan) masyarakat, yang tercipta melalui interaksi di antara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara secara sosial, bukan bersifat biologis ataupun bawaan sejak individu dilahirkan.
  2. Nilai sosial ditularkan. Nilai yang menyusun struktur masyarakat diteruskan dan ditularkan di antara anggota-anggotanya, melalui sosialisasi, interaksi sosial, maupun proses-proses sosial lainnya. Melalui sosialisasi, lingkungan keluarga dan masyarakat menularkan nilai sosial kepada individu-individu yang disosialisasikan. Sedangkan melalui interaksi sosial dengan lebih banyak orang dari berbagai latar kebudayaan, individu dapat mengetahui beragam nilai dalam konteks masyarakat yang lebih luas, sehingga mampu memilih salah satu atau seperangkat nilai secara bebas sesuai kebutuhan hidup bermasyarakat.
  3. Proses belajar dan pencapaian nilai dimulai sejak masa kanak-kanak dalam keluarga. Dalam proses sosialisasi, individu diperkenalkan dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan sosial sekitarnya. Individu juga diberikan sejumlah imbalan atau sanksi positif jika berhasil mencapai suatu nilai tertentu.
  4. Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial. Karena dapat dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan, maka anggota-anggota masyarakat akan lebih termotivasi untuk mencapai nilai-nilai sosial.
  5. Nilai merupakan asumsi-asumsi abstrak dimana terdapat konsensus (kesepakatan) sosial tentang harga relatif dari suatu obyek tertentu dalam masyarakat. Nilai membantu menunjukkan apa yang berharga kepada anggota-anggota masyarakat dan mengarahkan penilaian mereka.
  6. Nilai cenderung berkaitan satu dengan yang lain secara komunal untuk membentuk pola-pola dan sistem nilai dalam masyarakat. Bila terdapat ketidaksesuaian antara nilai-nilai sosial yang ada sehingga tidak tercapai keharmonisan yang integral dari nilai-nilai dimaksud, maka akan timbul berbagai masalah sosial.
  7. Keanekaragaman kebudayaan dengan bentuk dan fungsi yang saling berbeda akan menghasilkan sistem nilai yang berbeda pula. Dengan perkataan lain, nilai sosial cenderung bersifat relatif. Apa yang dipandang baik, ideal, dan berharga dalam suatu kebudayaan, mungkin saja dipandang tidak bernilai oleh kebudayaan lain.
  8. Nilai sosial membantu manusia menentukan prioritas-prioritas dalam hidupnya. Dalam masyarakat modern, lazimnya, prioritas utama adalah pendidikan dan pencapaian prestasi, barulah kemudian menyusul pada prioritas berikutnya kekerabatan, pembentukan keluarga, dan yang lainnya.
  9. Masing-masing nilai sosial dapat memiliki dampak yang berbeda terhadap individu-individu maupun masyarakat secara keseluruhan.
  10. Nilai sosial hampir selalu melibatkan emosi. Keberhasilan mencapai suatu nilai yang dianggap berharga akan menghasilkan emosi positif seperti rasa gembira, bangga, dan puas. Sebaliknya, kegagalan pasti membawa kekecewaan, kesedihan, keputusasaan, dan emosi negatif lainnya.
  11. Nilai-nilai dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian individu dalam masyarakat. Sebagai contoh, individu yang dibesarkan dengan nilai kerja keras dan kemandirian akan tumbuh sebagai pribadi kuat dan tahan uji.

Rangkuman

  1. Nilai sosial dapat dikatakan merupakan tolok ukur, patokan, anggapan, dan keyakinan yang dianut oleh sebagian besar anggota dalam suatu masyarakat tertentu mengenai yang benar, pantas, luhur, serta baik untuk diamalkan.
  2. Nilai merupakan konstruksi (bentukan) masyarakat, yang tercipta melalui interaksi di antara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara secara sosial, bukan bersifat biologis ataupun bawaan sejak individu dilahirkan.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *