Pengertian dan Karakteristik Masyarakat

No ratings yet.
Pengertian dan Karakteristik Masyarakat
Pengertian dan Karakteristik Masyarakat

Pengertian dan Karakteristik Masyarakat

Pengertian dan Karakteristik Masyarakat – Salah satu konsep dasar yang paling penting dalam Sosiologi adalah masyarakat. Ditinjau secara sosiologis, kehidupan sosial berlangsung dalam suatu wadah yang disebut ’masyarakat’. Apakah yang dimaksud dengan masyarakat? Bagaimanakah karakteristik masyarakat? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai masyarakat.

Masyarakat terbentuk karena, pada dasarnya, manusia memiliki keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan menyatu dengan lingkungan alamnya. Manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan keinginan-keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungan. Selain itu, manusia juga mempunyai naluri untuk selalu berhubungan dengan sesamanya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat didefinisikan sebagai sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Namun, bagaimanakah pengertian masyarakat menurut para ahli Sosiologi? Berikut akan diuraikan lebih lanjut.

  • Emile Durkheim
    Masyarakat adalah suatu kenyataan obyektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
  • J.L.Gillin – J.P.Gillin
    Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, serta perasaan persatuan yang sama.
  • Karl Marx
    Masyarakat ialah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomis.
  • Mac Iver – Charles Page
    Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia.
  • Max Weber
    Masyarakat merupakan suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
  • M.J.Herskovits
    Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
  • Paul B. Horton – C. Hunt
    Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
  • Ralph Linton
    Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri sendiri dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan jelas.
  • Selo Soemardjan
    Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

Menurut Soerjono Soekanto (1999), unsur-unsur sebuah masyarakat terdiri atas:

  • Terdapat sekurang-kurangnya dua orang manusia yang hidup bersama.
  • Mereka berhubungan dalam waktu yang cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama tadi, timbul sistem nilai dan aturan-aturan yang mengatur hubungan antar manusia.
  • Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
  • Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Suatu kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lain.

Sedangkan Marion-Levy (1993) menyatakan bahwa ada empat kriteria yang harus terpenuhi agar suatu kelompok dapat disebut masyarakat, yakni:

  • Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup anggotanya.
  • Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
  • Adanya sistem tindakan utama.
  • Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
  • Talcott Parsons menambahkan satu syarat lagi, yaitu adanya keharusan melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Masyarakat sesungguhnya merupakan suatu sistem sosial sebab mencakup berbagai unsur atau komponen dasar yang saling berkaitan secara fungsional. Menurut Loomis, masyarakat sebagai sistem sosial memiliki 9 (sembilan) unsur, yaitu:

  1. Kepercayaan dan Pengetahuan
    Perilaku anggota masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan ketahui tentang kebenaran, sistem religi, serta cara-cara penyembahan terhadap Sang Khalik.
  2. Perasaan
    Adanya perasaan terjadi karena anggota-anggota masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Perasaan yang timbul dapat bersifat positif atau negatif.
  3. Tujuan
    Tujuan adalah hasil akhir atas suatu tindakan dan perilaku seseorang yang harus dicapai, baik melalui perubahan-perubahan maupun dengan cara mempertahankan suatu keadaan yang sudah mantap. Setiap tindakan manusia dipastikan memiliki tujuan tertentu.
  4. Kedudukan dan Peran
    Kedudukan adalah posisi seseorang secara umum pada masyarakat dalam hubungan dengan orang lain. Peran ialah perilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan statusnya. Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka ia telah menjalankan perannya. Peran adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status.
  5. Kaidah/Norma
    Merupakan pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat.
  6. Tingkat/Pangkat
    Tingkat/pangkat seseorang dalam masyarakat terkait dengan hak dan kewajiban tertentu. Tingkat/pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang.
  7. Kekuasaan
    Kekuasaan berhubungan dengan setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak-pihak lain dalam interaksi.
  8. Sanksi
    Sanksi adalah suatu bentuk imbalan yang diberikan kepada seseorang karena perilakunya. Sanksi dapat berupa reward atau punishment. Hadiah (reward) diberikan agar individu tetap mempertahankan perilakunya bersesuaian dengan nilai/norma yang berlaku. Sedangkan hukuman (punishment) dimaksudkan guna memberikan efek penjeraan.
  9. Fasilitas (sarana)
    Fasilitas adalah semua bentuk cara, metode, benda-benda yang digunakan manusia untuk mencapai tujuan.

Rangkuman

  1. Masyarakat terbentuk karena, pada dasarnya, manusia memiliki keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan menyatu dengan lingkungan alamnya. Manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan keinginan-keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungan.
  2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat didefinisikan sebagai sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *