Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan

No ratings yet.
Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan
Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan

Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan

Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang macam-macam jaringan pada tumbuhan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang jaringan pengangkut.

Tahukah kalian mengapa air dapat berpindah dari akar menuju ke daun dengan melawan gravitasi? Hasil penelitian membuktikan bahwa masuknya air ke dalam organ tumbuhan dikarenakan ada perbedaan konsentrasi antara air tanah dan akar tumbuhan. Air dapat naik melawan gravitasi karena ada jaringan pengangkut. Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh jaringan pengangkut sehingga air dapat naik melawan gravitasi? Perhatikan penjelasan tentang jaringan pengangkut berikut.

Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tingi terdiri dari xilem dan floem.

Xilem

Xilem merupakan jaringan pengangkut kompleks yang terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Sel-sel penyusun xilem merupakan sel-sel mati dengan dinding yang sangat tebal karena tersusun atas zat lignin, sehingga xilem juga berfungsi sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur terkeid, trakea, serabut xilem, dan parenkim xilem.

Unsur trakeid berujung runcing dan tidak berlubang, sedangkan trakea berperforasi pada ujung selnya. Komponen trakea tersusun dalam deretan sel memanjang yang saling terhubung antara satu dan yang lain. Dinding ujung komponen trakea yang terperforasi disebut papan perforasi. Berdasarkan asal terbentuknya, xilem dibagi menjadi dua, yaitu xilem primer dan xilem sekunder. Xilem primer berasal dari prokambium, sedangkan xilem sekunder berasal dari kambium.

Xilem atau pembuluh kayu adalah jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa tipe sel yang dindingnya mengalami penebalan zat kayu. Bagian ini berperan penting dalam proses pengangkutan air dan garam mineral dari akar ke daun. Air dan mineral dari dalam tanah dapat sampai ke xilem akar melalui pengangkutan ekstravaskular (di luar berkas pembuluh), yaitu melalui lintasan epidermis, korteks, endodermis, stele, lalu xilem akar. Jika pengangkutan air dan mineral searah dengan gradien konsentrasi, maka pengangkutan akan terjadi secara osmosis dan difusi. Jika pengangkutan air dan mineral melawan gradien konsentrasi, maka pengangkutan akan terjadi melalui transpor aktif dan membutuhkan energi dari ATP.

Pengangkutan ektravaskular dibedakan menjadi transportasi apoplas dan simplas.

  • Transportasi apoplas adalah masuknya air dan mineral tanah secara osmosis dan difusi melalui bagian tumbuhan yang tak hidup, misalnya ruang-ruang antarsel.
  • Transportasi simplas adalah masuknya air mineral tanah secara osmosis dan transpor aktif melalui bagian tumbuhan yang hidup, misalnya plasmodesmata, sitoplasma, dan vakuola.

Air dan mineral dari akar dapat sampai ke daun melalui pengangkutan intravaskular (di dalam berkas pembuluh), yaitu melalui lintasan xilem akar, xilem batang, xilem tangkai daun, dan xilem tulang daun. Pengangkutan air dan mineral melalui xilem dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu tekanan akar, kapilaritas xilem, dan daya isap daun (tranpirasi). Kecepatan pengangkutan air dari akar sampai ke daun dipengaruhi oleh laju transpirasi, kelembaban, suhu, cahaya, angin, dan kadar air tanah.

Floem

Floem tersusun atas pembuluh tapis, sel pengiring, sel parenkim kulit kayu, dan serabut kulit kayu (sel sklerenkim). Floem atau pembuluh tapis merupakan jaringan yang tersusun oleh sel-sel hidup yang berperan penting dalam pengangkutan hasil fotosintesis.

Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim. Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri dari dua bentuk, yaitu sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal yang bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang menyerupai pipa. Dengan bentuk seperti ini, pembuluh tapis dapat digunakan untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis berupa gula, asam amino, serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Berdasarkan asal terbentuknya, floem dibagi menjadi dua, yaitu floem primer dan floem sekunder. Floem primer berasal dari prokambium, sedangkan floem sekunder berasal dari kambium.

Macam-Macam Ikatan Pembuluh Pengangkut

  1. Ikatan pembuluh kolateral, yaitu xilem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari-jari (xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar).

    Ikatan pembuluh bikolateral, yaitu xilem diapit floem dan keduanya terletak pada radius yang sama.
  2. Ikatan pembuluh radial, yaitu xilem dan floem terletak bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
  3. Ikatan pembuluh konsentris, yaitu xilem dan floem berbentuk cincin silindris. Ikatan ini dibagi menjadi dua, yaitu amfivasal dan amfikribal.

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang jaringan pengangkut pada tumbuhan, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published.