Jaringan Meristem dan Dewasa

No ratings yet.
Jaringan Meristem dan Dewasa
Jaringan Meristem dan Dewasa

Jaringan Meristem

Jaringan Meristem dan Dewasa – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang macam-macam jaringan pada tumbuhan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang jaringan meristem.

Tahukah kalian, mengapa biji ataupun potongan tumbuhan dapat tumbuh membentuk individu baru yang lengkap dengan akar, batang, dan daun? Mengapa pula tumbuhan dapat bertambah tinggi dan bahkan pada tumbuhan dikotil bisa bertambah lebar? Jawabannya adalah karena tumbuhan memilki jaringan yang aktif membelah yang disebut jaringan meristem. Berikut akan diuraikan secara singkat tentang jaringan meristem pada tumbuhan.

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional. Artinya, mampu membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem adalah selalu aktif membelah, ukuran sel kecil, berbentuk kuboid atau prismatik berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, inti besar, dan plastidanya belum matang. Jaringan meristem disebut juga jaringan muda. Berdasarkan asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi:

Promeristem

Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada saat tumbuhan masih berada dalam masa embrional. Promeristem ini akan berkembang menjadi 3 macam jaringan meristem lagi, yaitu sebagai berikut.

  1. Protoderma
    Protoderma adalah jaringan meristem yang akan membentuk jaringan epidermis dan kambium gabus.
  2. Prokambium
    Prokambium adalah jaringan meristem yang akan membentuk kambium vaskular, xilem primer, dan floem primer.
  3. Meristem dasar
    Meristem dasar dalam perkembangannya akan membentuk jaringan dasar, yaitu parenkim dan jaringan penyokong berupa kolenkim dan sklerenkim.

Meristem Primer

Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Jaringan meristem ini ditemukan pada tumbuhan dewasa dan masih aktif membelah diri. Meristem terdapat di ujung batang, ujung akar, ketiak batang, dan beberapa ada yang terletak di antara ruas batang. Hal ini mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. Berdasarkan letaknya, jaringan meristem primer dibedakan menjadi dua macam.

  1. Meristem apikal
    Meristem apikal, yaitu meristem yang berada di ujung akar dan batang. Meristem ini akan menyebabkan pertumbuhan memanjang pada akar dan batang.
  2. Meristem interkalar
    Meristem interkalar, yaitu meristem yang terletak di antara ruas-ruas batang. Meristem ini akan menyebabkan pertambahan ukuran ruas batang, contohnya ruas batang bambu.

Meristem Sekunder

Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi tetapi menjadi embrional sejati, contohnya kambium.
Jaringan kambium ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

Kambium Vaskular

Kambium vaskular merupakan lapisan sel tumbuhan yang aktif membelah. Kambium ini terletak di antara xilem primer dan floem primer dan berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan sekunder atau pertumbuhan melebar. Hasil pembelahan sel kambium akan berdifrensiasi menjadi jaringan xilem sekunder dan floem sekunder, yaitu sebagai jaringan pengangkut. Kambium yang terbelah keluar akan membentuk floem (jaringan pembuluh tapis/ kulit), sedangkan kambium yang terbelah ke dalam akan membentuk xilem (pembuluh kayu) sehingga tanaman membesar.

Kambium ini hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan gimnospermae/ berbiji terbuka. Pembentukan xilem/ floem berfungsi untuk proses transportasi zat. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Pembentukan xilem dan floem oleh kambium itu ditentukan oleh faktor lingkungan misalnya air dan mineral. Pembentukan kambium selama musim penghujan dan kemarau mengalami perbedaan. Perbedaan ini akan membentuk lingkaran tahun.

Pada musim kemarau, xilem dan floem hanya berbentuk garis karena sulitnya mendapatkan air serta turunnya kelembapan udara, sehingga pembelahannya terhambat, sedangkan pada musim hujan, kebutuhan terpenuhi sehingga pembentukan xilem dan floem menjadi lebih cepat. Garis-garis pada batang disebut dengan lingkaran tahun. Lingkaran tahun dapat menunjukan umur pohon tersebut. Pertumbuhan kambium ke arah dalam lebih aktif dibandingkan ke arah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

Kambium Gabus

Kambium gabus merupakan lapisan sel tumbuhan yang berada di bawah jaringan epidermis. Jaringan kambium gabus sangat aktif membelah membentuk jaringan gabus/ felem ke arah luar. Felem berfungsi untuk menggantikan peran jaringan epidermis sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya dan felogen ke arah dalam.

Jaringan Dewasa

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang jaringan meristem pada tumbuhan. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Dalam perkembangannya, jaringan meristem akan membentuk jaringan dewasa. Nah, pada topik ini, kalian akan belajar lebih lanjut tentang jaringan dewasa.

Tahukah kalian, mengapa tumbuhan dapat berdiri tegak walaupun diterpa angin kencang? Jawabannya adalah karena tumbuhan memilki jaringan penyokong yang menopang tubuh agar tidak tumbang dan patah. Jaringan penyokong termasuk jaringan dewasa. Berikut akan diuraikan secara singkat tentang jaringan dewasa pada tumbuhan.

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa adalah sebagai berikut.

  1. Tidak terjadi mitosis.
  2. Ukurannya relatif besar dibandingkan sel meristem.
  3. Vakuolanya besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel.
  4. Kadang-kadang selnya telah mati.
  5. Dinding sel sudah mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya.
  6. Terdapat ruang antarsel.

Jaringan dewasa terdiri dari beberapa jaringan berikut.

Jaringan Pelindung (Epidermis)

Jaringan epidermis merupakan jaringan pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga dan buah. Jaringan ini memilki susunan sel yang rapat sehingga berfungsi sebagai jaringan pelindung. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi bagian-bagian berikut.

Stomata

Stomata adalah celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas. Bagian ini berfungsi sebagai jalan masuk dan keluarnya gas pada proses fotosintesis dan penguapan (transpirasi).

Trikoma

Trikoma adalah tonjolan/ rambut yang ada di seluruh organ tumbuhan, seperti daun, batang, bunga, buah, dan akar.

Sel silika dan sel gabus

Pada gramineae, di antara sel-sel epidermis yang memanjang, di sebelah atas tulang daun, terdapat sel pendek yang terdiri dari dua tipe sel, yaitu sel silika dan sel gabus.

Sel kipas (buliform cell)

Sel kipas berbentuk seperti kipas, berdinding tipis dan mempunyai vakuola yang besar. Sel ini berfungsi untuk menyimpan air.

Lenti sel

Proses terbentuknya lenti sel diawali dari tidak berfungsinya stoma yang terdapat di permukaan batang. Jika stoma tidak berfungsi lagi, maka stoma akan berubah fungsi menjadi lenti sel (pori gabus).

Velamen

Pada umumnya, velamen ditemukan pada tumbuhan keluarga anggrek. Bagian ini berfungsi untuk mengikat oksigen dan menangkap air yang diperoleh.

Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat di seluruh organ tumbuhan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

  1. Sel-sel hidup, berukuran besar, dan berdinding tipis.
  2. Bentuk sel segi enam.
  3. Memiliki banyak vakuola.
  4. bersifat meristematik.
  5. Memiliki ruang antarsel.

Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan.

  1. Parenkim asimilasi
    Parenkim asimilasi terletak di dalam jaringan palisade dan spons. Jaringan palisade dan spons terletak di daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
  2. Parenkim penimbun
    Parenkim penimbun terletak di dalam korteks akar, misalnya pada empulur batang, umbi akar umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji.
  3. Parenkim air
    Parenkim air terletak di dalam korteks batang tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit). Hal ini bertujuan untuk menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.
  4. Parenkim udara
    Parenkim udara terletak di dalam korteks batang. Jaringan ini berfungsi sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok. Sel parenkim yang berfungsi untuk menyimpan udara disebut aerenkim.
  5. Parenkim pengangkut
    Parenkim pengangkut terletak di dalam jaringan xilem dan floem. Pada jaringan ini dinding parenkim dapat mengalami penebalan sekunder.

Jaringan Penyokong (Penguat)

Jaringan penyokong/ penguat merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Jaringan ini memiliki dinding sel yang tebal dan kuat. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

  1. Jaringan kolenkim, yaitu jaringan penyokong atau penguat pada organ tumbuhan yang masih muda. Jaringan ini tersusun atas sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif dan mengandung kloroplas.
  2. Jaringan sklerenkim, yaitu jaringan penyokong yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan ini tersusun atas sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga kuat. Sel-sel di dalamnya bersifat lebih kaku daripada sel kolenkim. Sel sklerenkim tidak dapat memanjang dan dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu serat (fiber) dan sklereid.

Jaringan Pengangkut

  1. Xilem atau pembuluh kayu adalah jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa tipe sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kayu. Jaringan ini berperan penting dalam proses pengangkutan air dan mineral. Xilem tersusun atas parenkim xilem, serabut xilem, trakeid, dan unsur pembuluh.
  2. Floem atau pembuluh tapis merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel hidup yang berperan penting dalam pengangkutan hasil fotosintesis. Floem tersusun atas parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring (hanya terdapat pada angiospermae).

Jaringan Gabus

Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen dan terletak di sebelah bawah dari jaringan epidermis. Jaringan gabus yang dibentuk ke arah dalam disebut feloderm. Jaringan ini tersusun atas sel-sel hidup. Sel gabus yang terbentuk ke arah luar disebut felem. Jaringan ini tersusun atas sel-sel mati, dengan bentuk sel kotak, dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin, serta bersifat impermeabel (tidak tembus air).

Untuk mengasah pemahaman kalian tentang jaringan dewasa, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *