Indra Pengecap dan Kelainan dan Penyakit Pada Alat Indra

No ratings yet.

Indra Pengecap dan Kelainan dan Penyakit Pada Alat Indra – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari empat dari lima pancaindra manusia, yaitu indra penglihatan, indra pendengaran, indra peraba, dan indra penciuman. Pada topik ini, kalian akan mempelajari indra yang kelima, yaitu indra pengecap atau lidah.

Indra Pengecap dan Kelainan dan Penyakit Pada Alat Indra
Indra Pengecap dan Kelainan dan Penyakit Pada Alat Indra

Pernahkah kalian meminum susu atau memakan piza? Bagaimana rasanya?

                        

Susu mempunyai rasa manis, sedangkan piza mempunyai rasa gurih, asin, pedas, dan masam. Rasa susu dan piza merupakan contoh beberapa rasa yang dapat diterima oleh lidah. Pernahkah kalian berpikir bagaimana cara lidah merasakannya? Dimana sajakah letak pengecap masing-masing rasa tersebut? Untuk mengetahuinya, simak uraian berikut.

A. STRUKTUR LIDAH

Lidah merupakan indra pengecap pada manusia yang tersusun atas otot rangka yang melekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah, dan processus styloideus di tulang pelipis. Ada dua jenis otot pada lidah, yaitu otot instrinsik yang berfungsi mengubah bentuk lidah dan otot ekstrinsik yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan.

Lidah mempunyai reseptor yang dapat menerima rangsangan berupa zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor. Jika kalian perhatikan, permukaan lidah nampak kasar. Hal ini dikarenakan adanya tonjolan pada lidah yang disebut papila. Di dalam papila, terdapat tunas pengecap. Setiap tunas pengecap terdiri dari dua jenis sel, yaitu sel penyokong yang berfungsi sebagai penopang dan sel pengecap yang berfungsi sebagai reseptor.

Ada tiga macam papila pada lidah manusia, yaitu:

☀ Papila Filiformis (fili = benang)

Papila ini berbentuk benang halus yang terdapat pada seluruh permukaan lidah. Papila filiformis berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari pengecapan.

☀ Papila Sirkumvalata (sirkum = bulat)

Papila ini berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V terbalik di belakang lidah. Papila sirkumvalata berjumlah 7 – 9 buah dan ukurannya lebih besar dari papila yang lain.

☀ Papila Fungiformis (fungi = jamur)

Papila ini berbentuk seperti jamur yang menyebar pada permukaan ujung depan lidah.

Terdapat satu jenis papila yang tidak dimiliki oleh manusia, yaitu papila martil (foliata). Papila ini berbentuk seperti martil yang terdapat pada tepi lidah. Papila martil berfungsi sebagai papila pengecap yang ada pada hewan pengerat.

                  

Ada empat rasa yang dapat dirasakan oleh lidah, yaitu manis, asin, masam, dan pahit.

☀ Rasa manis dikecap pada bagian ujung depan lidah

Rasa manis ditimbulkan oleh gugus OH- dalam molekul organik. Gugus ini terdapat pada gula, keton (protein), dan asam amino tertentu.

☀ Rasa asin dapat dikecap pada bagian sisi depan lidah

Rasa asin ditimbulkan oleh kation Na⁺, K⁺, dan Ca³⁺.

☀ Rasa masam dapat dikecap pada bagian sisi belakang lidah

Rasa masam ditimbulkan oleh ion H⁺ .

☀ Rasa pahit dapat dikecap pada bagian belakang/ pangkal lidah

Rasa pahit ditimbulkan oleh alkaloid tumbuhan. Alkaloid adalah zat-zat organik yang aktif dalam kegiatan fisiologis pada tumbuhan, misalnya kina, kafein, dan morfin.

                                 

Selain keempat rasa utama pada lidah, ada pula rasa gurih atau umami dan rasa pedas. Rasa gurih terdapat pada bahan yang mengandung banyak protein seperti ikan, tomat, bawang putih, keju, dan lain-lain, sedangkan rasa pedas yang kita rasakan sebenarnya bukanlah sebuah rasa. Rasa pedas ditimbulkan oleh sensasi panas dan terbakar akibat iritasi oleh suatu zat, yang bernama capsaisin. Capsaisin yang terdapat pada cabai akan bereaksi dengan reseptor saraf sensorik lidah, yaitu reseptor khusus panas tinggi. Saraf sensorik ini akan menyampaikan rangsangan ke otak sebagai panas tinggi (excessive heat). Selanjutnya, otak akan meresponsnya sebagai burning sensation, yaitu sensasi dimana sel telah terbakar atau mengalami abrasi (iritasi), padahal sebenarnya tidak demikian.

B. CARA KERJA LIDAH

                                                

C. FUNGSI LIDAH

Lidah memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Membantu proses pencernaan, yaitu saat mencerna, mengunyah, dan menelan makanan.

2. Sebagai alat bantu ketika berbicara.

3. Sebagai indra pengecap.

Contoh Soal

Papila yang menyebar di seluruh permukaan lidah adalah ….

A. papilla filiformis

B. papilla martil

C. papilla sirkumvalata

D. papilla bentuk V

Jawaban : A

Pembahasan:

Papila filiformis (fili = benang) merupakan papila yang berbentuk benang halus yang terdapat pada seluruh permukaan lidah. Papila filiformis berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari pengecapan.

Jadi, papila yang menyebar di seluruh permukaan lidah adalah papila filiformis.

Petunjuk

Pahami letak papila pada lidah.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ALAT INDRA

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang peranan berbagai alat indra pada manusia, yaitu indra penglihatan, indra peraba, indra pengecap, indra penciuman, dan indra pendengaran. Seperti halnya bagian tubuh yang lain, alat indra juga dapat mengalami kelainan dan terserang bebagai jenis penyakit. Apa sajakah kelainan dan penyakit pada alat-alat indra? Pada topik ini, kalian akan mempelajarinya. Yuk simak dengan saksama.

Pernahkah kalian menjumpai alat-alat seperti gambar di bawah ini? Atau adakah di antara kalian yang memakainya?

                           

Semakin canggihnya teknologi yang dikembangkan manusia, semakin banyak jenis alat bantu yang dapat digunakan untuk memudahkan alat-alat indra menerima stimulus dari luar. Kacamata, kontak lensa, dan alat bantu dengar merupakan beberapa contoh alat bantu yang telah banyak dipakai manusia. Ini berarti bahwa manusia sudah mampu mengatasi kelainan dan penyakit pada alat-alat indranya. Apa saja kelainan dan penyakit pada alat indra manusia? Yuk temukan jawabannya pada uraian berikut.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA INDRA PENGLIHATAN

               

               

               

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA INDRA PENDENGARAN

Tuli konduktif

Tuli konduktif disebabkan oleh adanya gangguan transmisi suara ke dalam koklea. Gangguan transmisi ini dikarenakan oleh hal-hal berikut.

☑ Kerusakan tulang-tulang pendengaran, misalnya karena adanya pengapuran.

☑ Kotoran yang menumpuk di dalam saluran telinga luar, misalnya karena minyak serumen.

☑ Peradangan telinga tengah.

☑ Pecahnya atau kakunya membran timpani.

☑ Kakunya hubungan tulang sanggurdi (stapes) dengan tingkap oval (fenestra ovali).

Tuli konduktif ditandai oleh adanya kotoran/nanah yang memenuhi telinga bagian tengah.

Tuli saraf

Tuli saraf disebabkan oleh adanya kerusakan pada organ korti, saraf otak VIII, ataupun korteks otak daerah pendengaran.

Otitis media

Otitis media merupakan infeksi atau inflamasi (radang) pada telinga tengah. Otitis media disebabkan bakteri, virus, atau peradangan pada tenggorokan yang menjalar melalui saluran eustasia. Orang yang terkena penyakit ini akan merasakan sakit pada telinga dan akan kehilangan pendengarannya.

Mabuk perjalanan (motion sickness)

Mabuk perjalanan disebabkan oleh gangguan pada fungsi vestibula (keseimbangan) dan saluran setengah lingkaran. Adanya rangsangan secara terus-menerus oleh gerakan-gerakan selama perjalanan menyebabkan seseorang merasa mual, muntah, pusing, dan keringat dingin.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA INDRA PERABA

               

               

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA INDRA PENCIUMAN

Anosmia

Anosmia merupakan hilangnya sensitivitas hidung terhadap bau yang disebabkan oleh :

  • penyumbatan rongga hidung akibat pilek, polip, atau tumor di rongga hidung.
  • Sel-sel rambut yang rusak akibat infeksi kronis.
  • Gangguan pada saraf olfaktori, bulbus olfaktorius, dan traktus olfaktorius.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA INDRA PENGECAP

Sariawan

Sariawan atau stomatitis merupakan gejala pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada kulit mulut, yaitu di bagian dinding dalam pipi atau lidah, yang bisa menimbulkan rasa nyeri. Penyebab dari sariawan adalah:

  • kekurangan vitamin C
  • alergi
  • mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas
  • kekurangan asupan zat besi
  • penurunan daya tahan tubuh

Contoh Soal

Suatu kelainan pada mata dengan ciri lengkungan permukaan kornea/lensa yang tidak rata disebut….

A. Miopi

B. Hipermetropi

C. Presbiopi

D. Astigmatisma

Jawaban : D

Pembahasan:

Astigmatisma adalah kelainan pada mata karena lengkungan permukaan kornea/lensa tidak rata. Ketika melihat suatu kotak, garis vertikal akan terlihat kabur dibandingkan garis horizontal. Penyakit mata ini dapat ditolong dengan lensa silindris.

Petunjuk

Pahami kembali tentang astigmatisma.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *