Hewan Vertebrata dan Perbandingan Sel Darah

No ratings yet.
Hewan Vertebrata dan Perbandingan Sel Darah
Hewan Vertebrata dan Perbandingan Sel Darah

Perbandingan Sel Darah Vertebrata

Hewan Vertebrata – ada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang sistem peredaran getah bening. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari tentang perbandingan sel darah pada hewan vertebrata. Bagaimanakah perbedaan sel darah pada hewan vertebrata? Apakah fungsi dari sel darah pada hewan vertebrata tersebut sama? Sebelum itu, perhatikanlah analogi berikut.

Apakah kalian kenal beberapa jenis baju? Benar, baju memiliki beberapa jenis, seperti kemeja, kaos, gaun, dan lainnya. Jenis tersebut berbeda dalam hal bentuk dan bahan, tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu melindungi dan menutupi bagian tubuh. Sama seperti sel darah pada hewan vertebrata yang memiliki perbedaan baik pada bentuk maupun ukurannya, tetapi memiliki fungsi yang sama. Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan penjelasannya berikut ini.

Kelompok hewan vertebrata diantaranya adalah ikan, amfibi, reptil, aves atau burung, dan mamalia. Semua hewan vertebrata tersebut umumnya memiliki tiga jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit atau platelet) tetapi berbeda dalam struktur sel darahnya.

Sel darah putih pada semua kelompok hewan vertebrata memiliki bentuk yang sama tetapi berbeda dalam tempat pembentukan dan keadaan sitoplasma (granuler atau tidak bergranuler) menjadi kelompok granulosit dan agranulosit. Pada kelompok ikan, granulositnya hanya terdiri dari neutrofil dan eusinofil, sedangkan pada amfibi dan aves (burung) granulositnya terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan sedikit basofil.

Sementara pada kelompok reptil kelompok granulositnya terdiri dari eusinofil, sedikit neutrofil, dan basofil. Pada kelompok mamalia kelompok granulositnya terdiri dari neutrofil, basofil, dan sedikit eusinofil. Sementara agranulosit pada semua kelompok hewan vertebrata sama yaitu terdiri dari limfosit dan monosit, kecuali pada ikan hanya terdiri dari limfosit saja.

Sel darah merah pada kelompok vertebrata memiliki kandungan hemoglobin, tetapi berbeda dalam bentuk, ukuran, dan keadaan inti. Kelompok ikan, sel darah merahnya berbentuk oval berinti dan lebih besar daripada sel darah pada mamalia dan aves, tetapi ikan dari familia Channichthyidae yang hidup di antartika ditemukan tidak memiliki sel darah merah, sedangkan O₂ terlarut dalam plasma darahnya.

Sel darah merah pada amfibi, reptil, dan aves yang walaupun bentuk dan keadaan intinya sama yaitu oval dan berinti, tetapi ukuran sel darah merah amfibi lebih besar khususnya pada salamander. Lain halnya pada mamalia, ukuran sel darah merahnya lebih kecil, bentuknya cakram bikonkaf dengan tebal di ujung dan tipis di tengah, serta tidak memiliki inti dan mitokondria saat telah matang. Dengan tidak adanya inti ini, kadar oksigen yang diikat oleh hemoglobin lebih banyak sehingga kapasitas pengangkutan gas pada sel darah merah mamalia lebih besar daripada sel darah merah hewan lain. Selain itu, sel darah merah pada mamalia lebih fleksibel sehingga dapat masuk ke dalam pembuluh kapiler yang kecil.

Keping darah atau trombosit dimiliki oleh semua hewan vertebrata dengan ukuran yang lebih kecil dari pada sel darah merah dan sel darah putih juga memiliki bentuk sama yaitu tidak beraturan dan memiliki inti kecuali mamalia yang keping darahnya tidak memiliki inti.

Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. Tulang belakang adalah tulang yang beruas-ruas dan berderet dari leher sepanjang punggung sampai ekor. Sumsum tulang belakang yang terdapat dalam ruas-ruas tulang belakang dan otak merupakan susunan saraf pusat.

Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak Vertebrata dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia), hewan melata (reptilia), burung (Aves), dan hewan menyusui (mamalia).

Ikan (Pisces)

Ikan merupakan hewan yang hidup di dalam air. Ada yang hidup di air tawar, air payau, dan ada juga yang hidup di air laut. Untuk memudahkan geraknya, tubuh ikan diselimuti oleh sisik yang berlendir. Ikan bergerak dengan menggunakan sirip. Sirip terdiri atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor. Selain itu, ikan juga mempunyai gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui tekanan air. Ikan bernapas dengan insang yang dilindungi oleh tutup insang yang disebut operkulum. Ikan bersifat poikilotermatau berdarah dingin. Suhu tubuhnya dapat berubah sesuai dengan suhu lingkungannya.

Katak (Amphibia)

Katak merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Katak muda hidup di air dan bernapas dengan insang. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas menggunakan paru-paru. Ketika katak dewasa akan bertelur, katak tersebut akan menuju air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya karena kulit yang selalu basah ini banyak mengandung pembuluh darah sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya. Katak bergerak dengan keempat kakinya. Selain itu, katak juga mempunyai selaput pada jari-jari kakinya yang digunakan untuk berenang.

Hewan Melata (Reptilia)

Reptiliaadalah hewan darat yang dapat hidup di air. Hewan ini bernapas dengan paru-paru. Kulit reptilia sangat keras, kering, dan bersisik. Kulit reptil yang keras disebabkan adanya zat kapur (zat kitin) seperti pada kura-kura. Hewan ini berdarah dingin, bergerak dengan menggunakan perut (melata), seperti ular dan ada juga yang menggunakan keempat kakinya, seperti buaya, komodo, biawak, kadal, dan penyu.

Burung (Aves)

Aves mempunyai bagian tubuh berupa ekor, badan, leher, dan kepala. Ciri yang paling terlihat adalah adanya bulu yang menutupi seluruh tubuhnya. Bulu-bulu tersebut, selain untuk terbang, juga berfungsi untuk menghangatkan tubuhnya. Ada tiga jenis bulu yang dimiliki oleh burung, antara lain, plumae, yaitu bulu yang langsung menempel pada batang bulu, plumulae, yaitu cabang dari plumae, dan filoplumae, yaitu helaian bulu yang paling halus yang merupakan cabang dari plumulae. Burung mempunyai sayap untuk terbang, bernapas dengan paru-paru, mempunyai pundi-pundi udara yang berfungsi untuk menyimpan udara pada waktu terbang, berdarah panas, dan mempunyai suhu yang tetap.

Hewan Menyusui (Mamalia)

Ciri-ciri hewan ini adalah tubuhnya yang ditumbuhi rambut dan mamalia betina memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya. Hewan ini bernapas dengan paru-paru. Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tungkai belakang. Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tangan serta ada juga yang bergerak dengan sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip. Suhu tubuhnya tetap, tidak terpengaruh oleh perubahan suhu di lingkungannya, berdarah panas, dan ujung jari berbuku. Sebagian besar hidup di darat meskipun ada juga yang hidup di laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba. Mamalia mempunyai tiga macam gigi, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.

Please rate this