Gangguan pada Sistem Gerak

No ratings yet.
Gangguan pada Sistem Gerak
Gangguan pada Sistem Gerak

Gangguan Pada Sistem Gerak

Gangguan pada Sistem Gerak – Tahukah kalian apa yang kalian makan saat remaja dapat mempengaruhi bagaimana kesehatan sistem kerangka kalian pada usia 30, 40, dan bahkan 50 tahun? Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi yang paling penting bagi sistem kerangka yang sehat. Tulang kalian membutuhkan kalsium untuk tumbuh dengan baik. Jika kalian tidak mendapatkan cukup kalsium dalam makanan, tulang mungkin menjadi lemah dan mudah patah di kemudian hari, sehingga terlihat seperti kaki X dan O.

Gangguan atau kelainan pada sistem gerak manusia dapat terjadi pada tulang, sendi, dan otot. Hal ini terjadi akibat aktivitas atau beban gerak yang berlebihan, pengaruh vitamin, atau terjadinya infeksi oleh mikroorganisme.

Gangguan pada Sistem Rangka

Fraktura

Fraktura adalah patah tulang. Fraktura dapat dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Fraktura sederhana, yaitu fraktura yang tidak melukai otot yang ada di sekitarnya.
  • Fraktura kompleks, yaitu fraktura yang melukai otot atau organ yang ada di sekitarnya,
  • Greenstick, yaitu fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.
  • Comminuted, yaitu fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada di dalam otot.

Gangguan Fisiologis

Gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau vitamin.

  1. Rakhitis
    Rakhitis adalah penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D. Rakhitis menyebabkan tulang menjadi tidak keras. Pada penderita rakhitis, terlihat bagian kaki (tulang tibia dan fibula) melengkung menyerupai huruf X atau 0.
  2. Mikrosefalus
    Mikrosefalus adalah gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kercil karena pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekurangan kalsium.
  3. Osteoporosis
    Osteoporosis adalah gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh.. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormon kelamin pada pria maupun wanita.
  4. Layuh semu
    Layuh semu adalah rusaknya cakra epifisis akibat infeksi sifilis pada anak sejak dalam kandungan
  5. Kanker tulang
    Kanker tulang adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada tulang.
  6. Nekrosis
    Nekrosis adalah matinya sel-sel tulang karena kerusakan pada periosteium, sehingga suplai makanan untuk tulang terhenti.

Gangguan Tulang Belakang

Gangguan tulang belakang dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  1. Skoliosis, yaitu melengkungnya tulang belakang ke arah samping kanan atau kiri.
  2. Kifosis, yaitu perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara keseluruhan sehingga orang menjadi bongkok.
  3. Lordosis, yaitu melengkungnya tulang belakang di daerah lumbal atau pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang.
  4. Subluksasi, yaitu gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga posisi kepala tertarik ke arah kiri atau kanan.

Gangguan Persendian

Jenis gangguan sendi dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai berikut.

  1. Dislokasi
    Dislokasi merupakan gangguan yang terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal. Dislokasi disebabkan oleh jaringan ligamen yang sobek atau tertarik.
  2. Terkilir (keseleo)
    Terkilir merupakan tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan. Terkilir menyebabkan timbulnya rasa sakit disertai peradangan pada daerah sendi
  3. Ankilosis
    Ankilosis merupakan gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian.
  4. Artritis
    Artritis merupakan gangguan yang disebabkan adanya peradangan sendi. Gangguan artritis dapat dibedakan menjadi rhematoid, osteoarthritis, dan gautartritis. Rhematoid merupakan proses peradangan atau pengapuran pada jaringan tulang rawan yang menghubungkan tulang di persendian. Osteoartritis merupakan penipisan tulang rawan yang menghubungkan persendian. Gautartritis merupakan gangguan gerak akibat kegagalan rnetabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan asam urat pada persendian.

Gangguan pada Sistem Otot

Gangguan pada otot dapat terjadi dalam beberapa bentuk seperti berikut ini.

  1. Atrofi
    Atrofi merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit poliomyelitis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus.
  2. Hipertrofi
    Hipertrofi merupakan otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hipertrofi disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut-serabut otot membesar.
  3. Hernia abdominalis
    Hernia abdominalis merupakan sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut.
  4. Tetanus
    Tetanus merupakan otot yang mengalami kekejangan karena secara terus-menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tetanus disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya olahraga terlalu banyak aktivitas sehingga suplai oksigen kurang, tubuh kekurangan kaslium biasanya dialami oleh ibu hamil karena kalsium diambil oleh janin yang sedang tumbuh, atau bisa juga karena luka yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium tetani.
  5. Distrofi otot
    Distrofi otot merupakan penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
  6. Miastenia gravis
    Miastenia gravis merupakan otot yang secara berangsur-angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan oleh hormon tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *