Fungsi Jaringan Ikat Pada Sel Hewan

No ratings yet.
Fungsi Jaringan Ikat Pada Sel Hewan
Fungsi Jaringan Ikat Pada Sel Hewan

Fungsi Jaringan Ikat Pada Sel Hewan

Fungsi Jaringan Ikat Pada Sel Hewan – Pada topik sebelumnya, kalian telah mengenal jaringan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang jaringan ikat dan fungsinya pada sel hewan. Apa itu jaringan ikat? Nah, untuk mengenal jaringan ikat ini analoginya.

                

Jika penghubung antartempat adalah jembatan, maka bagaimana dengan penghubung antarjaringan dalam tubuh? Ternyata di dalam tubuh terdapat suatu jaringan yang fungsinya hampir sama dengan jembatan pada kasus di atas. Jaringan apakah itu? Ya, jaringan ikat. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, simak uraian berikut.

Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang. Jaringan ini merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh serta memiliki susunan sel yang jarang dan tersebar dalam suatu matriks ekstraseluler. Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm. Mesoderm adalah lapisan tengah embrio. Selain untuk mengikat dan menyokong jaringan, jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh, membentuk tubuh, menyimpan energi, dan menyusun sistem sirkulasi darah. Nah di sinilah persamaan antara jembatan dengan jaringan ikat.

Penyusun jaringan ikat

Jaringan ikat tersusun atas matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks berfungsi sebagai tempat melekatnya sesuatu.

Matriks

Matriks adalah materi dasar untuk melekatkan sesuatu. Matriks disusun oleh serabut/ serat dan bahan dasar (cairan ekstraseluler). Berikut adalah serat dan bahan dasar matriks.

  1. Serat kolagen
    Serat kolagen terbuat dari kolagen, sehingga bersifat tidak elastis, sangat kuat, dan mudah robek jika ditarik mengikuti panjanya. Serat ini terdapat di daerah tendon dan berfungsi sebagai penghubung antara otot dan tulang. Selain di tendon, serat kolagen juga ditemukan di tulang dan kulit. Penyusun utama serat kolagen adalah protein kolagen. Susunan protein ini setara dengan 25% total seluruh protein di dalam tubuh.
  2. Serat elastin
    Serat elastin memiliki sifat yang sangat elastis/ mirip karet dan tingkat kelenturannya tinggi, wujudnya berupa untaian panjang dan berwarna kuning. Serat elastin terdapat di pembuluh darah, ligamen, dan selaput tulang rawan pada laring. Serat ini tersusun atas elastin yang terdiri dari mukopolisakarida dan protein serta dikelilingi oleh glikoprotein yang disebut fibrillin.
  3. Serat retikular
    Serat ini sangat tipis dan bercabang. Serat retikular disusun oleh kolagen dan dilanjutkan oleh serabut-serabut kolagen serta memiliki elastisitas yang rendah. Perbedaan serat retikular dengan serat kolagen adalah serat retikular lebih tipis daripada serat kolagen dan dilapisi oleh glikoprotein. Fungsi serat retikular adalah untuk menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan yang lain. Serat ini terdapat di hati, limpa, dan kelenjar limfa.
  4. Bahan dasar
    Bahan dasar matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Matriks akan bersifat lentur jika asam hialuronatnya tinggi (contoh di sendi) dan akan bersifat kaku jika mukopolisakaridanya tinggi (contoh di tulang punggung). Fungsi lain dari asam hialuronat adalah sebagai ikat air, pelumas, dan peredam benturan. Komponen utama mukopolisakarida adalah sulfat terutama kondroitin sulfat.

Sel-sel jaringan ikat

Selain matriks, jaringan ikat juga tersusun atas sel-sel jaringan ikat. Sel-sel ini memiliki berbagai macam fungsi sesuai dengan jenis selnya. Berikut ini adalah macam-macam sel jaringan ikat.

  • Fibroblas, yaitu sel yang berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein.
  • Makrofag, yaitu sel yang bentuknya tidak teratur dan berfungsi untuk pinositosis dan fagositosis. Pinositosis adalah proses “meminum” partikel-partikel kecil—biasanya berupa zat-zat buangan—yang berupa cairan, sedangkan fagositosis adalah proses “memakan” sel-sel mati dan bakteri.
  • Sel tiang, yaitu sel yang berfungsi sebagai penghasil heparin dan histamin. Heparin berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah, sedangkan histamin berfungsi untuk meningkatkan permeabilitas kapiler darah.
  • Sel lemak berfungsi untuk menyimpan lemak. Sel-sel lemak membentuk jaringan lemak (adiposa).
  • Sel plasma, yaitu sel yang memiliki bentuk tidak teratur dan berfungsi untuk melawan patogen. Sel ini kebanyakan ditemukan pada saluran pencernaan dan pernapasan.

Jenis-jenis jaringan ikat

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ikat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu jaringan ikat longgar, jaringan adiposa, jaringan ikat padat, jaringan tulang rawan, jaringan tulang, jaringan darah, dan jaringan limfa.

Jaringan ikat longgar

Jaringan ikat longgar adalah jaringan yang sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastin. Dalam jaringan ini terdapat makrofag, sel plasma, sel tiang, dan sel lemak. Jaringan ikat longgar berfungsi untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.

Jaringan ikat padat

Jaringan ikat padat disusun oleh sel-sel fibroblas dan mengandung banyak serat kolagen yang tersusun padat dan teratur. Jaringan ikat ini berfungsi sebagai penghubung antara organ satu dengan organ yang lain. Jaringan ikat padat terdapat pada tendon dan ligamen. Tendon berfungsi sebagai penghubung antara tulang dengan otot sedangkan ligamen berfungsi sebagai penghubung tulang dengan tulang lainnya. Selain itu, jaringan ikat padat juga terdapat pada pembungkus tulang dan lapisan dermis pada kulit.

Untuk mengasah kemampuan kalian tentang jaringan ikat, kerjakan soal-soal yang telah tersedia. Selamat belajar!!

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *