Degradasi Lahan dan Dampak Degradasi Lingkungan

No ratings yet.
Degradasi Lahan dan Dampak Degradasi Lingkungan
Degradasi Lahan dan Dampak Degradasi Lingkungan

Degradasi Lahan

Degradasi Lahan dan Dampak Degradasi Lingkungan – Degradasi adalah perubahan yang mengarah kepada kerusakan di muka bumi. Degradasi lahan di sini artinya penurunan kualitas maupun perusakan lahan. Degradasi lingkungan ini dapat terjadi dimanapun, karena di setiap aktifitas manusia pasti akan menimbulkan atau mengakibatkan degradasi (penurunan). Sebagai contoh kita dapat mengetahui bahwa setiap harinya manusia pasti akan mengahasilkan sampah, dimana sampah tersebut dapat mengakibatkan degradasi lahan (penurunana kualitas tanah) jika sampahnya plastik yang tidak mudah terurai, hal ini berbeda dengan limbah yang dihasilkan oleh pabrik.

Degradasi lahan secara umum disebabkan oleh proses alami dan akibat aktivitas manusia. Barrow (1991) secara lebih rinci menyatakan bahwa faktor-faktor utama penyebab degradasi lahan adalah:

  1. Bahaya alami
  2. Perubahan jumlah populasi manusia
  3. Marjinalisasi tanah
  4. Kemiskinan
  5. Status kepemilikan tanah
  6. Ketidakstabilan politik dan masalah administrasi
  7. Kondisi sosial ekonomi
  8. Masalah kesehatan
  9. Praktek pertanian yang tidak tepat, dan
  10. Aktifitas pertambangan dan industri.
READ:  Struktur, Pemanfaatan dan Pengaruh Litosfer Terhadap Kehidupan

Dampak Degradasi Lingkungan Terhadap Kehidupan

  • tingkat produktivitas lahan menurun
  • tingkat kesuburan lahan merosot
  • konversi lahan pertanian semakin meningkat
  • luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas
  • tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan pertanian meningkat
  • daya dukung lingkungan merosot
  • tingkat pengangguran di pedesaan meningkat
  • daya tukar petani berkurang
  • penghasilan dan kesejahteraan keluarga petani menurun,
  • kesenjangan antar kelompok masyarakat meningkat.

Beberapa Upaya Untuk Mengatasi Degradasi Lahan

Remediasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah. Sebelum dilakukan remediasi hal yang perlu diketahui adalah:

  1. Jenis perusak atau pencemar (organik/anorganik), terdegredasi/ tidak, berbahaya atau tidak.
  2. Berapa banyak zat perusak/pencemar yang telah merusak/ mencemari tanah tersebut.
  3. Perbandingan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfat (P)
  4. Jenis tanah
  5. Kondisi tanah (basa, kering)
  6. Telah berapa lama zat perusak terendapkan di lokasi tersebut.
READ:  Model Pengembangan Wilayah Negara Maju dan Berkembang

Ada dua jenis remediasi tanah:

In situ (on-site)
In situ adalah pembersihan di lokasi.

Ex-situ (off-site)
Ex situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. caranya:

  • Tanah tersebut disimpan di bak/tangki yang kedap
  • Kemudian pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut
  • Selanjutnya zat perusak/pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah.
  1. Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan perusakan atau pen¬ce¬maran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbondioksida dan air). Empat teknik dasar yang biasanya digunakan dalam bioremediasi:
  2. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrient, pengaturan kondisi redoks, optimasi PH, dan sebagainya.
  3. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus.
  4. Penerapan immobilized enzymes.
  5. Penggunaan tanaman (phyroremediation)
READ:  Kerusakan Tumbuhan dan Hewan serta Dampaknya terhadap Kehidupan

Please rate this