Mengenal, Klasifikasi dan Ciri-Ciri Thallophyta

No ratings yet.
Klasifikasi dan Ciri-Ciri Thallophyta
Klasifikasi dan Ciri-Ciri Thallophyta

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Thallophyta

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Thallophyta – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar mengenal dunia tumbuhan. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang Thallophyta. Apa itu Thallophyta? Bagaimana ciri-cirinya? Untuk mengetahuinya, mari kita pelajari bersama.

Ciri-Ciri Thallophyta

Thallophyta disebut juga tumbuhan talus, yakni tumbuhan yang belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun. Thallophyta terdiri dari satu sel yang berbentuk bulat (uniseluler) hingga banyak sel yang menyerupai tumbuhan tinggi (multiseluler). Sel-sel pada Thallophyta sudah memiliki membran inti (eukariotik).

Thallophyta berkembangbiak secara vegetatif (aseksual) dengan spora dan secara generatif (seksual) dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina. Thallophyta hidup hidup dengan cara autotrof (asimilasi dengan fotosintesis), heterotrof, dan simbiosis.

Klasifikasi Thallophyta

Thallophyta dibagi menjadi 3 divisi, yaitu:

Alga (Ganggang)

Ciri-Ciri Alga

  • Memiliki zat warna (pigmen), yaitu:
  • ➤ klorofil : hijau;
  • ➤ fikosantin : cokelat;
  • ➤ fikoeritrin : merah;
  • ➤ karoten : keemasan; dan
  • ➤ xantofil : kuning.
  • Habitat hidupnya di air tawar, laut, dan daerah-daerah lembap.
  • Berkembangbiak secara seksual (generatif) dengan konjugasi, anisogami, dan isogami, dan secara aseksual (vegetatif) dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan spora.

Klasifikasi Alga

Alga dibedakan menjadi 7 kelompok, yaitu:

  • Cyanophyta (ganggang biru) : hidup secara soliter (sendiri) atau koloni (berkelompok), memiliki klorofil a. Contoh: Spirulina, Nostoc, Anabaena.
  • Chlorophyta (ganggang hijau) : uniseluler atau multiseluler, memiliki klorofil a dan b, berbentuk benang (filamen) atau berupa lembaran. Contoh: Spirogyra, Chlamydomonas, Volvox, Ulva lactuca.
  • Euglenophyta (ganggang hijau terang) : uniseluler, memiliki klorofil a dan b, memiliki bintik mata berwarna merah, memiliki flagela. Contoh: Euglena viridis.
  • Pyrrophyta (ganggang api) : habitat di air tawar dan laut, berbentuk sel tunggal/ filamen bercabang, memiliki klorofil a, merupakan penyusun fitoplankton, bersifat fosforesensi dan melakukan bioluminesensi (dapat memancarkan cahaya). Contoh: Peridinium sp., Gymnodinium sp.
  • Chrysophyta (ganggang keemasan) : hidup secara soliter (sendiri) atau koloni (berkelompok), pigmen dominan adalah karoten. Contoh: Botrydium, Synura sp., Navicula sp., Pinnularia sp.
  • Phaeophyta (ganggang cokelat) : multiseluler, berbentuk benang atau lembaran, memiliki pigmen cokelat (fikosantin), memiliki klorofil a dan c, memiliki alat apung (bladder). Contoh: Padina sp., Laminaria sp., Turbinaria sp., Sargassum sp.
  • Rhodophyta (ganggang merah) : multiseluler, tidak berflagel, memiliki pigmen fikoeritrin lebih banyak dibanding pigmen klorofil, karoten, dan xantofil. Contoh: Chondrus crispus, Gracilaria corticata, Gelidium pusillum.

Manfaat Alga

  • Kelompok Cyanophyta, sebagai protein sel tunggal.
  • Kelompok Chlorophyta , sebagai obat dan makanan.
  • Kelompok Chrysophyta, sebagai indikator kebersihan air.
  • Kelompok Phaeophyta, sebagai makanan ternak dan obat-obatan.
  • Kelompok Rhodophyta, sebagai bahan agar-agar dan obat pencuci rambut.

Cendawan (Jamur)

Ciri-Ciri Cendawan

  • Organisme uniseluler atau multiseluler yang tidak mempunyai kromatofora (warna).
  • Umumnya berbentuk benang (hifa), hifa bercabang-cabang seperti anyaman (miselium).
  • Sel-sel tubuh mengandung kitin yang dilengkapi oleh membran inti (eukariotik).
  • Hidup secara heterotrof melalui saprofit (menguraikan sampah organik), parasit (merugikan organisme lain), dan simbiosis.
  • Habitat di darat dan tempat-tempat yang lembap.
  • Cendawan uniseluler berkembangbiak secara vegetatif dengan spora, membelah diri, dan kuncup, dan secara generatif dengan spora askus (spora yang terbentuk di dalam sel-sel khusus).
  • Cendawan multiseluler berkembangbiak secara vegetatif dengan fragmentasi, konidium, dan zoospora, dan secara generatif dengan konjugasi.

Klasifikasi Cendawan

Cendawan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu:

  • Myxomycetes : memiliki talus yang sederhana, berkembangbiak secara vegetatif dengan spora kembara. Contoh: Dyctiostelium mucoroides, Fuligo varians.
  • Oomycetes : memiliki talus yang tidak bersekat (seperti pipa), bercabang dengan mengandung banyak inti, berkembangbiak secara generatif dengan oospora dan secara vegetatif dengan zoospora. Contoh: Olphidium brassicae, Saprolegnia mixta.
  • Zygomycetes : memiliki hifa yang bercabang banyak tidak bersekat, berkembangbiak secara vegetatif dengan spora tidak berflagel/ aplanospora, dan secara generatif dengan gametangiogami/ konjugasi. Contoh: Rhizopus oryzae (jamur tempe).
  • Ascomycetes : tubuhnya terdiri atas benang-benang bersekat, uniseluler/ multiseluler, berkembangbiak secara vegetatif dengan klamidospora (spora berdinding tebal), dan secara generatif dengan spora askus. Contoh: Saccharomyces cerevisiae.
  • Basidiomycetes : umumnya makroskopis, miseliumnya bersekat, berkembangbiak secara vegetatif dengan tunas, konidia, dan fragmentasi, dan secara generatif dengan basidiospora dalam basidium. Contoh : Volvariella volvacea (jamur merang).
  • Deuteromycetes : jamur tidak sempurna, berkembangbiak secara vegetatif dengan konidium dan secara generatif belum diketahui. Contoh: Helminthosporium oryzae.

Manfaat Cendawan

  • Saccharomyces cerevisiae, untuk pembuatan roti dan bir.
  • Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
  • Volvariella volvacea (jamur merang), untuk makanan.

Lichenes

Ciri-Ciri Lichenes

  • Merupakan simbiosis antara jamur dan ganggang. Jamurnya berasal dari Basidiomycetes dan Ascomycetes (mikobion), ganggangnya berasal dari Cyanophyta dan Chlorophyta (fikobion).
  • Habitat di tanah, epifit pada pohon, dan di sela-sela batu (endolitik). Tahan terhadap kekeringan.
  • Memiliki wana yang bervariasi seperti abu-abu, abu-abu kehijauan, kuning, jingga, cokelat, atau merah.
  • Terdiri dari dua lapisan, lapisan luar berisi sel-sel jamur dan lapisan dalam berisi empulur (sel-sel jamur) dan gonidium (sel-sel ganggang).
  • Berkembangbiak secara vegetatif dengan fragmentasi, isidia, dan soredia dan secara generatif hanya pada jamur.

Klasifikasi Lichenes

Berdasarkan cendawan/ jamur penyusunnya, Lichenes dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Basidiolichenes: tersusun dari jamur Basidiomycetes dan alga Mycophyceae.
  • Ascolichenes : tersusun dari cendawan Pyrenomycetales, tubuh buah berupa peritesium, contohnya Dermatocarpon. Jika tersusun dari cendawan Discomycetes, tubuh buah berupa apotecium, contohmya Parmelia, Usnea.
  • Lichen Imperfect : tersusun dari cendawan Deuteromycetes dan bersifat steril, contohnya Normandia.

Berdasarkan alga penyusunnya, Lichenes dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Homoimerus : sel alga dan jamur tersebar merata pada talus, contohnya Ephebe.
  • Heteroimerus : sel alga terbatas pada permukaan talus, contohnya Parmelia.

Menurut bentuknya, Lichenes dibedakan menjadi 3, yaitu:

  • Krustos : bentuk talus seperti kerak, datar dan tipis, melekat erat pada substrat (batu, kulit pohon). Contoh: Acarospora, Graphis scipta, Haematoma punicum.
  • Folios : bentuk talus seperti daun, datar, lebar, banyak lekukan, melekat pada batu dan ranting. Contoh: Parmelia, Peltigera, Umbilicaria.
  • Frutikos : bentuk talus tegak (semak), menggantung (jumbai atau pita) pada batu, daun, atau cabang pohon. Contoh: Usnea longissima dan Cladonia perforata.

Manfaat Lichenes

  • Sebagai obat, seperti Usnea filipendula.
  • Sebagai indikator pencemaran.
  • Sebagai bahan indikator pH.

Nah, kalian telah selesai belajar tentang Thallophyta. Sekarang, saatnya kalian mengasah kemampuan dengan mengerjakan sepuluh latihan soal berikut. Selamat berlatih.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *