Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Spermatophyta

No ratings yet.
Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Spermatophyta
Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Spermatophyta

Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Spermatophyta

Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Spermatophyta – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang Pteridophyta (tumbuhan paku). Pada topik ini, kalian akan belajar tentang Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Tahukah kalian apa ciri-ciri dari Spermatophyta? Apa pula klasifikasi dan manfaatnya? Pada topik ini, kalian akan mempelajarinya. Mari simak dengan saksama.

Konsep

Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu spermae yang berarti biji dan phyta yang berarti tumbuhan. Jadi, Spermatophyta adalah tumbuhan berbiji. Spermatophyta merupakan tumbuhan kormofita karena sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Spermatophyta juga merupakan tumbuhan tracheophyta karena telah memiliki pembuluh angkut, xilem dan floem. Ciri utama dari Spermatophyta adalah ditemukannya biji yang berasal dari bakal biji. Lantas, apa ciri-ciri Spermatophyta lainnya? Kalian tentu penasaran bukan? Untuk itu, mari perhatikan ulasan berikut ini.

Ciri-Ciri Spermatophyta

  • Berukuran makroskopik dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Tingginya bisa mencapai 100 meter, bahkan lebih, misalnya pohon konifer Sequoiadendron giganteum.
  • Habitus atau perawakan tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu: pohon (jati, duku, kelapa), perdu (mawar, kembang sepatu), semak (arbei), dan herba (sayur-sayuran, bunga lili).
  • Sebagian besar tumbuhan berbiji hidup di darat, namun ada juga yang hidup mengapung di air, misalnya teratai.
  • Hidup secara fotoautotrof, yaitu mengolah makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari.
  • Alat perkembangbiakannya telah terlihat jelas, yaitu berupa bunga atau strobilus.
  • Berkembangbiak secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).

🍇 Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan yang dilakukan tanpa didahului oleh peleburan dua sel gamet, seperti vegetatif alami (tunas, rizoma/ akar tinggal, stolon/ geragih, umbi batang, umbi lapis, umbi akar, tunas dan adventif), dan vegetatif buatan (cangkok, stek, okulasi, enten, runduk).

🍇 Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan yang didahului oleh peleburan dua sel gamet, atau disebut juga pembuahan (fertilisasi). Pada tumbuhan berbiji, fertilisasi dilakukan melalui proses penyerbukan (persarian/ polenasi), yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Terdapat dua jenis pembuahan, yaitu pembuahan tunggal dan pembuahan ganda.

Klasifikasi Spermatophyta

Spermatophyta dibagi menjadi 2 subdivisi yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) merupakan jenis tumbuhan yang bijinya tidak tertutup oleh bakal buah. Umumnya berbentuk perdu atau pohon yang batang dan akarnya mengandung kambium, sehingga dapat membesar. Selain itu, tumbuhan jenis ini memiliki batang yang bercabang atau tidak bercabang sama sekali, mempunyai sistem akar tunggang, daun sempit, tebal, dan kaku seperti jarum, serta berkas pembuluh angkutnya belum berfungsi sempurna (masih berupa tracheid).

Gymnospermae belum memiliki bunga sejati, alat perkembangbiakannya berupa strobilus atau runjung yang berbentuk kerucut dengan alat kelamin terpisah, yaitu serbuk sari dalam strobilus jantan dan sel telur dalam strobilus betina. Proses pembuahan pada Gymnospermae berupa pembuahan tunggal. Artinya, hanya terjadi satu kali pembuahan antara ovum dan sperma. Pembuahan ini terjadi dalam selang waktu yang lama.

Gymnospermae dibagi menjadi empat kelas, yaitu:

  • Cycadales, contoh: Cycas rumphii (pakis haji);
  • Ginkgoales, contoh: Ginkgo biloba;
  • Cycadales Coniferales, contoh: Pinus merkusii (pinus); dan
  • Gnetale, contoh: Gnetum gnemon (melinjo).

Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)

Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) merupakan jenis tumbuhan yang bijinya tertutup oleh daun buah (karpela) yang merupakan bakal buah. Umumnya berbentuk pohon, perdu, semak, merambat, atau herba. Selain itu, tumbuhan ini memiliki daun pipih dan lebar dengan susunan tulang daun beragam, seperti menyirip, menjari, melengkung, atau sejajar.

Angiospermae memiliki semua bagian bunga, yaitu terdiri dari perhiasan bunga (tangkai, kelopak, mahkota bunga) dan alat perkembangbiakan (putik dan benang sari). Bunga pada Angiospermae ini disebut dengan bunga lengkap. Proses pembuahan pada Angiospermae berupa pembuahan ganda. Artinya, ada dua inti generatif (sperma), yang satu membuahi sel telur yang akan menjadi zigot dan satunya lagi membuahi inti kandung lembaga yang akan menjadi endosperma. Jika peyerbukan dan pembuahan berhasil, maka bakal buah akan menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji, sedangkan bagian bunga yang lain akan layu dan gugur.

Berdasarkan jumlah keping bijinya, Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan berkeping satu (Monokotil) dan tumbuhan berkeping dua (Dikotil). Perbedaan antara Monokotil dan Dikotil dapat kalian lihat pada tabel berikut ini.

Manfaat Spermatophyta

Jenis Spermatophyta yang banyak dimanfaatkan manusia dalam segala aspek kehidupannya adalah sebagai berikut.

  • Gandum, padi, jagung, dan sagu sebagai makanan pokok.
  • Tomat, kol, wortel, dan kubis sebagai sayuran, sumber serat, dan protein.
  • Jati dan meranti sebagai bahan bangunan dan perabotan rumah tangga.
  • Mengkudu, adas, dan daun dewa sebagai bahan obat-obatan.
  • Angsana, jati, mahoni, dan pinus sebagai peneduh, penyimpan air, penyerap karbondioksida, dan sumber oksigen.
  • Mawar, melati, dan jenis bunga yang lain sebagai dekorasi, upacara adat, keagamanan, dan kosmetik.

Nah, kalian telah selesai belajar tentang Spermatophyta. Sekarang, saatnya kalian mengasah kemampuan dengan mengerjakan sepuluh latihan soal berikut ini. Selamat berlatih.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *