Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Pteridophyta

No ratings yet.
Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Pteridophyta
Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Pteridophyta

Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Pteridophyta

Klasifikasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Pteridophyta – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang Musci. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang Pteridophyta. Dalam kehidupan sehari-sehari, Pteridophyta atau tumbuhan paku juga dikenal dengan pakis. Apakah kalian pernah mendengarnya? Ya, benar sekali. Pakis biasanya digunakan sebagai sayuran. Lantas, bagaimana ciri-ciri, klasifikasi, dan manfaat Pteridophyta selain sebagai sayuran? Untuk mengetahuinya, mari kita pelajari bersama.

Ciri-Ciri Pteridophyta

Pteridophyta atau tumbuhan paku merupakan salah satu jenis tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Tumbuhan paku juga merupakan kormofita berspora, yaitu tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati yang berkembangbiak dengan spora.

Tumbuhan paku dapat dijumpai di darat maupun di air. Tumbuhan ini berbentuk lembaran, perdu atau pohon, dan seperti tanduk rusa. Ukurannya bervariasi, yaitu 2 cm, 5 m, dan 15 m. Tumbuhan paku memiliki pembuluh angkut xilem dan floem, serta memiliki klorofil. Oleh karena itu, tumbuhan ini hidup secara fotoautotrof.

Perkembangbiakan tumbuhan paku secara aseksual dilakukan dengan spora dan secara seksual dilakukan dengan peleburan gamet jantan (sel sperma) dan gamet betina (ovum). Alat-alat reproduksi tumbuhan ini tidak kelihatan atau tersembunyi (cryptogamae).

Tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) yang terdiri dari dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit dan generasi gametofit ini tumbuh bergantian dalam siklus hidup tumbuhan paku. Ciri-ciri generasi sporofit dan gametofit dapat kalian pahami melalui uraian berikut.

Ciri-Ciri Generasi Sporofit

  • Menghasilkan spora (2n).
  • Merupakan fase dominan, karena generasi hidupnya lebih lama.
  • Berukuran besar.
  • Hidup secara autotrof.
  • Memiliki struktur yang lebih kompleks dengan habitat yang beragam.
  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati. Ada batang yang tumbuh di atas tanah, ada juga yang di bawah tanah (rizoma).
  • Pada waktu muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik. Daun pada tumbuhan paku memiliki beberapa jenis, yaitu:

Berdasarkan ukuranya:

  • Mikrofil : daun berukuran kecil dengan bentuk seperti sisik.
  • Makrofil : daun berukuran besar yang telah mempunyai daging daun (mesofil) dan pertulangan daun yang kompleks.

Berdasarkan fungsinya:

  • Tropofil : daun steril yang hanya digunakan untuk fotosintesis. Daun ini tidak menghasilkan spora.
  • Sporofil : daun fertil yang selain dapat digunakan untuk fotosintesis, dapat juga digunakan untuk menghasilkan spora. Kotak spora (sporangium) pada daun fertil berkelompok membentuk sorus, yang dilindungi selaput indusium.

Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Paku homospora (isospora)
    Merupakan jenis tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora dengan ukuran yang sama, spora jantan atau spora betina saja. Contohnya adalah paku kawat (Lycopodium clavatum).
  2. Paku heterospora
    Merupakan jenis tumbuhan paku yang dapat menghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukurannya, yaitu spora jantan dan spora betina. Spora jantan memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding spora betina. Oleh karena itu, spora jantan disebut mikrospora dan spora betina disebut makrospora. Contohnya adalah paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
  3. Paku peralihan
    Merupakan jenis tumbuhan paku yang dapat menghasilkan dua jenis spora—spora jantan dan spora betina— dengan bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).

Ciri-Ciri Generasi Gametofit

  • Menghasilkan gamet atau sel kelamin (haploid).
  • Berukuran kecil, hanya beberapa milimeter.
  • Berbentuk seperti hati, berupa lembaran.
  • Memiliki rhizoid yang disebut protalus (protalium).

Skema metagenesis pada tumbuhan paku dapat kalian amati pada gambar di bawah ini.

Klasifikasi Pteridophyta

Tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:

  1. Paku purba (Psilopsida)
    Paku purba (Psilopsida) merupakan tumbuhan paku homospora yang memiliki akar rizoid. Paku jenis ini juga memiliki batang dikotom (bercabang menggarpu) yang digunakan untuk fotosintesis. Pada paku purba, cabang batangnya mengandung mikrofil (daun berupa sisik) dan sporangiumnya terletak di ketiak daun (ruas batang). Contohnya adalah Psilotum.
  2. Paku kawat (Lycopsida)
    Paku kawat memiliki akar, batang, dan daun yang dapat dibedakan dengan jelas. Akar dan batangnya bercabang menggarpu (dikotom), daunnya berjenis mikrofil, sporangiumnya terletak di ketiak daun dan terkumpul di ujung batang sebagai strobilus, dan sporanya dapat bersifat homospora atau heterospora. Contohnya adalah Selaginela dan Lycopodium.
  3. Paku ekor kuda (Sphenopsida)
    Paku ekor kuda memiliki daun mikrofil, batangnya keras, beruas, dan mengandung silika. Spora pada paku jenis ini dihasilkan oleh strobilus. Contohnya adalah Equisetum.
  4. Paku sejati (Pteriopsida)
    Paku sejati (Pteriopsida) merupakan tumbuhan paku homospora (kecuali paku air). Paku jenis ini memiliki daun makrofil dengan pertulangan daun bercabang. Sprorangium pada paku jenis ini terletak dalam sorus yang dilindungi indusium. Contohnya adalah semanggi (Marsilea crenata) , suplir (Adiantum sp.), paku pedang (Nephrolepis sp.).

Manfaat Pteridophyta

Manfaat tumbuhan paku dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  • Adiantum sp., Selaginella sp., dan Asplenium nidus digunakan sebagai tanaman hias.
  • Lycopodium clavatum digunakan sebagai bahan penghasil obat.
  • Marsilea crenata, Salvinia natans digunakan sebagai sayur-sayuran.
  • Azolla pinnata simbiosis dengan Anabaena (ganggang hijau-biru) digunakan sebagai pupuk hijau tanaman padi.

Nah, kalian telah selesai belajar tentang Pteridophyta. Sekarang, saatnya kalian mengasah kemampuan dengan mengerjakan sepuluh latihan soal berikut ini. Selamat berlatih.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *