Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

No ratings yet.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) – Apakah yang dimaksud dengan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) ? Bagaimanakah peran AMDAL dalam pengelolaan lingkungan ? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

Pengertian AMDAL

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Indonesia lahir seiring dengan penetapan undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, yaitu National Environmental Policy Act (NEPA) pada tahun 1970. NEPA merupakan tuntutan masyarakat Amerika Serikat terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Tuntutan itu mencapai tingkat ekstrem sehingga menimbulkan sikap menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi.

Di negara berkembang, termasuk Indonesia, tingkat kesejahteraan masih rendah dan memerlukan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dampak pembangunan adalah akan terjadi kerusakan lingkungan yang makin parah seiring berjalannya waktu. Untuk menghindari hal-hal tersebut, pembangunan harus berwawasan lingkungan. AMDAL adalah salah satu sarana untuk mencapai tujuan ini. AMDAL merupakan analisis kondisi lingkungan mengenai dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu proyek pembangunan.

AMDAL berbeda dengan ANDAL. ANDAL merupakan telaah mendalam tentang dampak proyek pembangunan yang direncanakan, sementara AMDAL merupakan keseluruhan proses pelestarian lingkungan mulai dari Kerangka Acuan, Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), serta Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).

READ:  Komponen-Komponen Peta

Pentingnya AMDAL dapat dikemukakan sebagai berikut :

  1. AMDAL harus dilakukan pada proyek pembangunan yang akan dilaksanakan karena undang-undang dan peraturan pemerintah menetapkan demikian. Apabila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya, mereka akan dianggap melanggar undang-undang dan tidak mendapat perizinan untuk pembangunan proyek tersebut. Mereka juga dapat menerima hukuman atau sanksi yang tidak ringan. Cara ini sangat efektif untuk memaksa para pemilih proyek yang kurang memperhatikan kualitas lingkungan atau hanya mementingkan keuntungan tanpa menghiraukan dampak negatif pembangunan.
  2. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak akibat proyek-proyek pembangunan. AMDAL merupakan cara yang ideal, tetapi kesadaran melakukannya tidak mudah ditanamkan pada para pemrakarsa proyek.

Pihak-pihak yang harus melakukan AMDAL

Pengendalian dampak lingkungan harus menggunakan batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk baku mutu dan merupakan tanggung jawab pemrakarsa proyek. Ini misalnya berupa biaya kesehatan, biaya kenyamanan, biaya keselamatan, bahkan biaya kerusakan sumber daya alam. Dengan adanya proyek pembangunan, masyarakat juga mendapat keuntungan, seperti lapangan pekerjaan baru dan fasilitas-fasilitas baru, sehingga masyarakat pun harus ikut mengelola lingkungan.

Pemerintah pusat dan daerah harus pula melakukan pengawasan secara aktif untuk mengurangi dampak negatif pembangunan. Tanggung jawab pemilik proyek untuk menyelenggarakan AMDAL tidak berarti bahwa pemilik proyek tersebut harus melakukannya sendiri. Pemilik proyek dapat menyerahkan pelaksanaan studi AMDAL kepada konsultan swasta atau pihak lain berdasarkan saran dari pemerintah.

READ:  Menyajikan Informasi Kependudukan melalui Peta, Tabel, dan Grafik

Pada negara-negara berkembang, biasanya belum banyak konsultan swasta yang mampu melaksanakan AMDAL dengan baik, sehingga pekerjaan ini dipercayakan kepada pihak universitas. Alternatif lainnya, dapat pula dibentuk suatu tim gabungan dari berbagai instansi untuk melakukan AMDAL atas nama pemilik proyek. Pemilik proyek yang kemudian akan bertanggung jawab atas isi laporan AMDAL tersebut.

PERAN AMDAL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Untuk menghindari timbulnya dampak lingkungan yang tidak dapat ditoleransi, perlu disiapkan rencana pengendalian dampak negatif. Guna merencanakan pengendalian dampak negatif, perlu dilakukan pengkajian dampak lingkungan (environmental impact assessment) yang merupakan proses dalam AMDAL. Adapun AMDAL dilakukan untuk menjamin proyek-proyek pembangunan tidak merusak kualitas lingkungan hidup.

AMDAL bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses yang lebih besar dan penting. AMDAL mencakup :

  • Pengelolaan lingkungan,
  • Pemantauan proyek,
  • Pengelolaan proyek,
  • Pengambilan keputusan, dan
  • Dokumen yang penting.

Aktivitas pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun dan dampak lingkungan dari proyek pembangunan tersebut sudah diketahui. Pengkajian dampak lingkungan yang digunakan sebagai dasar pengelolaan dapat berbeda dengan kenyataan setelah proyek berjalan. Hal ini mengakibatkan program pengelolaan lingkungan tidak sesuai atau tak mampu menghindarkan kerusakan lingkungan.

READ:  Budaya Tradisional sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Perbedaan dari dampak yang dikaji dan fakta yang terjadi dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut :

  1. Penyusunan laporan AMDAL kurang tepat dan umunya disebabkan oleh ketidakcermatan para penilai dari berbagai instansi yang terlibat. Hal ini mengakibatkan konsep laporan AMDAL yang tidak layak akhirnya disetujui menjadi laporan akhir.
  2. Pemilik proyek tidak menjalankan proyek sesuai dengan laporan AMDAL yang diterima pemerintah, terutama saran-saran dan pedoman pengendalian dampak negatif. Misalnya, laporan AMDAL mensyaratkan pengelolaan air limbah tetapi tidak dilakukan atau pengelolaan tidak berjalan dengan baik. Contoh lain adalah alat penyerap debu yang harusnya diganti atau dibersihkan tiap dua tahun sekali, tetapi terus dipakai selama lima tahun.

Untuk menghindari kegagalan pengelolaan lingkungan, pemantauan harus dilakukan sedini mungkin dan secara teratur. Hasil pemantauan kemudian digunakan untuk memperbaiki rencana pengelolaan lingkungan bila tidak sesuai dengan hasil kajian dalam AMDAL. Hasil pemantauan juga dapat digunakan untuk memperbaiki hasil kajian atau melakukan pengkajian ulang.

Please rate this