Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif

Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif – Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan penelusuran literatur. Bagaimanakah analisis data dalam penelitian kualitatif? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai analisis data dalam penelitian kualitatif.

Pengumpulan Data yang Baik

Agar diperoleh data sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pengumpulan data yang menggunakan teknik wawancara, maka pewawancara:

  • Harus dapat menyampaikan semua pertanyaan kepada informan. Pewawancara tidak hanya dituntut dapat menanyakan seluruh pertanyaan sesuai dengan isi pedoman wawancara kepada informan, melainkan juga mampu mengajukan pertanyaan dengan baik dan tepat sebagaimana dimaksudkan oleh pertanyaan. Artinya, jangan sampai ada perbedaan persepsi sehingga menimbulkan salah pengertian, kekeliruan pemaknaan antara maksud pertanyaan dengan jawaban informan.
  • Menciptakan hubungan yang baik dengan informan (rapport). Rapport adalah suatu situasi yang tercipta sedemikian rupa sehingga terjalin hubungan baik dan akrab antara pewawancara dengan informan. Dalam suasana rapport, tidak ada lagi kecurigaan ataupun kekhawatiran dari informan. Hal mana selain memungkinkan wawancara berlangsung secara terbuka dan lancar, juga jawaban yang disampaikan informan akan lebih berkualitas.
  • Untuk menciptakan suasana rapport tersebut, pewawancara terlebih dahulu harus memahami kebiasaan hidup informan, seperti aktivitas kesehariannya dan waktu luang yang ada, sehingga wawancara dapat dilangsungkan tanpa mengganggu aktivitas informan. Pewawancara juga harus mampu menjelaskan maksud dan tujuan wawancara, sekaligus meyakinkan informan bahwa hasil wawancara tidak akan digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikannya. Jika wawancara menyangkut hal-hal yang sensitif (seperti orientasi seksual, preferensi politik, ideologi, dan lainnya), pewawancara perlu memberikan jaminan pada informan bahwa identitasnya akan dirahasiakan. Yang terakhir, namun tak kalah pentingnya, pewawancara harus berpenampilan baik dan bertutur kata santun dalam melakukan wawancara.
  • Memiliki kemampuan mencatat semua jawaban dari informan dengan cepat, tepat, dan sesuai konteksnya. Jika situasi tidak memungkinkan pewawancara langsung mencatat jawaban informan di atas sehelai kertas atau pada pedoman wawancara, ia dapat menggunakan alat perekam atau menghafal jawaban informan (untuk kemudian disalin kembali secara tertulis).
  • Mempunyai kemampuan menggali informasi lebih mendalam dari informan dengan mengajukan beberapa pertanyaan tambahan, termasuk pertanyaan pancingan. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dan kecekatan khusus yang harus dimiliki oleh pewawancara.

Selain wawancara, instrumen lain yang juga dapat digunakan dalam penelitian bercorak kualitatif adalah observasi atau pengamatan. Di sini peneliti mengamati secara langsung perilaku para obyek penelitiannya. Observasi bisa dilakukan secara terbuka dan langsung, di mana responden mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, atau bisa juga secara tersamar (covert), di mana responden tidak menyadari bahwa mereka sedang diobservasi.
Melalui pengamatan terhadap perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam kurun waktu tertentu, seorang peneliti akan memiliki banyak kesempatan untuk mengumpulkan data yang bersifat mendalam dan terperinci. Selain itu, pengamatan juga memungkinkan peneliti untuk merekam perilaku yang wajar, asli, spontan, dan tanpa dibuat-buat.

ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN

Penelitian kualitatif merupakan proses penelitian yang berkesinambungan, sehingga tahap pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data dilakukan secara bersamaan selama proses penelitian. Dalam penelitian kualitatif, pengolahan data tidak harus dilakukan setelah data terkumpul, atau analisis data tidak mutlak dilaksanakan seusai pengolahan data. Sementara data dikumpulkan, peneliti bisa saja mengolah dan melakukan analisis data secara bersamaan. Sebaliknya, pada saat menganalisis data, peneliti dapat kembali lagi ke lapangan untuk memperoleh tambahan data yang dianggap perlu dan mengolahnya kembali.

Adapun tahap pengolahan data dalam penelitian kualitatif dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data, menggunakan instrumen wawancara maupun observasi. Jika dianggap perlu, dapat dilakukan kajian pustaka untuk melengkapi data primer.
  2. Reduksi data (data reduction), mencakup kegiatan mengikhtisarkan hasil pengumpulan data selengkap mungkin, lantas memilah-milahnya ke dalam satuan konsep, kategori, maupun tema tertentu.
  3. Seperangkat hasil reduksi data juga perlu diorganisasikan ke dalam suatu bentuk tertentu (display data) sehingga terlihat sosoknya secara lebih utuh. Ini bisa berupa sketsa tekstual, sinopsis, matriks, dan lainnya.
  4. Mengaitkan data hasil penelitian yang dilakukan dengan data hasil penelitian lain yang relevan, untuk melihat persamaan maupun perbedaannya. Selain itu, data juga harus dikaitkan dengan teori-teori ilmu pengetahuan (Sosiologi) yang mendasari penelitian.
  5. Tahap terakhir adalah pemaparan dan penegasan kesimpulan (conclusion drawing and verification).

Perlu diingat, bahwa prosedur pengolahan dan analisis data penelitian kualitatif lebih bersifat sirkuler, artinya pada hal-hal tertentu langkah atau tahapan dapat diulang satu atau beberapa kali sampai diperoleh data yang lengkap. Dalam konteks ini, peneliti dimungkinkan untuk beberapa kali turun ke lapangan, terlebih jika data yang akan dikumpulkan bernuansa kompleks dan otentik.

Analisis Data dalam Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen angket (kuesioner). Bagaimanakah analisis data dalam penelitian kuantitatif? Mari simak bahasan berikut.

section-media

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai analisis data dalam penelitian kuantitatif.

INSTRUMEN PENELITIAN YANG BAIK

Dalam angket, isi pertanyaan yang diajukan biasanya berkisar pada sejumlah hal, yaitu:

  1. Pertanyaan tentang fakta konkret mengenai diri pribadi responden. Contohnya, pertanyaan mengenai nama, tempat dan tanggal lahir, agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah penghasilan, dan sebagainya.
  2. Pertanyaan tentang pendapat dan sikap. Biasanya bersangkut paut dengan norma dan keyakinan responden terhadap suatu hal.
  3. Pertanyaan tentang informasi, yaitu pertanyaan yang memang menyangkut apa yang diketahui oleh responden tentang suatu hal.
  4. Pertanyaan tentang persepsi diri. Isi pertanyaan ini biasanya berupa penilaian perilaku responden sendiri dalam hubungannya dengan orang lain.

Untuk menyusun angket yang baik dan komunikatif, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Pilihlah kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh semua responden. Sedapat mungkin, hindari pilihan kata-kata yang asing atau kurang lazim digunakan dalam komunikasi, kecuali untuk alasan khusus. Pilihan kata-kata hendaknya disesuaikan dengan karakter dari responden.
  • Usahakan agar pertanyaan diajukan dalam bentuk kalimat yang jelas dan tidak mengandung makna ganda. Ini dimaksudkan agar pengajuan pertanyaan jangan sampai membingungkan responden atau menimbulkan salah tafsir.
  • Usahakan pertanyaan disampaikan secara sopan dan tidak terkesan ingin menguji kemampuan responden. Selain itu, upayakan agar pertanyaan yang diajukan tidak sampai menimbulkan kerikuhan atau keengganan pada diri responden untuk menjawabnya.
  • Hindarkan pertanyaan-pertanyaan yang mengandung sugesti atau menggiring responden untuk memberikan jawaban tertentu. Pertanyaan sebisa mungkin harus obyektif agar diperoleh jawaban yang tidak bias.
  • Susunan pertanyaan diupayakan agar sistematis dan sudah dikelompokkan berdasarkan sejumlah sub.

ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN

Pengolahan data dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik sederhana, yakni:

  1. Rerata atau mean
    Digunakan untuk mengetahui kecenderungan data secara umum. Untuk menghitung rata-rata, dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai data awal hingga akhir, kemudian hasilnya dibagi dengan banyaknya data.
  2. Modus
    Modus adalah data yang frekuensi pemunculan paling banyak.
  3. Median
    Median adalah nilai tengah dari data secara keseluruhan. Apabila jumlah datanya genap maka mediannya adalah jumlah dua angka yang terletak di tengah-tengah urutan nilai tersebut dibagi dua. Sedangkan bila jumlah datanya ganjil maka mediannya adalah nilai yang terletak di tengah-tengah urutan data tersebut.

Selain dianalisis dengan mencari kecenderungannya, data dalam penelitian kuantitatif juga dapat dianalisis secara univariat untuk mengetahui gambaran data penelitian. Analisis univariat, salah satunya, tepat diterapkan pada penelitian survei. Lebih lanjut, analisis univariat akan mampu memberikan penjelasan mengenai berbagai hal berikut:

  • Perincian detil dari sebuah fenomena.
  • Gambaran besarnya fenomena tersebut.
  • Juga digunakan untuk menonjolkan sebuah aspek saja dari fenomena yang diamati.
  • Mendapatkan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah.

Rangkuman

  • Untuk menyusun angket yang baik dan komunikatif, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
  • Pengolahan data dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik sederhana.
  • Penelitian kualitatif merupakan proses penelitian yang berkesinambungan, sehingga tahap pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data dilakukan secara bersamaan selama proses penelitian.
  • Perlu diingat, bahwa prosedur pengolahan dan analisis data penelitian kualitatif lebih bersifat sirkuler, artinya pada hal-hal tertentu langkah atau tahapan dapat diulang satu atau beberapa kali sampai diperoleh data yang lengkap.