Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Iklan

By | June 1, 2020

Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Iklan – Kamu pasti pernah melihat, mendengar, atau membaca iklan, bukan? Iklan tersebut menawarkan banyak sekali hal. Ada iklan yang menawarkan barang, ada juga yang menawarkan jasa. Iklan-iklan tersebut kebanyakan unik dan menarik karena berusaha membujuk calon konsumen.

Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Iklan

Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Iklan

Dalam materi ini, kamu akan mempelajari makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks iklan. Siapa tahu, suatu saat kamu ingin menawarkan sesuatu dan membuat iklan unikmu sendiri. Selamat belajar.

Iklan dan Strukturnya

Pengertian iklan seperti diuraikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan; (2) pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum. Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa iklan harus bisa dimengerti oleh orang banyak/khalayak agar maksud iklan itu sendiri tersampaikan dengan baik. Iklan yang baik seharusnya mampu menggiring opini calon konsumen agar tertarik pada sesuatu yang diiklankan.

Untuk membuat teks iklan yang menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. mengetahui siapa sasaran iklan dan bagaimana seleranya,
2. mengetahui seluk-beluk produk dengan segala keunggulan yang akan ditonjolkan, misalnya dari aspek kegunaan/manfaat, harga, daya tahan, kenyamanan, dan lain-lain,
3. meskipun memuji, iklan harus tetap jujur, objektif, dan jelas/komunikatif.

Struktur teks iklan terbagi menjadi tiga, yaitu (1) orientasi, (2) tubuh iklan, dan (3) justifikasi. Struktur tersebut membangun iklan dengan baik. Namun dalam banyak hal, struktur teks iklan tidak dapat diurai dengan jelas karena bentuknya yang sangat sederhana atau bahkan sangat kompleks, seperti iklan pada media televisi yang berupa gambar audiovisual atau pada media baliho tempat iklan hanya berupa gambar abstrak maupun tanda.

Perhatikan contoh iklan berikut.

Contoh iklan di atas mempunyai struktur yang lengkap. Struktur tersebut bisa diuraikan berikut ini.

Makna dalam teks iklan

Pada dasarnya, iklan perlu dikemas dengan menarik dan komunikatif karena manusia hanya dapat berkomunikasi lewat sarana tanda, materi dalam iklan pun berisi tanda. Tanda dapat berupa gerakan/isyarat, tulisan, angka, lambang, simbol, gambar, dan rambu lalu lintas. Seperti dalam contoh di atas, tanda yang dimunculkan berupa dua cangkir kopi yang membuat iklan menjadi lebih menarik.

Dari segi kebahasaan, iklan bisa terdiri dari kata, kelompok kata, klausa, atau kalimat saja. Pilihan kata yang digunakan dalam iklan sebisa mungkin diperhatikan dengan cermat. Kesalahan penulisan juga sebisa mungkin dihindari. Hal itu untuk menghindari kesalahan tata bahasa dan logika pemahaman iklan. Perhatikan contoh berikut.

Di sini menjual buku pelajaran dengan harga termurah.

Iklan tersebut menjadi kurang tepat karena subjek kalimat tidak diketahui dengan jelas. Frasa di sini tidak bisa disebut subjek karena berupa keterangan tempat dan bukan pelaku pekerjaan (menjual). Iklan tersebut bisa diperbaiki seperti contoh berikut.
(A) Toko Harapan menyediakan buku pelajaran dengan harga termurah.
(B) Buku pelajaran dengan harga termurah bisa Anda dapatkan di toko kami.

Iklan termasuk teks yang memuat seni bahasa. Teks iklan dibuat semenarik mungkin dengan memanfaatkan unsur seni bahasa. Di antara unsur seni berbahasa yang kerap digunakan dalam teks iklan yaitu gaya bahasa (majas). Majas yang digunakan untuk teks iklan yaitu (a) majas pertentangan, dan (b) majas perbandingan. Uraian lebih lanjut ada di bawah ini.

a. Majas pertentangan.

Gaya penulisan ini dibangun dengan metode pertentangan. Tujuan gaya ini adalah menonjolkan sesuatu dengan cara mempertentangkannya dengan sesuatu yang lain. Yang termasuk dalam majas pertentangan adalah sebagai berikut.

(1) Hiperbola
Prinsip hiperbola adalah menyatakan sesuatu secara berlebihan. Tujuan penggunaan majas hiperbola dalam iklan adalah untuk memperkuat kesan dan pengaruh. Contoh: Pilih produk kami, mutunya tak tertandingi.

(2) Paradoks
Majas ini mempertentangkan suatu kenyataan dengan dukungan fakta. Tujuan penggunaan majas paradoks adalah menarik perhatian karena apa yang diiklankan seolah sesuai kenyataan. Contoh: Kalau ada yang murah, mengapa membeli yang mahal?

(3) Pertanyaan retoris
Penggunaan pertanyaan retoris adalah untuk mencapai efek yang baik dan penekanan akan suatu objek. Contoh: Ingin hidup Anda bahagia? Ikuti program asuransi kami.

b. Majas perbandingan.

Majas perbandingan dibentuk berdasarkan perbandingan, persamaan, atau kemiripan antara suatu objek utama yang diiklankan dan objek lainnya. Tujuan penggunaan majas ini agar maksud iklan bisa dipahami dengan jelas. Yang termasuk dalam majas perbandingan adalah sebagai berikut.

(1) Simile
Prinsip simile adalah mencari persamaan antara dua objek. Persamaan tersebut dinyatakan secara eksplisit (jelas) dengan kata-kata seperti, bagaikan, laksana, bak, dan lain sebagainya. Contoh: Kami menyediakan hotel yang memberikan ketenangan dan kenyamanan seperti di rumah Anda sendiri.

(2) Metafora
Majas ini mengandung unsur perbandingan yang dinyatakan secara tersirat atau tidak langsung. Contoh: Pendidikan terbaik anak Anda adalah investasi masa depan. Bergabunglah bersama asuransi pendidikan terbaik kami.

(3) Alegori
Penggunaan majas ini dalam teks iklan yaitu melalui uraian singkat yang sarat pesan moral. Contoh: Negeri kita adalah negeri yang kaya dengan kekayaan alam. Salah satu kekayaan tersebut adalah rempah-rempah. Sejak zaman dahulu rempah-rempah dari negeri kita sudah termasyhur di seluruh penjuru dunia. Kita harus bangga dengan anugerah Tuhan tersebut. Kami pun bangga menghadirkan produk berbahan rempah asli Indonesia.

(4) Eponim
Eponim adalah majas yang menggunakan acuan sifat seorang tokoh yang terkenal dan legendaris. Contoh: Menggunakan nama Hercules untuk menyatakan kekuatan.

Point Penting

1. Iklan yang baik seharusnya mampu menggiring opini calon konsumen agar tertarik pada sesuatu yang diiklankan.
2. Ada beberapa jenis iklan, yaitu: iklan pengumuman, iklan keluarga, iklan penawaran, iklan permintaan, iklan propaganda atau promosi, iklan baris/iklan kecik.
3. Selain istilah iklan, dikenal juga istilah reklame dan promosi.
4. Dari segi kebahasaan, pilihan kata yang digunakan dalam iklan sebisa mungkin diperhatikan dengan cermat. Kesalahan penulisan juga sebisa mungkin dihindari agar tidak terjadi kesalahan tata bahasa dan logika pemahaman iklan.
5. Majas yang kerap digunakan untuk teks iklan yaitu (a) majas pertentangan, dan (b) majas perbandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *