Karakteristik, Latar, Alur dan Tokoh Cerita Anak

By | April 4, 2020

Karakteristik, Latar, Alur dan Tokoh Cerita Anak – Sukakah kamu membaca buku cerita anak? Cerita anak biasanya berisi kisah yang seru, menarik, menghibur, dan mengandung banyak hikmah yang bisa diambil. Nah, dalam topik ini, kamu akan belajar mendengarkan atau membaca cerita anak dan memahami lebih dalam tentang cerita anak tersebut.

Karakteristik, Latar, Alur dan Tokoh Cerita Anak

Karakteristik, Latar, Alur dan Tokoh Cerita Anak

CERITA ANAK

Cerita anak adalah karangan pendek tentang suatu peristiwa yang dikemas secara khusus untuk dibaca atau didengarkan oleh anak-anak. Beberapa contoh cerita anak yang adalah sebagai berikut.

  1. Cerita anak sehari-hari, merupakan cerita tentang kehidupan anak yang ditemui sehari-hari, misalnya cerita berjudul “Ketika Tino tidak Naik Kelas”.
  2. Dongeng, merupakan cerita khayalan, misalnya dongeng tentang “Putri Salju dan 7 Kurcaci”.
  3. Legenda, adalah cerita tentang asal-usul atau kejadian alam, misalnya “Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu”.
  4. Fabel, adalah cerita tentang dunia binatang yang seolah-olah bisa bertindak seperti manusia, misalnya “Lomba Lari Kancil dan Kura-Kura”.

Perhatikan Contoh

Nah, sekarang bacalah satu cerita anak di bawah ini dengan saksama!

PESAN DALAM CERITA ANAK

Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam ceritanya. Di balik ceritanya yang menghibur, cerita anak juga secara tidak langsung mengajarkan kepada kita tentang ajaran moral, memberikan teladan, atau contoh budi pekerti. Pesan tersebut biasanya tidak disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa kita tarik sebagai kesimpulan yang tersirat setelah kita membaca sebuah cerita anak.

Pesan bisa diterima secara berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, karena setiap orang bisa menafsirkan isi cerita secara berbeda. Untuk menemukan pesan yang utuh, kamu harus membaca cerita anak tersebut secara keseluruhan. Contoh pesan yang dapat ditarik dari cerita anak “Semut yang Hemat” di atas adalah sebagai berikut.

  1. Hendaknya kita hidup berhemat dengan memikirkan masa depan.
  2. Kita bisa belajar dari siapa saja, termasuk dari semut.
  3. Kita harus hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain, seperti yang dicontohkan sang Raja.

LATAR DALAM CERITA ANAK

Latar adalah segala keterangan waktu, tempat, dan suasana yang dikisahkan dalam cerita anak. Keterangan tentang latar ini bisa disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa juga disimpulkan dari keterangan-keterangan yang terdapat dalam cerita tersebut. Latar dapat dibagi menjadi tiga unsur pokok, yaitusebagai berikut.

1. Latar Tempat
Yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan.

Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar tempatnya adalah di kerajaan Mesir kuno.

2. Latar Waktu
Yaitu waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan.

Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar waktunya adalah zaman Mesir kuno, selama sebulan sejak Raja memberikan roti.

3. Latar Suasana
Yaitu hal-hal yang turut menggambarkan kondisi yang diceritakan.

Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar suasananya adalah suasana senang saat semut diberikan roti, khawatir saat semut takut Raja tidak mengingatnya sebulan kemudian, dan senang saat Raja membuka tabung dan menyatakan akan belajar dari semut.

TOKOH/WATAK DALAM CERITA ANAK

Tokoh merupakan orang-orang atau pihak-pihak yang dikisahkan dalam cerita anak. Sementara watak merupakan sifat atau karakter dari tokoh tersebut. Keterangan tentang tokoh dan watak ini bisa disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa juga disimpulkan dari keterangan-keterangan yang terdapat dalam cerita anak tersebut. Contoh tokoh atau watak yang terdapat dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas adalah sebagai berikut.

  1. Sang Raja Mesir kuno wataknya penyayang, baik hati, dan bijaksana.
  2. Semut wataknya rendah hati, berpikir tentang masa depan, dan suka berhemat.

Poin Penting

1. Cerita anak adalah karangan pendek tentang suatu peristiwa yang dikemas secara khusus untuk dibaca atau didengarkan oleh anak-anak.

2. Contoh cerita anak adalah sebagai berikut.

  • Cerita anak sehari-hari, merupakan cerita tentang kehidupan anak sehari-hari.
  • Dongeng, merupakan cerita khayalan.
  • Legenda, cerita tentang asal-usul atau kejadian alam.
  • Fabel, adalah cerita tentang dunia binatang yang seolah-olah bisa bertindak seperti manusia.

3. Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam ceritanya. Untuk menemukan pesan yang utuh, kamu harus membaca cerita anak tersebut secara keseluruhan.

4. Latar adalah segala keterangan waktu, tempat, dan suasana yang dikisahkan dalam cerita anak.

  • Latar Tempat, yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan.
  • Latar Waktu, yaitu waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan.
  • Latar Suasana, yaitu hal-hal yang turut menggambarkan kondisi yang diceritakan.

5. Tokoh merupakan orang-orang atau pihak-pihak yang dikisahkan dalam cerita anak. Sementara watak merupakan sifat atau karakter dari tokoh tersebut.

Menceritakan Kembali Cerita Anak Menggunakan Bahasa Sendiri

Sukakah kamu membaca buku cerita anak? Cerita anak biasanya berisi kisah yang seru, menarik, menghibur, dan mengandung banyak hikmah yang bisa diambil. Nah, dalam topik ini, kamu akan belajar mendengarkan atau membaca cerita anak dan memahami lebih dalam tentang cerita anak tersebut.

Nah, sekarang bacalah satu cerita anak di bawah ini dengan saksama!

ALUR CERITA ANAK

Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan. Alur cerita yang baik dan mengalir akan membuat cerita menjadi hidup, menarik untuk dibaca, dan gampang dimengerti. Secara garis besar, alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu sebagai berikut.

1. Bagian Awal (Perkenalan)

Isinya adalah perkenalan tokoh, perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi. Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat”:

  1. Terdapat raja Mesir kuno yang penyayang terhadap binatang.
  2. Sang Raja mendatangi seekor semut dan berbincang.

2. Bagian Tengah (Konflik)

Isinya menceritakan tentang detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerita anak. Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat”:

  1. Raja lalu mengetahui kalau semut belum makan.
  2. Raja merasa iba dan akhirnya menawarkan roti yang bisa dimakan untuk setahun.
  3. Semut masuk ke dalam tabung yang berisi roti dari raja, dan akan dibuka setahun lagi.

3. Bagian Akhir (Penyelesaian)

Isinya menceritakan tentang penyelesaian konflik dan akhir dari cerita. Misalnya dalam cerita anak “Semut yang Hemat”:

  1. Setahun kemudian, raja membuka tabung, tapi rotinya masih tersisa setengah.
  2. Rupanya semut berjaga-jaga jika raja lupa membuka tabungnya, dia masih punya persediaan makanan hingga setahun ke depan.
  3. Raja merasa kagum dan menjadikannya teladan untuk rakyatnya.

Menceritakan Kembali Cerita Anak

Agar dapat menuliskan kembali cerita anak yang telah kamu baca dengan baik, berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Membaca cerita anak dengan saksama.
  2. Mencatat pokok-pokok cerita yang penting seperti tokoh, watak, latar, pesan, dan alur cerita yang telah kita pelajari.
  3. Menyusun kembali cerita tersebut dengan menggunakan kalimat sendiri. Kamu bisa menggunakan bantuan catatan yang telah kamu buat sebelumnya.

Perhatikan Contoh

Semut yang Hemat

Dahulu kala, terdapat seorang Raja Mesir kuno yang penyayang terhadap binatang. Suatu hari ia mendatangi seekor semut dan berbincang-bincang dengannya. Dari perbincangan tersebut, Raja lalu mengetahui kalau semut belum makan.

Raja lalu merasa iba dan akhirnya menawarkan roti yang bisa dimakan untuk setahun lamanya. Raja lalu meminta semut masuk ke dalam sebuah tabung yang berisi roti, dimana tabung tersebut akan dibuka setahun lagi.

Setahun kemudian, raja teringat kepada sang semut dan membuka tabungnya. Tapi ternyata ia mendapati bahwa rotinya masih tersisa setengah. Ia terheran-heran, karena yang ia tahu, harusnya sepotong roti tersebut sudah habis dalam setahun.

Rupanya semut berjaga-jaga jika raja lupa membuka tabungnya, dia masih punya persediaan makanan hingga setahun ke depan. Raja merasa sangat kagum lalu memberinya hadiah dan menjadikannya sebagai teladan untuk rakyatnya agar hidup berhemat.

Poin Penting

1. Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan dalam cerita anak.

2. Secara garis besar, alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu sebagai berikut.

  • Bagian awal (perkenalan), isinya adalah perkenalan tokoh, perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi.
  • Bagian tengah (konflik), isinya menceritakan tentang detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerita anak.
  • Bagian akhir (penyelesaian), isinya menceritakan tentang penyelesaian konflik dan akhir dari cerita.

3. Langkah menuliskan kembali cerita anak yang telah dibaca atau didengar adalah sebagai berikut.

  • Membaca cerita dengan saksama.
  • Mencatat pokok-pokok cerita yang penting seperti tokoh, watak, latar, pesan, dan alur cerita yang telah kita pelajari.
  • Menyusun kembali cerita tersebut dengan menggunakan kalimatmu sendiri. Kamu bisa menggunakan bantuan catatan yang telah kamu buat sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *