Teknik Menulis Esai dan Menyunting Esai

By | August 18, 2020

Teknik Menulis Esai dan Menyunting Esai – Pada materi yang lalu kita telah berkenalan dengan sebuah karya tulis yang bernama esai dan memahami prinsip-prinsip di dalamnya. Prinsip inilah yang membedakan esai dengan jenis tulisan yang lain. Kali ini kita akan belajar bagaimana cara menulis esai. Tata cara penulisan tentu saja akan kita pelajari secara bertahap agar lebih mudah untuk kalian pahami dan nantinya harus kalian praktikkan.

Teknik Menulis Esai dan Menyunting Esai

Teknik Menulis Esai dan Menyunting Esai

Memahami Kembali Sejarah mengenai Esai

Sejarah telah mencatat bahwa esai adalah suatu bentuk penulisan yang ditemukan dan diperkenalkan pada abad ke-16 di Perancis oleh seorang sastrawan dan filsuf yang bernama Michel Eyquem de Montaigne (1533 – 1592). Istilah esai berasal dari judul dua jilid bukunya yang diterbitkan pada 1580 yang berjudul Essais yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Essays. Cara ia menuliskan pemikirannya tergolong sesuatu yang dianggap unik dan kemudian berkembang menjadi suatu genre/jenis tersendiri. Berdasarkan keinginannya inilah, kita dapat menyimpulkan beberapa sifat mengenai esai.

Pertama, ada maksud utama mengapa Montaigne sengaja memilih kata essai. Ia mencoba memahami manusia dan masyarakat secara lebih baik. Pada awal materi, kita telah mengetahui bahwa makna kata essai dalam bahasa Perancis adalah ‘mencoba’. Ini artinya, Montaigne berusaha untuk tidak bersikap sombong mampu memahami manusia seutuhnya. Sebaliknya, ia selalu mencoba berhati-hati memahami karena manusia penuh dengan kerahasiaan.

Kedua, esai mencoba menghindari konsep-konsep abstrak, tetapi lebih menekankan pengalaman atau atas dasar refleksi orang lain. ia mengatakan bahwa pelajaran terbaik adalah dengan bercakap dan bergaul. Atas dasar hal inilah kemudian kita mengenal bahwa esai haruslah sesuatu yang muncul dari sudut pandang pemikiran diri sendiri (mungkin dengan menggunakan pengalaman) saat berhadapan dengan suatu permasalahan.

Teknik Menulis Esai

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam menulis esai, yaitu
• menentukan tema

Tema adalah inti pembicaraan yang akan dijadikan benang merah dalam setiap pengembangan paragrafnya sehingga paragraf yang muncul tidak keluar dari permasalahan yang telah ditentukan.

• Menentukan topik setiap paragraf
Topik yang dipilih sebaiknya adalah topik yang layak untuk diulas dan hasil ulasan dapat menyajikan kaitan sebab-akibat dalam suatu peristiwa yang nyata. Topik ini nantinya akan dicerminkan dalam gagasan utama setiap paragraf.

• Menentukan gagasan penjelas

Setelah menentukan topik yang akan menjadi gagasan utama, tentukan gagasan-gagasan yang akan memperkuat ide tersebut dengan mencari referensi yang sesuai. Gagasan ini nanti akan disebut sebagai gagasan penjelas. Pengungkapan gagasan-pendapat penulis harus dikemas dalam formulasi ilmiah yang diperkuat dengan data-data.

• Logika penulis ditunjang oleh argumentasi dan dasar penalaran yang masuk akal.

Gunakan pendekatan-pendekatan yang sesuai. Jika menggunakan pendekatan faktual, penulis bisa dengan terarah menyajikan data-data atau bukti yang menjamin dan jika menggunakan pendekatan imajinatif, penulis dapat menyajikan alasan/argumentasi yang disertai dengan contoh sehingga pembaca dapat memercayainya. Penulis dapat pula menyajikan unsur-unsur yang mendukung dan menentang. Unsur yang bertolak belakang itu lalu penulis analisis sehingga penilaian yang muncul dapat berimbang/objektif.

Contoh Pembuatan Esai

Mari kita mulai menyusun esai berdasarkan tahapan di atas. Pertama, saya akan menentukan tema dan tema yang saya pilih adalah standardisasi penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat Indonesia.
Pada paragraf pertama, saya akan menjelaskan terlebih dahulu awal permasalahan. Dalam karya tulis yang lain, ini disebut sebagai latar belakang masalah. Topik pada paragraf pertama adalah mengenai kesalahpahaman masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia.

section-media

Pada paragraf kedua, saya menggunakan topik perlunya memiliki standardisasi pemakaian bahasa.

section-media

Pada paragraf ketiga, saya akan menggunakan pendekatan faktual berupa pemberian contoh dan data-data terkait permasalahan/tema utama.

section-media

Poin Penting

Langkah-langkah pembuatan esai
1. Menentukan tema
2. Menentukan topik setiap paragraf
3. Menentukan gagasan penjelas
4. Menyusun kalimat dan paragraf berdasarkan logika yang ditunjang oleh argumentasi yang baik.

Menyunting Esai

Dalam menulis esai perlu diperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Tulisan harus komunikatif, efektif, dan benar sesuai dengan kaidah kebakuan, termasuk dalam hal EYD. Pada kesempatan yang lalu, kita telah mempelajari teori mengenai kalimat efektif. Pada materi ini, untuk mendapatkan keahlian menyunting teks esai, kita akan mempelajari aturan EYD.

EYD (Ejaan yang Disempurnakan)

Ejaan yang disempurnakan adalah tata aturan bahasa Indonesia dalam ragam penulisan. EYD ini merupakan salah satu ciri khas dari bahasa kita sehingga penting untuk dipelajari.

Penulisan huruf
Penulisan huruf dalam EYD terbagi ke dalam dua hal, yaitu huruf kapital dan huruf miring.
1. Huruf kapital
Huruf kapital biasanya digunakan untuk menunjukkan nama/identitas. Berikut adalah poin penggunaan huruf kapital.
A. Nama orang
B. Nama lembaga dan dokumen
Departemen Agama, Undang-Undang Dasar 1945
C. Nama geografi
Pulau Jawa, Danau Cipondoh
D. Nama hari, bulan, dan tahun
hari Senin, bulan Februari, tahun Masehi
E. Nama jabatan, pangkat, gelar yang disertai nama
F. Sapaan
Bapak, Ibu, Kakak
Mau ke mana Bapak?
G. Suku, bangsa, bahasa, dan peristiwa sejarah
suku Jawa, bangsa Indonesia, bahasa Indonesia, Peristiwa Rengasdengklok
Penulisan gula jawa tidak perlu menggunakan huruf kapital karena tidak lagi mengacu suku

2. Huruf miring
A. Penulisan kata dalam bahasa asing
B. Penulisan judul buku, majalah, dan koran
Catatan: judul lain selain ketiga di atas menggunakan tanda kutip dua, misalnya, judul puisi atau artikel berita
Dalam harian Kompas tertulis artikel “Budi Gunawan Resmi Menjadi Wakapolri”.
C. Penulisan huruf/kata yang ingin diberi penegasan

Penulisan Kata

Berikut adalah beberapa catatan mengenai penulisan kata dalam EYD.
1. Penulisan kata depan seperti di dan ke harus ditulis terpisah seperti kata di pasar atau ke pasar.
2. Penulisan kata majemuk/frasa harus disambung ketika bertemu awalan dan akhiran. Perhatikan contoh kelompok kata berikut!
A. Tanggung jawab, bertanggung jawab, pertanggungjawaban
B. Sebar luas, tersebar luas, penyebarluasan
C. Tanda tangan, bertanda tangan, ditandatangani
3. Kata yang berasal dari bahasa asing/ derivasi ditulis terikat, seperti pro-, kontra-, pra-, pasca-, ekstra-, intra-, super-, multi-, sub-

Penulisan Tanda Baca

1. Tanda koma
A. Digunakan di antara lebih dari dua perincian
Satu, dua, dan tiga
B. Digunakan sebelum kata hubung setara: sedangkan, tetapi, melainkan, dan juga kata yakni dan yaitu.
C. Digunakan setelah kata hubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, akan tetapi. Selain itu
D. Digunakan di antara aposisi atau keterangan tambahan
Presiden RI, Jokowi, menuangkan minuman ke gelas Megawati.
E. Digunakan setelah keterangan di awal kalimat yang dapat memunculkan keambiguan.
Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.
F. Digunakan di antara nama penulis yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Irfan, Muhammad. 2008.Melatih Kemampuan Berbahasa.Tangerang:Gramelia.
G. Digunakan untuk memisahkan petikan langsung dengan bagian kalimat yang lain.
Ibu berkata, “Kamu sudah makan?”
H. Digunakan setelah kata seru, seperti oh, ya, wah, amboi
I. Digunakan di antara nama dan gelar
Andi, S.H.

2. Tanda titik dua
Selain digunakan di dalam dialog drama dan pemerian dalam biodata/surat, tanda ini dapat digunakan untuk memberikan rincian dalam sebuah kalimat jika pernyataan telah lengkap. Contohnya adalah sebagai berikut.
Ibu membeli beberapa bumbu masak: cengkeh, ketumbar, dan jahe. (benar)
Ibu membeli beberapa bumbu masak, seperti: cengkeh, ketumbar, dan jahe. (salah)
Catatan: titik dua tidak diperkenankan muncul setelah kata yakni, yaitu, dan pada

3. Tanda hubung (-)
Selain digunakan di dalam kata ulang, tanda hubung digunakan di antara penulisan berikut.
A. Antara huruf kapital dan nonkapital:
mem-PHK
B. Antara huruf cetak miring dan cetak tegak:
men-download
C. Antara huruf dan angka:
ke-2

Contoh Penyuntingan

Bacalah kutipan esai berikut!

Di dalam The Name of The Rose karya Umberto Eco terdapat cukilan Hisperica Famina. Secara bahasa ini bermakna “pepatah yang sangat indah”. Namun ini adalah karya berbahasa latin tentang berbagai hal, termasuk angkasa, angin, laut, api, doa, lembaran untuk menulis, perburuan dan perjumpaan dengan para perampok. Koleksi ini ditulis di britania barat daya pada abad ke 5 atau ke 6. Hisperica Famina mengandung kata-kata latin yang begitu eksentrik, sehingga nyaris membentuk sebuah bahasa rahasia seperti karya-karya misteri Virgil dari toulouseThe Name of The Rose sendiri tampaknya juga mengikuti tradisi kebahasaan Hisperica Famina.

Bagian yang tercetak tebal dalam esai di atas memiliki kesalahan EYD. Berikut adalah perbaikannya.

Di dalam The Name of The Rose karya Umberto Eco terdapat cukilan Hisperica Famina. Secara bahasa ini bermakna ‘pepatah yang sangat indah’. Namun, ini adalah karya berbahasa Latin tentang berbagai hal, termasuk angkasa, angin, laut, api, doa, lembaran untuk menulis, perburuan, dan perjumpaan dengan para perampok. Koleksi ini ditulis di Britania barat daya pada abad ke-5 atau ke-6. Hisperica Famina mengandung kata-kata latin yang begitu eksentrik sehingga nyaris membentuk sebuah bahasa rahasia seperti karya-karya misteri Virgil dari Toulouse. The Name of The Rose sendiri tampaknya juga mengikuti tradisi kebahasaan Hisperica Famina.

Poin Penting

EYD mencakup segala hal terkait penulisan, baik itu huruf, kata, maupun tanda baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *