Sifat Tokoh, Tahap-Tahap Alur Dalam Sinopsis dan Novel

By | April 1, 2020

Sifat Tokoh, Tahap-Tahap Alur Dalam Sinopsis dan Novel – Tokoh adalah setiap pihak yang memiliki peran di dalam sebuah cerita. Tokoh bisa berupa manusia, hewan, atau benda manti yang dianggap bisa berpikir dan memiliki perasaan seperti manusia.

Sifat Tokoh, Tahap-Tahap Alur Dalam Sinopsis dan Novel

Sifat Tokoh, Tahap-Tahap Alur Dalam Sinopsis dan Novel

Tokoh yang memiliki peran paling besar di dalam sebuah cerita disebut tokoh utama. Tokoh utama hadir di dalam cerita dari awal sampai akhir. Adakalanya, tokoh utama di jadikan judul sebuah novel. Bila peran tokoh utama dihapus, cerita akan menjadi sangat berbeda. Umumnya, tokoh utama diwakili oleh satu karakter saja, tapi tokoh utama bisa juga berupa gabungan beberapa karakter seperti di dalam novel Lima Sekawan karangan Enid Blyton.

Tokoh yang memiliki peran lebih kecil disebut tokoh pendamping. Tokoh pendamping berfungsi untuk melengkapi cerita dan memperkuat ketokohan tokoh utama. Bila peran tokoh pendamping dihapus, cerita secara keseluruhan tidak terpengaruh. Tokoh pendamping bísa berupa ayah, ibu, saudara, atau teman tokoh utama.

Menentukan Tokoh

Untuk menentukan tokoh-tokoh di dalam sebuah novel, kita harus membaca novel tersebut secara keseluruhan. Catatlah tokoh-tokoh yang tercantum di dalam cerita. Mari kita membaca kutipan novel berikut ini!

Perhatikan Contoh

“TERANGKANLAH, Mak, terangkanlah kembali riwayat lama itu, sangat inginku hendak mendengarnya,” ujar Zainuddin kepada Mak Base, orang tua yang telah bertahun-tahun mengasuhnya itu.

*Meskipun sudah berulang-ulang dia menceriterakan hal yang lama-lama itu kepada Zainuddin, dia belum juga puas. Tetapi kepuasannya kelihatan bilamana dia duduk menghadapi tempat sirihnya, bercengkerama dengan Zainuddin menerangkan hal-ikhwal yang telah lama terjadi. Menerangkan ceritera itulah rupanya kesukaan hatinya. *

“Ketika itu engkau masih amat kecil,” katanya memulai hikayatnya, “Engkau masih merangkak- rangkak di lantai dan saya duduk di kalang hulu ibumu memasukkan obat ke dalam mulutnya. Nafasnya sesak turun naik, dan hatinya rupanya sangat dukacita akan meninggalkan dunia yang fana ini. Ayahmu menangkupkan kepalanya ke bantal dekat tempat tidur ibumu. Saya sendiri berurai air mata, memikirkan bahwa engkau masih sangat kecil belum pantas menerima cobaan yang seberat itu, umurmu baru 9 bulan.

Tiba-tiba ibumu menggamitkan tangannya kepadaku, aku pun mendekat. Kepalaku diraihnya dan dibisikkannya ke telingaku – sebab suaranya telah lama hilang – berkata: “Mana Udin, Base!”

(Dikutip dari novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wick” karangan Buya Hamka.
https://docs.google.com/file/d/0B5pV85wgoUDhQ1EzZE9KU2pqOTQ/edit?pli=1)

Mari kita tulis nama tokoh-tokoh di dalam cerita di atas.

Tokoh Utama:
Zainuddin/Udin

Tokoh Pendamping:
1. Mak Base, pengasuh Zainuddin
2. Ayah Zainuddin
3. Ibu Zainuddin

Bila kita selesai membaca sebuah novel secara keseluruhan, kita akan memahami isi cerita di dalam novel tersebut dan mendapat informasi yang lebih banyak tentang tokoh-tokoh di dalamnya. Pengetahuan atas tokoh-tokoh di dalam novel berguna ketika kita hendak menceritakan kembali atau membuat sinopsis sebuah novel.

Poin Penting

  1. Secara garis besar, tokoh dalam sebuah karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendamping.
  2. Tokoh utama memiliki peran paling penting di dalam cerita.
  3. Umumnya, tokoh utama terdiri atas satu karakter.
  4. Tokoh pendamping adalah tokoh yang memiliki peran lebih kecil di dalam cerita.

Tokoh adalah setiap pihak yang memiliki peran di dalam sebuah cerita. Tokoh bisa berupa manusia, hewan, atau benda mati yang dianggap bisa berpikir dan memiliki perasaan seperti manusia.

Sifat Tokoh

Tokoh-tokoh di dalam sebuah novel memiliki sifat-sifatnya sendiri. Sifat-sifat tokoh di dalam cerita bisa diketahui dari penjelasan penulisnya. Sifat tokoh bisa pula diketahui dari ucapan, tingkah laku, dan pemikiran si tokoh di dalam cerita. Gambaran fisik, pakaian, serta benda-benda lain yang berada di sekitar tokoh berfungsi memperkuat sifat seorang tokoh. Pertemuan sifat-sifat tokoh-tokoh di dalam cerita mengakibatkan konflik. Konflik yang terjadi menjadikan sebuah novel menarik untuk dibaca. Konflik adalah bagian penting sebuah novel.

Sifat tokoh-tokoh di dalam novel dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Tokoh protagonis, yaitu tokoh baik di dalam cerita. Tokoh protagonis sering mendapat simpati dari pembaca karena posisi dirinya yang baik dan biasa dijahati oleh tokoh antagonis. Tokoh protagonis mewakili pemikiran dan perasaan pembaca tentang hal-hal yang ideal seperti sifat jujur, pengasih, pantang menyerah, dan sebagainya
  2. Tokoh antagonis, yaitu tokoh jahat di dalam cerita. Tokoh antagonis adalah lawan dari tokoh protagonis. Peran tokoh antagonis adalah menindas tokoh protagonis. Tokoh antagonis dicirikan dengan sifat-sifat seperti pembohong, pendengki, kejam, tamak, dan semacamnya.
  3. Tokoh tritagonis, yaitu tokoh tritagonis adalah tokoh yang netral. Tugas tokoh tritagonis adalah menengahi konflik dan mencari jalan keluar dari masalah yang terjadi. Sifat tokoh tritagonis tidak diulas terlalu mendalam di dalam cerita.

Perhatikan Contoh

Mari berlatih dengan teks di bawah ini!
Ji Won datang dengan pakaian kebesarannya. Cara berjalannya yang pelan seakan memberi kesempatan semua orang untuk memerhatikan drinya. Dagunya diangkat dengan pongah. Senyum sinis tersungging di ujung bibirnya. Kebanggaan terpancar kentara. Kebanggan yang menganggap semua orang lain adalah makhluk yang lebih rendah.

Hyun Seo duduk dengan sopan di dekat jendela. Tubuhnya yang tinggi kurus terbalut pakaian sederhana yang warnaya mulai pudar. Kepalanya menekuri lantai. Ia sedang berusaha menahan perasaannya. Dikuat-kuatkannya hatinya. Kalau bukan karena urusan mendesak yang harus segera dilaksanakanya, ia tidak akan tahan berlama-lama di sini. Bayangan Hyun Ji berkelebat menarik-narik perasaannya. Aku tahu engkau akan sabar menungguku, kata Hyun Seo dalam hati. Bagaimanapun semua ini akan berlalu, pikirnya berusaha menghibur diri.

Pak tua Han Seon tersenyum. Ia memahami perasaan Hyun Seo. ia bisa melihat pancaran kekesaan di wajah anak muda itu. Hatinya gelisah, pikir Pak Han Seon. Pak Han Seon pun berpikir keras. Ia sedang mencari cara untuk menjembatani dua anak muda yang sama-sama keras hati ini.
Mari kita tulis sifat tokoh-tokoh di dalam cerita!

  1. Tokoh Protagonis adalah Hyun Seo. Dia digambarkan berpakaian sederhana, mencintai Hun Ji, dan sebagai pihak yang tersiksa.
  2. Tokoh Antagonis adalah Ji Won. Digambarkan dengan berpakaian mewah, berjalan pongah, dan sombong kepada semua orang.
  3. Tokoh Tritagonis adalah Pak Han Seon. Digambarkan dengan bijaksana, memahami perasaan orang lain, dan berusaha menengahi persoalan antara Hyun Seo dan Ji Won

Poin Penting

  1. Tokoh protagonis adalah tokoh baik. Ia mendapat simpati pembaca karena memiliki sifat yang positif.
  2. Tokoh antagonis adalah tokoh jahat. Tugasnya menindas tokoh protagonis.
  3. Tokoh tritagonis adalah tokoh netral yang berusaha mencari solusi bagi masalah yang timbul.

Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur dibagi menjadi lima tahap, yaitu sebagai berikut.

1. Pemaparan atau Pengenalan.

Pemaparan adalah tahap penulis mengenalkan tokoh-tokoh dan latar yang ada di dalam cerita. Masing-masing tokoh memiliki sifat yang unik dan berbeda. Perbedaan sifat tokoh-tokoh berperan penting di dalam cerita. Di tahap ini, penulis juga menjelaskan latar cerita. Latar terdiri atas latar tempat, waktu, suasana dan sosial.

  1. Pemunculan Masalah atau Konflik
    Pada tahap ini penulis mulai memunculkan masalah yang dihadapi tokoh-tokoh di dalam cerita. Pembaca mulai disiapkan untuk suatu konflik yang akan terjadi di bagian berikutnya. Konflik adalah benturan yang terjadi akibat pertemuan sifat tokoh-tokoh di dalam cerita. Di tahap pemaparan disebutkan bahwa setiap tokoh memiliki sifat yang unik dan berbeda. Perbedaan sifat ini dibutuhkan untuk menciptakan konflik..
  2. Klimaks
    Pada tahap ini, konflik mencapai puncaknya. Tahap klimaks adalah bagian yang paling menegangkan di dalam cerita. Tahap-tahap alur sebelumnya dibangun untuk mencapai tahap ini.
  3. Antiklimaks
    Pada tahap ini ketegangan menurun. Solusi atas masalah telah ditemukan.
  4. Penutup atau Akhir Cerita atau Penyelesaian
    Pada tahap ini, cerita diakhiri. Akhir cerita tidak selalu bahagia. Bisa jadi tokoh yang disukai pembaca justru menjalani akhir yang menyedihkan. Pada umumnya, penulis menjelaskan nasib tokoh-tokoh đidalam novel. Namun, adakalanya tidak. Akhir novel dibiarkan mengambang sehingga pembaca harus menebak-nebak atau megambil simpulan sendiri tentang nasib tokoh-tokohnya.

Perhatikan Contoh

Baca teks di bawah ini dan kenali tahap teks tersebut di dalam cerita!

Perahu kecil itu melaut. Siapa yang tahu, ke mana arahnya? Tak ada catatan, apakah para pendukung Ganryu di Pulau Hikojima mencoba membalas dendam. Manusia tak pernah meninggalkan rasa cinta dan benci selama hidupnya. Gelombang perasaan datang dan pergi, bersama seiring dengan waktu. Sepanjang hidup Musashi, ada saja orang-orang yang membenci kemenangannya dan mengecam tingkah lakunya pada hari itu. Dikatakan, ia bergegas pergi karena takut akan pembalasan. Ia bingung. Ia bahkan lalai memberikan pukulan untuk mengakhiri derita Kojiro.

Dunia ini selalu penuh dengan bunyi gelombang. Ikan-ikan kecil menyerahkan diri mereka kepada gelombang, menari, menyanyi, dan bermain, tapi siapa yang bisa mengenal hati laut tiga puluh meter di bawahnya? Siapa yang kenal akan kedalamannya? Tamat.
(dikutip dari novel Musashi karya Eiji Yoshikawa)

 Kutipan novel di atas adalah contoh bagian penyelesaian dengan akhir yang menggantung.
Sekarang, mintalah seorang teman untuk membacakan teks berikut dan tentukan di tahap mana di dalam cerita teks tersebut berada.

  • Ia dilahirkan di pedalaman Jawa Jimur, tepatnya di Desa Grunggung, sebuah desa di lereng Gunung Manukan. Hari-harinya dihabiskan dengan menyabit rumput dan memandikan sapi yang dititipkan orang-orang kaya kepada keluarganya.
  • Pertempuran berjalan sengit. Suara pedang bergerincing. Tubuh-tubuh tak bernyawa bergelimpangan. Bau anyir darah mengembang di angkasa. Debu mengepul di angkasa.

Setelah memahami pengertian tentang tahap-tahap alur, kita bisa menilai bahwa kutipan cerita pertama berada di tahap pemaparan, sedang kutipan cerita kedua berada di tahap klimaks.

Poin Penting

Lima tahap alur:
1. Pemaparan atau pengenalan
2. Pemunculan masalah atau konflik
3. Klimaks
4. Antiklimaks
5. Penutup atau akhir cerita atau penyelesaian

Peristiwa
Peristiwa adalah kejadian penting yang memengaruhi jalan cerita di dalam sebuah novel. Peristiwa bisa berupa kejadian yang menggembirakan, menyedihkan, menakutkan, dan sebagainya.

Alur peristiwa
Alur peristiwa adalah rangkaian peristiwa yang terjalin dari awal hingga akhir cerita. Di dalam cerita, peristiwa yang satu memengaruhi peristiwa selanjutnya sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang utuh. Peristiwa yang tidak berkaitan atau tidak sesuai dengan alur peristiwa akan menggangu kenikmatan membaca..

Sinopsis
Sinopsis adalah ringkasan cerita sebuah novel. Sinopsis memuat bagian-bagian penting dari sebuah novel. Meski berupa ringkasan cerita, sinopsis yang baik adalah sinopsis yang mampu menggambarkan cerita secara menyeluruh.

Identifikasi peristiwa

Untuk dapat mengidentifikasi peristiwa di dalam sinopsis novel yang dibacakan, kita harus mendengarkan dengan saksama dan jeli menangkap kejadian penting yang berpengaruh terhadap jalannya cerita. Mintalah seorang teman untuk membacakan sinopsis di bawah ini! Catatlah peristiwa-peristiwa di dalam sinopsis tersebut, kemudian tentukan di tahap alur mana suatu peristiwa berada!

Siti Nurbaya
karya Marah Rusli

Pada saat kanak-kanak ibunda Siti Nurbaya telah meninggal dunia. Bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Dia hanya hidup bersama sang ayah yaitu Sulaiman yang sangat ia sayangi. Ayahnya adalah seorang pedagang terkemuka di Kota Padang. Sebagian dari modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir yang bernama Datuk Maringgih.

Pada awalnya usaha perdagangan Sulaiman mendapat kemajuan pesat, hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Untuk melampiaskan keserakahnnya, Datuk Maringgih menyuruh beberapa orang suruhannya membakar semua kios milik sulaiman dengan demikian hancurlah semua usaha sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup lagi membayar utang-utangnya pada Datuk Maringgih dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikan. Datuk Maringgih memaksa sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua utang-untangnya. Utang tersebut dianggap lunas apabila sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya putrinya kepada Datuk Maringgih.

Mengahadapi kenyataan seperti ini sulaiman yang sudah tak lagi sanggup membayar semua hutang-hutangnya itu tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih. Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan masih sangat muda harus menikah dengan Datuk Maringgih yang sudah tua keriput dan berkulit kasar. Lebih sedih lagi ketika Siti Nurbaya teringat Syamsul Bahri sang kekasih yang sedang kuliah di Stovia Jakarta. Sungguh berat memang namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuk Maringgih. Syamsul Bahri yang ada di Jakarta mengetahui peristiwa itu. Terlebih Siti Nurabya mengirimkan sebuah surat yang menceritakan tentang nasib yang sedang dialami keluarganya.

Pada suatu ketika, Syamsul Bahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah sakit keras. Sulaiman berusaha bangkit tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.

Mendengar itu ayah Syamsul Bahri yaitu Sultan Mahmudsyah yang kebetulan menjadi penghulu Kota Padang, malu atas perbuatan anaknya, sehingga Syamsul Bahri harus kembali ke Jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluarganya yang ada di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam karena Siti Nurbaya telah diusirnya.

Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya terdengar oleh Syamsul Bahri sehingga dia menjadi putus asa dan mencoba bunuh diri tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Syamsul Bahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.

Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan di Kota Padang sering terjadi hura-hura dan tindakan kejahatan akibat ulah datuk Maringgih dan orang-oranya. Syamsul Bahri yang telah berpangkat letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Syamsul yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu Kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih di suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Syamsul Bahri menembak Datuk Maringgih sehingga jatuh tersungkrr, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Syamsul Bahri dengan parangnya. Syamsul Bahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta untuk dipertemukan dengan ayahandanya, tetapi ajalnya lebih dulu merenggut sebelum Syamsul Bahri sempat bertemu dengan orang tuanya.

Mari kita catat peristiwa di dalam sinopsis di atas dan tahap alurnya!

Tahap Pengenalan
1. Siti Nurbaya adalah anak Sulaiman, seorang pengusaha di Padang. Sejak kecil, ibunya telah meninggal dunia.
2. Modal usaha Sulaiman berasal dari seorang rentenir yang bernama Datuk Maringgih.
3. Siti nurbaya memiliki kekasih, Syamsul Bahri, yang sekolah di Jakarta.

Tahap Pemunculan Masalah atau Konflik
1. Datuk Maringgih iri terhadap Sulaiman. Ia menyuruh orang untuk membakar semua kios milik Sulaiman agar bangkrut dan tidak sanggup lagi membayar utang-utangnya.
2. Sulaiman akhirnya menyerahkan Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih sebagai bentuk pelunasan utang.
3. Siti Nurbaya harus melupakan Syamsul Bahri, kekasihnya, dan menikah dengan Datuk Maringgih.

Tahap Klimaks
1. Syamsul Bahri menemui Siti Nurbaya saat berlibur ke Padang. Datuk Maringgih mengetahui hal itu sehingga terjadi keributan. Syamsul Bahri dihukum tidak boleh lagi menemui keluarganya di Padang.
2. Siti Nurbaya diusir oleh Datuk Maringgih.
3. Siti Nurbaya meninggal karena memakan lemang beracun dari kaki tangan datuk Maringgih

Tahap Penyelesaian:
1. Syamsul Bahri, yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas, menembak Datuk Maringgih hingga tewas, namun ia sendiri akhirnya tewas akibat sabetan parang Datuk Maringgih.
2. Syamsul Bahri meninggal begitu pula Datuk Maringgih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *