Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan

By | April 15, 2020

Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan – Perhatikan berbagai jenis dan ukuran tumbuhan di lingkungan sekitar rumah kalian. Tumbuhan tersebut akan tumbuh dan berkembang dewasa. Tumbuhan tersebut akan terus bertambah jumlahnya. Bertambahnya jumlah tumbuhan disebabkan karena tumbuhan tersebut melakukan perkembangbiakkan yang sering disebut kemampuan bereproduksi. Jadi bisa dikatakan bahwa tumbuhan tersebut bereproduksi dengan tujuan menambah dan mempertahankan jenis keturunannya.

Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi pada Tumbuhan

Cara tumbuhan bereproduksi ada berbagai macam cara. Tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan menggunakan 3 organ tubuhnya seperti akar, batang, dan daun dikatakan Reproduksi Vegetatif. Sementara jika tumbuhan melakukan reproduksi dengan bunga dikatakan Reproduksi Generatif.

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif disebut juga reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan keturunan tanpa melibatkan peleburan sel sperma dan sel ovum. Tumbuhan dapat bereproduksi secara aseksual dikarenakan kemampuan sel-selnya membelah secara meristem, dan keturunan yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Ada 2 cara bereproduksi secara aseksual tumbuhan yaitu dengan kemampuan sendiri disebut Vegetatif Alamiah dan dengan bantuan manusia disebut Vegetatif Buatan.

Vegetatif Alamiah

  • STOLON / GERAGIH

Pernahkah kalian mengamati rumput di sekitar lingkunganmu? Tumbuhan tersebut memiliki batang yang merambat di atas tanah dan contoh lainnya adalah pegagan. Batang yang menjalar di atas tanah tersebut yang disebut stolon/geragih. Pada stolon akan tumbuh tunas baru dan jika sudah terpisah dari tubuh induk maka akan menjadi individu baru.

  • RHIZOMA

Tahukah kalian bahwa batang akan tumbuh seiring terbentuknya akar di dalam tanah, dimana batang yang merupakan tempat tumbuhnya tunas baru. Ada tunas baru yang tumbuh dari dalam batang yang berada di dalam tanah, dan disebut Rhizoma (akar tinggal disebut juga batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah). Contohnya kunyit, jahe, kencur, dan temu lawak.

  • UMBI LAPIS

Kalian pasti tahu salah satu bumbu masak di dapur: bawang merah dan bawang putih. Ketika bawang tersebut diiris kalian bisa mengamati susunan dalam berlapis-lapis disebut dengan umbi lapis. Bawang merupakan modifikasi dari batang dimana akan menghasilkan kuncup samping yang berkelompok dan akan membentuk siung disebut individu baru.

  • UMBI BATANG

Kentang yang kalian konsumsi merupakan tumbuhan yang bereproduksi dengan Umbi batang dan batang tumbuh di dalam tanah, ujungnya menggembung membentuk umbi, batang yang tumbuh membesar. Contoh lain wortel dan lobak. Pada umbi batang dapat tumbuh mata tunas, yang dapat tumbuh menjadi individu baru.

  • TUNAS ADVENTIF DAUN

Bagaimana daun dapat menghasil kan individu baru? Tahukah kalian bahwa pada bagian tepi daun terdapat sel yang selalu membelah (sel meristem). Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun pada bagian daun yang demikian dapat membentuk kuncup yang merupakan calon tunas terdiri atas calon batang beserta calon daun yang terdapat pada tepi daun disebut kuncup adventif daun atau tunas liar pada tepi daun. Contohnya cocor bebek, cemara, dan sukun.

Vegetatif Buatan

Pernahkah kamu melihat pohon mangga yang masih muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan rasa yang manis? Apakah mangga jenis demikian ada secara alami di alam? Berikut jenis reproduksi vegetatif buatan dengan bantuan manusia:

  • Mencangkok, hanya bisa dilakukan pada tumbuhan yang berkambium (dikotil). Contoh: jeruk, mangga, belimbing, dan jati.
  • Menyambung atau mengenten, dengan tujuan menyambung dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya, biasanya dilakukan pada pucuk tanaman. Contoh: singkong biasa.
  • Menempel atau okulasi, yaitu menggabungkan dua jenis tanaman yang berbeda sifatnya dengan menggunakan lapisan kulitnya (pada mata tunas). Contoh: jeruk bali dengan jeruk limau.
  • Stek, yaitu cara memperbanyak tanaman dengan menggunakan potongan-potongan dari bagian tubuh tanaman, baik akar, batang, atau daun. Contoh: tebu, tanaman bunga, dan singkong.
  • Merunduk, yaitu membengkokkan cabang atau ranting tanaman ke bawah. Contoh: alamanda dan apel.

Reproduksi Generatif

            Pada reproduksi seksual, digunakan sel kelamin yaitu sel sperma (benang sari) dan sel telur (putik) dan proses fertilisasi untuk menghasilkan biji melalui proses Penyerbukan pada bunga. Kalian mengetahui di manakah letak sel kelamin pada tumbuhan? Perhatikan gambar berikut:

Gambar. Komponen-komponen bunga

Penyerbukan (polinase)

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik, penyerbukan dibedakan menjadi:

  1. Anemogami (penyerbukan yang dibantu oleh angin), contohnya rumput, jagung, padi.
  2. Zoidiogami (penyebabnya hewan), dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
  • Entomogami (serangga), contoh bunga matahari.
  • Kiropterogami (kelelawar), contoh jambu biji.
  • Ornitogami (burung), contoh padi.
  • Malakogami (siput), contoh tumbuhan buah.
  • Hidrogami (air), contoh tumbuhan air.
  • Antropogami (manusia), contoh vanili.

Penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya dibedakan menjadi:

  1. Autogami (penyerbukan sendiri): Serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami yang terjadi sebelum bunga mekar disebut kleistogami.
  2. Geitonogami (penyerbukan tetangga): Serbuk sari berasal dari bunga lain, tetapi masih satu pohon.
  3. Alogami: Serbuk sari berasal dari pohon lain, tapi masih satu varietas.
  4. Bastar: Serbuk sari dari pohon lain yang berbeda varietas.

Nah, untuk lebih jelas mari perhatikan gambar berikut.

Reproduksi pada Hewan

Secara umum, reproduksi pada hewan terbagi menjadi dua, yaitu aseksual dan seksual. Bagaimanakan cara reproduksi aseksual dan seksual itu?

Reproduksi Aseksual

Beberapa jenis hewan memiliki kemampuan untuk bereproduksi secara aseksual, yaitu tanpa melalui proses penggabungan sel sperma dengan sel telur. Reproduksi aseksual ini dilakukan oleh hewan untuk menghemat waktu dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan. Beberapa cara reproduksi aseksual yang dilakukan hewan antara lain:

Membentuk Tunas

Tunas pada hewan dibentuk dari salah satu bagian tubuh hewan. Tunas yang terbentuk tersebut menjadi individu baru jika telah lepas dari tubuh induknya. Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas adalah Hydra sp. Individu baru Hydra sp. terbentuk dari bagian tubuh Hydra sp. dewasa. Setelah cukup besar, tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. Hewan lain yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas adalah ubur-ubur, hewan karang, dan anemon laut.

Fragmentasi

Fragmentasi adalah cara reproduksi yang dilakukan hewan dengan memotong tubuh induknya. Lalu potongan tersebut menjadi individu baru. Jika tubuh individu induk terpotong menjadi dua bagian, maka masing-masing bagian akan tumbuh membentuk dua individu baru. Jumlah individu yang dihasilkan dengan fragmentasi bergantung kepada jumlah potongan tubuh induk yang tersedia. Semakin banyak potongan tubuh induk, maka semakin banyak jumlah individu baru yang terbentuk. Fragmentasi sangat cepat terjadi dan dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang banyak.

Reproduksi dengan cara fragmentasi terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama, pemotongan tubuh induk. Kemudian, tahap kedua adalah regenerasi, yaitu setiap potongan tubuh induk tumbuh dan membentuk bagian tubuh yang telah terpotong. Fragmentasi dilakukan oleh hewan yang memiliki kemampuan regenerasi sel yang sangat tinggi. Contoh hewan yang melakukan fragmentasi adalah Planaria.

Partenogenesis

Partenogenesis adalah cara reproduksi yang tidak membutuhkan proses fertilisasi. Partenogenesis adalah kemampuan telur untuk menjadi individu baru tanpa perlu melakukan pembuahan. Kemampuan partenogenesis ini dilakukan oleh banyak serangga. Serangga yang melakukan partenogenesis memiliki jumlah telur yang sangat banyak. Tanpa perlu dibuahi, telur-telur tersebut mampu tumbuh menjadi individu baru. Serangga yang melakukan partenogenesis antara lain adalah lebah, kutu, semut, dan lain sebagainya.

Reproduksi Seksual

Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Dengan terjadinya perkawinan, maka terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Proses fertilisasi ini menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot berkembang menjadi embrio (calon anak). Kemudian embrio berkembang menjadi individu baru.

Tahukah kamu bahwa fertilisasi pada setiap hewan berbeda? Fertilisasi pada hewan dibedakan menjadi dua, yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal. Fertilisasi internal adalah proses peleburan sel sperma dan sel telur yang terjadi di dalam tubuh hewan betina.Contoh hewan yang melakukan fertilisasi internal adalah kucing, kuda, ayam, bebek, dan lain-lain.

Fertilisasi eksternal adalah peleburan sel sperma dan sel telur yang terjadi di luar tubuh hewan betina. Hewan yang melakukan fertilisasi eksternal pada umumnya hidup di lingkungan perairan. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi eksternal adalah kodok dan ikan. Hewan yang melakukan fertilisasi eksternal umumnya menghasilkan keturunan dalam jumlah yang sangat banyak, mulai dari ratusan hingga ribuan. Hal ini dilakukan karena fertilisasi eksternal memiliki resiko kematian yang sangat tinggi. Sehingga dibutuhkan jumlah yang sangat banyak untuk dapat memastikan jumlah keturunan yang dihasilkan dapat bertahan hidup.

Ada jenis hewan yang menghasilkan telur, anak dan ada juga yang menghasilkan telur dan anak sekaligus. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya, reproduksi aseksual dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu ovipar atau bertelur, vivipar atau beranak dan ovovivipar atau bertelur beranak.

Hewan Ovipar

Hewan ovipar adalah golongan hewan yang bertelur. Embrio berkembang di dalam telur. Selama berada di dalam telur, embrio mendapatkan cadangan makanan yang berasal dari kuning telur. Embrio dilindungi oleh cangkang telur. Telur yang berisi embrio dikeluarkan dari dalam tubuh hewan betina. Contoh hewan yang bertelur adalah ikan, kodok, kura-kura, buaya, ayam, elang, dan lain-lain. Pada kebanyakan hewan ovipar yang hidup di darat, telur harus dierami terlebih dahulu hingga menetas dan menghasilkan bayi hewan. Telur dierami bertujuan untuk memberikan suhu hangat yang membantu perkembangan embrio di dalam telur.

Hewan Vivipar

Hewan vivipar adalah golongan hewan yang beranak. Embrio hewan vivipar berkembang di dalam rahim hewan betina. Setelah embrio berkembang mencukupi umur, maka akan dilahirkan menjadi bayi hewan. Pada umumnya, hewan yang beranak adalah golongan hewan mamalia, seperti kucing, kuda, sapi, kambing, harimau dan lain-lain. Bayi hewan yang baru lahir belum mampu untuk memakan makanan yang keras. Oleh karena itu, bayi hewan harus meminum air susu yang dihasilkan oleh induk betina. Susu yang dihasilkan oleh induk betina berasal dari kelenjar mamae (kelenjar susu).

Hewan Ovovivipar

Hewan ovovivipar disebut juga golongan hewan bertelur beranak. Hewan ovovivipar memiliki telur. Embrio berkembang di dalam telur. Namun, telur tidak dikeluarkan oleh hewan betina, melainkan disimpan di dalam tubuh hingga menetas. Saat telur sudah menetas, bayi hewan dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina. Cangkang telur tidak dikeluarkan, tetapi tetap berada di dalam tubuh induk betina. Contoh dari hewan ovovivipar adalah kadal dan ular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *