Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku

By | August 10, 2020

Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku – Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari ragam penulisan teks negosiasi pada situasi resmi dan tidak resmi. Tentu saja pada situasi resmi percakapan pada teks negosiasi dan pada situasi tidak resmi, percakapan teks negosiasi memakai ragam tidak baku.

Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku

Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku

Mari kita perhatikan contoh teks negosiasi di bawah ini!
contoh 1:
Coba amatilah gambar di bawah dengan cermat!


Situasi yang ada pada gambar A dan B adalah situasi resmi karena itu bahasa yang dipakai juga harus formal. Contoh bahasa formal ialah:
• “Selamat pagi anak-anak. Pada kesempatan kali ini, pak guru ingin menanyakan fungsi kincir angin untuk pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Coba jelaskan! Terima kasih.”
• Siswa : Permisi Bapak, saya ingin meminta tanda tangan untuk izin meninggalkan pelajaran.
Guru : Ada keperluan apa?
Siswa : Mencari sponsor untuk lomba, Pak.
Guru : Baiklah silakan duduk dulu.
Siswa : Terima kasih, Pak.

Situasi yang ada pada gambar C dan D adalah situasi tidak resmi karena itu bahasa yang dipakai boleh menggunakan bahasa nonformal dan bahasa ibu (bahasa daerah)

Contohnya:
• Adi : Ayo Reno semangat ya jangan sampai kalah!
Reno : Aduhhh aku takut nih kalau tidak masuk ke garis.
Adi : Gak papa Ren yang penting jangan sampai keluar
(tongkat mencapai garis)
Reno dan Adi:Horeee menang
• Nirma : Enaknya liburan nanti kita pergi kemana ya?
Sisca : Gimana kalau kita ke Candi Borobudur aja sekalian penelitian untuk tugas sejarah
Nirma : Wah boleh juga tuh idenya siip lah

Contoh 2
Perhatikan percakapan di bawah ini!
Guru : Kenapa harus diadakan bazar untuk acara tersebut?
Siswa : Bazar untuk mengasah bakat wirausaha para siswa, Pak!
Guru: Baiklah
Siswa: Terima kasih, Pak.
Guru : Hmmmm.

Jika kita amati cuplikan percakapan di atas tentu saja kurang memenuhi kaidah ragam baku karena percakapan yang dilakukan harus memakai bahasa yang formal. Sebaliknya ketika siswa sudah mengucapkan terima kasih, pak guru juga membalas dengan ucapan ‘Ya’ atau ‘sama-sama’ tidak malah hanya mengucapkan hmmmm. Itulah yang dimaksud dengan pemakaian bahasa baku dan tidak baku.

Point Penting

1. Pemakaian bahasa resmi dan tidak resmi disesuaikan dengan situasi yang sedang berlangsung.
2. Situasi resmi memakai bahasa baku dan formal. Contoh pada acara diskusi, seminar, pembelajaran, rapat dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *