Teknik dan Pokok-Pokok Cerita yang Baik

By | April 5, 2020

Teknik dan Pokok-Pokok Cerita yang Baik – Apakah kamu pernah mendengarkan seseorang mendongeng atau bercerita? Sukakah kamu mendengarnya? Bercerita merupakan kegiatan yang menarik, tapi membutuhkan banyak latihan. Hal tersebut karena saat bercerita, kita sebenarnya tengah menyampaikan informasi kepada oranglain. Kali ini kita akan belajar bercerita dengan baik, tapi sebelumnya kamu perlu belajar membaca dan mengetahui pokok-pokok cerita terlebih dahulu.

Teknik dan Pokok-Pokok Cerita yang Baik

Teknik dan Pokok-Pokok Cerita yang Baik

POKOK CERITA

Perhatikan Contoh

Nah, sekarang bacalah satu cerita anak di bawah ini dengan saksama!

section-media
Pokok Cerita yang Baik

Pokok Cerita yang Baik

Pokok cerita merupakan bagian-bagian penting dalam sebuah cerita. Pokok cerita bisa kamu ketahui lebih mudah dengan mengelompokkannya ke dalam alur cerita yang sesuai. Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan. Alur cerita yang baik dan mengalir akan membuat cerita menjadi hidup, menarik untuk dibaca, dan mudah dipahami. Secara garis besar, alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu sebagai berikut.

Bagian Awal (Perkenalan)

Bagian awal berisi perkenalan tokoh serta perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi. Sebagai contoh, dalam cerita “Bulan yang Iri Hati” pokok ceritanya adalah sebagai berikut.

  • Bulan bersikap sombong dan merasa lebih dikagumi dibanding Bintang.
  • Bintang bercerita tentang kehebatan Matahari yang lebih hebat dan lebih disukai orang.

Bagian Tengah (Konflik)

Bagian tengah berisi tentang detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerita. Sebagai contoh dalam cerita “Bulan yang Iri Hati” pokok ceritanya adalah sebagai berikut.

  • Bulan merasa kesal dan kemudian memikirkan sebuah ide.
  • Ketika pagi tiba, Bulan tidak mau beranjak saat Matahari datang. Ia ingin menantang Matahari dan melihat siapa yang lebih disukai.
  • Sepanjang hari Bulan tidak disapa. Ia kecewa dan mengakui kehebatan Matahari.
  • Bulan merasa sedih dan tidak mau kembali bersinar saat malam hari.

Bagian Akhir (Penyelesaian)

Bagian akhir berisi tentang penyelesaian konflik dan penutup cerita. Sebagai contoh dalam cerita “Bulan yang Iri Hati” pokok ceritanya adalah sebagai berikut.

  • Bintang menghibur Bulan dengan mengatakan bahwa Bulan juga punya kelebihan, dan ia akan disukai kalau tidak sombong.
  • Bulan melihat anak-anak memanggil dirinya. Ia pun sadar bahwa ia juga hebat, tapi tidak boleh sombong.
  • Bulan mengantuk karena terjaga seharian dan malam itu ia tertidur lelap.

Poin Penting

  1. Pokok cerita merupakan bagian-bagian penting dalam sebuah cerita. Pokok cerita bisa kamu ketahui lebih mudah dengan mengelompokkannya ke dalam alur cerita yang sesuai.
  2. Secara garis besar, alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu sebagai berikut.
  • Bagian awal (perkenalan), isinya adalah perkenalan tokoh serta perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi.
  • Bagian tengah (konflik), isinya tentang detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerita.
  • Bagian akhir (penyelesaian), isinya tentang penyelesaian konflik dan akhir dari cerita.

Siswa mengetahui dan mampu menerapkan teknik bercerita yang baik.

Apakah kamu pernah mendengarkan seseorang mendongeng atau bercerita? Sukakah kamu mendengarnya? Di topik sebelumnya, kamu telah belajar membaca cerita, mengetahui pokok-pokok cerita, serta mengembangkannya menjadi sebuah cerita. Kali ini kita akan belajar teknik bercerita yang baik.

Bercerita

Bercerita merupakan kegiatan yang menarik, tetapi membutuhkan banyak berlatih. Hal tersebut karena saat bercerita, kita sebenarnya tengah menyampaikan informasi kepada orang lain. Bercerita juga merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sejak dahulu sampai sekarang.

Nah, sekarang dengarkan cerita di bawah ini dengan saksama!

Teknik Bercerita yang Baik

Di bawah ini merupakan unsur-unsur yang perlu diperhatikan agar kamu bisa bercerita dengan baik.

Suara

Saat bercerita, pastikan suaramu terdengar dengan volume suara yang cukup jelas.

Lafal

Saat bercerita, gunakan lafal atau pengucapan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebaiknya kamu juga tidak menggunakan dialek bahasa daerah atau dialek bahasa asing.

Intonasi

Intonasi merupakan tinggi-rendah suara dan cepat-lambatnya pengucapan. Pencerita yang baik dapat memainkan intonasi sesuai dengan alur cerita untuk menghidupkan suasana cerita. Dengan demikian penonton akan merasa tertarik dan tidak merasa bosan. Misalnya, kamu dapat membedakan intonasi ketika sedang senang, sedih, marah, terharu, atau kaget.

Gestur

Gestur merupakan gerakan tubuh. Saat bercerita, kamu bisa menggunakan gestur untuk mendukung ceritamu. Gestur yang dilakukan juga tidak perlu berlebihan. Misalnya saat sedang kedinginan, kamu bisa melakukan gerakan menggigil dengan gigi gemelutuk dan tangan yang dirapatkan ke badan.

Mimik

Mimik merupakan ekspresi atau perubahan raut wajah. Mimik merupakan unsur penting dalam bercerita karena bisa menghadirkan suasana sesuai cerita. Misalnya saat ketakutan, kamu dapat memperlihatkan wajah yang tegang dengan mata yang membelalak.

Sekarang dengarkan kembali dengan saksama cerita yang berjudul “Bulan yang Iri Hati”. Perhatikan suara, lafal, dan intonasi sang pendongeng. Bagaimana menurutmu? Dapatkah kamu membayangkan tokoh Matahari dan Bulan?

Cerita yang baru saja kamu dengarkan merupakan salah satu cerita yang menggunakan teknik bercerita yang baik. Suara pencerita cukup terdengar, lafal yang digunakan jelas dan mudah dimengerti, dan intonasinya juga menarik. Hal tersebut membuat cerita mudah dipahami oleh pendengarnya.

Nah, sekarang giliranmu mencobanya!

Poin Penting

Bercerita merupakan upaya menyampaikan informasi kepada orang lain. Unsur-unsur teknik bercerita yang baik adalah sebagai berikut.

  • Suara, pastikan suaramu terdengar dengan volume suara yang cukup jelas.
  • Lafal, gunakan lafal atau pengucapan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hindari menggunakan dialek bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Intonasi, merupakan tinggi rendah suara dan cepat lambatnya pengucapan. Pencerita yang baik dapat memainkan intonasi sesuai dengan alur cerita untuk menghidupkan suasana cerita.
  • Gestur, merupakan gerakan tubuh. Saat bercerita, kamu bisa menggunakan gestur untuk mendukung ceritamu. Gestur yang dilakukan juga tidak perlu berlebihan.
  • Mimik, merupakan ekspresi atau perubahan raut wajah. Mimik merupakan unsur penting dalam bercerita karena bisa menghadirkan suasana sesuai cerita.

Apakah kamu pernah mendengarkan seseorang mendongeng atau bercerita? Sukakah kamu mendengarnya? Di topik sebelumnya, kamu telah belajar teknik bercerita yang baik. Kali ini kamu akan belajar tentang bercerita dengan menggunakan alat-alat peraga yang ada di sekitar

Bercerita

Bercerita merupakan kegiatan yang menarik, namun membutuhkan banyak berlatih. Hal tersebut karena saat bercerita, kita sebenarnya tengah menyampaikan informasi kepada orang lain. Bercerita juga merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sejak dahulu sampai sekarang.

Nah, sekarang dengarkan cerita di bawah ini dengan saksama!

Bercerita Menggunakan Alat Peraga

Selain menggunakan teknik bercerita yang tepat, yaitu dengan suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang sesuai, dalam bercerita kamu juga bisa menggunakan bantuan alat peraga. Hal yang dimaksud alat peraga adalah benda apa pun yang bisa digunakan saat bercerita. Gunanya adalah untuk membantu penyampaian cerita atau juga untuk membuat ceritamu menjadi lebih menarik.

      Pada dasarnya, alat peraga bisa berupa apa saja. Namun, ada beberapa panduan, yaitu sebagai berikut.

  • Cukup gunakan satu atau dua barang yang paling penting.
  • Gunakanlah alat peraga yang sesuai dengan isi cerita.
  • Cari alat peraga yang mudah didapat atau mudah dibuat.
  • Gunakanlah barang yang praktis untuk dibawa dan tidak merepotkan saat bercerita.

Contoh:

  • Dalam cerita “Bulan yang Iri Hati”, kamu bisa menggunakan kertas berbentuk bulan dan matahari seperti foto berikut.
  • Beberapa pendongeng juga ada yang menggunakan boneka tangan sebagai peraga.
  • Jika kamu mau bercerita tentang si Deden yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola misalnya, kamu bisa membawa ikut membawa bola sepak tersebut sebagai alat peraga.

Poin Penting

1. Selain menggunakan teknik bercerita yang tepat, dalam bercerita kita juga bisa menggunakan bantuan alat peraga.

2. Alat peraga adalah benda apapun yang bisa digunakan saat bercerita.

3. Alat peraga berguna untuk membantu penyampaian cerita atau membuat cerita menjadi lebih menarik.

4. Panduan alat peraga:

  • Cukup gunakan satu atau dua barang yang paling penting
  • Gunakanlah alat peraga yang sesuai dengan isi cerita
  • Cari alat peraga yang mudah didapat atau mudah dibuat
  • Gunakanlah barang yang praktis untuk dibawa dan tidak merepotkan saat bercerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *