Hal-hal Pokok dalam Pidato, Ceramah dan Khotbah

By | April 1, 2020

Hal-hal Pokok dalam Pidato, Ceramah dan Khotbah – Sebelum kita belajar tentang cara menemukan hal-hal pokok dalam pidato/ceramah/khotbah, sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu definisi pidato, ceramah, atau khotbah.

Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak atau paparan lisan yang disampaikan seorang pembicara kepada khalayak. Misalnya pidato ketua OSIS dalam acara penglepasan siswa kelas IX dan pidato kepala sekolah pada saat upacara bendera.

Ceramah adalah pidato oleh seseorang dihadapan banyak pendengar mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb. Misalnya ceramah oleh pakar pendidikan tentang arti pentingnya pendidikan bagi generasi muda.

Khotbah adalah pidato yang biasanya menguraikan tentang hal yang berhubungan dengan ajaran agama. Misalnya khotbah yang disampaikan oleh juru ceramah pada salat Jumat di masjid.

Hal-hal Pokok dalam Pidato, Ceramah dan Khotbah

Hal-hal Pokok dalam Pidato, Ceramah dan Khotbah

     Hal-hal pokok dalam pidato/ceramah/khotbah adalah hal-hal penting yang ada pada isi pidato. Dengan menemukan hal-hal pokok tersebut diharapkan peserta didik memahami isi pidato yang disampaikan oleh pembicara.

Perhatikan Contoh

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan kutipan pidato berikut.

Para hadirin yang saya hormati,
Organisasi Karang Taruna tidak mungkin terlepas dari situasi yang sedang berkembang saat ini. Mau tidak mau organisasi wadah pemuda-pemudi Republik Indonesia yang akan datang harus menjadi organisasi yang mandiri dan lepas dari birokrasi. Pimpinan organisasi dipilih berdasarkan kualifikasi dan kemampuan seorang pimpinan sehingga nantinya tidak ada alasan lagi untuk mengatakan bahwa organisasi Karang Taruna hanya sebagai organisasi pelengkap di pemerintahan desa.

Hal-hal pokok pada kutipan pidato di atas adalah:
1. Organisasi Karang Taruna harus menjadi organisasi yang mandiri dan lepas dari birokrasi.
2. Pimpinan organisasi dipilih berdasarkan kualifikasi dan kemampuan seorang pimpinan.

Menyimpulkan Pesan Pidato/Ceramah/Khotbah

Ada dua hal yang perlu kalian pahami pada materi ini, yaitu simpulan dan pesan. Apa itu simpulan dan apa itu pesan? Baiklah akan kita bahas kedua istilah tersebut.

Simpulan merupakan pernyataan berisi fakta, pendapat, atau alasan pendukung mengenai tanggapan terhadap suatu objek. Simpulan adalah pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya. Simpulan adalah hasil menyimpulkan. Simpulan dapat juga dikatakan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi. Pesan adalah perintah, nasihat, permintaan, atau amanat yang disampaikan lewat orang lain.

Pidato pada dasarnya adalah menyampaikan sesuatu secara lisan kepada orang lain. Tentu saja sesuatu yang disampaikan mengandung pesan, dengan kata lain dalam sebuah pidato pastilah pembicara menyampaikan sesuatu yang berupa pesan atau hal-hal penting.

Perhatikan Contoh

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan kutipan pidato berikut.

Bapak kepala sekolah yang kami hormati dan kami muliakan. Bapak dan Ibu guru yang kami hormati. Teman-teman dan adik-adik kelas yang kami sayangi. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan taufik-Nya kepada kita semua. Hanya dengan pertolongan-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam suasana yang penuh suka cita.

Hadirin yang berbahagia,
Saya mewakili siswa-siswi kelas IX yang sebentar lagi akan dilepas sebagai siswa SMP, mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru atas segala bimbingan dan arahan yang diberikan kepada kami. Tanpa bimbingan dan arahan dari Bapak dan Ibu guru, kami tidaklah mungkin bisa mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Rasa terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Kepala Sekolah beserta seluruh jajarannya yang telah menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai. Pemberian kesempatan kepada kami untuk bisa belajar di sekolah ini pun layak diberi ucapan terima kasih.

Keberhasilan kami menempuh pendidikan SMP bukanlah akhir segalanya. Masih ada jenjang-jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang harus kami jalani. Kami harus tetap belajar dan bekerja. Masa depan hanya milik orang yang mau belajar dan bekerja keras. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Seandainya kami dahulu lebih mengutamakan bersenang-senang, dengan tidak mau belajar dan sering tidak masuk sekolah, tentu hari ini kami tidak dapat menikmati kebahagiaan ini.

Hadirin yang berbahagia,
Begitu banyak perilaku nakal dan tidak sopan yang kami lakukan selama ini. Perilaku yang terkadang dapat menyakitkan hati Bapak dan Ibu guru. Inilah saat yang paling tepat bagi kami untuk mengucapkan kata maaf atas kesalahan tersebut. Maafkan kami, Bapak, maafkan kami Ibu. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terulang di kemudian hari. Kami lebih dewasa dalam menatap hari depan yang Insya Allah menjadi lebih baik. Mohon doa restu agar kami bisa mencapai masa depan yang lebih berarti. Tidak hanya bagi kami, tetapi bagi masyarakat dan bangsa ini. Masa depan bangsa kami ikut ditentukan pula oleh keberhasilan kami.

Akhirnya, mudah-mudahan perpisahan ini justru menjadi pengikat hubungan antara kami dengan sekolah ini. Sejauh apa pun jaraknya, bila kita saling mengingat satu dengan lainnya, pasti terasa dekat. Sekian, sampai bertemu lagi di lain kesempatan.

Dalam pidato di atas, dapat disimpulkan bahwa pesannya adalah: Pembicara menyampaikan rasa terima kasih dan maafnya kepada para gurunya. Dia berharap hubungan ini tetap berlanjut terus.

Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari tentang menentukan isi pidato/ceramah/khotbah. Mungkin, kalian sering mendengar pidato di sekolah. Pidato merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi. Orang yang berpidato biasanya disebut orator atau pembicara.

Pidato/Ceramah/Khotbah

Pidato adalah ungkapan pikiran dan perasaan seseorang secara lisan di hadapan orang banyak. Oleh karena itu, pidato seseorang ditujukan kepada orang banyak. Kegiatan ini dapat juga disebut orasi, ceramah, atau khotbah.
Pidato dengan tema agama atau pendidikan lebih sering disebut khotbah atau ceramah (misalnya: ceramah kepala sekolah dalam rangka hari guru), sedangkan berpidato dengan gaya yang khas (mahasiswa) lebih dikenal dengan nama orasi (misalnya: orasi dalam rangka mengkritik kebijakan pemerintahan).

Dengan demikian, isi dan pesan pidato yang kita dengar dapat menentukan jenis atau kategori pidato yang disampaikan oleh pembicara (orang yang berpidato). Bagian-bagian isi pidato terbagi atas beberapa bagian, yang disebut unsur-unsur pidato.
Ada tiga unsur pokok dalam pidato, antara lain:

  1. Pembukaan pidato, yaitu beberapa kalimat atau pernyataan salam, sapaan yang ditujukan kepada para pendengar, dan puja-puji syukur dari pembicara saat memulai berpidato;
  2. Isi pidato, yaitu pernyataan pokok/isi yang hendak disampaikan sang pembicara kepada pendengar dalam pidatonya;
  3. Penutup pidato, yaitu salam penutup, kesan, dan pesan pembicara kepada pendengar saat mengakhiri berpidato.

Cara Menentukan Isi Pidato

Ada beberapa langkah yang perlu kita perhatikan untuk menentukan isi pidato, antara lain:

• Kenali bagian/unsur pokok pidato.

  1. Pembukaan pidato
  2. Isi pidato
  3. Penutup pidato

• Simak setiap unsur pidato yang kita dengar.

  1. konsentrasi saat mendengarkan pidato
  2. pahami setiap kata dan kalimat yang disampaikan pembicara

• Simpulkan dan tentukan isi pidato yang kita dengar.

  1. tuliskan isi pidato yang telah kita dengar
  2. buat ringkasan dari isi pidato

Perhatikan Contoh

Contoh Menentukan Isi Pidato
Perhatikan dan simaklah contoh teks pidato berikut ini! Setiap pernyataan yang disampaikan pembicara ditandai dengan angka.

section-media
section-media
section-media
section-media

Berikut ini cara menentukan isi pidato di atas.

• kenali unsur-unsur pidato; pembukaan, isi, dan penutup
• simak setiap unsur pidato yang kita dengar;

a. pembukaan pidato di atas, yaitu: ucapan salam dan pernyataan bernomor 1-2
b. isi pidato di atas, yaitu pernyataan yang bernormor 3-17
c. penutupan pidato di atas, yaitu pernyataan yang bernomor 18-20 dan ucapan salam

• Berikut ini simpulan isi pidato di atas.
Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, transaksi-transaksi di wilayah perbatasan masih ada yang tidak menggunakan mata uang rupiah. Apabila hal itu dibiarkan, berpotensi mengganggu stabilitas nilai rupiah.

Sebagai wujud pelaksanaan tugas Bank Indonesia, khususnya di bidang sistem pembayaran, pemerintah dan Bank Indonesia akan meresmikan pengeluaran dan pengedaran uang rupiah kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014. Pada tanggal 14 Agustus 2014 yang lalu, Bank Indonesia dan pemerintah telah mengeluarkan siaran pers mengenai penerbitannya. Uang rupiah kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014 beredar dan berlaku pada tanggal 17 agustus 2014.

Secara umum, desain uang baru tersebut tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan uang pecahan yang sama (yang beredar saat ini). Dua perbedaan utama yang dapat dikenali adalah: (i) pencantuman frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan (ii) penandatangan uang oleh gubernur Bank Indonesia dan menteri keuangan.

Pengertian Pidato, Khotbah, dan Ceramah

Seperti yang sudah diulas pada topik sebelumnya, pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak atau paparan lisan yang disampaikan seorang pembicara kepada khalayak. Ceramah adalah pidato oleh seseorang dihadapan banyak pendengar mengenai suatu hal, pengetahuan, dsb. Khotbah adalah pidato yang biasanya menguraikan ajaran agama.

Pengertian Komentar

Komentar adalah ulasan atau tanggapan yang disampaikan seseorang terhadap isi berita atau pidato/khotbah/ceramah yang didengarnya. Seseorang juga dapat memberikan saran atau kritik terhadap pidato yang didengarnya.

Hal-hal Pokok dalam Pidato/Khotbah/Ceramah

Sebelum dapat memberikan komentar terhadap isi pidato seseorang, kita perlu memahami terlebih dahulu isi pidato secara keseluruhan. Pemahaman terhadap keseluruhan pidato dimaksudkan agar kita dapat menemukan hal-hal pokok yang disampaikan dalam pidato. Hal-hal pokok dalam pidato meliputi hal sebagai berikut.
1. Topik, yaitu tema atau permasalahan utama yang disampaikan dalam pidato;
2. Uraian masalah, yaitu pengembangan topik utama dalam pidato menjadi beberapa hal penting lainnya;
3. Solusi yang diberikan terhadap masalah yang diajukan.

Memberi Komentar tentang Isi Pidato/Khotbah/Ceramah
Setelah memahami hal-hal pokok tersebut, kita dapat memberi komentar terhadap pidato/khotbah/ceramah tersebut dengan syarat sebagai berikut.
1. Komentar yang diberikan harus santun, yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menghindari kata-kata kasar yang dapat menyinggung;
2. Komentar yang diberikan harus disertai alasan atau pendapat yang logis.

Perhatikan Contoh

Contoh Komentar tentang Isi Pidato/Khotbah/Ceramah yang Santun
Perhatikan penggalan pidato berikut!

Saudara-saudara yang saya hormati,
Seiring bertambah majunya teknologi, mari kita memperluas wawasan kita seputar pemanfaatan teknologi tersebut. Salah satunya, kita perlu bijak saat menggunakan internet. Banyak sekali hal positif yang bisa diambil dari internet, seperti situs-situs e-learning yang dapat kita manfaatkan untuk belajar. Misalnya, ingin mempelajari materi yang tertinggal di sekolah, ingin belajar bahasa asing, atau ingin mempelari materi-materi pembelajaran lainnya pun maka kita dapat memanfaatkan internet.

Berdasarkan penggalan pidato tersebut, komentar yang dapat diberikan dengan santun adalah sebagai berikut.

Pidato tersebut sangat mendidik karena menyampaikan hal-hal bermanfaat seputar penggunaan internet bagi siswa. Dengan demikian, banyak siswa akan tertarik untuk memanfaatkan internet dalam hal-hal positif.

Pada topik ini, siswa diharap dapat menyusun garis besar kerangka pidato/ceramah/khotbah.

Pengertian Pidato, Khotbah, dan Ceramah

Pidato adalah ungkapan pikiran seorang dalam bentuk kata-kata yang disampaikan langsung di depan khalayak ramai. Pidato adalah salah satu bentuk bahasa lisan. Dengan demikian, dalam pidato harus diperhatikan intonasi, artikulasi, gerak tubuh, dan mimik muka sebagai penunjang seperti dalam komunikasi lisan lainnya. Pidato disebut juga khotbah atau ceramah. Khotbah atau ceramah terutama berisi tentang materi-materi keagamaan.

Teknik Pidato

Berdasarkan teknik penyampaiannya, pidato terbagi atas empat macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Impromptu (spontan), yaitu teknik pidato yang disampaikan secara spontan. Pidato jenis ini biasanya tidak dipersiapkan terlebih dahulu karena dilakukan secara mendadak atau dalam acara yang tidak resmi. Misalnya, sambutan pada rapat kelas atau pidato ulang tahun di acara ulang tahun;
  2. Menghafal, yaitu teknik pidato tanpa teks yang mengharuskan seseorang menghafal saat berpidato. Sebelum berpidato, harus dibuat terlebih dahulu teks pidato, baik naskah lengkap maupun garis-garis besar yang akan dibicarakan;
  3. Naskah, yaitu teknik pidato dengan menggunakan naskah. Seseorang yang berpidato dengan teknik ini membacakan naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya;
  4. Ekstemporan, yaitu teknik pidato dengan menggunakan catatan berisi garis besar isi pidato yang akan disampaikan. Seseorang harus menyiapkan naskah berupa kerangka atau pokok-pokok pembicaraan kemudian mengembangkan materi tersebut saat berpidato (improvisasi)

Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah

Persiapan utama yang harus dilakukan sebelum berpidato adalah menyusun kerangka pidato. Kerangka pidato adalah susunan materi pokok pidato yang berupa satu kesatuan utuh. Kerangka pidato perlu disiapkan, terutama untuk pidato dengan teknik menghafal, naskah, atau ekstemporan. Kerangka pidato terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Pembuka adalah pengantar pidato yang berisi salam pembuka dan gambaran materi yang akan disajikan selama pidato;
  2. Isi adalah materi pokok yang akan disampaikan dalam pidato. Pada pidato dengan teknik ekstemporan, materi dapat ditulis dengan mengemukakan poin-poin penting yang akan dibicarakan;
  3. Penutup meliputi rangkuman atau penegasan terhadap materi yang disampaikan, bisa juga berupa saran dan imbauan, serta diakhiri dengan salam penutup.

Perhatikan Contoh

CONTOH KERANGKA PIDATO/KHOTBAH/CERAMAH
Pembuka:
“Selamat pagi, hadirin yang berbahagia. Mari kita ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mempertemukan kita semua dalam kesempatan ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato singkat saya yang berjudul “Peran Siswa dalam Menjaga Ketertiban”….”

Isi:
“Pelajar harus ikut bertanggung jawab terhadap ketertiban lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, pelajar harus menjauhi perilaku buruk, seperti terlibat tawuran dan lain sebagainya ….”

Penutup:
“Demikian pidato singkat saya. Semoga apa yang saya ucapkan berkenan di hati hadirin sekalian. Pesan terakhir saya untuk rekan-rekan sesama pelajar agar terus meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga ketertiban di lingkungan sekitar kita.”

Pada topik ini, siswa diharap dapat berpidato/berceramah/berkhotbah yang baik dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam pidato/ceramah/khotbah.

Pengertian Pidato, Khotbah, dan Ceramah
Pidato adalah ungkapan pikiran seseorang yang disampaikan dalam bentuk kata-kata secara langsung di depan khalayak ramai. Pidato dapat juga disebut sebagai khotbah atau ceramah. Khotbah atau ceramah biasanya berisi materi-materi kegamaan, seperti khotbah Jumat.

Jenis Pidato

Berdasarkan isi dan tujuannya, pidato terdiri atas beberapa jenis berikut ini.

1. Pidato Persuasif
Pidato persuasif adalah pidato yang disampaikan dengan maksud mengajak atau mendorong pendengarnya untuk menerima atau meyakini materi pidato yang disampaikan. Contoh: pidato keagamaan, khotbah Jumat, dan pidato kampanye.
2. Pidato Informatif
Pidato informatif adalah pidato yang disampaikan dengan maksud memberikan informasi apa adanya tentang materi yang disampaikan. Contoh: pidato laporan pertanggungjawaban, pidato peresmian gedung sekolah, dan pidato sambutan.
3. Pidato Rekreatif
Pidato rekreatif adalah pidato yang disampaikan dengan tujuan menghibur pendengarnya agar bahagia. Contoh: pidato hiburan di acara tertentu.

Teknik Pidato

Berdasarkan teknik penyampaiannya, pidato memiliki beberapa macam sebagai berikut:

  1. Impromptu (spontan), yaitu pidato yang dilakukan secara spontan tanpa naskah. Dengan teknik ini, seseorang tidak perlu mempersiapkan atau membaca naskah, seperti pidato sambutan acara kenaikan kelas;
  2. Menghafal, yaitu pidato dengan teknik menghafal naskah yang telah disiapkan sebelumnya;
  3. Naskah, yaitu pidato yang dilakukan dengan membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya;
  4. Ekstemporan, yaitu pidato yang menggunakan catatan berupa pokok-pokok materi yang akan disampaikan. Dengan teknik ini, seseorang hanya perlu menyiapkan pokok-pokok materi yang akan disampaikan lalu mengembangkannya saat berpidato (improvisasi)

Aspek Penting dalam Pidato/Khotbah/Ceramah

Sebagai sebuah komunikasi lisan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan saat berpidato agar pidato yang disampaikan menjadi baik. Berikut hal yang harus diperhatikan agar menghasilkan pidato/khotbah/ceramah yang baik:

  1. Intonasi, yaitu ketepatan tinggi rendahnya suara seseorang saat berpidato;
  2. Artikulasi, yaitu kejelasan pengucapan kata-kata saat berpidato;
  3. Volume, yaitu tingkat kenyaringan suara seseorang saat berpidato;

Pidato/Khotbah/Ceramah yang Baik

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat berpidato/berceramah/berkhotbah dengan baik:

  1. Melakukan persiapan dengan matang. Persiapan pidato meliputi naskah atau kerangka pidato yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan;
  2. Melakukan latihan dengan cukup untuk menghindari gugup saat berpidato;
  3. Berpenampilan yang baik dan rapi;
  4. Memperhatikan intonasi, artikulasi, dan volume suara saat berpidato;
  5. Menghidupkan suasana, seperti mengajak pendengar berinteraksi atau diselingi humor;
  6. Memberikan rangkuman singkat saat hendak menutup pidato.

Perhatikan Contoh

Contoh Pidato Singkat

Bacalah pidato singkat berikut dengan intonasi, artikulasi, dan volume yang tepat!

Saudara-saudara yang saya hormati,

Pertama, mari kita ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita senantiasa diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama seperti ini saat ini. Pada kesempatan kali ini, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, saya ingin berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari lingkungan yang paling kecil dan dekat dengan kita, yaitu rumah dan sekolah.
Saudara sekalian,

Kita sering mendengar banyak daerah di negara ini yang rentan terkena musibah banjir. Bahkan, ada beberapa daerah yang setiap tahunnya hampir selalu banjir saat musim hujan. Hal tersebut tentu merupakan musibah yang tidak dapat dielakkan. Namun, tahukan bahwa musibah yang besar itu bisa jadi bermula dari kebiasaan kecil yang kita lakukan di lingkungan terdekat kita, yaitu rumah dan sekolah. Kebiasaan itu adalah membuang sampah sembarangan.

Oleh karena itu, saya mengimbau kepada semua rekan untuk bersama-sama membangun kesadaran. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi? Mulai tanamkan dalam diri kita untuk tidak lagi membuang apapun di tempat yang tidak semestinya. Saat kita berada di jalan, di kendaraan, saat tidak ditemukan tempat sampah, maka lebih baik kita simpan sampah tersebut sampai menemukan tempat sampah. Semoga dengan langkah kecil ini, musibah banjir tidak terjadi lagi.

Sekian pidato saya. Terima kasih atas segala perhatiannya. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Menentukan Tema Pidato/Ceramah/Khotbah

Pidato/ceramah/khotbah memerlukan topik atau tema yang sesuai dengan latar belakang pengetahuan serta acara yang tengah berlangsung. Misalnya pidato pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, ceramah untuk mengisi acara di bulan suci Ramadhan, dan khotbah yang disampaikan oleh pemuka agama.

Tema pidato adalah pokok pikiran atau dasar cerita dari pidato yang akan disajikan. Tema atau topik merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk bisa membuat naskah pidato/ceramah/khotbah yang baik. Tema juga harus sesuai dengan acara yang sedang diselenggarakan. Misalnya untuk acara kesehatan, maka tema yang diambil ada tema tentang kesehatan juga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan tema dari pidato/ceramah/khotbah, di antaranya sebagai berikut.

  1. Memperhatikan kesesuaian tema dengan latar belakang pengetahuan, minat, serta wawasan yang dimiliki.
  2. Tema sesuai dengan acara yang sedang diselenggarakan.
  3. Tema harus sesuai dengan sasaran yang dituju atau audiensi.
  4. Memperhatikan kesesuaian tema dengan waktu dan situasi.
  5. Tema yang diambil memiliki ruang lingkup serta batasan.

Perhatikan Contoh

Contoh Cara Menentukan Tema Pidato/Ceramah/Khotbah

       Akan diadakan sebuah acara pertunjukan yang ditujukan untuk alam di sekolah kalian. Pertunjukan yang dimaksud adalah drama sederhana yang diperankan oleh anak-anak kelas 9 di sekolah. Sebagai salah satu perwakilan dari kelas 9, salah satu dari kalian diperkenankan untuk memulai pertunjukan dengan membacakan pidato.

       Dari situasi seperti di atas, berikut beberapa langkah untuk menentukan tema pidato yang akan dibawakan.

  1. Perhatikan dengan baik jenis acara yang akan dilaksanakan! Acara yang akan dilaksanakan adalah pertunjukan drama sederhana.
  2. Drama sederhana tersebut ditujukan untuk alam.
  3. Untuk alam dalam hal ini dalah drama yang berisikan pesan-pesan kepada banyak orang tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan hidup demi hidup yang lebih baik dan untuk melestarikan alam sekitar.
  4. Ketika sudah mengerti dengan acara yang akan diselenggarakan, mulailah untuk membuat tema yang cocok untuk pidato yang akan dibuat!
  5. Tema yang dibuat berhubungan dengan alam serta drama sederhana.
  6. Untuk mencakup kedua hal tersebut, pilihlah tema yang paling tepat.
  7. Tema yang tepat untuk acara pertunjukan drama sederhana tersebut adalah “Menjaga Alam”.

Menyusun Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah

Kerangka pidato/ceramah/khotbah akan banyak membantu untuk memudahkan dalam mengembangkan gagasan dengan sistematis. Secara umum, kerangka pidato terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Kerangka sendiri terdiri atas dua jenis, yaitu kerangka dasar dan kerangka terperinci. Kerangka dasar dibuat sebelum pencarian bahan-bahan dimulai dengan menentukan beberapa pokok yang akan dibicarakan. Kerangka terperinci merupakan kerangka yang dibuat setelah semua bahan terkumpul.
Berikut beberapa langkah untuk menyusun kerangka pidato/ceramah/khotbah.

1. Menentukan tema.
Tema merupakan pokok pikiran atau dasar cerita yang sangat penting dalam sebuah teks atau naskah pidato. Sebelum mulai membuat naskah pidato, tema harus sudah ditentukan terlebih dahulu. Cara-cara untuk menentukan tema sudah dibahas dalam topik sebelumnya.

2. Menuliskan bagian pendahuluan.
a. Menuliskan salam pembuka.
b. Menuliskan sapaan hormat dan ucapan terima kasih.
c. Menuliskan ucapan syukur.
d. Menuliskan apa yang akan dibahas dalam pidato/ceramah/khtotbah.

3. Menuliskan bagian isi pidato.
a. Menuliskan pembahasan umum dari tema pidato/ceramah/khotbah.
b. Menuliskan pembahasan inti atau khusus yang akan berhubungan juga dengan tema utama.

4. Menuliskan bagian penutup.
a. Menuliskan simpulan dari keseluruhan isi naskah pidato/ceramah/khotbah.
b. Menuliskan permintaan maaf atas kekurangan dalam penyampaian serta isi pidato.
c. Menuliskan salam penutup.

Perhatikan Contoh

Contoh Menyusun Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah

Tema : Kebersihan

1. Menuliskan pendahuluan seperti di bawah ini.
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat Bapak dan Ibu Guru serta teman-teman yang saya cintai. Terima kasih sudah hadir dalam acara tahunan sekolah kita tercinta ini.
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, berkah, dan izin-Nya kita bisa berkumpul bersama di tempat ini. Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang arti kebersihan lingkungan sekitar.

2. Menuliskan isi pidato seperti di bawah ini.
a. Menuliskan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar.
b. Menguraikan beberapa akibat dari lingkungan yang tidak bersih atau kotor seperti datangnya banjir, adanya bau busuk, dan munculannya penyakit.
c. Menguraikan beberapa cara menjaga kebersihan.
d. Menuliskan ajakan untuk menjaga kebersihan.

3. Menuliskan penutup seperti di bawah ini.
       Bapak Ibu Guru serta teman-teman sekalian, demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Pada intinya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh setiap orang. Semoga setiap orang bisa menyadari pentingnya kebersihan lingkungan sekitar untuk kepentingan bersama saat ini dan di masa depan.
Apabila ada perkataan yang kurang berkenan, saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pengertian Pidato/Khotbah/Ceramah
Pidato adalah ungkapan pikiran seseorang yang dituangkan dalam bentuk kata-kata dan diungkapkan secara lisan kepada khalayak ramai. Pidato disebut juga khotbah atau ceramah.

Sistematika Teks Pidato/Khotbah/Ceramah

Salah satu persiapan yang penting dilakukan sebelum berpidato adalah menulis teks pidato, terutama jika pidato tersebut dilakukan dengan teknik menghafal dan naskah. Teks pidato yang baik harus disusun sesuai dengan sistematikanya. Secara umum, sistematika teks pidato terdiri atas bagian berikut ini:

1. Pendahuluan
Bagian ini merupakan bagian awal sebuah teks pidato. Poin-poin yang termasuk ke dalam bagian pendahuluan adalah sebagai berikut.
a. Salam pembuka, yaitu salam yang digunakan untuk membuka pidato. Misalnya assalamualaikum, salam sejahtera, dan selamat pagi.
b. Ucapan terima kasih, yaitu kalimat yang menyatakan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait dengan berlangsungnya pidato. Misalnya ungkapan syukur kepada Tuhan danucapan terima kasih kepada juri atau tamu undangan.
c. Pengenalan topik, tema, atau judul. Pada bagian pendahuluan, topik, tema, atau judul pidato perlu disebutkan sebelum masuk ke dalam materi pokok.

2. Isi
Bagian isi memuat materi pokok yang dibahas dalam pidato. Materi harus dijelaskan dengan baik dengan menggunakan bahasa yang efektif. Untuk menguatkan pendapat dalam materi yang disampaikan, diperlukan referensi atau bahan bacaan tambahan lainnya.

3. Penutup
Poin-poin yang termasuk ke dalam bagian penutup adalah sebagai berikut.
a. Kesimpulan materi yang telah disampaikan
b. Ungkapan penutup, misalnya ungkapan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan permohonan maaf jika terdapat kesalahan
c. Salam penutup

Sapaan dalam Pidato
Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan. Dengan demikian, pidato harus memerhatikan aspek-aspek komunikasi lisan, di antaranya adalah sapaan. Seseorang yang berpidato harus menyapa orang-orang yang menyimak pidatonya. Di dalam teks pidato, sapaan dapat diletakkan di bagian awal, tengah, dan akhir pidato. Sapaan juga berfungsi sebagai jeda antara materi yang disampaikan. Sapaan yang digunakan harus disesuaikan dengan pendengar atau penonton. Misalnya “rekan-rekan yang saya hormati”“teman-teman yang saya banggakan”, atau “ibu dan bapak guru yang saya muliakan”.

Perhatikan Contoh

Contoh Pidato yang Sesuai dengan Sistematika

Pendahuluan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
 (salam pembuka)
Rekan-rekan yang saya hormati, (sapaan)
Pertama, mari kita ucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita kesehatan sehingga dapat berkumpul di acara yang berbahagia ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbicara mengenai pentingnya berorganisasi bagi pelajar. (ucapan terima kasih dan pengenalan topik)

Isi
Tugas utama seorang pelajar tentu adalah belajar. Setiap pelajar harus mempelajari beragam ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan mereka, baik pada hari ini maupun masa yang akan datang. Ilmu pengetahuan tersebut dapat datang dari mana saja, utamanya adalah di sekolah. Namun, di samping itu, para pelajar juga harus memiliki aktivitas lain yang menunjang ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah, yaitu dengan berorganisasi. (materi pokok yang perlu dikembangkan)

Penutup
Akhir kata, saya harap semoga para pelajar dapat mengambil manfaat dari berorganisasi di sekolah. Kegiatan tersebut tentu memberikan manfaat yang sangat banyak. Demikian yang dapat saya sampaikan pada pidato kali ini. Terima kasih atas perhatian Rekan-rekan semua. Saya mohon maaf jika terdapat kesalahan. (kesimpulan dan ungkapan penutup)
Wassalamualakum warahmatullahi wabarakatuh. (salam penutup)

Pengertian Pidato/Khotbah/Ceramah
Pidato adalah ungkapan pikiran seseorang yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata dan disampaikan secara lisan kepada khalayak ramai. Pidato disebut juga khotbah atau ceramah.

Kerangka Pidato/Khotbah/Ceramah
Kerangka pidato harus disusun secara sistematis. Sistematika pidato adalah sebagai berikut.

  1. Pendahuluan atau pembuka, yaitu bagian yang meliputi salam pembuka, ucapan terima kasih, dan pengenalan topik atau tema yang akan disampaikan dalam pidato.
  2. Isi, yaitu bagian yang menjelaskan materi-materi pokok yang akan disampaikan. Materi pidato dapat berisi informasi atau pendapat yang diperkuat dengan referensi atau bahan bacan lain yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.
  3. Penutup, yaitu bagian akhir pidato yang terdiri atas kesimpulan materi, ungkapan penutup, dan salam penutup.

Langkah-Langkah Mengembangkan Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah

 Kerangka yang telah disusun harus dapat dikembangkan agar pidato menjadi lebih baik. Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan saat mengembangkan kerangka pidato.

  1. Salam pembuka dan salam penutup dapat disesuaikan dengan penonton atau pendengar. Misalnya: assalamualaikum warahahmatullahi wabarakatu atau salam sejahtera.
  2. Ucapan terima kasih pada bagian pendahuluan dapat dikembangkan sesuai keinginan orang yang berpidato. Pada bagian ini biasanya diungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah hadir untuk menyimak pidato tersebut.
  3. Materi pokok dalam pidato dapat dikembangkan dengan menambahkan referensi dan sumber lainnya, misalnya ucapan tokoh, ayat kitab suci, kutipan buku, dan lain-lain. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pendapat yang disampaikan dalam pidato.

Perhatikan Contoh

Contoh Pengembangan Kerangka Pidato

Perhatikan pidato singkat berikut ini!

Assalamu alakum warahmatullahi wabarakatuh
Yang saya hormati Ibu dan Bapak Guru
Yang saya banggakan rekan-rekan sekalian

Pertama marilah kita ucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang besar sehingga kita dapat berkumpul di sini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbicara mengenai pentingnya menuntut ilmu.

Ada ungkapan yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa ilmu dapat diperoleh di belahan dunia mana pun. Itu menunjukkan bahwa Tuhan Mahabesar karena telah menyebarkan ilmu ke semua penjuru bumi. Oleh karena itu, kita jangan kehilangan semangat untuk menuntut ilmu. Pepatah Arab menyebutkan, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan dapat.” Itu artinya, kita bersemangat mencari ilmu ke mana pun dan di mana pun, maka kita akan berhasil.

Demikian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Saya mohon maaf jika terdapat kesalahan. Terima kasih untuk segala perhatian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *