Pilihan Kata dan Rima dan Menulis Puisi Bertema Peristiwa dalam Puisi

By | April 4, 2020

Pilihan Kata dan Rima dan Menulis Puisi Bertema Peristiwa dalam Puisi – Sukakah kamu membaca puisi? Puisi merupakan karya sastra yang sangat menarik. Di materi sebelumnya, kamu telah belajar tentang puisi yang mengangkat keindahan alam. Sekarang kita akan belajar tentang puisi yang dibuat berdasarkan peristiwa yang pernah dialami.

Pilihan Kata dan Rima dan Menulis Puisi Bertema Peristiwa dalam Puisi

Pilihan Kata dan Rima dan Menulis Puisi Bertema Peristiwa dalam Puisi

Menulis Puisi Berdasarkan Peristiwa yang  Dialami

Bacalah puisi di bawah ini dan hayati isinya!

section-media

Apa yang kamu rasakan setelah membaca puisi tersebut? Apakah kamu bisa turut merasakan gaung Piala Dunia yang diceritakan? Apakah kamu bisa membayangkan hal-hal yang dituliskan dalam puisi tersebut?

Ada banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi bagi para penyair dalam menuliskan puisinya. Bisa keindahan alam seperti yang kita bahas pada materi sebelumnya, bisa juga tentang peristiwa yang dialami seseorang, baik yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, dan lain sebagainya. Jika pernah menulis buku harian, sama halnya dengan menulis puisi, kamu bisa menceritakan semua pengalamanmu, tetapi dalam bentuk yang berbeda dan dengan bahasa yang lebih puitis atau indah.

Ingatkah kamu, puisi merupakan bentuk ungkapan pengarangnya terhadap berbagai hal dalam kehidupan yang ia lihat, dengar, rasakan, dan alami. Dari puisi tentang sebuah peristiwa, kita akan diajak melihat peristiwa, pengalaman, atau permasalahan dari kacamata si penulis puisi.

Puisi di atas menceritakan pandangan Adryan (sang penulis) terhadap peristiwa maraknya Piala Dunia. Ia menceritakan tentang orang-orang yang ramai membicarakannya, baik di desa maupun di kota. Di akhir pengamatannya, Adryan bermimpi jika Indonesia bisa mengikuti ajang tersebut, atau yang lebih hebat lagi, menjadi juara.

Peristiwa-peristiwa yang diangkat penulis ke dalam puisi bisa mencakup berbagai hal. Sekarang, simaklah puisi dari Wiji Thukul di bawah ini yang bercerita tentang hasrat berjuangnya yang tak kunjung padam meskipun ia dipenjara. Rasakan semangat dan daya juang yang sangat kental dalam puisi tersebut.

section-media

Poin Penting

  1. Salah satu inspirasi puisi adalah peristiwa atau pengalaman yang dialami penulisnya.
  2. Puisi merupakan bentuk ungkapan pengarangnya terhadap berbagai hal dalam kehidupan yang ia lihat, dengar, rasakan, dan alami.
  3. Dari puisi tentang sebuah peristiwa, kita akan diajak melihat peristiwa, pengalaman, atau permasalahan dari kacamata si penulis puisi.

Menentukan Topik Puisi

Langkah pertama dalam menulis puisi adalah menentukan topik yang akan diangkat ke dalam puisimu. Memilih topik sangat penting karena dari topik inilah, kamu akan mengembangkan isi puisimu.

Selanjutnya, pilihlah topik dari peristiwa yang pernah kamu alami atau berdasarkan pengalamanmu. Temukan kejadian yang berkesan, pengalaman yang menginspirasi, atau peristiwa yang pernah kamu alami yang ingin kamu ceritakan. Gunakan kekuatan imajinasimu!

Pada pembelajaran ini, kita ambil contoh topik tentang liburan yang berkesan.

Menulis Puisi

Langkah berikutnya setelah memilih topik adalah mulai menulis. Lihat contoh potongan puisi tentang liburan sekolah di bawah ini.

section-media

Disadur dari http://www.karyapuisi.com/2012/12/kumpulan-puisi-liburan-sekolah-puisi/#.VSu0A9yUfGI

Menulis puisi pada dasarnya sama dengan mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang indah dan puitis, agar indah dibaca dan dimaknai. Oleh sebab itu, ada beberapa teknik penulisan yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Diksi,

Merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi. Puisi bentuknya berbeda dengan prosa sehingga diksi menjadi sangat penting. Kata-kata yang digunakan sebaiknya yang benar-benar bisa mewakili perasaan penulisnya sehingga harus dipilih secermat mungkin.

Misalnya:
Kata “melonjak” digunakan pada “Sepeda merahku melonjak gembira” untuk menggambarkan kegembiraan sang sepeda (atau sebenarnya pemiliknya).
.
2. Daya bayang,

Yaitu kemampuan untuk melihat, mendengar, dan merasakan isi puisi.

Misalnya:
Coba baca keseluruhan puisi tersebut. Kamu akan merasakan suasana gembira dan berseri-seri. Jika maksud penyair telah sampai pada pembacanya, itu berarti daya bayang yang dituliskan sudah cukup baik.

3. Gaya bahasa,

Adalah cara yang diungkapkan oleh penyair untuk menciptakan dan membangkitkan imajinasi pembacanya dengan menggunakan bahasa, kiasan, atau simbol.

Misalnya:
Sepedaku dan aku menyusuri lembah dan bebukitan

seperti dua petualang yang tak peduli pada tujuan.

Perumpamaan “seperti dua petualang” digunakan oleh Joko Pinurbo untuk menggambarkan dirinya dan sepedanya.

4. Rima,

Adalah sajak atau persamaan bunyi.

Misalnya sajak a-a-a pada:
Liburan sekolah sudah tiba.
Sepeda merahku melonjak gembira.
Sambil ngebut di jalan pulang ia meminta:

Akan tetapi,ingat, teknik di atas bukanlah patokan. Dalam sebuah karya sastra, yang penting adalah bagaimana cara menyampaikan pesan dengan cara yang indah.

Nah, menulis puisi sering kali dianggap sebagai proses yang susah bagi sebagian orang. Berikut ini beberapa hal yang bisa dicoba untuk meningkatkan kualitas puisimu:

  1. Jangan takut untuk mencoba. Pilihlah topik yang kamu sukai. Tuliskan saja semua yang ada di kepalamu, lalu nanti kamu bisa memperbarui pilihan kata-katanya.
  2. Kunci dari menulis puisi adalah latihan. Semakin sering menulis puisi, akan semakin mudah jadinya.
  3. Kualitas tulisan berhubungan erat dengan seberapa banyak kamu membaca. Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak kosakata yang bisa kamu pelajari, dan kamu akan mengetahui berbagai cara penyair dalam mengekspresikan perasaan dan gagasannya.

Menyunting Puisi

Langkah terakhir yang perlu dilakukan setelah puisi selesai ditulis adalah menyunting puisi tersebut.
Menyunting artinya memperbaiki tulisan agar enak dibaca dan tidak ada kesalahan dalam penulisan. Caranya, setelah puisimu selesai ditulis, cobalah baca kembali puisi tersebut secara keseluruhan, dan lakukan perbaikan yang dirasa perlu.

Pada dasarnya, dalam puisi tidak ada aturan baku penulisan yang mengikat. Namun, kamu bisa menyempurnakannya lagi dengan melihat aspek-aspek khas puisi yang sudah kita bahas sebelumnya, yaitu dari segi diksi, gaya bahasa, dan rima.

Poin Penting

• Langkah pertama dalam menulis puisi adalah menentukan topik. Temukan kejadian yang berkesan, pengalaman yang menginspirasi, atau peristiwa yang pernah dialami.
• Menulis puisi pada dasarnya sama dengan mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang indah dan puitis agar indah dibaca dan dimaknai.
• Beberapa teknik penulisan yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Diksi, merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi.
2. Daya bayang, yaitu kemampuan untuk melihat, mendengar, dan merasakan isi puisi.
3. Gaya bahasa, adalah cara yang diungkapkan oleh penyair untuk menciptakan dan membangkitkan imajinasi pembacanya dengan menggunakan bahasa, kiasan, atau simbol.
4. Rima, adalah sajak atau persamaan bunyi.
• Langkah terakhir adalah menyunting puisi, atau memperbaiki tulisan agar enak dibaca dan tidak ada kesalahan dalam penulisan. Caranya, setelah puisimu selesai ditulis, cobalah baca kembali puisi tersebut secara keseluruhan, dan lakukan perbaikan yang dirasa perlu.

Pilihan Kata dan Rima yang Menarik dalam Puisi

Jika kalian membuka topik-topik Quipper sebelumnya, kalian pasti semakin paham akan puisi. Di topik sebelumnya, kamu telah belajar menulis puisi dari peristiwa atau pengalaman yang kamu alami. Sekarang kita akan mempelajari lebih dalam tentang aspek terpenting dalam puisi, yaitu diksi dan rima.

Menulis puisi pada dasarnya sama dengan mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang indah dan puitis agar indah dibaca dan dimaknai. Bacalah contoh puisi di bawah ini.

section-media

Diksi

Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi. Bentuk penulisan puisi berbeda dengan prosa. Oleh sebab itu, diksi menjadi sangat penting. Kata-kata yang digunakan sebaiknya yang benar-benar bisa mewakili perasaan penulisnya sehingga harus dipilih secermat mungkin.

      Dalam membuat puisi, pilihlah diksi yang bisa menggambarkan maksud dan perasaanmu dengan baik. Kamu juga boleh menggunakan kiasan atau simbol-simbol untuk membangkitkan imajinasi pembaca.

      Namun, penting untuk diketahui bahwa diksi yang baik bukan berarti memilih kata-kata yang tampak puitis agar terdengar rumit. Ingat, inti puisi adalah mengekspresikan perasaan dan pemikiran penulisnya.

      Misalnya pada puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi.

Kata “jasad” dipakai untuk menggantikan kata “tubuh”.
Kata “larik” dipakai untuk menggantikan kata “garis”.
Kata-kata dalam kalimat “dalam bait-bait sajak”, “di antara larik-larik sajak”, dan “di sela-sela huruf sajak” dipakai untuk menggambarkan peninggalannya yang abadi dalam sajaknya.

Rima

Rima adalah sajak atau persamaan bunyi. Puisi yang berbentuk bait bisa menjadi lebih indah dengan hadirnya rima atau persamaan bunyi di akhir kalimat.

      Namun, tentu saja, hal ini juga bukan patokan. Bukan berarti bahwa kalimat dalam puisimu harus berima semua. Dalam sebuah karya sastra, yang penting adalah bagaimana cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan si penyair.

      Misalnya puisi di atas memiliki rima yang sempurna yaitu “i-i-i-i”:

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

Poin Penting

• Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi.
• Dalam puisi, diksi sangat penting karena kata-kata yang digunakan harus bisa mewakili perasaan dan pemikiran penulisnya.
• Pilihlah diksi yang bisa menggambarkan maksud dan perasaanmu dengan baik. Kamu juga boleh menggunakan kiasan atau simbol-simbol untuk membangkitkan imajinasi pembaca.
• Rima adalah sajak atau persamaan bunyi.
• Dalam sebuah karya sastra, yang penting adalah bagaimana cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan si penyair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *