Litosfer, Atmosfer dan Permasalahan Lingkungan

By | April 5, 2020

Litosfer, Atmosfer dan Permasalahan Lingkungan – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang struktur lapisan bumi. Pada topik ini, kalian akan belajar khusus tentang litosfer dan proses-proses yang terjadi di litosfer yang berkaitan dengan perubahan zat dan kalor serta pengaruhnya pada lingkungan.

Litosfer, Atmosfer dan Permasalahan Lingkungan

Litosfer, Atmosfer dan Permasalahan Lingkungan

Litosfer

Bumi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Litosfer berasal dari bahasa Yunani, lithos yang berarti “batuan” dan sphaira yang berarti “bola”. Jadi, litosfer dapat diartikan sebagai kulit atau kerak bumi yang berupa batuan. Litosfer merupakan lapisan terluar dari kerak bumi yang tersusun atas batuan keras dan dingin setebal 15 – 60 km. Lapisan ini terapung di atas mantel bumi. Lapisan ini terkadang bergerak yang memicu gerakan lapisan di atasnya sehingga menyebabkan gempa bumi.

Batuan adalah kumpulan dari satu atau lebih mineral. Batuan pembentuk litosfer dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan proses terjadinya batuan, yaitu sebagai berikut.

1. Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat pembekuan magma. Batuan beku dibedakan menjadi tiga, yaitu batuan beku dalam contohnya granit, batuan beku luar contohnya batu basal, obsidian, dan batu apung, serta batuan beku korok contohnya diorit dan granit posper.

2. Batuan sedimen atau endapan

Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pelapukan batuan di permukaan bumi. Contoh batuan sedimen adalah konglomerat, breksi, kapur, pasir, serpih, gips, dan travertin.

3. Batuan metamorf atau malihan

Batuan malihan adalah batuan yang proses terjadinya karena metamorfosis (proses malih batuan) di dalam kerak bumi, akibat tekanan dan suhu yang tinggi dalam waktu yang lama. Contoh batuan malihan:
a. batu pualam, marmer malihan dari gamping;
b. sabak atau batu tulis berasal dari serpih;
c. grafit berasal dari karbon;
d. kuarsit berasal dari pasir; dan
e. antrasit berasal dari batubara.

Proses yang Terjadi Di Lapisan Litosfer

Proses yang terjadi pada lapisan litosfer menyebabkan perubahan bentuk muka bumi. Adapun penyebab terjadinya proses perubahan bentuk muka bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

1. Tenaga endogen

Tenaga endogen adalah tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Proses diastropisme adalah proses struktural yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma, tapi tenaga dari dalam bumi. Tenaga dari dalam bumi ini terdiri atas tektonisme dan seisme. Sementara proses vulkanisme berhubungan dengan aktivitas keluarnya magma gunung api. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunung api. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar membakar kerak bumi dan meletus di permukaan.

2. Tenaga eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Contohnya adalah pelapukan, pengangkutan, pengikisan (erosi dan abrasi), dan pelongsoran.

a. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses penghancuran lapisan litosfer. Ada tiga macam pelapukan, yaitu pelapukan fisika, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologi. Pelapukan fisika diakibatkan oleh sinar matahari, cuaca dingin, air, dan tekanan. Pelapukan kimiawi diakibatkan oleh proses kimia yang terjadi pada litosfer yaitu oksidasi, karbonasi, dan lain-lain. Contohnya proses karat besi atau pelapukan pada batu gamping oleh air. Pelapukan biologi diakibatkan oleh makhluk hidup seperti bakteri, jamur, dan jasad renik.

b. Pengangkutan dan pengikisan (erosi dan abrasi)
Pengangkutan dan pengikisan lapisan litosfer biasanya dilakukan oleh angin, air, gletser, maupun gaya gravitasi bumi (longsor).

c. Sedimentasi atau pengendapan
Setelah melalui proses pelapukan dan pengikisan serta pengangkutan, litosfer mengalami pengendapan. Contohnya adalah pendangkalan pantai dan muara sungai akibat pengendapan tanah dan pasir di pinggir pantai.

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang struktur lapisan bumi. Bumi disusun oleh tiga hal, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Kalian telah belajar litosfer, proses-proses yang terjadi pada litosfer dan pengaruhnya pada litosfer. Sementara hidrosfer merupakan unsur air yang membentuk bumi. Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang atmosfer, proses-proses yang terjadi di atmosfer yang berkaitan dengan perubahan zat dan kalor serta pengaruhnya pada bumi.

Mengenal Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi. Gas penyusun atmosfer adalah nitrogen (78%), oksigen (21%), dan gas lainya (1%) termasuk ozon(O₃), helium, dan hidrogen. Atmosfer melindungi penduduk bumi dari benda-benda angkasa, menjaga suhu permukaan bumi, dan sebagai tempat pengaturan cuaca.

section-media

Lapisan-Lapisan Atmosfer

1. Troposfer
Ketinggiannya 0 – 10 km. Hampir 80% gas di atmosfer berada di daerah ini. Pada lapisan ini terajdi gejala cuaca, seperti suhu, tekanan udara, dan angin.

2. Stratosfer
Ketinggianya 10 km – 50 km. Di bagian atasnya terdapat ozon yang mempunyai daya serap yang kuat terhadap sinar ultraviolet matahari.

3. Mesosfer
Ketinggianya 50 – 100 km. Lapisan ini berfungsi melindungi bumi dari meteor dengan cara membakar meteor yang memasuki atmosfer bumi.

4. Thermosfer
Ketinggiannya 80 km – 480 km. Pada lapisan ini terdapat ionosfer, yaitu berada pada ketinggian 80 km – 360 km. Pada ionosfer, oksigen dan nitrogen banyak melepaskan elektron. Lapisan ini mampu memantulkan gelombang suara dan cahaya dari bumi sehingga digunakan untuk memantulkan gelombang radio.

5. Eksosfer
Ketinggiannya di atas 450 km. Pada lapisan ini tidak ada tekanan udara. Akibatnya molekul-molekul gas pada lapisan ini dapat meninggalkan atmosfer menuju angkasa luar.

Pemanasan Bumi oleh Matahari

Sinar matahari yang sampai ke bumi dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. 36% dipantulkan kembali ke angkasa;
2. 19% diserap oleh atmosfer; dan
3. 45% sampai di permukaan bumi.
Banyaknya panas yang diserap oleh bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. bentuk muka bumi, bagian yang gelap menyerap lebih besar daripada yang terang;
2. kemiringan sinar matahari;
3. lama penyinaran; dan
4. keadaan awan.

C. Cuaca

Cuaca adalah keadaan lapisan udara (troposfer) di suatu tempat pada saat tertentu dan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Cuaca rata-rata di suatu daerah disebut iklim. Unsur cuaca adalah suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, arah dan kecepatan angin, awan, dan curah hujan.

D. Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan gejala kenaikan suhu di muka bumi akibat kenaikan jumlah karbon dioksida di udara yang terlalu banyak sehingga panas yang dipancarkan bumi terpantul kembali pada bumi. Gejala ini menyebabkan suhu udara di atmosfer sangat panas yang disebut efek rumah kaca. Penyebab terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut.
1. Adanya gas CO₂ dan NO₂ yang bersumber dari gas buang kendaraan dan pabrik
2. Menipisnya lapisan ozon (O₃) di atmosfer

Untuk mencegah makin buruknya efek rumah kaca, kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Penghentian penggunaan CFC
2. Pengurangan pemakaian bahan bakar minyak bumi dan batu bara
3. Penggunaan filter penyaring gas CO₂ oleh pabrik
4. Pemanfaatan penggunaan energi matahari
5. Peningkatan penggunaan gas alam pengganti minyak bumi
6. Pengurangan penebangan hutan

E. Hujan Asam

Hujan asam adalah air hujan yang bersifat asam karena membawa zat-zat yang bersifat asam. Hujan asam banyak terjadi karena pembakaran bahan bakar minyak sisa fosil oleh pabrik-pabrik, yang menghasilkan gas SO₂, atau gas SO₃ dan bereaksi dengan air menjadi asam sulfat.

PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang litosfer dan proses-proses yang terjadi di litosfer berkaitan dengan perubahan zat dan kalor. Kalian juga telah belajar tentang atmosfer dan proses-proses perubahan zat dan kalor yang terjadi pada atmosfer. Pada topik kali ini, kalian akan belajar tentang permasalahan lingkungan sebagai akibat dari proses-proses yang terjadi di litosfer dan atmosfer bumi tersebut.

A. Proses yang terjadi pada litosfer berhubungan dengan permasalahan lingkungan

Pembentuk perubahan muka bumi adalah tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen meliputi vulkanisme, seisme, dan tektonisme. Tenaga eksogen meliputi pelapukan, erosi, abrasi, pengangkutan, dan pengendapan. Akibat dari proses-proses ini terjadi permasalahan lingkungan, yang meliputi hal-hal berikut.

1. Pencemaran daratan

Pencemaran daratan disebabkan oleh buangan atau limbah:
– organik, misalnya dari rumah tangga dan olahan bahan makanan; serta
– anorganik, misalnya plastik dan limbah industri terutama logam.

2. Pencemaran air

Pencemaran air diakibatkan oleh adanya zat buangan atau limbah:
– limbah padat misalnya batuan, pasir, dan tanah;
– limbah organik, misalnya sisa makanan;
– limbah anorganik, misalnya unsur-unsur logam sisa industri seperti timbal, raksa, dan nikel;
– limbah cairan berminyak, misalnya oli dan minyak tanah yang tumpah ke air; serta
– limbah zat kimia, misalnya deterjen, shampo, dan insektisida.

B. Proses yang terjadi pada atmosfer berhubungan dengan permasalahan lingkungan

Proses-proses yang terjadi pada lapisan atmosfer berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada litosfer. Dampak yang timbul adalah terjadinya permasalahan lingkungan meliputi pemanasan global dan hujan asam yang dapat memicu terjadinya pencemaran daratan dan air. Permasalahan lingkungan yang terjadi di atmosfer meliputi hal-hal berikut ini.

1. Pencemaran udara

Pencemaran udara terjadi akibat adanya bahan atau zat asing sehingga komposisi udara menjadi tidak normal. Sumber bahan pencemar udara:
– berasal dari alam, misalnya debu dan gas pembusukan sampah organik; dan
– berasal dari kegiatan manusia, misalnya pembakaran bahan bakar minyak dan pemakaian zat kimia.
Di antara komponen pencemar udara yang paling banyak berpengaruh adalah karbon monoksida, nitrogen oksida, belerang oksida, dan hidrokarbon.

2. Pemanaasan global

Pemanasan global yang terjadi di permukaan bumi pada dasarnya diakibatkan oleh gas-gas pencemar seperti CO₂ dan NO₂ yang dihasilkan akibat kemajuan teknologi. Gas CO₂ berasal dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, hasil kebakaran hutan, dan pembakaran sampah.
Pemanasan global sering disebut dengan efek rumah kaca. Proses efek rumah kaca terjadi berawal ketika gas-gas pencemar menahan pancaran gelombang panas di permukaan bumi. Panas akan dipantulkan kembali ke bumi, sehingga akan terjadi kenaikan temperatur di permukaan bumi. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perubahan cuaca dan kenaikan permukaan air laut yang secara langsung, cepat atau lambat akan menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan permasalahan lingkungan.

C. Permasalahan lingkungan dan kesehatan

Pencemaran daratan menyebabkan:
– timbulnya bau;
– pemandangan yang tidak sedap, kotor, dan kumuh;
– timbulnya berbagai penyakit misalnya pes, kaki gajah, malaria, dan demam berdarah; serta
– fungsi tanah berkurang, misalnya tanah menjadi tidak subur.
Pencemaran air menyebabkan:
– air tidak dapat digunakan secara optimal, baik untuk keperluan rumah tangga, pertanian, maupun industri; serta
– timbulnya berbagai penyakit, misalnya demam berdarah, malaria, diare, kolera, disentri, dan cacingan.
Pencemaran udara menyebabkan timbulnya penyakit pada manusia seperti gangguan fungsi jantung, paru-paru, sakit kepala, sulit bernafas, dan pingsan, bahkan kanker dan kematian.

Usaha untuk menanggulangi permasalahan lingkungan antara lain sebagai berikut.
1. Penghentian penggunaan CFC
2. Pengurangan pemakaian bahan baker minyak bumi dan batu bara
3. Penggunaan filter penyaring gas CO₂ oleh pabrik
4. Pemanfaatan penggunaan energi terbarukan pengganti energi bahan bakar fosil, seperti energi matahari, angin, dan gelombang laut
5. Peningkatan penggunaan gas alam dan bahan bakar biodiesel pengganti minyak bumi
6. Penebangan hutan dikurangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *