Pengertian, Silogisme dan Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat

By | August 18, 2020

Pengertian, Silogisme dan Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat – Siswa dapat menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif.

Pengertian, Silogisme dan Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat

Pengertian, Silogisme dan Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat

Pada topik kali ini kita akan mempelajari jenis-jenis pola pengembangan paragraf. Pola pengembangan paragraf dibagi menjadi dua:
1. Pola pengembangan induktif : analogi, generalisasi, dan kausalitas (sebab akibat/ akibat sebab).
2. Pola pengembangan deduktif : silogisme kategorik dan entimem.
Pada topik sebelumnya kita telah membahas apa itu pola pengembangan analogi dan generalisasi. Sekarang kita akan membahas silogisme.

section-media

(sumber photo: www.photobucket.com)

Silogisme adalah penarikan simpulan melalui dua premis (premis umum/PU dan premis khusus/PK) untuk menentukan premis baru (simpulan).

Penarikan suatu kesimpulan dengan cara silogisme, mula-mula diketengahkan suatu pernyataan yang bersifat umum, yang disebut premis umum (PU). Kemudian disusul dengan sebuah pernyataan yang bersifat khusus, yang disebut premis khusus (PK). Lalu diakhiri dengan sebuah pernyataan yang berupa kesimpulan (K). Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut.

       PU : A = B

       PK : C = A

       S    : C = B

Contoh :

PU : Pelajar harus mematuhi peraturan sekolah
A                        B
PK : Saya pelajar.
C              A
K : Saya harus mematuhi peraturan sekolah.
C              B

Dalam praktiknya, silogisme dikenal menjadi 3 jenis, yaitu silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme alternatif.

1. Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri dari tiga proposisi (premis) kategoris.
Contoh silogisme kategoris:

Semua manusia adalah makhluk mulia (PU) Arum adalah manusia (PK) Jadi, Arum adalah makhluk mulia(kesimpulan)2. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis umumnya berupa keputusan hipotesis dan premis khususnya merupakan pernyataan kategoris.
Contoh silogisme hipotesis:

Jika hari ini tidak hujan, saya akan berkebun (PU) Hari ini tidak hujan (PK) Maka, saya akan berkebun (kesimpulan).3. Silogisme alternatif adalah silogisme yang premis umumnya premis alternatif, premis khususnya membenarkan salah satu alternatifnya, dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif:

Ibu membeli ikan atau ayam. (PU) Ibu membeli ayam. (PK) Jadi, ibu tidak membeli ikan. (kesimpulan)

Entimem

Entimem ialah silogisme yang diperpendek.
Rumus Entimem :

C = B karena C = A

Contoh:
Silogisme

PU : Semua siswi SMA Harapan Utama (A) mengikuti upacara bendera(B)

PK : Grahita (C) adalah siswi SMA Harapan Utama (A)

S : Grahita (C) mengikuti upacara bendera (B).

Entimem dari silogisme di atas adalah:

section-media

Poin Penting

1. Pola pengembangan silogisme ialah penarikan simpulan berdasarkan dua premis dengan Rumus Silogisme :
PU : A = B

PK : C = A
S : C = B
2. Pola pengembangan entimem ialah penarikan simpulan dengan dasar silogisme yang diperpendek.

Siswa mampu memahami kata penghubung intensitas antarkalimat dan menggunakannya dalam paragraf.

Pengertian Kata Penghubung

Kata penghubung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Kata penghubung disebut juga dengan konjungsi.

Kata penghubung terdiri dua macam, yaitu:
1. Kata penghubung intrakalimat, yaitu kata penghubung yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat. Misalnya: dan, atau, tetapi, dan lain-lain.
2. Kata penghubung antarkalimat, yaitu kata penghubung yang menghubungkan kalimat dengan kalimat lain dalam sebuah paragraf. Misalnya: namun, oleh karena itu, namun demikian, dan lain-lain.

Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat

Kata penghubung memiliki fungsi yang berbeda-beda. Di antaranya kata penghubung yang berfungsi menunjukkan intensitas yang berbeda antara unsur sebelum dan sesudah kata penghubung tersebut. Kata penghubung tersebut disebut dengan kata penghubung intensitas. Dalam sebuah paragraf, kata penghubung intensitas berfungsi membedakan intensitas kalimat sebelum dan sesudah kata penghubung tersebut. Kalimat setelah kata penghubung memiliki intensitas yang lebih tinggi daripada kalimat sebelum kata penghubung.

Kata penghubung intensitas antarkalimat yang sering digunakan adalah kata penghubung bahkan dan malahan. Kata penghubung bahkan dan malahan memiliki fungsi dan pola yang sama dalam pemakaiannya. Kedua kata penghubung ini dapat digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata (intrakalimat) atau kalimat dengan kalimat (antarkalimat).

Contoh Kata Penghubung Intensitas Antarkalimat
Berikut contoh penggunaan kata penghubung intensitas antar kalimat.

1. Rani menjuarai olimpiade matematika. Bahkan, dia memborong semua medali emas dari berbagai kategori.
2. Ibu tidak pernah lelah menjaga anaknya. Malahan, ia rela mengorbankan apapun demi anaknya.
3. Saya tidak menyuruhnya agar jadi bodoh. Justru, saya melatihnya agar semakin pintar.

Dalam kalimat (1), dapat dilihat bahwa kalimat pertama dan kalimat kedua dihubungkan oleh kata penghubung bahkan. Kalimat pertama menunjukkan Rani menjuarai olimpiade matematika. Pada kalimat kedua, dipertegas bahwa Rani memborong semua medali emas dalam olimpiade tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa “memborong semua medali emas” lebih tinggi intensitasnya daripada sekadar “menjuarai”. Dengan demikian, kalimat kedua memiliki intensitas makna yang lebih tinggi daripada kalimat pertama.Kata penghubung bahkan dipakai menghubungkan dua kalimat yang maknanya saling memperkuat dan meningkat mutunya.

Dalam kalimat (2), dapat dilihat bahwa kalimat pertama dan kedua dihubungkan oleh kata penghubung malahan. Kalimat pertama menunjukkan bahwa seorang ibu tidak lelah menjaga anaknya. Pada kalimat kedua, dipertegas bahwa ibu rela mengorbankan apapun demi menjaga anaknya. Hal tersebut menunjukkan “mengorbankan apapun” memiliki intensitas yang lebih tinggi daripada “menjaga”. Dengan demikian, kalimat kedua menunjukkan intensitas makna yang lebih tinggi daripada kalimat pertama.Kata penghubung malahatau malahan digunakan untuk menghubungkan dua kalimat yang hubungannya semakin menurun kualitasnya atau menghubungkan dua kalimat yang menunjuk pada kondisi berbeda, tai tidak sampai bertolak belakang.

Dalam kalimat (3) Kata penghubung justru digunakan untuk menghubungkan dua kalimat memiliki makna saling bertentangan. Kata penghubung justru biasanya menandakan pertentangan yang kuat.

Poin Penting

1. Kata penghubung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat (intrakalimat) atau kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf (antarkalimat).
2. Kata penghubung intensitas antarkalimat berfungsi membedakan intensitas kalimat sebelum kata penghubung dengan kalimat setelahnya. Kalimat kedua menunjukkan intensitas yang lebih tinggi daripada kalimat pertama. Contoh kata penghubung intensitas antarkalimat adalah bahkan ,malahan, dan justru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *