Thu. Feb 9th, 2023
Pengertian Puisi dan Struktur isi Teks Pantun

Pengertian Puisi dan Struktur isi Teks Pantun – Puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tahapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus ( menurut KBBI )

Pengertian Puisi dan Struktur isi Teks Pantun
Pengertian Puisi dan Struktur isi Teks Pantun

Puisi terdiri atas:
1. Puisi Lama
2. Puisi Baru
3. Puisi Modern/Kontemporer

Pantun merupakan jenis puisi lama. Ciri-ciri pantun:

1. Terdiri dari empat baris dalam satu bait
2. Berima ab ab
3. Baris pertama dan baris kedua berupa sampiran
4. Baris ketiga dan baris keempat berupa isi

Contoh:
Berburu ke padang datar
mendapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
bagai bunga kembang tak jadi

Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tidak akan rusuh
Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan
turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan
kemana untung diserahkan
Contoh Soal 1:
Cermatilah pantun berikut!
Kain batik berbahan katun
Lama dijemur di dekat pantai
Mari menjaga sopan santun
….
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah….
A. Hidup jangan terlalu santai
B. Agar hidup tentram dan damai
C. Sambil bernyanyi ramai-ramai
D. Perilaku lemah gemulai
E. Terutama kebersihan pantai

Bahasan Singkat:
Pantun adalah puisi lama yang bersajak a – b – a – b, terdiri atas 4 baris, yaitu baris 1 dan 2 sampiran, baris 3 dan 4 isi, setiap baris 8 – 12 suku kata. Larik yang tepat untuk melengkapi pantun sesuai syarat tersebut adalah Agar hidup tentram dan damai. Larik tersebut tepat digunakan untuk mengisi bagian rumpang pantun karena berkaitan dengan larik ke-3 dan sesuai dengan ciri-ciri pantun, sedangkan opsi A, C, D, dan E tidak sesuai karena tidak berkaitan dengan larik ke-3 yang merupakan isi pantun tersebut.

Contoh Soal 2:
Baca dan cermati pantun berikut!
Rakit bambu orang seberang
Rakit bertolak perlahan-lahan
Sakit sungguh kasih seorang
….
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah….
A. Melihat ayah berbadan belang-belang
B. Bila cinta bertepuk sebelah tangan
C. Wajah ayu jauh dari kerinduan
D. Sungguh memandang jauh dari perapian
E. Si gadis telah melayang-layang

Bahasan Singkat:
Pantun adalah puisi lama yang bersajak a – b – a – b, terdiri atas 4 baris, yaitu baris 1 dan 2 sampiran, baris 3 dan 4 isi, setiap baris 8 – 12 suku kata. Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah Bila cinta bertepuk sebelah tangan (opsi B) . Larik tersebut tepat digunakan untuk mengisi bagian rumpang pantun karena berkaitan dengan larik ke-3 dan sesuai dengan ciri-ciri pantun, sedangkan opsi A C, dan D tidak sesuai karena tidak berkaitan dengan larik ke-3 yang merupakan isi pantun tersebut dan tidak sesuai ketentuan bersajak a – b – a – b. Opsi E tidak sesuai karena tidak berkaitan dengan larik ke-3 yang merupakan isi pantun tersebut.

Pada topik ini kalian akan mempelajari tentang struktur isi teks pantun.

Definisi Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang disampaikan secara lisan. Namun, pada perkembangannya, pantun disampaikan secara tertulis. Pantun berasal dari bahasa Minangkabau, patuntun yang artinya “petuntun”.

Struktur Pantun

Pantun memiliki struktur isi yang sangat khas. Struktur pantun terdiri dari sampiran, isi, bait, dan rima. Berikut ciri khas struktur isi pantun.
1. Sampiran
Setiap pantun harus terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama (awal) yang merupakan pengantar pantun. Sampiran berupa pengantar sajak/rima yang berfungsi menyiapkan rima dan irama agar memudahkan pendengar dalam memahami isi pantun.
Contoh sampiran:
Daun pisang di atas nampan (sampiran)
Nampan bambu wangi baunya (sampiran)
Bila abang berwajah tampan
Maulah adik dekat kiranya

Kucing hitam halus bulunya (sampiran)
Kumis panjang putih warnanya (sampiran)
Geram sudah hatiku dibuatnya
Uang hilang, siapa pelakunya?
2. Isi
Isi adalah dua baris berikutnya (akhir) yang menjadi tujuan atau kesimpulan pantun. Antara sampiran dan isi terkadang tidak ada hubungan makna yang jelas. Namun, biasanya, sampiran disampaikan berupa hal-hal yang berkaitan dengan alam, budaya, dan kebiasaan hidup masyarakat sekitar. Sedangkan isi berupa tujuan dari pantun.
Contoh isi:
Daun pisang di atas nampan
Nampan bambu wangi baunya
Bila abang berwajah tampan (Isi)
Maulah adik dekat kiranya (isi)

Kucing hitam halus bulunya
Kumis panjang putih warnanya
Geram sudah hatiku dibuatnya (isi)
Uangku hilang, siapa pelakunya?(isi)
3. Bait
Bait adalah bagian dari teks pantun yang terdiri dari beberapa baris. Bait merupakan teks harmonis yang serupa dengan satu pengertian dalam sebuah paragraf. Pada pantun, bait biasanya terdiri dari empat baris atau larik. Setiap baris atau larik biasanya terdiri dari 2-6 kata atau 8-12 suku kata.
Contoh bait:
Daun pisang di atas nampan (baris/larik 1)
Nampan bambu wangi baunya (baris/larik 2)
Bila abang berwajah tampan(baris/larik 3)
Barulah adik dekat kiranya (baris/larik 4)
4. Rima
Rima disebut juga sajak, yaitu bunyi-bunyi akhiran yang dihasilkan oleh huruf dalam larik dan bait sehingga menimbulkan keindahan kata, rasa, dan menimbulkan suasana khusus. Pantun memiliki pola sajak akhir a-b-a-b dan a-a-a-a.

Contoh rima:
Daun pisang di atas nampan
Nampan bambu wangi baunya
Bila abang berwajah tampan
Barulah adik dekat kiranya
(rima a-b-a-b)

Kucing hitam halus bulunya
Kumis panjang putih warnanya
Geram sudah hatiku dibuatnya
Uang hilang, siapa pelakunya?
(rima a-a-a-a)

Poin Penting

• Struktur pantun terdiri dari sampiran (dua baris pertama/awal yang merupakan pengantar pantun), isi (baris berikutnya/akhir yang menjadi tujuan pantun), bait (bagian dari teks pantun yang terdiri dari beberapa baris), dan rima (bunyi-bunyi akhiran yang dihasilkan oleh huruf dalam larik dan bait sehingga menimbulkan keindahan kata, rasa, dan menimbulkan suasana khusus).

By Mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *