Pengertian Ketenagakerjaan dan Jenis Tenaga Kerja

By | November 23, 2020
Pengertian Ketenagakerjaan dan Jenis Tenaga Kerja

Pengertian Ketenagakerjaan dan Jenis Tenaga Kerja

Pengertian Ketenagakerjaan dan Jenis Tenaga Kerja

Pengertian Ketenagakerjaan dan Jenis Tenaga Kerja – Pada dasarnya setiap manusia hidup harus bekerja dan mempunyai pekerjaan. Hal ini agar dapat memenuhi kebutuhan hidup baik untuk diri sendiri maupun untuk diri orang lain, atau keduanya. Masalah pekerjaan ini merupakan masalah yang kompleks dan serius. Nah, kita akan membahas mengenai ketenagakerjaan. Agar kalian lebih memahaminya mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Ketenagakerjaan

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15-64 tahun.

Pekerjaan merupakan masalah yang serius bagi seseorang karena orang akan menghidupi dirinya dari hasil bekerja, bahkan bagi keluarga. Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang dimaksud tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Jenis-Jenis Tenaga Kerja

Pada dasarnya ketenagakerjaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu tenaga kerja terdidik (skill labour), tenaga kerja terlatih (trainer labour), tenaga kerja tidak terlatih (unskill labour).

Tenaga Kerja Terdidik (Skill Labour)

Tenaga kerja terdidik (skill labour) adalah tenaga kerja yang pernah memperoleh pendidikan formal dalam bidang tertentu tetapi mereka belum pernah dilatih dalam bidang tersebut. Tenaga kerja terdidik ini diidentikkan dengan tenaga kerja yang belum berpengalaman.

Keuntungan dalam memilih tenaga kerja yang belum berpengalaman antara lain:
● Tenaga kerja yang belum berpengalaman biasanya tidak memilki gaji/upah yang tinggi karena tidak mempunyai pengalaman.
● Tenaga kerja yang belum berpengalaman banyak tersedia di masyarakat sehingga perusahaan akan lebih leluasa memilih tenaga kerja yang dianggap memenuhi persyaratan dan berpotensi untuk memajukan perusahaan.

Kelemahan dalam memilih tenaga kerja yang belum berpengalaman antara lain:
● Perusahaan harus membuat program pelatihan tertentu kepada tenaga kerja yang belum berpengalaman agar benar-benar terampil dan menguasai bidangnya.
● Perusahaan harus rela mengeluarkan sejumlah uang guna membiayai jalannya program pelatihan yang telah direncanakan.

Tenaga Kerja Terlatih (Trained Labour)

Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang telah bekerja dan pernah mengikuti latihan sesuai dengan bidangnya, misalnya seseorang yang telah menamatkan belajarnya dalam bidang akuntansi, maka mereka dapat digolongkan sebagai tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja terlatih dapat disamakan dengan tenaga kerja yang sudah berpengalaman.

Keuntungan dalam memilih tenaga kerja yang sudah berpengalaman antara lain:
● Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai tingkat produktivitas tinggi sehingga dapat secara langsung memberi sumbangan yang besar bagi perusahaan.
● Tenaga kerja yang sudah berpengalaman tidak memerlukan pelatihan khusus dan hanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian tertentu sehingga perusahaan tidak perlu membuat program pelatihan seperti yang terjadi pada tenaga kerja yang belum berpengalaman.

Kelemahan dalam memilih tenaga kerja yang sudah berpengalaman antara lain:
● Tenaga kerja yang sudah berpengalaman pada dasarnya lebih sulit diperoleh atau didapat karena jumlahnya tidak banyak.
● Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai daya tawar tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Dengan demikian untuk mendapatkannya perusahaan harus siap memberikan imbalan yang cukup besar.

Tenaga Kerja Tidak Terlatih (Unskill Labour)

Tenaga kerja tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak termasuk ke dalam tenaga kerja terdidik dan juga tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja tidak terlatih ini merupakan bagian terbesar dari seluruh tenaga kerja yang ada. Tenaga kerja tidak terlatih umumnya hanya merasakan pendidikan formal pada tataran tingkat bawah dan tidak mempunyai keahlian yang memadai karena belum ada pengalaman kerja, sehingga pekerjaan yang dikerjakan biasanya tidak memerlukan keahlian secara spesifik. Misalnya seorang pelajar (Tingkat Sekolah Dasar, Tingkat Sekolah Menengah, Tingkat Sekolah Lanjutan Atas) dan mahasiswa drop out, maka mereka dapat digolongkan pada tenaga kerja tidak terlatih.

Keuntungan memilih tenaga kerja yang tidak terlatih antara lain:
● Tenaga kerja yang tidak terlatih sangat murah harganya karena disamping tidak mempunyai pendidikan formal tingkat tinggi juga keterampilan yang dimiliki tidak ada. Dengan demikian posisi kekuatan tawar-menawar menjadi sangat lemah dibanding dengan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih.
● Tenaga kerja yang tidak terlatih sangat mudah untuk diarahkan sesuai tujuan perusahaan.

Kelemahan memilih tenaga kerja yang tidak terlatih antara lain:
● Tenaga kerja yang tidak terlatih hanya dapat menjalankan pekerjaan yang bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian.
● Tenaga kerja tidak terlatih kurang bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab, sehingga perlu pengawasan yang lebih.

Rangkuman

  1. Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
  2. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang dimaksud tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
  3. Pada dasarnya ketenagakerjaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu tenaga kerja terdidik (skill labour), tenaga kerja terlatih (trainer labour), tenaga kerja tidak terlatih (unskill labour).

Di Indonesia, masalah ketenagakerjaan masih menjadi isu utama dalam pembangunan.

Faktor Masalah ketenagakerjaan

1. Sulitnya arus masuk modal asing
2. Perilaku proteksionis Negara maju dalam menerima ekspornegara berkembang
3. Iklim investasi yang kurang baik
4. Pasar global
5. Perilaku birokrasi dan regulasi yang tidak kondusif bagi pengembangan usaha
6. Kenaikan Upah
7. Otoda yang tidak mendukung penciptaan lapangan kerja baru

  1. Penduduk
    Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan, tetapi bertujuan untuk menetap. Penduduk suatu negara diklasifikasikan menjadi tenga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Yang termasuk dalam bukan angkatan kerja adalah mereka yang sebagian besar kegiatannya adalah bersekolah, menggurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya selain bekerja. Sementara itu, angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja dan pengangguran.
  2. Tenaga Kerja
    Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasiklan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
  3. Kesempatan Kerja
    Kesempatan kerja adalah jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat, baik yang telah ditempati maupun lapangan kerja yang masih kosong.
    Kesempatan kerja dapat dibedakan sebagai berikut:
    a. Kesempatan kerja permanen
    b. Kesempatan kerja temporer
  4. Angkatan kerja
    Angkatan kerja adalah bagian dari penduduk penduduk, baik perempuan maupun laki-laki yang berusia antara 15-64 tahun yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan(menganggur).
    Keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi diukur dengan proporsi penduduk yang masuk dalam pasar tenaga kerja yang disebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah perbandingan antara angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. TPAK dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
    TPAK = (Jumlah angkatan kerja)/(Jumlah penduduk usia produktif) ×100%
  5. Pengangguran
    Pengangguran adalah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja yang yang tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan.
  6. Upah
    Upah adalah balas jasa untuk faktor produksi tenaga kerja. Menurut ekonom klasik, upah merupakan harga untuk factor produksi temaga kerja. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi tingkat upah antara lain: Tingkat harga, Produktivitas kerja, Struktur ekonomi nasional, Peraturan pemerintah
  7. Teori Upah
    a. Teori upah alami (wajar)
    Teori yang dikemukakan oleh David Ricardo ini menyebutkan bahwa upah yang wajar adalah upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja beserta keluarganya sesuai dengan kemampuan perusahaan.
    b. Teori upah besi
    Dikemukakan oleh Ferdinand Lassale. Menurut teori ini, upah ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran di pasar akan tertekan ke bawah karena perusahaan selalu ingin mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.
    c. Teori upah etika
    Teori ini menyebutkan bahwa upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum merupakan perbuatan yang tidak etis.
    Di Indonesia, terdapat beberapa sistem upah yang berlaku, antara lain:
    a) Upah menurut waktu, dimana besarnya uoah didasarkan pada waktu bekerja seseorang.
    b) Upah menurut sistem hasil, dimana upah berdasar pada satuan barang yang dihasilkan oleh pekerja.
    c) Upah borongan, berdasar atas kesepakatan bersama antara pembeli dan penerima pekerjaan.
    d) Sistem bonus, yaitu pembayaran tambahan di luar gaji yang ditujukan untuk memberi insentif agar para pekerja menjalankan tugasnya ebih baik dan penuh tanggung jawab
    e) Sistem mitra usaha, yaitu pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan.

Pengertian

1. Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
2. Tenaga Kerja adalah setiap orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.
3. Kesempatan kerja adalah ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, baik yang sudah ditempati ataupun masih kosong.
4. Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah masuk usia produktif, baik sedang bekerja atau pun mencari pekerjaan.

Jenis-Jenis Tenaga Kerja

1. Berdasarkan kemampuannya :
a. Tenaga kerja terdidik/ tenaga ahli/tenaga mahir
b. Tenaga kerja terlatih
c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
2. Penggolongan tenaga kerja menurut sifatnya dibedakan menjadi :
a. Tenaga keja jasmani, yaitu tenaga kerja yang mengandalkan fisik atau jasmani dalam proses produksi.
b. Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pikiran untuk melakukan dalam proses produksi.
3. Penggolongan tenaga kerja menurut fungsi pokok dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja bagian produksi
b. Tenaga kerja bagian pemasaran
c. Tenaga kerja bagian umum dan administrasi
4. Penggolongan tenaga kerja menurut hubungan dengan produk :
a. Tenaga kerja langsung
b. Tenaga kerja tidak langsung
5. Penggolongan tenaga kerja menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja departemen produksi
b. Tenaga kerja departemen non produksi
6. Penggolongan tenaga kerja menurut jenis pekerjaannya :
a. Tenaga kerja bagian pabrik
b. Tenaga kerja bagian kantor
c. Tenaga kerja bagian lapangan

Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Upaya-upaya yang dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja, antara lain :
1. Menyediakan pusat-pusat pelatihan ketenagakerjaan.
2. Memberikan pendidikan gratis.
3. Membuka sekolah-sekolah kejuruan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima agar lahir generasi cerdas.

Sistem Upah

Upah adalah balas jasa yang diterima rumah tangga konsumen karena menyerahkan faktor produksi tenaga kerja. Jenis-jenis sistem upah, antara lain :
1. Upah menurut waktu, dimana besarnya upah ditentukan oleh jumlah waktu bekerja. Untuk mengukurnya dapat per jam, per hari, perminggu atau perbulan.
2. Upah menurut satuan hasil, dimana jumlah upah yang diterima pekerja berdasarkan hasil yang dicapai oleh tenaga kerja tersebut.
3. Upah borongan, didasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi pekerjaan dengan tenaga kerja. Contohnya ialah pekerjaan membangun rumah dengan sistem borongan.
4. Sistem bonus, dimana upah yang diperoleh tenaga kerja ditambah bonus atau insentif atas prestasi yang dicapai tenaga kerja. Contohnya adalah tenaga pemasaran yang berhasil menjual produk melebihi target penjualan.
5. Sistem mitra, dimana upah yang diterima tenaga kerja tidak dalam bentuk uang melainkan saham perusahaan. Contoh pegawai PT X diberikan saham perusahaan sebagai pengganti bonus atau upahnya.

Pengangguran

Pengangguran adalah seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan. Jenis-jenis pengangguran, misalnya :
a. Menurut jumlah jam kerja :
1. Pengangguran terbuka
2. Setengah menganggur
b. Menurut sebab-sebabnya :
1. Pengangguran friksional
2. Pengangguran musiman
3. Pengangguran siklus
4. Pengangguran struktural
5. Pengangguran sukarela
c. Menurut ciri-cirinya :
1. Pengangguran tersembunyi
2. Pengangguran terbuka
3. Pengangguran bermusim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *