Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama

By | April 1, 2020

Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama – Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan. Pementasan drama disebut dengan teater. Perbedaan drama dengan jenis karya sastra lainnya, seperti prosa dan puisi, adalah penulisan drama yang berupa dialog antartokoh.

Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama

Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama

Adegan Dalam Drama

Adegan adalah bagian terkecil dari suatu peristiwa dalam drama. Adegan merupakan sebuah peristiwa yang melibatkan seorang atau beberapa tokoh dengan latar waktu dan latar tempat yang sama. Suatu adegan akan berganti dengan adegan lain, ditandai dengan perubahan peristiwa dan tokoh yang terlibat di dalamnya. Kumpulan adegan dalam drama disebut dengan babak. Dengan perkataan lain, babak adalah bagian besar dalam sebuah drama yang terdiri atas beberapa adegan.

Sebuah drama dapat memiliki hanya satu babak atau beberapa babak. Setiap babak tersusun atas beberapa adegan. Suatu adegan ditandai dengan sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang atau beberapa tokoh dalam waktu dan tempat yang sama.

MENYUSUN ADEGAN DALAM DRAMA

Sebagaimana disebutkan di atas, sebuah adegan merupakan satuan terkecil dari sebuah peristiwa dalam drama. Dalam adegan, hanya ada sebuah percakapan dengan latar waktu dan tempat yang sama. Adegan-adegan tersebut jika digabungkan akan menjadi sebuah drama yang utuh. Berikut langkah-langkah menyusun adegan dalam drama.

  1. Memahami tema drama yang diambil.
  2. Menyusun peristiwa atau konflik yang terjadi dalam drama tersebut.
  3. Mengembangkan setiap konflik menjadi beberapa latar dan dialog.
  4. Mengembangkan setiap dialog menjadi sebuah adegan, yaitu dialog yang terjadi antara tokoh-tokoh yang sama di waktu dan tempat yang sama.
  5. Membedakan setiap adegan secara berurutan, misalnya: adegan 1, adegan 2, dan seterusnya.
  6. Menyusun setiap adegan secara berurutan menjadi sebuah babak dalam drama.

Perhatikan Contoh

Perhatikan gambaran peristiwa berikut ini!

section-media

Berdasarkan rangkaian peristiwa di atas, susunan adegannya adalah sebagai berikut.

  1. Dani berbicara kepada Badu bahwa dia tidak siap melaksanakan ujian.
  2. Ibu Guru mengetahui bahwa Dani menyontek saat ujian.
  3. Dani menemui Ibu Guru di kantor guru saat jam istirahat.
  4. Dani meminta maaf kepada ibu di rumah.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Adegan adalah bagian terkecil dari suatu peristiwa dalam drama. Adegan merupakan sebuah peristiwa yang melibatkan seorang atau beberapa tokoh dengan latar waktu dan latar tempat yang sama.
  3. Kumpulan adegan dalam drama disebut dengan babak. Dengan demikian, babak adalah bagian besar dalam sebuah drama yang terdiri atas beberapa adegan.

Pengertian Drama

Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan. Pementasan drama disebut dengan teater.

Adegan dan Babak dalam Drama

Adegan adalah bagian terkecil dari suatu peristiwa dalam drama. Adegan merupakan sebuah peristiwa yang melibatkan seorang atau beberapa tokoh dengan latar waktu dan latar tempat yang sama. Adegan-adegan yang berurutan dalam drama bergabung menjadi sebuah babak.

Babak adalah kumpulan adegan dalam sebuah drama. Babak merupakan satuan peristiwa besar dalam drama yang terdiri atas beberapa adegan yang memiliki satu pokok cerita yang sama. Sebuah drama dapat terdiri dari satu babak saja atau beberapa babak.

MENGEMBANGKAN URUTAN ADEGAN JADI DRAMA SATU BABAK

Pada materi sebelumnya, Kalian sudah mempelajari langkah-langkah menyusun adegan dalam drama. Adegan tersebut dapat disusun dari sebuah gambaran peristiwa atau konflik yang terjadi dalam sebuah drama. Peristiwa tersebut harus sesuai dengan tema drama yang telah ditentukan sebelumnya.

Sebuah adegan dalam drama pada umumnya berisi dialog tokoh dengan latar waktu dan tempat yang sama. Meskipun demikian, ada adegan dalam drama yang hanya berisi monolog atau rangkaian gerakan tanpa percakapan. Adegan-adegan dalam drama kemudian digabungkan menjadi sebuah babak. Drama satu babak adalah drama yang hanya terdiri atas satu babak.

Perhatikan Contoh

Perhatikan gambaran peristiwa berikut ini!

section-media

Berdasarkan rangkaian peristiwa di atas, susunan adegannya adalah sebagai berikut.

  1. Dani berbicara kepada Badu bahwa dia tidak siap melaksanakan ujian.
  2. Ibu Guru mengetahui bahwa Dani menyontek saat ujian.
  3. Dani menemui Ibu Guru di kantor guru saat jam istirahat.
  4. Dani meminta maaf kepada ibu di rumah.

Keempat adegan tersebut perlu dikembangkan menjadi sebuah dialog. Gabungan dialog dari setiap adegan tersebut membentuk suatu babak. Berdasarkan rangkaian peristiwa di atas, yang disebut drama satu babak adalah drama yang berisi adegan-adegan tersebut (adegan 1 hingga adegan 4) secara utuh.

Berikut pengembangan adegan 1 menjadi sebuah dialog.

section-media

Dialog tersebut merupakan adegan 1. Silakan kembangkan dialog untuk adegan-adegan selanjutnya (adegan 2, 3, dan 4) seperti pada contoh. Jika kalian selesai mengembangkan urutan masing-masing adegan tersebut, seluruh adegan tersebut adalah drama satu babak.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Babak merupakan satuan peristiwa besar dalam drama yang terdiri atas beberapa adegan yang memiliki satu pokok cerita yang sama.
  3. Adegan merupakan sebuah peristiwa yang melibatkan seorang atau beberapa tokoh dengan latar waktu dan latar tempat yang sama.

Pengertian Drama

Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan. Pementasan drama disebut dengan teater. Perbedaan drama dengan jenis karya sastra lainnya, seperti prosa dan puisi, adalah penulisan drama yang berupa dialog antartokohnya.

Unsur-unsur Drama

Sebagai sebuah karya sastra, drama memiliki unsur-unsur pembangun (unsur intrinsik). Unsur-unsur drama adalah sebagai berikut.

1) Tema
Tema adalah ide atau cerita pokok dalam drama. Misalnya, tema mengenai persahabatan, cinta kasih, pendidikan, dan lain-lain.

2) Amanat
Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang melalui drama. Amanat biasanya berupa pelajaran yang dapat diambil setelah seseorang membaca drama atau menonton pementasan drama.

3) Latar
Latar adalah waktu, tempat, dan suasana yang mendasari sebuah drama. Berdasarkan definisi tersebut, latar dalam drama dibedakan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

4) Alur atau plot
Alur atau plot adalah rangkaian peristiwa dalam drama. Alur disebut juga jalan cerita. Alur terdiri atas beberapa tahapan sebagai berikut.

  • Eksposisi atau pengenalan, yaitu bagian awal yang menjelaskan tokoh-tokoh, latar, dan pengenalan konflik.
  • Konflik, yaitu masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh di dalam drama tersebut.
  • Komplikasi, yaitu pengembangan konflik yang dialami tokoh. Pada tahap ini, konflik yang dialami tokoh semaki banyak dan rumit.
  • Klimaks, yaitu tahapan puncak dari konflik yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam drama.
  • Resolusi atau peleraian, yaitu penyelesaian konflik dan pemecahan masalah yang dialami tokoh-tokoh dalam drama;
  • Penyelesaian, yaitu tahap akhir dari sebuah drama. Dalam tahap ini, semua konflik yang terjadi telah berakhir.

5) Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah pelaku cerita dalam drama. Tokoh dibagi menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu (figuran). Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi pusat cerita, sedangkan tokoh pembantu adalah tokoh yang kehadirannya melengkapi cerita yang dialami oleh tokoh utama.

Berdasarkan wataknya, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang berperilaku baik, sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang berperilaku jahat.

Ada pun penokohan adalah cara pengarang melukiskan watak masing-masing tokoh. Penokohan disebut juga perwatakan. Sebagai contoh, seorang tokoh di dalam drama memiliki watak yang bermacam-macam, misalnya penyabar, penyayang, pemarah, pendendam, dan lain-lain.

6) Dialog
Percakapan antartokoh dalam drama disebut dengan dialog. Jika di dalam drama terdapat ungkapan atau perkataan tokoh yang dilakukan secara tunggal, hal itu disebut dengan monolog.

Selain itu, di dalam drama juga terdapat prolog dan epilog. Prolog adalah ucapan pembuka yang biasanya diucapkan oleh narator ataupun tokoh utama dalam bentuk monolog, sedangkan epilog adalah ucapan penutup yang diucapkan di akhir drama.

7) Petunjuk Laku
Petunjuk laku adalah gambaran atau keterangan yang menjelaskan keadaan, suasana, dan peristiwa yang dialami tokoh dalam drama. Petunjuk laku biasanya ditulis di dalam tanda kurung sebelum dialog yang diucapkan oleh tokoh dalam drama.

MENENTUKAN UNSUR-UNSUR DRAMA

Untuk memahami unsur-unsur drama, silakan perhatikan drama pendek berikut ini dengan saksama!

Perhatikan Contoh

section-media

Unsur-unsur dalam drama tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Tema
    Tema dalam drama tersebut adalah kepedulian terhadap teman.
  2. Amanat
    Amanat dalam drama tersebut adalah bahwa kita harus saling peduli terhadap teman, terutama jika teman berada dalam kesulitan.
  3. Latar
    Latar waktu dalam drama tersebut adalah pada saat jam pelajaran dimulai. Latar tempat pada drama tersebut adalah ruang kelas. Sedangkan latar suasana dalam drama tersebut suasana kelas yang tertib.
  4. Tokoh dan Penokohan
    Dalam drama tersebut hanya terdapat dua tokoh, yaitu Risman dan Beni. Risman memiliki watak yang baik dan peduli kepada teman, sedangkan Beni memiliki watak yang tidak peduli terhadap teman. Berdasarkan watak tersebut, Risman merupakan tokoh protagonis dan Beni merupakan tokoh antagonis.
  5. Petunjuk Laku
    Petunjuk laku dalam drama tersebut ditunjukkan pada dialog yang diungkapkan Beni pada bagian terakhir. Petunjuk laku pada dialog itu adalah gambaran bahwa Beni memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Unsur-unsur intrinsik drama terdiri dari tema, amanat, tokoh dan penokohan, plot atau alur, latar, dialog, dan petunjuk laku.
section-media

Pernahkah kamu menonton pementasan drama? Apa yang kamu ketahui tentang drama? Apa perbedaan antara drama dan teater?

Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan. Pementasan drama biasa disebut juga dengan teater. Jadi, drama mencakup dua hal, yaitu drama sebagai karya sastra dan drama sebagai sebuah pementasan.

Pementasan drama merupakan gabungan antara seni sastra dan seni pertunjukan. Drama pada awalnya ditulis dalam bentuk naskah atau teks. Naskah tersebut kemudian dijadikan sebuah pementasan. Pada materi sebelumnya, telah dijelaskan unsur-unsur pembangun drama sebagai suatu karya sastra. Saat ini, kita akan mempelajari unsur-unsur drama sebagai suatu pementasan. Berikut unsur-unsur pementasan drama.

  1. Naskah
    Naskah drama merupakan karya sastra yang terdiri atas unsur-unsur pembangun. Naskah drama mencakup cerita yang ditulis dalam bentuk dialog dan berisi lakon hidup tokoh-tokohnya. Naskah drama memberikan gambaran pementasan yang akan dilakukan, seperti tema, amanat, tokoh-tokoh yang terlibat, dialog antartokoh, jalan cerita yang dibangun, latar yang digunakan, dan lain sebagainya.
  2. Sutradara
    Sutradara adalah orang yang berperan penting dan memiliki tanggung jawab paling besar dalam pementasan drama. Seorang sutradara bertugas memilih naskah drama yang layak untuk dipentaskan, memilih pemain yang sesuai dengan karakter tokoh dalam drama, menentukan tata panggung, tata rias, dan tata busana yang akan digunakan dalam pementasan. Tugas utama sutradara yang lainnya adalah mengarahkan seluruh jalan cerita, termasuk adegan yang dilakukan oleh pemain.
  3. Pemain
    Pemain adalah orang yang memeragakan seluruh lakon dalam drama. Pemain menirukan seluruh cerita yang dialami tokoh dalam naskah drama. Banyaknya pemain dalam pementasan drama bergantung pada banyaknya tokoh. Namun demikian, sutradara berhak menambah atau mengurangi jumlah pemain jika diperlukan.
  4. Tata Panggung
    Tata panggung adalah penataan panggung sebagai tempat berlangsungnya pementasan drama. Panggung adalah tempat untuk para pemain drama memeragakan cerita atas arahan sutradara. Tata panggung harus disesuaikan dengan latar yang ditulis dalam naskah. Hal tersebut didukung dengan penyediaan alat-alat pendukung yang disebut properti drama. Properti drama dapat berupa benda asli atau benda tiruan yang sengaja dibuat untuk pementasan. Misalnya, jika cerita drama menggambarkan latar hutan, panggung harus dihiasi ornamen hutan seperti pepohonan, bebatuan, dan lain-lain.
  5. Tata Rias
    Tata rias adalah penataan riasan (make up) para pemain. Orang yang bertanggung jawab terhadap tata rias adalah penata rias. Tata rias mencakup riasan wajah para pemain agar sesuai dengan jalan cerita. Misalnya, seorang pemain akan memeragakan tokoh orang tua, penata rias harus menjadikan pemain tersebut tampak tua, seperti menambahkan keriput dan kumis palsu.
  6. Tata Busana atau Kostum
    Tata busana adalah penataan kostum yang digunakan oleh pemain. Tata busana mencakup baju dan perhiasan yang akan digunakan dalam pemain selama pementasan. Seorang pemain dapat menggunakan satu kostum selama pementasan atau berganti-ganti sesuai adegan. Tata busana harus mendukung cerita yang telah ditulis dalam naskah.
  7. Tata Suara
    Tata suara adalah penataan suara dan musik yang digunakan dalam pementasan drama. Orang yang bertanggung jawab terhadap tata suara adalah penata suara. Penata suara harus menentukan keras lembutnya suara para pemain dan musik yang mengiringi pementasan. Iringan musik harus mendukung cerita dalam drama. Misalnya, cerita sedih biasanya dibantu dengan iringan musik seruling yang mendayu-dayu.
  8. Tata Lampu
    Tata lampu adalah pengaturan cahaya yang digunakan selama pementasan berlangsung. Penataan cahaya di atas panggung harus disesuaikan dengan cerita yang diperankan oleh para tokoh. Misalnya, jika cerita menggambarkan suasana siang, lampu memberikan sorot yang lebih terang dari biasanya.
  9. Penonton
    Penonton termasuk unsur yang penting dalam suatu pementasan. Suatu pementasan tidak akan dapat berlangsung sempurna jika tidak ada penonton. Penonton biasanya menyesuaikan dengan cerita yang dimainkan dalam drama. Ada pementasan yang ditujukan untuk penonton semua usia atau hanya penonton usia tertentu, seperti anak-anak atau orang dewasa.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Drama mencakup dua kesenian, yaitu seni sastra dan seni pertunjukan.
  3. Pementasan drama disebut teater.
  4. Pementasan drama mencakup banyak unsur, yaitu naskah drama, sutradara, pemain, tata panggung, tata rias, tata busana, tata lampu, tata suara, dan penonton.
Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama

Pengertian Drama dan Unsur-unsur Drama

Pernahkah kamu menonton pementasan drama? Apa saja hal menarik dari pementasan drama yang kamu tonton?

Pada gambar di atas terlihat para siswa sedang mementaskan sebuah drama. Para pemain tampak dengan serius memeragakan cerita dengan tata panggung dan kostum yang sederhana. Di hadapan panggung, para penonton menyaksikan pementasan tersebut dengan saksama.

Kamu juga dapat menjadi penonton drama yang dipentaskan oleh teman-temanmu. Sebagai penonton, kamu dapat menilai pementasan tersebut dengan objektif. Penilaian objektif yaitu penilaian yang apa adanya sesuai dengan yang ditampilkan. Sebelum menilai drama yang dipentaskan, kamu perlu menentukan unsur-unsur yang akan dinilai

Unsur-unsur yang dapat dinilai dalam pementasan drama adalah sebagai berikut.

1) Tema, yaitu ide utama cerita drama yang dipentaskan;

2) Amanat, yaitu pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil setelah menonton pementasan tersebut;

3) Pemain, penilaian terhadap pemain drama mencakup beberapa hal berikut ini.

  • Penjiwaan para pemain dalam memeragakan karakter tokoh yang diperankan
  • Ekspresi wajah pemain sesuai dengan karakter yang diperankan
  • Pelafalan atau artikulasi, yaitu kejelasan pengucapan dialog pemain
  • Intonasi, yaitu ketepatan tinggi rendahnya suara yang diucapkan
  • Volume suara, yaitu tingkat kenyaringan atau kekuatan suara pemain

4) Tata rias, yaitu penilaian terhadap riasan yang digunakan pemain dan kesesuiannya dengan karakter tokoh tersebut;

5) Tata busana atau kostum, yaitu penilaian terhadap kostum yang digunakan pemain serta kesesuaiannya dengan karakter tokoh dan cerita dalam drama tersebut;

6) Tata panggung, yaitu penilaian terhadap kesesuaian antara panggung dengan latar cerita drama. Panggung yang baik dapat menggambarkan latar (tempat dan suasana) cerita dalam drama. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan properti drama, yaitu alat atau benda yang digunakan untuk mendukung cerita dan penggambaran latar;

7) Tata suara, yaitu penilaian terhadap kesesuaian bunyi dan musik dengan cerita dalam drama. Bunyi dan musik dalam pementasan drama harus mendukung cerita yang dimainkan;

8) Tata lampu, yaitu penilaian terhadap pengaturan lampu atau cahaya yang digunakan dalam pementasan drama.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Sebuah pementasan drama dapat dinilai berdasarkan unsur-unsurnya. Unsur-unsur pementasan yang dapat dinilai antara lain: tema, amanat, pemain, tata ria, tata busana, tata panggung, dan tata suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *