Merumuskan Masalah dan Menemukan Informasi dalam Bacaan Berita

By | April 2, 2020

Merumuskan Masalah dan Menemukan Informasi dalam Bacaan Berita – ada topik ini kalian akan belajar tentang cara mendata berbagai informasi yang sifatnya problematik dan kontradiktif dalam sebuah bacaan.

Merumuskan Masalah dan Menemukan Informasi dalam Bacaan Berita

Merumuskan Masalah dan Menemukan Informasi dalam Bacaan Berita

Membaca Intensif

Membaca intensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan seseorang dengan cermat dan untuk memahami isi teks dengan baik dan akurat. Kegiatan membaca intensif sendiri umumnya dilakukan oleh pembaca yang bertujuan melakukan penelitian, analisis, pemahaman, dan juga memberikan kritik dan simpulan terhadap teks yang dibacanya.

Menemukan Informasi dalam Bacaan

Sebuah bacaan, khususnya artikel atau berita, ditulis berdasarkan berbagai informasi yang sesuai dengan kenyataan atau fakta. Akan tetapi, cara penafsiran setiap pembaca terhadap informasi yang disampaikan berbeda-beda. Menemukan informasi dalam sebuah bacaan bisa dilakukan dengan melakukan proses membaca intensif. Membaca intensif akan banyak memberikan manfaat, seperti diketahuinya informasi penting dalam sebuah bacaan dan fakta-fakta yang dikemukakan oleh penulis.

Dalam sebuah bacaan, informasi yang disampaikan tidak selalu informasi-informasi yang bisa begitu saja diterima oleh pembaca. Ada juga beberapa informasi yang bersifat problematik dan kontradiktif. Kehadiran informasi-informasi seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang asing. Informasi yang problematik dan kontradiktif sebenarnya bisa menjadi bahan diskusi yang menarik dari sebuah bacaan. Hal-hal yang bisa didiskusikan misalnya mengapa informasi tersebut bisa muncul, apa penyebab hadirnya informasi problematik dan kontradiktif tersebut dalam sebuah bacaan, apa tujuan penulis dengan menghadirkan informasi-informasi tersebut, dan lain-lain.

Informasi yang Problematik dan Kontradiktif

Informasi yang problematik atau problematika dalam sebuah bacaan disebut juga masalah dalam karangan, masalah dalam bacaan, atau masalah penulisan. Berdasarkan hal tersebut, problematika dalam hal ini adalah masalah yang dikemukakan yang kemudian dijawab dalam keseluruhan isi bacaan atau karangan. Contohnya adalah ketika sebuah karangan atau bacaan memiliki problematika “kurangnya dana pembangunan untuk pendidikan di Desa A” maka pembahasan utama dari bacaan atau karangan tersebut adalah tentang kekurangan yang dirasakan oleh Desa A dalam bidang pembangunan pendidikan.

Informasi yang kontradiktif merupakan informasi yang berisi hal yang bertentangan satu sama lain. Kontradiktif sendiri artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersifat kontradiksi; berlawanan; bertentangan. Artinya, bacaan atau karangan tersebut mengandung informasi yang sifatnya kontradiktif atau berlawanan. Misalnya sebuah bacaan membahas tentang kesuksesan sebuah wilayah dalam memajukan perekonomiannya di dalam bacaan tersebut juga terdapat kalimat yang menyatakan tentang masih adanya masyarakat tidak mampu yang bahkan membutuhkan uluran tangan orang-orang sekitarnya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Mendata Informasi yang Problematik dan Kontradiktif

Perhatikan Contoh!

Judul : Belajar Bahasa Inggris

section-media

Berikut ini adalah contoh mendata informasi yang problematik dan kontradiktif dari teks di atas.

  1. Bacaan atau karangan tersebut mengangkat permasalahan atau problematika tentang belajar bahasa Inggris.
  2. Penguasaan terhadap bahasa Inggris merupakan hal yang sangat penting.
  3. Teknik pembelajaran dalam penguasaan bahasa Inggris akan memberikan pengaruh yang besar untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik.
  4. Ada informasi yang sifatnya kontradiktif dalam bacaan di atas yaitu tentang pendapat yang mengatakan bahwa untuk anak-anak usia dini sebaiknya tidak disekolahkan di sekolah yang menggunakan bahasa pengantar lebih dari satu. Padahal pada paragraf sebelumnya sudah dijelaskan tentang salah satu cara untuk penguasaan bahasa Inggris adalah dengan menyekolahkan anak-anak usia dini di sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kedua.
  5. Minat para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah dengan bahasa pengantar lebih dari satu tetap tinggi.

Poin Penting

Poin-poin penting dalam topik kali ini adalah sebagai berikut.

  1. Membaca intensif merupakan kegiatan membaca dengan cermat untuk memahami isi teks dengan baik.
  2. Informasi yang problematik artinya terdapat masalah yang dibahas dalam sebuah bacaan atau karangan.
  3. Informasi yang kontradiktif merupakan informasi yang sifatnya bertentangan.

Pada topik ini kalian akan belajar tentang bagaimana merumuskan masalah dari sebuah bacaan yang mengandung informasi yang problematik dan kontradiktif untuk dijadikan bahan diskusi.

Merumuskan Masalah untuk Bahan Diskusi

Setiap informasi yang didapatkan dari sebuah bacaan, baik berupa berita, artikel, dan karangan, tentunya menarik untuk dibahas dalam sebuah diskusi dan dicarikan jalan keluarnya. Dalam informasi-informasi yang dikumpulkan tersebut, mungkin terdapat masalah yang perlu untuk dirumuskan sebagai bahan untuk kegiatan diskusi. Merumuskan masalah dari sebuah bacaan yang mengandung berbagai informasi memang tidak mudah. Untuk bisa merumuskan masalah dengan baik dan benar, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu syarat-syarat dari sebuah topik yang menarik. Syarat-syarat dari topik yang menarik tersebut di antaranya sebagai berikut.

  1. Topik yang diangkat dalam sebuah bacaan tidak terlalu asing.
  2. Topik dan permasalahan yang diangkat merupakan sesuatu yang menarik untuk didiskusikan.
  3. Topik yang dibahas sifatnya tidak terlalu luas.
  4. Topik yang diangkat dari bacaan yang dipilih tersebut sebaiknya merupakan topik yang bermanfaat.
  5. Topik yang dipilih untuk dijadikan bahan diskusi merupakan topik yang disetujui oleh seluruh peserta diskusi.

Kegiatan diskusi dan merumuskan masalah dari sebuah bacaan untuk dijadikan bahan diskusi merupakan kegiatan bermanfaat yang akan melatih kemampuan berpikir dan sifat kritis kita. Kelompok diskusi tidak perlu terlalu banyak, cukup dengan memiliki 3-4 anggota diskusi maka diskusi tentang topik yang dipilih sudah bisa dilakukan.

Contoh Merumuskan Masalah

Merumuskan masalah dari sebuah topik bacaan sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu mendata informasi yang problematik dan kontradiktif seperti sudah dipelajari dalam bab sebelumnya. Jika kegiatan mendata informasi sudah selesai dilakukan, maka kegiatan merumuskan masalah bisa dilakukan sesuai dengan informasi yang sudah dipahami.

Perhatikan Contoh

Contoh merumuskan masalah dari sebuah topik bacaan adalah sebagai berikut.

section-media

Kegiatan diskusi tentang sebuah bacaan tidak bisa terlepas dari pemilihan topik yang menarik. Cara untuk memilih topik yang menarik di antaranya sebagai berikut.

  1. Topik yang dipilih merupakan topik yang mengangkat tentang masalah bersama.
  2. Topik tersebut mengandung permasalahan dan konflik di dalamnya.
  3. Topik yang diangkat sendiri merupakan jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi.
  4. Topik yang dipilih tidak terlalu mudah untuk dicerna atau terlalu sulit dan melampaui daya tangkap dari peserta diskusi.
  5. Permasalahan yang terkandung di dalam topik tersebut bisa diselesaikan dalam waktu tertentu.

Poin Penting

Poin-poin penting dari topik kali ini adalah sebagai berikut.

  1. Merumuskan masalah dilakukan setelah melakukan kegiatan mendata informasi yang problematik dan kontradiktif.
  2. Isi dari merumuskan masalah di antaranya topik, perumusan masalah, dan kerangka.
  3. Salah satu jenis topik yang menarik adalah yang mengangkat tentang masalah bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *