Menyunting dan Merevisi Teks Tantangan

By | April 15, 2020

Menyunting dan Merevisi Teks Tantangan – Teks tantangan yang baik adalah teks yang memiliki struktur yang sesuai dan lengkap, yaitu memiliki tiga unsur utama. Ketiga, unsur itu adalahyaitu isu (topik yang akan dibantah), argumen menentang (bukti dan alasan bantahan), dan simpulan (peryataan/penegasan bantahan). Selain itu, teks tantangan yang baik juga harus sempurna dalam hal penggunaan kaidah dasar kebahasaan yang mencakup ejaan, pilihan kata (diksi), penggunaan kata hubung (konjungsi), dan keefektifan kalimat.

Menyunting dan Merevisi Teks Tantangan

Menyunting dan Merevisi Teks Tantangan

Menyunting dan Merevisi Teks Tantangan

Jika semua unsur tersebut telah dipenuhi dan disempurnakan, teks tantangan yang telah dibuat dapat digolongkan ke dalam teks tantangan yang baik.
Mari kita ingat kembali struktur dan Kaidah kebahasaan teks tantangan

Struktur

Struktur Teks Tantangan

1. Isu (Masalah) adalah bagian yang berisi isu/masalah yang akan dibantah.

2. Argumen menentang adalah bagian yang berisi rangkaian bukti dan alasan yang akan memperkuat bantahan terhadap isu.

3. Simpulan/saran adalah bagian yang berisi simpulan atau pernyataan yang menegaskan bantahan.

Kaidah Kebahasaan

1. Penggunaan kalimat sanggahan dan kalimat penolakan. Kalimat sanggahan adalah kalimat yang mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap suatu pembicaraan, masalah, atau kebijakan. Kalimat penolakan adalah kalimat yang berisi penolakan terhadap suatu hal.

2. Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah yang mengatur penulisan huruf, kata, kalimat, serta penggunaan tanda baca.
Secara rinci, ejaan meliputi hal-hal berikut ini.
– Penulisan huruf kapital
– Penulisan huruf miring
– Penulisan kata depan dan imbuhan
– Penggunaan tanda baca

3. Diksi adalah aturan pemilihan kata yang digunakan dalam teks yang dibuat. Kata yang dipilih haruslah kata yang tepat (sesuai konteks) dan kata yang baku (sesuai kaidah).

4. Penggunaan kata hubung (konjungsi). Salah satu syarat teks yang baik adalah adanya penggunaan konjungsi yang tepat atau sesuai.

5. Teks yang baik juga harus memiliki kalimat yang efektif. Syarat kalimat efektif adalah benar secara ejaan, mudah dipahami, tidak menimbulkan salah penafsiran, sistematis, dan menyampaikan pemikiran penulis dengan tepat.,

Perhatikan contoh penyuntingan teks tantangan berikut ini!

Pembangunan Pabrik Garmen di Desa Lambada

(1) Pemerintah Desa dan investasi dari Kota telah mensepakati projek pembangunan pabrik garmen di desa Lambada. Hal tesebut membuat masyarakat desa Lambada hawatir. Warga takut keberadaan pabrik garmen diwilayahnya dapat merusak lingkungan.

(2) Edi, salah satu warga Desa, menolak dengan keras projek tersebut. Edi menyakini bahwa keberadaan pabrik garmen akan merusak tanah kelahirannya yang masih asri.

(3) Saya dan keluarga menolak pembangunan pabrik di Desa kami. Pabrik akan merusak Desa saya. Limbah yang dihasilkan akan mengkotori sungai dan asap yang timbul pasti akan mencemari udara disini yang masih segar dan asri, ujar Edi.

(4)Hal serupa pun di sampaikan oleh Icih seorang anggota PKK. Dia takut jika nanti pabrik di bangun di Desanya akan mengancam kehidupan anak-cucunya kelak.

(5) Memang saya sudah tua. Mungkin ketika pabrik selesai di bangun dan beroperasi, saya sudah tiada. Namun, apa nasib anak-cucu saya kelak. Mereka tidak bisa menikmati indah dan bersihnya desa seperti yang telah saya rasakan. Pembangunan lebih baik di batalkan. Silahkan cari wilayah yang rela lingkungannya tercemar, kata Icih sambil menunjukkan mata yang berkaca-kaca.
….

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperbaiki dari teks di atas..

1. Struktur Teks
Jika dikaji dari sudut pandang strukturnya, teks yang berjudul “Pembangunan Pabrik di Desa Lambada” hanya memiliki bagian isu (paragraf 1) dan argumen menentang (paragraf 2-5). Tidak ada bagian simpulan atau bagian yang berisi pernyataan yang menegaskan bantahan. Dengan demikian, jika kita ingin teks tantangan tersebut menjadi teks yang baik, kita perlu menambahkan bagian simpulan di akhir teks. Berikut adalah salah satu contoh bagian simpulan.

Edi dan Icih hanya dua dari ratusan warga desa yang tidak setuju dengan pembangunan pabrik di Desa Lambada. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan pembangunan pabrik. Pemerintah harus segera membatalkan proyek ambisius tersebut jika berpihak kepada rakyat.

  1. Kaidah Kebahasaan
  2. Penulisan huruf kapital Huruf kapital dipakai untuk huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama dirinya. Namun, jika tidak diikuti nama diri, unsur geografi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital. Berikut adalah kesalahan yang terdapat dalam teks “Pembangunan Pabrik Garmen di Desa Lambada”.
  3. Kata desa ditulis kapital jika diikuti nama desanya. Dalam teks, ada beberapa kata desa yang tidak diikuti nama dirinya ditulis kapital, sedangkan ada juga kata desa yang diikuti nama desanya tidak ditulis kapital.
  4. Sama halnya dengan kata desa, kata kota juga tidak ditulis huruf kapital jika tidak diikuti nama kotanya.
  5. Penggunaan tanda baca Paragraf 3 dan paragraf 4 berisi ungkapan langsung. Sesuai dengan aturan, penulisan ungkapan langsung atau yang dikenal dengan kalimat langsung harus diawali dan diakhiri dengan tanda (“…”)
  6. Pemilihan dan penulisan kata yang tepat
  7. Pemakaian kata investasi di kalimat pertama paragraf pertama yang berarti ‘penanaman modal atau uang’ tidak tepat. Seharusnya kata yang digunakan adalah kata investor. Penulisan kata projek pun tidak tepat karena bentuk bakunya adalah proyek. Di kalimat kedua paragraf pertama juga tertulis kata hawatir seharusnya diganti dengan kata khawatir. Di kalimat terakhir paragraf 5 tertulis kata silahkan yang seharusnya ditulis silakan.
  8. Setiap kata yang diawali huruf k, p, t, dan s harus luluh jika bertemu dengan awalan me-. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah menyepakati (kalimat pertama paragraf pertama), mengotori (kalimat ketiga paragraf ketiga).
  9. Kata di- yang merupakan kata depan (biasanya menunjukkan kata tempat) harus ditulis terpisah dari kata selanjutnya, sedangkan di- yang merupakan imbuhan (biasanya menunjukkan sebuah pekerjaan atau verba) harus ditulis terangkai. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah di wilayahnya, di sini, disampaikan, dibangun, dan dibatalkan.

Berikut adalah teks tantangan yang berjudul “Pembangunan Pabrik Garmen di Desa Lambada” yang telah direvisi.

Poin Penting

Teks tantangan yang baik adalah teks yang memiliki struktur yang lengkap (isu, argumen menentang, dan simpulan) serta sesuai dengan kaidah kebahasaan (kalimat sanggahan, kalimat penolakan, ejaan, diksi, dan hal kebahasaan lainnya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *