Menelaah, Meringkas, Menyunting, dan Merevisi Teks Eksemplum

By | April 14, 2020

Menelaah, Meringkas, Menyunting, dan Merevisi Teks Eksemplum – Pada materi lalu kita diajarkan untuk menyusun teks eksemplum dari contoh yang telah ada. Kita pun telah belajar bagaimana menulis teks eksemplum dari hal-hal atau pengalaman pribadi di sekitar kita. Bagaimana menurut kalian, menyenangkan, bukan?

Menelaah, Meringkas, Menyunting, dan Merevisi Teks Eksemplum

Menelaah, Meringkas, Menyunting, dan Merevisi Teks Eksemplum

Menyunting dan Merevisi Teks Eksemplum

Salah satu bagian menyenangkan dari pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kita bisa menggali kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Kejadian tersebut, baik dirasakan langsung oleh kita maupun sekadar mendengarnya dari televisi, ternyata menjadi pengalaman dan pengetahuan luar biasa bagi kita. Kita bisa menuliskannya sebagai teks eksemplum.

Pada materi lalu kita sudah melakukannya kan? Bagaimana mudah kan? Nah, hasil tulisan kalian tentu saja tidak langsung jadi teks eksemplum yang sempurna. Sebuah karya tulis perlu ditelaah ulang apakah sesuai dengan aturan jenis teksnya atau isinya sesuai, agar pembaca mendapatkan manfaat yang tepat guna dari teks tersebut. Selain itu, sebuah karya tulis pun harus dicek kembali apakah kalimatnya sudah tepat, karena bisa saja terdapat isi informasi yang tidak logis dalam penyusunannya.

Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika akan menyunting dan merevisi sebuah teks eksemplum?

Langkah Menyunting Teks Eksemplum

1. Judul yang Tepat
Sebuah teks, berjenis apapun itu, pastilah diberikan judul pada bagian atasnya. Selain agar memikat pembaca, judul merupakan wajah dari keseluruhan isi dalam teks. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa judul adalah kepala karangan.
Mari kita lihat contoh teks berikut ini:

Berguling-guling ke Sawah
Lebaran tahun lalu, kami pulang kampung ke rumah nenek. Saat, tiba di kota kecamatan, mendadak seorang petani meminta bantuan pada mobil kami. Kami berhenti dan menyapanya dalam bahasa Sunda. Bukannya menjawab sapaan, ia malah mengeluarkan golok dari pinggangnya. Karena takut dan shock kami semua terdiam. Hingga kakakku yang menyetir tersadar dan segera menginjak gas. Kami mengucap syukur karena hampir menjadi korban perampokan waktu itu.

Menurut kalian, cocokkah judul yang dipilih dengan isi teks di atas? Tidak bukan. Akan menjadi aneh kalau judulnya tentang jatuh ke kubangan sawah tetapi isinya tentang korban pembegalan. Maka, kira-kira judul apa yang tepat untuk menyempurnakan teks di atas?

Dalam hal ini, kalian bisa pilih judul: Lolos dari Begal. Judul tersebut dapat menjadi gambaran awal bahwa isi teks akan menceritakan keberhasilan para partisipan atau tokoh dalam teks tersebut terlepas dari kejahatan pembegalan.

2. Kebenaran Tesis
Tesis adalah semacam pernyataan yang didukung dengan argumen yang tepat dalam teks. Jadi, kalau kalian menulis cerita yang ide pokoknya tentang akibat perampokan, kalimat penjelasnya pastinya mengemukakan barang yang hilang, kamar yang acak-acakkan, dan lemari yang jebol. Dengan begitu, tidak mungkin ide pokoknya tentang akibat perampokan, argumennya tentang anak yang kehilangan ibunya.
Sebetulnya ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah teks menjadi kurang logis atau tesisnya salah. Beberapa alasannya adalah kata sambung/konjungsi yang tidak tepat, kalimat penjelas yang tidak padu, dan urutan kejadian yang tidak runut.

Mari kita lihat contoh teks berikut ini.

Beberapa jam kemudian, kami sudah masuk wilayah pesisir. Akhirnya, perlu beberapa jam lagi untuk sampai pantai tujuan kami. Hingga apa yang kami duga tidak akan terjebak kemacetan ternyata keliru. Kami ketakutan karena suara hantu itu. Anehnya kendaraan-kenadaraan lain malah berputar arah. Kami tidak melakukan itu malah sengaja menyelusup ke arah kemacetan.

Coba perhatikan kata sambung dengan tanda biru di atas. Penempatan kata sambung itu tidak tepat. Tidak mungkin kata akhirnya diletakkan untuk menyambungkan dua kalimat tersebut. Seharusnya revisi kata sambung yang cocok adalah namun, akan tetapi, meskipun demikian, atau walau begitu.

Selanjutnya, perhatikan kalimat dengan tanda merah. Tidak mungkin kalimat itu muncul di antara kalimat-kalimat yang sedang menjelaskan kemacetan.

3. Ketepatan Interpretasi
Kalian tentu masih ingat bahwa struktur kalimat terakhir dalam teks eksemplum adalah interpretasi. Pada bagian interpretasi terdapat simpulan yang disampaikan penulis. Alangkah aneh jika pada bagian orientasi dan insiden menjelaskan tentang membawa motor ditilang polisi, sedangkan simpulan yang dibuat dalam bagian interpretasinya berbunyi seperti ini: “Makanya, kalau mau jadi pelaut harus pandai berenang dahulu agar bisa selamat di laut.
Perbaikan atau revisi yang baik seharusnya “Dari pengalaman ditilang polisi tadi, saya menjadi sadar bahwa peraturan lalu lintas itu penting untuk ditaati oleh semua pengguna jalan raya.”

4. Ejaan yang Baik
Kalian dapat mencermati kalimat, tanda baca, dan ejaan dari teks eksemplum yang disunting.
Sebagai bahan latihan coba perhatikan teks berikut ini!

Bagi orang lain, liburan akhir tahun merupakan saat-saat paling menyenangkan. Namun, hal itu sepertinya tidak berlaku bagi ibu ayah dan aku. Liburan akhir tahun lalu adalah liburan akhir tahun yang menakutkan yang tidak akan kulupakan sampai kapanpun.

Pertama-tama, perhatikan frasa dengan warna merah. Frasa ibu ayah dan aku tersebut maknanya membingungkan. Frasa tersebut dapat berarti ibunya dari ayah dan aku, bisa juga berarti nenek dan aku, bisa juga berarti keluarga. Maka agar jelas maknanya perlu diberi tanda baca yang tepat menjadi ibu, ayah, dan aku sehingga berarti keluarga.

Kedua, perhatikan kalimat bertanda biru. Kalimat Liburan akhir tahun lalu adalah liburan akhir tahun yang menakutkan yang tidak akan kulupakan sampai kapanpun, sebetulnya bisa menjadi hemat dengan membuang beberapa kata yang diulang-ulang menjadi Liburan akhir tahun lalu tidak akan kulupakan sampai kapanpun.

Poin Penting

Ketika melakukan proses penyuntingan dan perevisian teks, kalian tidak boleh membuang teks yang salah. Perhatikan teks versi asli dengan teks hasil revisi. Bisa jadi, teks hasil revisi telah berganti cerita karena terlalu banyak kalimat-kalimat yang dibuang. Kalau sudah begitu, kalian tidak perlu membuang kalimat yang salah, cukup menukar posisi saja dalam paragraf.

Menelaah Teks Eksemplum

Sahabat, pada materi teks eksemplum lalu, kalian telah mempelajari bagaimana menyusun sebuah teks eksemplum dari pengalaman-pengalaman yang tidak diduga. Pada materi tersebut, kita mengetahui bahwa ternyata saat menyusun teks eksemplum, kita harus tetap memperhatikan struktur pembangun teks eksemplum itu sendiri yakni abstraksi, orientasi, insiden, interpretasi, dan koda.

Pada dasarnya struktur teks eksemplum merupakan kisah pengalaman yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dalam sebuah teks eksemplum yang kita susun, sebetulnya minimal tiga bagian saja yang wajib kita penuhi, yakni:
(1) orientasi,
(2) insiden,
(3) interpretasi,

Dari fokus bagian teks tersebut, jika kita ingin menelaah sebuah teks eksemplum yang telah disusun, kita cukup memahami pertanyaan kunci untuk setiap bagian struktur teks eksemplum yang ada. Nantinya, pertanyaan-pertanyaan ini gunanya untuk mengecek ulang apakah isi paragraf-paragraf tersebut sudah termasuk bagian teks atau belum.

Beberapa Langkah Menelaah Teks Eksemplum

Nah, sahabat quipper, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan kunci yang digunakan untuk menguji apakah teks yang telah disusun sesuai dengan bagiannya.
1. Ajukan pertanyaan, “Apa kejadian yang mendasari cerita dalam teks, apa alasan kejadian tersebut terjadi, apa tujuan cerita tersebut?”
Ketiga pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan seputar latar belakang disusunnya teks eksemplum. Maka, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dipakai untuk mengecek apakah paragraf yang disusun merupakan bagian dari struktur orientasi atau bukan.
Contohnya:

Penjelasannya:
Paragraf di atas sudah sesuai dengan struktur teks eksemplum yang pertama yakni orientasi, karena
a. Peryataan yang diberi warna hijau menjawab pertanyaan apa kejadian yang mendasari cerita dalam teks.
b. Pernyataan yang diberi warna kuning menjawab pertanyaan apa tujuan cerita tersebut.
c. Pertanyaan yang diberi warna biru menjawab pertanyaan apa alasan kejadian tersebut terjadi.
2. Ajukan pertanyaan, “Bagaimana tahapan kejadian demi kejadian yang dialami partisipan?”
Pertanyaan ini merupakan deskripsi kronologis insiden kejadian. Hal ini meliputi sebab hingga akibat kejadian tersebut.

Contohnya:

Penjelasannya:
Paragraf di atas sudah sesuai dengan struktur teks eksemplum yang kedua yakni insiden karena memaparkan proses kejadian dari sebab hingga akibat secara runtut.
3. Ajukan pertanyaan, “Hikmah dan pesan apa yang ingin disampaikan partisipan?”
Pertanyaan ini merupakan jawaban yang disimpulkan partisipan terhadap kejadian yang menimpanya.
Contohnya:

Penjelasannya:
Paragraf di atas berisikan simpulan partisipan terhadap kejadian yang menimpanya. Interpretasi tersebut timbul setelah partisipan menerima rangkaian insiden yang menimpanya sebagai sebuah pelajaran berharga.

Nah, selesai sudah tiga cara menguji bagian teks eksemplum. Jika ketiga bagan sudah lengkap dan sesuai struktur teks, langkah menelaah teks eksemplum berdasarkan struktur pun telah terlampaui.

Poin Penting

Ketika melakukan proses penelaahan teks karya orang lain, kita tidak boleh menggunakan penilaian subjektif. Maksudnya, kesampingkan dulu kelebihan atau kekurangan teks dari sudut pandang penyusun teks. Fokus terhadap tata cara penelaahan teks yang sudah disiapkan. Kalau sudah begitu, kita tidak bakal dipusingkan dengan rasa kagok saat menelaah teks orang lain.

Meringkas Teks Eksemplum

Rangkaian materi tentang sebuah teks biasanya diakhiri dengan langkah meringkas. Jika kalian telah memahami langkah-langkah sebelumnya, besar kemungkinan langkah meringkas yang akan kita bahas kali ini pun akan kalian pahami dengan cepat.

Ringkasan dibuat berdasarkan ide pokok dari setiap paragraf disertai hal-hal penting lainnya. Ide pokok tersebut biasanya terdapat dalam kalimat utama pada setiap paragraf. Pembuatan ringkasan bukan berdasarkan ide pembuat ringkasan melainkan tetap menjaga ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan pengarang. oleh karena itu, ciri ringkasan yang benar adalah tetap menjaga urutan gagasan utama tersebut dan menjaga tujuan pengarang terhadap teks.

Langkah-langkah yang dapat kalian lakukan ketika akan membuat ringkasan teks eksemplum adalah sebagai berikut.

Bacalah Teks Berikut Ini

Mari Kita Ringkas

  1. Catatlah gagasan utama atau ide pokok pada setiap paragraf dengan cara mencari inti kalimat pada kalimat utama yang biasanya terletak di awal, di akhir, bahkan di awal dan di akhir paragraf, misalnya 
  2. Ubahlah ide-ide pokok tersebut menjadi sebuah kalimat. Usahakan agar kalimat buatanmu tidak sama persis dengan teks dan tidak pula mengubah gambaran ide pokok pada teks, misalnya

  1. Menyusun kembali kalimat-kalimat tersebut sesuai dengan struktur teks eksemplum, yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi, misalnya Yudi dan Kucing Malang Suatu hari, Yudi, seorang siswa SMP yang tinggal di kaki gunung tetapi bersekolah di kota, bangun kesiangan disebabkan bergadang.  Dalam perjalanan menuju sekolah, Yudi melihat seekor kucing yang terluka parah. Namun, karena takut terlambat, ia mengacuhkan kucing itu lalu kembali menggenjot sepedanya lebih kencang. Ketika hampir mendekati sekolah, rantai sepeda Yudi putus sehingga ia pasrah jika dimarahi guru karena terlambat. Yudi pun tiba di sekolah, tetapi suasana di sana sepi karena ternyata hari itu hari libur.  Kekecewaannya muncul karena hal itu, bahkan bertambah karena seketika rasa bersalah tidak menolong kucing tadi menghantuinya. Dengan demikian, sebagai manusia yang masih mampu membantu, bantulah siapa pun yang tertimpa kesulitan agar Tuhan pun memudahkan kesulitan kita.

Poin Penting

Langkah-langkah meringkas teks eksemplum adalah sebagai berikut.
1. Tandailah hal-hal penting di dalam teks eksemplum yang telah dibaca.
2. Catatlah ide pokok pada setiap paragraf dengan mencari kalimat utamanya.
3. Ubahlah ide-ide pokok tersebut menjadi sebuah kalimat.
4. Menyusun kembali kalimat-kalimat tersebut sesuai dengan struktur teks eksemplum, yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *