Meringkas, Menyunting dan Merevisi Teks Hasil Observasi

By | April 7, 2020

Meringkas, Menyunting dan Merevisi Teks Hasil Observasi – Masih ingatkah kalian dengan materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya? Ada kalanya, sebagai seorang pelajar, kita harus selalu mengulang-ulang kembali bacaan atau materi yang pernah dipelajari agar kemahiran kita terhadap suatu ilmu pengetahuan semakin meningkat dan tidak terlupa. Salah satu cara untuk memudahkan kita dalam mengulang suatu materi adalah dengan melakukan ringkasan terhadap apa yang pernah kita pelajari, terutama dalam menghadapi banyaknya teks-teks yang harus dibaca.

Meringkas, Menyunting dan Merevisi Teks Hasil Observasi

Meringkas, Menyunting dan Merevisi Teks Hasil Observasi

Meringkas Teks Hasil Observasi

Meringkas tentu saja akan meringankan beban kita dan menghemat waktu. Selain itu, mampu membuat ringkasan adalah bukti bahwa pemahaman kita terhadap suatu teks semakin berkembang.

Definisi Ringkasan

Ringkasan adalah hasil meringkas atau dalam beberapa soal sering juga disebut ikhtisar atau rangkuman. Meringkas sendiri bermakna memendekkan cerita atau pembicaraan dengan cara mengambil inti sarinya saja.

Langkah Membuat Ringkasan

Seperti yang telah dijelaskan, meringkas adalah mengambil inti sari yang kita temukan dalam bacaan. Inti sari dalam sebuah paragraf muncul di dalam gagasan utama atau kalimat utama. Dengan kata lain, kita perlu menentukan terlebih dahulu gagasan utama dalam suatu paragraf.

Paragraf terbentuk atas dua unsur, yaitu gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama adalah informasi umum yang menjadi pokok pembicaraan, sedangkan gagasan penjelas adalah informasi yang bersifat melengkapi, memperkuat, atau memerinci gagasan utama. Yang perlu diperhatikan agar kita mudah menentukan gagasan utama adalah pola paragraf. Pola paragraf ini ditentukan oleh posisi munculnya gagasan utama terhadap gagasan penjelas.

Pola Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utama

Terdapat tiga jenis pola paragraf yang dimaksud, yaitu (1) deduksi (gagasan utama di awal), (2) induksi (gagasan utama di akhir), dan (3) campuran. Dalam bagian definisi umum teks laporan hasil observasi, pola paragraf yang lazim digunakan adalah pola deduksi. Dengan kata lain, sesuai dengan ciri kebahasaannya, kalimat definisilah yang menjadi gagasan utama.Sementara itu, pada bagian deskripsi bagian dan deskripsi manfaat, kita cukup mencari kalimat yang memberikan informasi berupa rincian kelompok, tipe, dan manfaat atau dapat juga menyimpulkan kembali berdasarkan hal-hal yang dirinci karena itulah yang akan menjadi gagasan utamanya.

Perhatikanlah Contoh Berikut!

Ojek online adalah transportasi umum nonformal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda. Akan tetapi, lebih lazim berupa sepeda motor yang dipesan dengan menggunakan aplikasi berbasis online. Berbeda dengan ojek pangkalan yang hanya dapat dipesan di tempat-tempat tertentu. Layanan ojek online dapat dipesan oleh calon penumpang di manapun ia berada dengan menggunakan aplikasi smartphone selama terdapat jaringan internet.

Ada beberapa layanan ojek online yang terkenal, seperti GO-TEK, GribBik, Grab, Ojek Syar’I, dan Bang Ojek Aja.Setiap ojek online memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri, bergantung pada kenyamanan dan terbiasanya penumpang pada satu layanan.

Fenomena ojek online sangat menguntungkan bermacam pihak, baik bagi penumpang maupun tukang ojek sendiri. Beberapa manfaat yang dapat kita rasakan dalam menggunakan layanan tersebut adalah efektif dan efisien dalam waktu, baik dalam pemesanan maupun perjalanan.

Mencari Gagasan Utama

Sebelum mencari, kita pahami struktur teks di atas adalah definisi umum (paragraf 1), deskripsi bagian (paragraf 2), dan deskripsi manfaat (paragraf 3).
Pada paragraf pertama, kita temukan bahwa gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama, yaitu ojek online adalah transportasi umum non formal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda. Tetapi, lebih lazim berupa sepeda motor yang dipesan dengan menggunakan aplikasi berbasis online.

Pada paragraf kedua, gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama, yaitu ada beberapa layanan ojek online yang terkenal, seperti GO-TEK, GribBik, Grab, Ojek Syar’I, dan Bang Ojek Aja.

Pada paragraf ketiga, gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama, yaitu fenomena ojek online sangat menguntungkan bermacam pihak.

Menyusun Kembali Gagasan Utama Menjadi Wacana Baru

Setelah menemukan semua gagasan utama dalam setiap paragraf, kini kita siap untuk meringkas teks di atas. Seiap gagasan utama kita gabungkan dan susun menjadi bentuk wacana baru dengan tetap mempertahankan informasi inti.

Berikut adalah bentuk yang dapat kita buat.

Ojek online adalah transportasi umum non formal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda, tetapi lebih lazim berupa sepeda motor yang dipesan dengan menggunakan aplikasi berbasis online yang sangat menguntungkan bermacam pihak. Ada beberapa layanan ojek online yang terkenal, seperti GO-TEK, GribBik, Grab, Ojek Syar’I, dan Bang Ojek Aja

Poin Penting

  1. Memahami struktur teks
  2. Mencari gagasan utama setiap paragraf
  3. Menyusun kembali gagasan utama

Menyunting dan Merevisi Teks Hasil Observasi

Sebelum mempelajari materi dalam topik ini, coba bacalah teks berikut ini.

Menyunting dan Merevisi Teks

Menyunting dan Merevisi Teks

Setelah membaca teks ”Bunga Mawar”, apakah kalian menemukan bagian yang kurang tepat dalam teks tersebut?

Mari perhatikan dengan teliti setiap kalimat pada teks tersebut. Dalam teks ternyata ada beberapa kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang benar. Kalian dapat mulai menemukan kata-kata tersebut pada paragraf pertama. Pada paragraf tersebut ada kata yang tidak tepat dalam penulisannya, yaitu kata tersebut, mawar, dan di kenal. Ketiga kata tersebut ada pada kalimat pertama dan keempat. Penulisan kata tersebut tidak tepat untuk menyatakan kalimat definisi. Kata tersebut digunakan sebagai kata rujukan. Kata tersebut mengacu pada kata sebelumnya, misalnya pada kalimat berikut ini.

Ikan mas memang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Ikan tersebut dapat mencukupi kebutuhan protein dalam tubuh.
Kata tersebut pada kalimat tersebut merujuk pada kata lain, yaitu ikan mas.

Di samping itu, kesalahan ejaan ada pada kata mawar dan di kenal. Kata mawar terletak setelah titik dan menjadi kata pertama dalam kalimat. Dengan demikian, awal huruf pada kata mawar harus ditulis dengan huruf kapital, yaitu Mawar. Adapun pada kata di kenal ini seharusnya menjadi kata imbuhan. Kata di dapat menyatakan imbuhan dan kata depan. Kata depan di digunakan untuk menyatakan tempat dan kata kenal bukanlah tempat. Dengan demikian, di kenal menjadi dikenal karena di pada kata tersebut sebagai imbuhan.
Kesalahan masih ditemukan pada teks tersebut, yaitu pada paragraf kedua dan ketiga. Pada paragraf kedua tepatnya pada kalimat kedua, terdapat kata banyak, yaitu pada kalimat ”Pada batang bunga ini terdapat banyak duri-duri yang tajam.”

Kata banyak pada kalimat tersebut perlu dihilangkan karena sudah ada kata duri-duri yang menyatakan banyak. Kalimat seperti ini disebut juga pleonasme, yakni majas yang ditandai penambahan kata/keterangan pada pernyataan yang sudah jelas. Kata/keterangan tersebut sebenarnya tidak diperlukan dan membuat kalimat menjadi tidak efektif.

Selain itu, pada paragraf terakhir tepatnya pada kalimat pertama dan kedua terdapat penggunaan tanda baca dan ejaan kata yang tidak tepat. Kalimat tersebut memiliki kekurangan dalam penulisan tanda koma. Tanda baca tersebut perlu dicantumkan setelah kata antiviral atau sebelum kata dan. Tanda koma ini memang harus dipakai di antara unsur-unsur perincian atau pembilangan. Adapun pada kalimat kedua terdapat penulisan kata yang tidak tepat, yaitu parvum yang seharusnya ditulis parfum.

Perbaikan teks seperti yang dilakukan pada teks berjudul ”Mawar” dapat dipahami sebagai proses menyunting. Menyunting dapat disebut juga mengedit. Menyunting menjadi kegiatan untuk mengubah dan merapikan susunan dan penggunaan bahasa dalam teks atau naskah tanpa mengubah makna. Adapun kegiatan menyunting meliputi beberapa hal berikut ini.

  1. Memperbaiki kesalahan berbahasa yang terlihat langsung pada teks/naskah.
  2. Meringkas beberapa kalimat yang memiliki kejelasan makna yang sama menjadi satu. atau dua kalimat agar lebih efisien dan efektif.
  3. Menghindari penggunaan makna ganda.
  4. Membuat tulisan menjadi lebih menarik dengan gaya bahasa yang komunikatif.
  5. Melengkapi tulisan jika terdapat kata atau kalimat yang tidak tepat.
  6. Menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku yang berkaitan dengan tata bahasa Indonesia untuk membantu proses menyunting.

Dengan penyuntingan, teks atau naskah dapat terhindar dari kesalahan-kesahan baik dalam penggunaan bahasa maupun secara konsep. Selain penyuntingan, ada juga proses merevisi teks. Merevisi dipahami juga sebagai peninjauan untuk perbaikan, memperbaiki, atau memperbarui. Proses merevisi ini dapat dikatakan sama dengan proses menyunting karena bertujuan untuk memperbaiki teks.

Poin Penting

Secara garis besar kegiatan menyunting meliputi beberapa hal berikut ini.

  1. Memperbaiki kesalahan berbahasa.
  2. Meringkas beberapa kalimat yang memiliki kejelasan makna yang sama menjadi satu atau dua kalimat agar lebih efisien dan efektif.
  3. Menghindari penggunaan makna ganda.
  4. Membuat tulisan menjadi lebih menarik dengan gaya bahasa yang komunikatif.
  5. Melengkapi tulisan jika terdapat kata atau kalimat yang tidak tepat.
  6. Menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku yang berkaitan dengan tata bahasa Indonesia untuk membantu proses menyunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *