Menelaah dan Langkah Menulis Teks Hasil Observasi

By | April 7, 2020

Menelaah dan Langkah Menulis Teks Hasil Observasi – Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam menyusun teks laporan hasil observasi.

Menelaah dan Langkah Menulis Teks Hasil Observasi

Menelaah dan Langkah Menulis Teks Hasil Observasi

Berikut adalah langkah-langkah yang dimaksud.

Menulis Teks Hasil Observasi

  1. Mencari dan menentukan objek observasi
    Pastikan objek observasi yang kalian pilih adalah sesuatu yang memiliki bagian atau jenis dan tentu saja memiliki manfaat agar kita mudah dalam membuat struktur deskripsi bagian dan manfaat. Contoh yang akan kita gunakan kali ini adalah mengenai sepeda. Alasannya adalah (a) mudah membuat definisi, (b) memiliki jenis/tipe, dan (c) memiliki manfaat.
  2. Buatlah kalimat definisi
    Setelah objek observasi kita tentukan, langkah kedua adalah mencoba membuat kalimat definisinya. Contohnya:

    Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, memiliki setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan oleh kaki untuk menjalankannya. Berdasarkan sejarah, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Konon, sejak awal abad ke-18, negeri itu sudah mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Velocipede inilah yang dipercaya sebagai cikal bakal kendaraan sepeda yang kita kenal sekarang.

    Agar mudah membuat bagian definisi objek observasi, kalian dapat mencari informasinya dari internet, buku, atau majalah. Jangan lupa untuk menyertakan kata kerja kopula (adalah, merupakan) untuk menunjukkan bentuk kalimat definisi X = Y.

  3. Buat kalimat deskripsi yang merinci bagian
    Pastikan kalimat deskripsi yang kalian buat harus dapat merinci dan memperjelas bagian-bagian objek observasi. Struktur ini dapat juga berupa tipe atau jenis-jenis klasifikasi anggota objek yang dilaporkan. Contoh deskripsi bagian sepeda adalah sebagai berikut.

    Sepeda memiliki beragam nama dan model, bergantung pada fungsi dan ukurannya, beberapa di antaranya adalah sepeda gunung (MTB), sepeda balap (roadbike), BMX, sepeda mini, dan sepeda lipat.
    Sepeda gunung digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27 – 30 sp. Sepeda balap digunakan untuk berbalap di jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27. Sepeda BMX, merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi. Sepeda mini, termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga. Sepeda lipat, merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah.

  4. Buatlah kalimat deskripsi yang merinci manfaat
    Deskripsi manfaat haruslah berisi kegunaan dan manfaat objek yang dilaporkan. Salah satu cara dalam merinci hal ini adalah dengan menggunakan konjungsi-konjungsi yang sesuai, seperti konjungsi penanda sebab-akibat (sehingga, maka), penanda tujuan (agar, supaya), Penanda penambahan (dan, selain itu), atau penanda pertentangan (tetapi, akan tetapi, namun). Perhatikanlah contoh berikut.

    Bersepeda memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh yang tidak bisa didapatkan dari jenis olahraga yang lain. Dalam durasi dan beban yang sama dibandingkan olahraga lainnya, bersepeda memiliki manfaat yang lebih tinggi. Mengayuh sepeda memerlukan tenaga. Detak jantung akan berirama ketika Anda mengayuhnya sehingga membuat irama detak jantung akan berbeda. Ketika Anda bersepeda jarak jauh, hal ini akan membuat jantung Anda lebih sehat. Selain itu, Bersepeda akan membuat otot-otot tubuh Anda menjadi lebih kencang. Hal ini disebabkan bahwa semua bagian tubuh Anda mau tidak mau harus digerakkan. Walaupun kaki yang mengayuh, tangan, punggung, dan bagian tubuh yang lain akan terpicu untuk ikut bergerak.

  5. Mencermati kembali kaidah kebahasaan yang digunakan.
    Bacalah kembali teks yang telah dibuat dengan mencermati penggunaan kaidah kebahasaan. Usahakanlah agar tidak ada penulisan kata yang salah.
  6. Menentukan judul
    Langkah terakhir adalah menentukan judul. Langkah ini sebenarnya bisa kalian lakukan pada awal penyusunan. Akan tetapi, ada kalanya menentukan judul akan lebih mudah jika seluruh bagian teks telah kita buat. Dalam hal ini, judul teks yang telah disusun berdasarkan bagian-bagian sebelumnya adalah “Mengenal Sepeda dan Manfaatnya”.

Poin Penting

Enam langkah dalam menyusun/menulis teks hasil observasi:

  1. Mencari dan menentukan objek observasi
  2. Buatlah kalimat definisi
  3. Buat kalimat deskripsi yang merinci bagian
  4. Buatlah kalimat deskripsi yang merinci manfaat
  5. Mencermati kembali kaidah kebahasaan yang digunakan.
  6. Menentukan Judul

Menelaah Teks Hasil Observasi

Menelaah atau mengevaluasi dan merevisi sebuah teks laporan hasil observasi memerlukan pemahaman dan pendalaman lebih lanjut mengenai dua hal yang selalu dilihat dalam sebuah teks, yaitu struktur dan kaidah kebahasaan. Untuk itu, perhatikanlah tabel berikut sebagai rangkuman atas apa yang pernah kita pelajari dalam materi sebelumnya mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi.

Ada tiga hal yang perlu kita cermati dalam menelaah sebuah teks, yaitu (1) telaah struktur, (2) telaah kaidah kebahasaan, dan (3) telaah informasi.
Perhatikanlah satu contoh teks laporan hasil observasi berikut kemudian kita evaluasi struktur dan penggunaan kaidah kebahasaannya. Jika terdapat kekurangan, kita akan melakukan revisi/perbaikannya.

Mari kita analisis

Telaah Struktur

Teks di atas telah memiliki struktur teks laporan hasil observasi yang lengkap dengan definisi umum (paragraf 1), deskripsi bagian (paragraf 2), dan deskripsi manfaat (paragraf 3).
Telaah Kaidah Kebahasaan
Perhatikan bagian-bagian yang dicetak tebal dalam teks observasi di atas! Bagian yang tercetak tebal di atas adalah kesalahan kaidah kebahasaan yang dapat kita temukan. Berikut adalah evaluasi dan revisi kesalahan-kesalahan yang dimaksud.

1. Kalimat kedua paragraf pertama tidak memiliki koherensi (kepaduan) yang cukup jelas dengan kalimat pertama. Kalimat kedua ini akan lebih padu jika ditambahkan dengan konjungsi dan kata rujukan. Konjungsi yang digunakan adalah antarkalimat penanda penambahan untuk menunjukkan adanya informasi tambahan yang diberikan. Kata yang dimaksud adalah selain itu. Setelah itu, kata pupuknya dapat diubah menjadi pupuk ini. Kata ini lebih cocok digunakan sebagai kata rujukan untuk kalimat pertama.

2. Gabungan kata bebas efek samping akan lebih tepat jika diubah menjadi tidak ada efek samping agar strukturnya lebih baku. Akan tetapi, frasa ramah lingkungan diubah posisinya ke bagian awal sehingga bentuknya menjadi ramah lingkungan dan tidak ada efek samping. Hal ini dilakukan agar makna kalimat menjadi lebih mudah dipahami pembaca.

3. Konjungsi seperti adalah konjungsi yang berjenis antarklausa sehingga tidak tepat jika diletakkan di awal kalimat. Kalimat yang memiliki konjungsi ini harus digabungkan dengan kalimat sebelumnya menjadi
Selain bentuk fasanya, ada juga pupuk kandang yang berupa campuran antara kotoran dengan material lain, seperti, kotoran ayam yang dicampur dengan sekam padi yang dijadikan alas kandang atau kotoran sapi yang bercampur jerami.

4. Kata subur dapat diubah menjadi bentuk frasa lebih subur agar sejajar dengan frasa yang telah muncul sebelumnya: lebih kuat terhadap penyakit dan lebih subur.

5. Sama seperti kata seperti, kata sedangkan juga termasuk ke dalam konjungsi antarklausa sehingga konjungsi ini harus digabungkan dengan kalimat sebelumnya.
Tanaman pun terlihat kuat dan sehat, sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit.

6. Bagian yang ditandai dengan nomor 6 menunjukkan bentuk kalimat yang tidak efektif karena ketiadaan unsur subjek sehingga unsur subjek ini harus ditambahkan dengan cara menambahkan kelompok kata hal ini di awal kalimat.

Telaah Informasi

Menelaah informasi berarti memahami segala informasi yang disampaikan oleh teks, seperti
a. Apa yang dimaksud dengan pupuk kandang?
b. Bahan apa saja yang dibutuhkan dalam mebuat pupuk kandang?
c. Apa saja jenis-jenis pupuk kandang?
d. Apa manfaat dan kelebihan pupuk kandang dibandingkan pupuk kimia?

Poin Penting

Ada tiga hal yang perlu kita cermati dalam menelaah sebuah teks, yaitu
(1) telaah struktur,
(2) telaah kaidah kebahasaan, dan
(3) telaah informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *