Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi
Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi

Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi

638 View

Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi – Siswa mampu menyusun sebuah teks eksplanasi sesuai dengan langkah-langkah yang diberikan dengan baik. Sebelumnya, kalian sudah belajar mengidentifikasi teks eksplanasi sesuai struktur dan ciri-ciri bahasanya. Kali ini, kalian akan belajar menyusun teks eksplanasi.

Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi
Menyusun dan Menulis Teks Eksplanasi

Menyusun Teks Eksplanasi

Mari ingat kembali struktur dan ciri teks eksplanasi di bawah ini.
1. Struktur teks eksplanasi terbagi menjadi tiga bagian yang berurutan yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.
2. Ciri kebahasaan teks eksplanasi adalah menggunakan kalimat kompleks, menggunakan konjungsi waktu, menggunakan kata kerja aktif, menggunakan kata baku dan ilmiah, dan bahasan/topik berisi fakta.

Perhatikan teks acak berikut ini!

  1. Angin puting beliung sering terjadi pada saat musim pancaroba yang memang suhu udaranya kadang tidak menentu. Penyebabnya juga adalah suhu pancaroba di siang hari yang panas dan pengapnya udara terutama karena kurangnya tumbuhan hijau di sekitar wilayah terjadinya angin. Awan hitam mulai berkumpul yang kemudian berubah menjadi awan vertikal yang disebabkan oleh radiasi matahari. Di dalam awan tersebut mulai terjadi arus udara yang naik dan turun yang kemudian turun dengan kecepatan yang sangat tinggi ke permukaan bumi dan memiliki peredaran angin yang acak.

    Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh adanya angin puting beliung ini di antaranya hancurnya rumah-rumah yang dilewati oleh angin, pohon-pohon menjadi tumbang, makhluk hidup bisa terlempar akibat arus anginnya, dan bahkan angin puting beliung bisa menghancurkan sebuah kawasan sampai dengan 5 km. Akan tetapi, umumnya tidak akan terjadi angin puting beliung susulan setelahnya.

  2. Peristiwa angin puting beliung umumnya belum bisa diprediksi secara pasti waktu rinci terjadinya. Hanya saja, beberapa antisipasi bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya angin puting beliung di antaranya waspada dan selalu mengenali datangnya musim pancaroba, melakukan kegiatan penghijauan yang bermanfaat untuk membuat udara di sekitar menjadi tidak panas sehingga kemungkinan terjadinya puting beliung menajdi semakin kecil, membangun rumah yang kuat, dan menghindari tempat rawan saat terjadi angin puting beliung.
  3. Angin puting beliung merupakan jenis angin kencang yang cukup sering terjadi di Indonesia. Angin puting beliung sendiri termasuk jenis angin yang memiliki karakteristik berputar dengan kecepatan yang tinggi yaitu sekitar 63 km/jam. Angin puting beliung ini umumnya terjadi pada saat pancaroba tiba sekitar siang dan sore hari. Angin ini termasuk sangat berbahaya karena bisa menghancurkan apa saja yang dilewatinya.

Nah, mari kita ingat ciri-ciri setiap struktur teks eksplanasi untuk menyusun teks acak di atas.

a. Struktur pertama adalah pernyataan umum. Dalam pernyataan umum biasanya terdapat ciri-ciri bahasa adanya kata yang menjelaskan definisi. Contohnya yaitu, adalah, atau merupakan. Berdasarkan hal ini, paragraf yang paling tepat untuk mengisi bagian pertama adalah paragraf nomor 3.

b. Struktur berikutnya adalah deretan penjelas. Secara ciri-ciri bahasa, deretan penjelas memakai kata-kata detail yang merujuk pada pernyataan umum. Dengan demikian, yang paling cocok mengisi struktur ini adalah paragraf nomor 1.

c. Langkah terakhir adalah mencari paragraf yang tepat sebagai penutup. Teks eksplanasi biasa ditutup dengan kesimpulan atau saran. Dalam hal ini, paragraf yang paling tepat adalah paragraf nomor 2.

Teks Hasil penyusunan

Angin puting beliung merupakan jenis angin kencang yang cukup sering terjadi di Indonesia. Angin puting beliung sendiri termasuk jenis angin yang memiliki karakteristik berputar dengan kecepatan yang tinggi yaitu sekitar 63 km/jam. Angin puting beliung ini umumnya terjadi pada saat pancaroba tiba sekitar siang dan sore hari. Angin ini termasuk sangat berbahaya karena bisa menghancurkan apa saja yang dilewatinya.

Angin puting beliung sering terjadi pada saat musim pancaroba yang memang suhu udaranya kadang tidak menentu. Penyebabnya juga adalah suhu pancaroba di siang hari yang panas dan pengapnya udara terutama karena kurangnya tumbuhan hijau di sekitar wilayah terjadinya angin. Awan hitam mulai berkumpul yang kemudian berubah menjadi awan vertikal yang disebabkan oleh radiasi matahari. Di dalam awan tersebut mulai terjadi arus udara yang naik dan turun yang kemudian turun dengan kecepatan yang sangat tinggi ke permukaan bumi dan memiliki peredaran angin yang acak.

Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh adanya angin puting beliung ini di antaranya hancurnya rumah-rumah yang dilewati oleh angin, pohon-pohon menjadi tumbang, makhluk hidup bisa terlempar akibat arus anginnya, dan bahkan angin puting beliung bisa menghancurkan sebuah kawasan sampai dengan 5 km. Akan tetapi, umumnya tidak akan terjadi angin puting beliung susulan setelahnya.

Peristiwa angin puting beliung umumnya belum bisa diprediksi secara pasti waktu rinci terjadinya. Hanya saja, beberapa antisipasi bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya angin puting beliung di antaranya waspada dan selalu mengenali datangnya musim pancaroba, melakukan kegiatan penghijauan yang bermanfaat untuk membuat udara di sekitar menjadi tidak panas sehingga kemungkinan terjadinya puting beliung menajdi semakin kecil, membangun rumah yang kuat, dan menghindari tempat rawan saat terjadi angin puting beliung.

Poin Penting

Ingatlah selalu struktur teks eksplanasi, ciri-ciri bahasanya, dan maknanya saat menyusun teks acak.

Menulis Teks Eksplanasi secara Mandiri

Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menulis sebuah teks eksplanasi dengan baik.

Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar di atas adalah salah satu jenis bencana yang sering pernah terjadi di Indonesia. Jika suatu saat kamu harus membuat tulisan mengenai bencana alam, kamu bisa menulis teks eksplanasi. Namun, bahasan apa yang akan kamu tulis? Apa pun bahasannya, kamu harus menulisnya dengan runut, jelas, dan sesuai fakta. Ditulis dengan bahasa baku, dijelaskan sedetail mungkin, tetapi tidak boleh dilebih-lebihkan apalagi mengada-ada.

Tulisan tersebut harus memilki gambaran secara umum dan diuraikan sejelas-jelasnya. Nah, tulisan itu yang dinamakan teks eksplanasi. Agar kamu dapat membuat teks eksplanasi dengan baik,, mari kita bahas caranya.

Menulis Teks Eksplanasi

Dalam menyusun teks eksplanasi, dibutuhkan beberapa langkah penting agar hasil teks sesuai dengan struktur dan ciri-ciri.

Berikut Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi

Menentukan Topik atau Tema

Topik atau tema tulisan sangat penting untuk ditentukan sehingga kalian bisa menulis teks eksplanasi secara fokus tanpa melebar kepada hal-hal yang tidak ada hubungannya. Topik atau tema tulisan harus mencakup keseluruhan isi tulisan, artinya keseluruhan isi dari teks eksplanasi yang ditulis terangkum dalam sebuah tema atau topik.

Kalian bisa menggunakan tema yang berupa peristiwa alam dan juga peristiwa sosial, tentunya yang bersifat fakta, benar adanya, dan bukan sebuah rekayasa atau cerita fiksi. Artinya kalian bisa mempertanggungjawabkan teks eksplanasi yang ditulis dengan berbagai runtutan fakta. Beberapa tema yang menyangkut peristiwa alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, fenomena hujan salju di Puncak Jaya Wijaya, dan masih banyak lagi. Sedangkan tema yang berhubungan dengan peristiwa sosial contohnya seperti pemilihan umum, kerja bakti masyarakat Indonesia, kegiatan penanaman kembali hutan gundul, dan masih banyak lagi.

Mencari Referensi dan Mengumpulkan Bahan Tulisan

Bahan-bahan tulisan tersebut bisa berupa data atau informasi dari berbagai media seperti
a. koran,
b. majalah,
c. artikel,
d. buku-buku pengetahuan,
e. film dokumenter,
f. data dari narasumber berupa wawancara,
g. penelitian,
h. survei,dan
i. angket.

Membuat Kerangka Tulisan

Setiap jenis tulisan harus dibuat kerangka tulisannya terlebih dahulu. Kerangka tulisan dibuat agar mudah memetakan bahasan dan membuat tulisan tidak melebar ke mana-mana.
Setiap bagian dari teks eksplanasi sebaiknya dibuat poin-poinnya terlebih dahulu. Mulai dari bagian pernyataan umum dibuat poin-poin tertentu, deretan penjelesan juga dibuat poin-poinnya, dan interpretasi atau penutup juga dibuat poin-poinnya.

Mengembangkan Kerangka Tulisan Menjadi Teks Eksplanasi

Jika kerangka tulisan sudah selesai dibuat, barulah memulai langkah selanjutnya yaitu mengembangkan kerangka tulisan menjadi sebuah teks eksplanasi utuh. Kembangkan poin-poin yang sudah dibuat di setiap bagiannya. Tulis teks eksplanasi sesuai dengan struktur teksnya serta tidak melupakan ciri-ciri dari teks eksplanasi itu sendiri seperti informasi yang bersifat fakta, penggunaan kata kerja aktif, dan ciri-ciri lainnya.

Mari kita pelajari contoh penulisan teks eksplanasi berikut ini

Tema/Topik: banjir

2. Bahan: koran dengan berita tentang banjir, buku-buku pengetahuan yang membahas pengertian dan fenomena banjir, berbagai artikel yang membahas banjir, dan berita-berita televisi dan radio tentang banjir.
Kerangka Tulisan:
– Pernyataan umum: (1) Pengertian banjir (2) bahaya banjir
– Deretan penjelasan: (1)penyebab banjir, (2) beberapa lokasi rawan banjir, (3) akibat banjir, (4) kerugian yang diderita karena banjir.
– Interpretasi/penutup: Penanggulan banjir dan simpulan.
Teks eksplanasi yang dihasilkan:

Banjir merupakan sebuah fenomena alam yang cukup sering terjadi di Indonesia terutama ketika memasuki musim penghujan. Banjir termasuk ke dalam jenis bencana alam karena kejadian ini banyak merugikan masyarakat.
Bencana banjir bisa disebabkan karena dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor sosial. Pertama adalah faktor alam. Hujan deras yang terjadi dalam waktu yang lama akan membuat berbagai tempat penampungan air seperti danau, sungai, dan berbagai penampungan air lainnya tidak lagi bisa menahan banyaknya air yang datang. Akhirnya air meluap ke luar dari penampungan dan mengalir ke daerah-daerah sekitarnya bahkan sampai ke pemukiman penduduk.
Banjir yang disebabkan oleh faktor sosial merupakan banjir yang terjadi karena cara hidup dan kebiasaan manusia yang sering tidak memedulikan lingkungan dan akhirnya merusak keseimbangan alam. Contohnya seperti menebang pohon sembarangan, membuang sampah sembarangan terutama ke sungai-sungai, dan membangun pemukiman dengan skala besar di tempat-tempat resapan air. Semua hal tersebut bisa memicu banjir pada saat musim penghujan tiba.
Dari penjelasan di atas bisa kita ketahui bahwa banjir bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor alam dan faktor sosial. Oleh karena itu, berusaha untuk mencegah terjadinya banjir dengan mulai mengubah cara hidup yang tidak baik adalah salah satu jalan yang penting untuk dipilih.

Poin Penting

  1. Langkah menulis teks eksplanasi di antaranya sebagai berikut. a. menentukan tema/topik, b. mengumpulkan bahan tulisan, c. menyusun kerangka tulisan, dan d. menulis teks eksplanasi utuh sesuai kerangka tulisan.
  2. Teks eskplanasi ditulis dengan memerhatikan struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *