Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman dan Menentukan Alur Cerita

By | April 2, 2020

Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman dan Menentukan Alur Cerita – Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan cerpen adalah sebuah cerita rekaan yang ringkas dan berpusat hanya kepada satu tokoh atau satu situasi. Dengan demikian, cerita pendek juga bisa disebut sebagai sebuah cerita yang hanya memiliki satu tahapan pengaluran.

Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman dan Menentukan Alur Cerita

Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman dan Menentukan Alur Cerita

Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman

Pada kesempatan sebelumnya, kita sudah belajar tentang mendata peristiwa yang pernah dialami, menentukan konflik dalam peristiwa, dan menentukan alur. Saat ini, kita akan belajar menulis cerpen dari peristiwa yang pernah dialami.

Secara garis besar, langkah langkah menulis cerpen berdasarkan pengalaman nyata adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan peristiwa menarik yang akan dijadikan dasar cerpen.
  2. Susunlah urutan peristiwa dalam bentuk kerangka alur.
  3. Kembangkan kerangka alur menjadi cerita. Uraikan dengan rinci setiap kerangka alur secara berurutan.
  4. Tentukan judul cerita.

Perhatikan Contoh

Perhatikan contoh berikut!

PENGALAMAN :

Terjatuh dari pohon hingga tangan patah

KERANGKA ALUR :

1. Pengenalan

  • Jay adalah seorang anak yang senang bermain layangan.
  • Jay mengoleksi berbagai jenis layangan

2. Konflik

  • Suatu hari Jay mengejar layangan yang putus ke sebuah perumahan.
  • Layangan tersebut menyangkut di ranting pohon.
  • Jay berniat mengambilnya.

3. Klimaks

  • Jay menaiki pohon besar dengan perlahan.
  • Sampailah di sebuah ranting dahan.
  • Jay bergelantung di dahan tersebut yang ternyata rapuh.
  • Jay terjatuh dan tangannya patah.

4. Antiklimaks

  • Jay ditemukan warga sudah tergeletak di bawah pohon.
  • Warga membawanya ke rumah sakit.
  • Jay dioperasi.

5. Penutup

  • Tanggan Jay kembali pulih.
  • Jay menyesal karena dengan patah tangan tersebut, dia tidak mungkin menjadi seorang tentara.

CERPEN

Mimpi yang Musnah

Jay adalah seorang anak yang sangat aktif. Diam adalah musuh terberatnya. Hobinya adalah bermain layang-layang. Setiap hari, sepulang sekolah, Jay selalu bermain layang-layang. Jay memilki koleksi layang-layang yang sangat banyak, mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan yang berukuran besar.

Suatu hari, Jay melihat ada layang-layang yang putus dan mengarah ke sebuah perumahan. Jay menginginkan layang-layang itu. Ternyata layang-layang itu menyangkut di atas pohon. Karena keinginan yang kuat untuk memiliki layang-layang itu, Jay nekat menaiki pohon besar tersebut.

Jay bergelantung dari satu dahan ke dahan lainnya. Tibalah di sebuah dahan yang rapuh. Jay terjatuh dan tangannya terbentur tanah dengan sangat kuat. Saat itu, Jay tidak bisa menggerakkan tangannya. Tiba-tiba meneteslah darah darah dari tangannya. Tetesan itu semakin lama semakin deras. Ternyata tangannya mengalami patah.

Warga yang menemukan Jay yang sedang kesakitan langsung membawanya ke rumah sakit. Jay akhirnya harus menjalani operasi penyambungan tulang.

Setelah pulih, Jay menyesal karena keteledorannya membuat tangannya menjadi patah. Yang lebih menyedihkan, patah tangannya membuat mimpi menjadi seorang tentara musnah.

Poin Penting

Langkah langkah menulis cerpen berdasarkan pengalaman nyata adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan peristiwa menarik yang akan dijadikan dasar cerpen.
  2. Susunlah urutan peristiwa dalam bentuk kerangka alur.
  3. Kembangkan kerangka alur menjadi cerita. Uraikan dengan rinci setiap kerangka alur secara berurutan.
  4. Tentukan judul cerita.

Menentukan Alur Cerita Berdasarkan Peristiwa

Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan cerpen adalah sebuah cerita rekaan yang ringkas dan berpusat hanya kepada satu tokoh atau satu situasi. Dengan demikian, cerita pendek juga bisa disebut sebagai sebuah cerita yang hanya memiliki satu tahapan pengaluran.

Ada beberapa hal yang mampu memudahkan kita untuk menulis cerita pendek, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mendata peristiwa yang pernah dialami,
  2. Menentukan konflik dalam peristiwa,
  3. Menentukan alur cerita,
  4. Menulis cerita dari peristiwa yang pernah dialami.

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar menentukan alur cerita. Alur adalah urut-urutan kejadian dalam sebuah cerita. Alur mengatur jalannya cerita hingga menjadikan cerita itu bernalar. Dalam sebuah cerita, alur harus bersifat detail dan kompleks. Detail berarti dalam menentukan alur, seorang penulis harus betul-betul memikirkan agar cerita dapat berjalan dan tidak menimbulkan pertanyaan bagi pembaca. Kompleks artinya alur yang ada harus mencakup keseluruhan cerita, tidak boleh ada bagian dari cerita yang tidak berhubungan.

Pada materi sebelumnya, kita sudah belajar tentang mendata peristiwa yang pernah dialami yang dianggap layak menjadi sumber inspirasi menulis cerpen. Kita juga sudah menentukan konflik-konflik yang menjadi ruh sebuah cerita. Kali ini, kita akan mengubah peristiwa menarik tersebut menjadi alur cerita.

Untuk mengubah sebuah peristiwa atau ide cerita ke dalam alur cerita, kita harus memahami terlebih dahulu bagian-bagian alur, yaitu sebagai berikut.

  1. Pembuka berisi pengenalan tokoh dan latar belakangnya.
  2. Konflik berisi munculnya masalah yang menjadi dasar atau ruh sebuah cerita.
  3. Klimaks berisi puncak masalah.
  4. Antiklimaks berisi redanya masalah karena sudah adanya solusi yang hadir.
  5. Penutup berisi bagian akhir cerita.

Dengan memahami bagian-bagian alur di atas, kita tinggal menyesuaikan peristiwa atau ide cerita yang akan dijadikan cerpen.

Perhatikan Contoh

Perhatikan contoh berikut!

Pengalaman mendapat kesempatan untuk menjelajahi Perairan Raja Ampat

Perkenalan

Hilmi merupakan seorang pecinta wisata. Dia tergabung dalam ekstrakurikuler pecinta alam. Hilmi memiliki mimpi menjelajahi Indonesia mulai dari pegunungan, hutan, sampai ke lautan.

Konflik

Suatu hari, sebuah produsen alat-alat bertualang mengumumkan bahwa akan mengadakan lomba berenang dengan hadiah utama adalah berwisata ke Perairan Raja Ampat. Tanpa berpikir panjang, Hilmi langsung mendaftar. Setiap hari Hilmi berlatih berenang di kolam renang sekolah. Dia berharap bisa menjadi juara dan mendapat hadiah utama.

Klimaks

Hari perlombaan pun tiba. Hilmi sudah menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari fisik sampai dengan mental. Karena sistem lomba yang menggunakan catatan waktu, kesempatan Hilmi hanya sekali. Karena itulah, Hilmi harus tampil maksimal. Hilmi pun akhirnya mendapatkan giliran. Dia mampu mencatatkan waktu 9,5 detik untuk jarak 50 km. Semua peserta telah menampilkan kekuatannya. Tibalah saat pengumuman. Ternyata Hilmi hanya bertengger di urutan kedua dari semua peserta.

Antiklimaks

Hilmi kecewa karena kalah dan tidak mampu mendapatkan hadiah berwisata ke Perairan Raja Ampat. Beberapa hari kemudian, Hilmi mendapat telepon dari panitia.
“Kamu Hilmi ya?” panitia tersebut bertanya.
“Iya. Ada apa ya, Kak?” jawab Hilmi yang belum hilang kesedihannya.
“Pemenang lomba renang yang lalu tidak bisa berangkat ke Raja Ampat karena sakit demam berdarah. Kami sebagai panitia akan melimpahkan hadiahnya kepada kamu sebagai peringkat kedua.”
Hilmi besorak kegirangan.

Penutup

Hilmi akhirnya dapat pergi ke Raja Ampat dan dia berhasil menggapai salah satu mimpinya menjadi seorang petualang Indonesia.

Poin Penting

Ketika akan mengubah peristiwa menarik atau ide cerita ke dalam alur cerita, kita harus mengubahnya dengan baik, yaitu dengan memerhatikan bagian-bagian alur secara baik. Bagian alur tersebut adalah pengenalan, konflik, klimaks, antiklimaks, dan penutup. Bagian-bagian tersebut idealnya tidak saling mendahului atau harus berurutan agar terciptanya alur yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *