Mengonversi Teks Editorial atau Opini ke dalam Teks Monolog

By | June 2, 2020

Mengonversi Teks Editorial atau Opini ke dalam Teks Monolog – Kita sering menemukan media massa membahas mengenai peristiwa nasional dalam bentuk editorial maupun opini. Pernahkah kamu mengubah bentuk teks editorial atau opini menjadi teks baru tanpa meninggalkan inti persoalannya? Kegiatan semacam itu disebut sebagai “proses mengonversi”. Pada bab ini kita akan belajar untuk mengonversi teks editorial dan opini menjadi teks monolog.

Mengonversi Teks Editorial atau Opini ke dalam Teks Monolog

Mengonversi Teks Editorial atau Opini ke dalam Teks Monolog

Peristiwa Nasional pada Teks Monolog

Ada banyak peristiwa yang terjadi setiap hari di negara kita. Peristiwa-peristiwa tersebut seringkali kita jumpai ulang dalam bentuk teks lisan maupun tulisan. Pada bentuk teks lisan, peristiwa yang diceritakan ulang biasanya menggunakan bahasa tidak baku. Sementara itu, bentuk teks tulisan menggunakan bahasa baku.

Perbedaan lain yang cukup mencolok adalah terkait sudut pandang yang digunakan. Pada bentuk teks lisan, umunya dapat menggunakan sudut pandang orang pertama, kedua, maupun ketiga. Hal itu disebakan bentuk teks lisan bisa berupa kalimat langsung maupun dialog. Sementara itu, pada bentuk teks tulisan, umumnya menggunakan sudut pandang ketiga.

Ciri-ciri yang biasa ditemui pada teks lisan, antara lain sebagai berikut.
1. Menggunakan kalimat langsung;
2. Membutuhkan kehadiran orang lain;
3. Dapat berupa dialog;
4. Dapat menggunakan kata ganti orang pertama, kedua, maupun ketiga; dan
5. Biasanya menggunakan ragam bahasa lisan (bahasa tidak baku).

Ciri-ciri yang biasa ditemui pada teks tulisan, antara lain sebagai berikut.
1. Terikat pada kaidah ejaan;
2. Menggunakan kata ganti orang ketiga; dan
3. Menggunakan ragam bahasa tulis (bahasa baku).

Teks lisan dan tulisan mengenai suatu peristiwa dapat dikonversikan menjadi teks monolog. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “monolog” berarti ‘pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri’. Karena itu, teks monolog dapat didefinisikan sebagai teks yang membahas sesuatu dengan mengandaikan bahwa penulis sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

Editorial atau yang disebut juga dengan tajuk rencana merupakan salah satu contoh teks tertulis. Editorial adalah tulisan yang dibuat oleh redaktur guna menyampaikan pendapatnya mengenai peristiwa berskala nasional yang sedang hangat dibicarakan.

Perhatikanlah contoh editorial berikut ini!

Jalan Raya

Aksi Elanto Wijoyono yang menghadang konvoi moge (motor gede) di Yogyakarta pada 15 Agustus lalu mengundang empati banyak orang. Berbagai dukungan datang kepadanya. Lalu, pernahkah kita berpikir, “Benarkah jalan raya adalah tempat umum?” Tindakan polisi yang melakukan patwal (patroli dan pengawalan) terhadap rombongan moge menunjukkan sebaliknya. Jalan raya sudah bukan tempat umum. Jalan raya sudah menjadi milik kaum elit. Masyarakat jelata dipaksa mengalah untuk memberikan hak guna jalannya kepada kaum bermodal itu. “Padahal, fungsi patwal adalah untuk mengawal acara kenegaraan, bukan untuk acara hura-hura,” kata Elanto.

Teks editorial di atas dapat dikonversikan menjadi teks monolog dengan cara berikut ini.

1. Gunakan sudut pandang orang pertama;
2. Hilangkan kalimat langsung; serta
3. Pertahankan struktur dan inti masalah.

Contoh hasil konversi

Jalan Raya

Saya merasa bahwa aksi Elanto Wijoyono yang menghadang konvoi moge (motor gede) di Yogyakarta pada 15 Agustus lalu telah mengundang empati banyak orang. Berbagai dukungan datang kepadanya. Lalu, saya pun bertanya pada diri sendiri bahwa apakah benar jalan raya masih menjadi tempat umum. Tindakan polisi yang melakukan patwal (patroli dan pengawalan) terhadap rombongan moge menunjukkan sebaliknya. Saya merasa jalan raya sudah bukan tempat umum. Jalan raya sudah menjadi milik kaum elit. Masyarakat jelata dipaksa mengalah untuk memberikan hak guna jalannya kepada kaum bermodal itu. Saya membenarkan ucapan Elanto yang mengatakan bahwa fungsi patwal adalah untuk mengawal acara kenegaraan, bukan untuk acara hura-hura.

Poin Penting

1. Peristiwa nasional biasanya disampaikan melalui teks lisan dan tulisan.
2. Kegiatan mengonversi teks dapat dilakukan dengan mengubah bentuk teks tanpa mengubah struktur dan inti teks.
3. Teks monolog adalah teks yang menggunakan cara penyampaian terhadap diri sendiri dengan menggunakan sudut pandang orang pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *