Menganalisis Unsur intrinsik dari Sebuah Teks Drama

By | April 3, 2020

Menganalisis Unsur intrinsik dari Sebuah Teks Drama – Apakah kamu sudah bisa menentukan unsur intrinsik dalam sebuah teks drama seperti pada latihan yang diberikan pada pembahasan sebelumnya? Jika kamu sudah mampu untuk menentukan unsur-unsur intrinsik tersebut, kali ini kamu belajar cara menganalisis unsur teks drama.

Menganalisis Unsur intrinsik dari Sebuah Teks Drama

Menganalisis Unsur intrinsik dari Sebuah Teks Drama

Perbedaan yang akan kamu temukan dengan materi sebelumnya adalah sifat dari materi analisis ini lebih detil dan lengkap sebab harus disertai bukti yang kamu dapat dari teks drama yang telah kamu baca sebelumnya. Sementara itu, ketika kamu diminta untuk menentukan unsur intrinsik teks drama, kamu cukup menyebutkan unsur-unsur yang kamu temui ketika membaca sebuah teks drama.

Hal yang harus kamu lakukan dalam menganalisis unsur teks drama adalah sebagai berikut.

1. Bacalah kembali teks drama yang kamu dapat.
2. Periksalah hasil pekerjaanmu ketika menentukan unsur intrinsik teks drama yang sebelumnya telah kamu kerjakan
3. Berikanlah bukti-bukti tekstual terhadap setiap unsur yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Sebagai contoh, kita lanjutkan menganalisis dengan menggunakan teks drama yang sama berikut ini!


Hasil analisis terhadap teks drama di atas adalah sebagai berikut.

1. Tema

Drama Telaga Warna bertemakan Raja bijaksana yang salah mendidik anak. Hal itu tampak ketika dikisahkan pengorbanan raja dan ratu yang terkenal arif dan bijaksana dengan susah payah memiliki anak tetapi sifat sang putri justru mengecewakan karena salah mendidik, seperti pada bagian berikut ini.

Gilang Rukmini:

Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! (kalung dilempar)

2. Latar

Latar tempat terdiri atas istana, hutan, dan alun-alun istana sebagaimana diceritakan pada bagian berikut ini.

SELURUH RAKYAT SENANG SEKALI. MEREKA MEMBANJIRI ISTANA DENGAN HADIAH.
AKHIRNYA, SEMUA PUN MENETESKAN AIR MATA HINGGA ISTANA BASAH OLEH AIR MATA MEREKA.
TIBA-TIBA ISTANA PUN DIPENUHI AIR BAGAI DANAU. LALU DANAU ITU MAKIN BESAR DAN MENENGGELAMKAN ISTANA.
PERGILAH PRABU KE HUTAN UNTUK BERTAPA. DI HUTAN, SANG PRABU TERUS MENERUS BERDOA AGAR DIKARUNIAI ANAK.
HARI ULANG TAHUN PUN TIBA. PENDUDUK NEGERI BERKUMPUL DI ALUN-ALUN ISTANA. KETIKA PRABU DAN RATU PURBAMANAH DATANG, ORANG MENYAMBUTNYA DENGAN GEMBIRA.

Latar suasana terdiri atas sedih, bahagia, gembira, terkejut, hening, bingung, panik dan takut sebagaimana pada kutipan berikut ini.

Prabu Suwartalaya:

Sudahlah, Dinda. Jangan murung dan menangis terus. Kalau dinda bersedih terus seperti ini, kanda jadi ikut bersedih.

Ratu Purbamanah:

Bagaimana dinda tidak bersedih, Kanda, sudah bertahun-tahun kita berumah tangga tapi belum dikaruniai seorang anak.

Penasihat:

Baginda, supaya Ratu Purbamanah tidak bersedih terus, bagaimana kalau mengangkat seorang anak saja, Baginda. Barangkali bisa mengurangi kesedihan Ratu.
SESAAT RAJA DAN RATU SEDANG BERBAHAGIA, DATANGLAH PENASIHAT KERAJAAN
TAK HANYA KELUARGA ISTANA YANG BERBAHAGIA, RAKYAT TURUT BERBAHAGIA MENDENGAR KABAR TERSEBUT.
KETIKA PRABU DAN RATU PURBAMANAH DATANG, ORANG MENYAMBUTNYA DENGAN GEMBIRA.
SELURUH RAKYAT YANG HADIR TERKEJUT. TAK SEORANGPUN BICARA. SUASANA HENING.
SETELAH KEJADIAN TERSEBUT, RAKYAT BERTERIAK-TERIAK KEBINGUNGAN, PANIKKETAKUTAN.

3. Alur

Alur yang digunakan adalah alur maju yang mengisahkan perjuangan raja dan ratu untuk memperoleh anak sampai akhirnya semuanya meninggal karena musibah banjir air mata. Kronologis kejadian berjalan runtut dari awal hingga akhir. Konflik yang terjadi dalam drama tersebut adalah konflik sosial, yaitu konflik yang terjadi karena ada pergesekan dengan sesama manusia atau sesama tokoh sebagaimana tampak pada cuplikan
PUTRI MENERIMA KALUNG ITU. LALU IA MELIHAT KALUNG ITU SEKILAS. KEMUDIAN…

Gilang Rukmini:

Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! (kalung dilempar)

Rakyat:

Haaahhhh??? Kalung indah terbuat dari emas permata itu di lempar begitu saja oleh putri. Sungguh aku tak menyangka putri baginda berbuat seperti itu.

KALUNG YANG INDAH PUN RUSAK. EMAS DAN PERMATANYA TERSEBAR DI LANTAI. SELURUH RAKYAT YANG HADIR TERKEJUT. TAK SEORANGPUN BICARA. SUASANA HENING. TIBA-TIBA RATU PURBAMANAH MENANGIS MELIHAT PERILAKU PUTRINYA. RAKYATNYA PUN MENGIKUTI MENANGIS MELIHAT RATU PURBAMANAH MENANGIS. AKHIRNYA, SEMUA PUN MENETESKAN AIR MATA, HINGGA ISTANA BASAH OLEH AIR MATA MEREKA.

Cuplikan tersebut sekaligus menjadi klimaks terhadap segala permasalahan dalam drama tersebut.

4. Tokoh

Tokoh pada teks drama Telaga Warna terdiri atas

  • Prabu Suwartalaya, sebagaimana pada dialog Prabu Suwartalaya: Putri kita cantik ya, Dinda. Dan kelihatannya sangat lucu.
  • Ratu Purbamanah, sebagaimana pada dialog Ratu Purbamanah: Iya, Kanda. Kita harus bersyukur akhirnya kita dikaruniai seorang anak.
  • Gilang Rukmini, sebagaimana pada dialog Gilang Rukmini: Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! (kalung dilempar)
  • Penasihat, sebagaimana pada dialog Penasehat: Ampun baginda. Ini dari rakyat, mengirimkan beraneka hadiah untuk putri baginda. Mereka turut bersuka cita dan mengucapkan selamat atas kelahiran putri baginda.
  • Tukang Perhiasan, sebagaimana pada dialog Tukang perhiasan: Dengan senang hati, Yang Mulia.
  • Rakyat 1, sebagaimana pada dialog Rakyat 1: Haaahh?? Ada air! Air! Air!
  • Rakyat 2, sebagaimana pada dialog Rakyat 2: Hahhh? tiba-tiba air ini membentuk kolam kecil!
  • Rakyat 3, sebagaimana pada dialog Rakyat 3: Bukan! Ini banjir! Banjir! Banjiir! Banjiiir! Banjiirr!

5. Watak

Watak setiap tokoh pada drama “Telaga Warna” adalah

  • Prabu Suwartalaya adalah raja yang arif, bijaksana, serta penyayang, baik terhadap keluarga maupun rakyatnya sebagaimana pada beberapa cuplikan berikut. KERAJAAN KUTATANGGEUHAN YANG DIPIMPIN OLEH RAJA YANG ARIF DAN BIJAKSANA YAITU PRABU SUWARTALAYA DAN RATU PURBAMANAH.

Prabu Suwartalaya:
Pak, tolong buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku.

  • Ratu Purbamanah adalah sosok penyayang, terutama pada putinya walaupun putrinya berperangai buruk sebagaimana pada kutipan WALAUPUN BEGITU, BAIK PRABU SUWARTALAYA, RATU PURBAMANAH, DAN RAKYAT SANGAT MENCINTAINYA.
  • Gilang Rukmini adalah putri raja yang cantik jelita tetapi manja dan angkuh serta tidak bisa menghargai orang lain sebagaimana beberapa cuplikan berikut. SAYANGNYA, GILANG RUKMINI TIDAK DIASUH SECARA BAIK OLEH PRABU SUWARTALAYA DAN RATU PURBAMANAH. GILANG PUN TUMBUH MENJADI GADIS YANG MANJA DENGAN SIFAT-SIFAT YANG KURANG BAIK. DIA TAK SEGAN BERKATA KASAR UNTUK MENDAPATKAN APA YANG DIINGINKANNYA. Gilang Rukmini: Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! (kalung dilempar)
  • Penasihat adalah orang yang patuh terhadap raja sebagaimana kutipan Penasihat: Baginda, supaya Ratu Purbamanah tidak bersedih terus, bagaimana kalau mengangkat seorang anak saja, Baginda. Barangkali bisa mengurangi kesedihan Ratu.
  • Tukang Perhiasan adalah seorang rakyat yang tulus membantu raja demi mewujudkan keinginan raja membahagiakan putrinya sebagaimana pada cuplikan Tukang perhiasan: Dengan senang hati, Yang Mulia.
  • Rakyat 1 adalah seorang rakyat yang mencintai keluarga raja dan mengagumi putri sebagaimana kutipan Rakyat 1: Wuaaah cantik sekali ya, putri Prabu Suwartalaya.
  • Rakyat 2 berwatak sama seperti Rakyat 1, seorang rakyat yang mencintai keluarga raja dan mengagumi putri sebagaimana kutipan Rakyat 2: Iya. Aku jadi iri melihatnya.
  • Rakyat 3 adalah rakyat yang merasa panik dan menyadari bahwa istana dilanda banjir sebagaimana kutipan Rakyat 3: Bukan! Ini banjir! Banjir! Banjiir! Banjiiir! Banjiirr!

6. Amanat

Amanat atau pesan yang terkandung dalam drama Telaga warna ini adalah hargailah usaha dan kasih sayang orang lain.

7. Dialog

Bentuk dialog yang digunakan dalam drama Telaga warna ini adalah dialog konversi atau percakapan yang dilakukan oleh beberapa tokoh, baik antara Prabu Suwartalaya dengan Ratu Purbamanah, Penasihat, Pembuat emas, dan Gilang Rukmini, atau antara beberapa rakyat.

Poin Penting

Materi analisis lebih detil dan lengkap sebab harus disertai bukti yang kamu dapat dari teks drama yang telah kamu baca sebelumnya, sedangkan materi menentukan unsur intrinsik teks drama cukup menyebutkan unsur-unsur yang ditemui ketika membaca sebuah teks drama.

Hal yang harus dilakukan dalam menganalisis unsur teks drama adalah sebagai berikut.
– Bacalah kembali teks drama yang telah didapat.
– Periksalah hasil pekerjaan ketika menentukan unsur intrinsik teks drama yang sebelumnya telah dikerjakan
– Berikanlah bukti-bukti tekstual terhadap setiap unsur yang telah ditentukan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *